Senin, 10 Oktober 2016

Ketika Kita Rindu Pengacara yang Baik Hati


           Saat membaca judul postingan ini, mungkin Teman-teman langsung komentar, “Kamu butuh pengacara atau pendamping hidup, Hay?” *eaaakkk* Etapi serius, apa yang ada di pikiran Teman-teman saat saya menyebutkan kata “pe-nga-ca-ra”? Nah, berikut beberapa jawaban singkat yang saya dapat.
             “Hmmm ... jangan sampe (berurusan sama pengacara), deh ....”
             “Mahal!”
“Runyam, Buk.”
            Well, saya dan suami juga berpendapat sama. :)) Sosok pengacara yang kerap muncul di teve memberikan stigma seperti itu. Penampilan mentereng, gaya petantang-petenteng, dan isi pembicaraan kerap melenceng. Alih-alih masalah klien kelar, eh, ini malah tambah “gebyar-gebyar”. Bayangkan, saya pernah menonton di teve, sang pengacara tega mengumbar aib klien lawan demi menyelamatkan aib klien sendiri. Ibarat kata peribahasa: menang jadi arang kalah jadi abu. 
           Padahal, sadar atau tidak, aktivitas kita sehari-hari bersentuhan dengan hukum. Mulai dari urusan anak dan orangtua, membangun rumah, membeli mobil, menikah, sampai penetapan waris. Konon pula suami. Sebagai pengusaha, dia akrab sama yang namanya surat perjanjian, kontrak kerja, jual beli, dll. Semua punya kekuatan hukum. Nahas, pernah pula suami ditipu rekan bisnisnya. Bukan kasus gampang, apalagi yang dihadapi teman sendiri. Saya usul supaya suami pakai jasa pengacara. “Pusing, Mi, jasa pengacara itu enggak murah. Prosedurnya pun pasti berbelit-belit,” suami beralasan. Alhasil, kami berdua sama-sama pusing. -___-  
             Anggara Suwahju, Operational Director Justika.com, tidak menyalahkan opini miring tentang pengacara yang sudah terbentuk sedemkian rupa di masyarakat. Anggara mengakui, memang rada rempong mencari pengacara yang cakep parasnya dan baik hatinya (tsaaah). Kenapa? Pengacara tidak boleh mengiklankan dirinya sendiri! Btw, baik hati di sini maksudnya yang mau menjelaskan kepada klien tentang posisi perkara, tidak memeras, menolak menerima suap, dll. Berhubung pengacara tidak boleh mengiklankan dirinya sendiri, alhasil selama ini kita mendapat pengacara dari “pasar bisik-bisik”. Info berdasarkan rekomendasi fulan A–Z. Parahnya, sering kejadian, setelah ditangani pengacara A, kita dialihkan ke pengacara B, terus ke pengacara C, dst. Berapa banyak waktu, biaya, dan tenaga yang terbuang percuma? *lap keringet pakai handuk buluk*  
Andika Gunadarma, Managing Director Justika.com menjelaskan, atas pertimbangan inilah Justika.com hadir. Justika.com merupakan marketplace untuk konsultasi hukum dan mendapatkan bantuan hukum. Wah, keren, ya. Hari gini bukan belanja atau workshop doang yang sistem online. Pasar yang tadinya “bisik-bisik” pun berubah menjadi “terang benderang”. Kita tahu persis siapa yang akan membantu kita. Dari yang tidak paham masalah, sekarang menjadi paham. Percayalah, masih ada pengacara yang baik hati. Actually, bukan hanya pengacara, di Justika.com juga tersedia jasa notaris dan penerjemah tersumpah.

Andika Gunadarma, Managing Director Justika.com


Cara kerja Justika.com kira-kira seperti ini. Kita menyampaikan masalah di Justika.com dan nanti praktisi hukum di sana akan menjawab ala Yahoo Answers. Kita tinggal memilih jawaban mana yang paling klik. Tapi, jawaban yang paling klik belum tentu jawaban yang paling betul taiye. Kita, kan, awam soal hukum? Nah, jawaban tersebut akan diverifikasi oleh BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional). Di bawah jawaban ada kolom hasil kerja sama Justika.com dan BPHN. 
Fyi, konsultasi sama pengacara bukan berarti kita bakal langsung digeret ke pengadilan, lho. Bisa aja nanti masalah yang awalnya ruwet, akhirnya malah damai. Hal sederhana seperti minta contoh draf kontrak kerja sama perusahaan, misalnya, Justika.com dengan senang hati membantu. Nah, jangan takut untuk konsultasi! :) Setelah selesai, beri review kepada praktisi hukum yang membantu kita. Tip memilih praktisi hukum dari Anggara; cek yang track record-nya bersih, seleksi yang dekat dengan lokasi rumah/kantor kita, enak diajak komunikasi, dan memang ahli dengan kasus yang sedang ditangani. 


Harga jasa praktisi hukum di Justika.com mahalkah? Soal mahal atau murah itu relatif. Yang paling penting, semua biaya transparan. Tidak ada biaya ina inu di luar kesepakatan. Usah risau terjadi pemerasan. Insya Allah aman! Tersedia pula jasa pro bono (sukarela tanpa bayaran) untuk orang-orang yang ekonomi lemah (bukan dilemah-lemahkan, ya, please deh), difabel, special needs, dll. Sesuai undang-undang, setiap pengacara punya kewajiban memberikan bantuan hukum 50 jam gratis dalam setahun. Saya baru tahu ini. Alhamdulillah, harapan saya, hukum tidak cuma tajam ke bawah dan tumpul ke atas.   
Wah, coba kalau dari dulu saya kenal Justika.com. Saya dan suami setidaknya bisa lebih tenang jika harus berhadapan dengan kasus lagi (amit-amit jangan sampailah). Rindu sama pengacara yang baik hati telah terobati. Tinggal konsultasi di Justika.com dan cari bantuan hukum sesuai keinginan dan kebutuhan. Kerahasiaan terjamin. Seperti yang saya sebutkan di atas, sejak orok pun sebenarnya kita udah bersentuhan dengan hukum. So, berkawan dengan Justika.com adalah keputusan yang tepat. Tinggal daftar gratis aja DI SINI yuk! :) [] Haya Aliya Zaki
 

90 komentar:

  1. Wah, zaman sekarang, bahkan konsultasi hukum pun bisa secara online. Tapi, iya juga ya. Praktis dan gak perlu datang ke kantornya. Rahasia terjamin pula...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, untuk yang awal-awal mungkin secara online. Tapi biasanya harus ketemu. Makanya pilih praktisi yang dekat dengan lokasi rumah atau kantor kita.

      Hapus
  2. Wow keren yak. 7 jadi lebih mudah pasarin jasa, kita yang butuh juga bisa liat-liat dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa lihat-lihat dulu dan baca-baca jawaban dari praktisi hukumnya. Nanti pilih yang paling sesuai. :)

      Hapus
  3. Wah, ada notaris juga rupanya, kupikir hanya pengacara.
    Langsung cus ke Justika nih, lagi butuh konsultasi dengan notaris.
    Makasih infonya cik gu.

    BalasHapus
  4. Kemarin barusan nonton drakor ttg pengacara hehehe.
    Kebayang ribetnya ternyata kerja pengacara
    Apalagi disumpah membela klien, entah klien benar atau salah tetep kudu dibela.
    Lebih ribet lagi yang kudu punya urusan sama pengacara.
    Aiih bener mbak Haya, jangan sampai deeh kena urusan ina inu ginian. Cari aman aja semogaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut Mas Anggara, seandainya memang bersalah pun nanti pengacara Justika.com akan mengatur supaya hukumannya proporsional. Aamiin, jangan sampai deh ya. Tapi kalau butuh bantuan udah tahu harus ke mana, kan? :D

      Hapus
  5. Baru tahu kalau pengacara itu nggak boleh mengiklankan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru tahu, Nik. Kupikir dokter doang yang gak boleh.

      Hapus
  6. Wah keren yak....asyikmya lg hargaya transparan jd kita ga tkt2 ada biaya ini itu lg :)

    BalasHapus
  7. Wahh sekarang hukum aja udah online sistemnya, ini membantu banget buat masalah hukum baik yang kecil-kecil sampe yang ruwet! Ada sistem begini kayanya lebih transparan dan ga anu-anu ya. Dulu keluargaku pernah berurusan sama pengacara, ujung2nya pengacaranya 'membelot'ke pihak sebelah, jadi kuapookkk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Stef. Justika.com ingin merobohkan tembok antara praktisi hukum dan kita yang membutuhkan. Tak ada lagi "pasar bisik-bisik". Alamak, ikut prihatin sama kasusmu. Kok bisa gitu, ya? Ibaratnya dia udah pegang "kartu" kita dan dia jadikan itu untuk melawan kita setelah membelot. :( Semoga gak kejadian lagi ya, Stef.

      Hapus
  8. Sama kaya mbak Nunik, baru tahu kalau pengacara itu ga boleh mengiklankan diri sendiri. Etapi, kalau nyebar kartu nama, gpp kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apalah. Biar gampang dihubungi hehehe.

      Hapus
  9. Semoga jadi banyak yang terbantu dengan adanya Justika.com ini, terutama orang-orang yang butuh bantuan hukum tetapi nggak punya biaya untuk membayar jasa pengacara

    BalasHapus
  10. Referensi nih jika ada tetangga yang membutuhkan pengacara.Kemajuan teknologi memudahkan akses untuk menyelesaikan masalah, serba online

    BalasHapus
  11. Astaga, nggak hanya jasa service atau jual beli barang aja yang di online-kan *bahasa apa ini* tapi untuk jasa pengacara pun bisa. Perkembangan jaman benar-benar meringankan.

    BalasHapus
  12. Yup, welcome to digital world :)
    Memudahkan banget sekarang, tapi kalo ngomongin hukum itu kok errr >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha samaaa. :)) Tapi setidaknya sekarang lebih tenang karena tahu ke mana harus mengadu. Gak celingak celinguk lagi.

      Hapus
  13. Kemarin aku cerita soal justika ini ke teman, suaminya kan pengacara, eh ternyata dia minat join ke justika. Alhamdulillah deh biar makin banyak pengacara yang baik yang dipromosikan lewat justika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Noe. Senang dengernya. Ini sebenarnya bukan mempromosikan, sih. Lebih ke pemahaman bahwa sekarang kita punya tempat yang dituju, tempat yang kredibel dan tepercaya, ketika kita butuh bantuan hukum.

      Hapus
  14. Baru tahu tentang Justika.com ini dan turut bangga akan adanya Justika di Indonesia, siap2 melek ilmu hukum nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap-siap! Kalau mau sekadar konsul bisa, Han.

      Hapus
  15. alhamdulillah akhirnya ada juga pasar pengacara yang bukan "bisik-bisik". "Bisik-bisik" memang suka bikin keki. Tapi klo di mari sich sudah "terang benderang". Jadi aman ya mba. :)

    BalasHapus
  16. Wah, baru tahu kalau ada jasa pengacara yang transparan begini. karena sering dengar cerita tentang pengacara yang bisik-bisik itu tadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak enak bisik-bisik terus ya, Mbak.

      Hapus
  17. Semoga pengacara yang transparan semakin banyak, makasih infonya mbak

    BalasHapus
  18. Saat mendapat masalah hukum biasanya bingung hendak kemana kaki melangkah. Kalau ada Justika ini jadi bisa langsung konsultasi ke ahlinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalauoun gak ada masalah, misalnya, butuh jasa untuk bikin surat kontrak bangun rumah, dll, juga bisa ya Helen.

      Hapus
  19. Haaa..iya Mbak Haya. Maunya jauh-jauh deh dari yg namanya hukum. Xixi. Soalnya pengalaman teman, pengacara juga ujung2nya malah malakin duit. Kasus ngga selesai, duit kebrodolan. Itu kasus tertipu biro umroh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeuh udah ketipu sama biro umrohnya, ketipu juga sama pengacaranya ya, Lev. Ampon.

      Hapus
    2. Iya Mbak...padahal bayar pengacaranya lumayan juga. Kalau denger ceritanya temen sih kayaknya keliatan pengacara ma polisinya sengaja gitu yak..semakin lama ya semakin banyak duit keluar. Tapi, entahlah. Sampai sekarang ngga denger kelanjutannya lagi Mbak, dianggap uang ilang aja kayaknya Mbak. Abisnya minta uang melulu..

      Hapus
  20. Wah bagus nih, mempermudah yg sedang butuh konsultan buat konsultasi kasus atau pengacara euy.

    BalasHapus
  21. mb Haya aku dari dulu berharap ada yang kayak gini. Sering bangetkan dimasyarakat kita menemui masalah yang sebenarnya ada jawabannya di mata hukum Indonesia. Kayak masalah warisan itu paling sering bikin keluarga jadi pecah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak gak ada artinya lagi ikatan darah itu, ya. :( Nanti di Justika.com bisa konsul dengan praktisi hukum yang memang ahli menangani soal sengketa waris ini.

      Hapus
  22. Ini yang paling dicari, khususnya bagi orang2 yang bingung ingin mengurus perceraian bagaimana. Bukan apa-apa, kasus ini juga sensitif, banyak perempuan yang bahkan udah takut duluan mau ngajuin tuntutan cerai, meski mukanya bengep gara2 ditonjokin tiap hari, hanya karena berpikir seberapa mahal dan ruwetnya tuntutan cerai.

    Minimal, pemahaman dan pengetahuan dari sumber yang terpercaya bisa meminimalisir ketidak-pahaman masyarakat terhadap hukum. Semoga aplikasi ini bisa bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga, Ipeh. Duh kasihan banget. Katanya angka perceraian di Bekasi aja udah sekitar 1600. Itu masih di Bekasi aja. Belum di daerah lain. Moga jadi secercah harapan untuk mereka yang mengalami kasus.

      Hapus
  23. mudah-mudahan bisa membantu orang2 yang kena masalah hukum ya justika ini, soalnya banyak lho di luar sana yang butuh bantuan hukum tapi bingung mau kemana, udah parno duluan sama pengacara yang mahal pasti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengacara yang mahal (gak jelas) dan nakal. >.<

      Hapus
  24. Anggara Suwahyu dan sayapernah kursus di Clingendael Institute Denhaag.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow keren, Pakde. Pernah sama-sama menuntut ilmu di Negeri Kincir Angin, ya.

      Hapus
  25. Kemajuan teknologi dapat diterapkan di bidang hukum juga ya. Keren nih marketplacenya. Semuanya jadi transparan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah. Semua transparan dan profesional.

      Hapus
  26. wah Justika.com ini jadi kayak "one stop portal" buat masalah hukum gitu ya mba Haya.., lengkap bangettt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, kalau butuh boleh ke sini, Mbak Zata. :)

      Hapus
  27. Wah, kebetulan banget nih, ada masalah bertahun-tahun belum selesai. Soalnya yang nuntut kita pakai pengacara dan malah makin ribet masalahnya, padahal diselesaikan cara kekeluargaan pun bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm padahal seharusnya pengacara juga bisa membawa ke jalan damai ya Ma seandainya memungkinkan. Semoga Justika.com bisa membantu Ima.

      Hapus
  28. Bisa jadi referensi ini. Makasih, Hay.

    BalasHapus
  29. Enak ya cikgu jaman skr semua serba online. Urusan hukum pun jd terbantu bgt pa lagi buat orang2 awam hukum macam awak ni ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau butuh info atau jasa yang berkaitan hukum, cuss aja ke Justika.com, Muna. :)

      Hapus
  30. Singkat tapi padat. Yang panjang justru tulisan para komentator ya hehehe...

    Justika ini masih berada di wilayah kita ya Mbak? Bagaimana kalau di daerah?

    Saya banyak teman TKW yang bermasalah dan buta hukum. Mau bantu gak nih?

    Tapi mikir juga, apa kalau yang bermasalah harus datang dulu ke kota?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Okti, salam kenal :)
      untuk menjawab pertanyaan Mba Okti, karena Justika.com ini berbasis web jadi sebenernya siapapun dan di manapun bisa nyari praktisi hukum tanpa harus ke kota kok Mba.
      tinggal dicari aja di Justika Direktori, udah ada lawyer dari wilayahnya yang terdaftar di Justika atau belum.
      nah kalau udah, bisa langsung posting kasusnya deh :)

      Hapus
  31. Wah..emang selalu dipermudah ya di jamam era digital sekarang. Termasuk masalah hukum.
    Etapi beneran aku tuh buta hukum dan pernah ilfil dengan namanya pengacara buk hahaaa.

    Moga Justika.com makin mencerahkan dan mengedukasi tentang hukum kepada masyarakat termasuk akuuh.

    BalasHapus
  32. Saya juga Mbak, paling awam tentang hukum, dan dah males duluan kalau diminta belajar-belajar hukum :(. Semoga Justika.com ini menjadi solusi bagi awamers seperti saya. :)

    BalasHapus
  33. Nah ini dia, kadang kalau mau pakai jasa penegak hukum, rata-rata soal biaya jadi pertanyaan utama. Padahal relatif ya? Biaya yg keluar pasti tergantung kondisi tapi kalau sebanding dan ngefek dengan penyelesaian masalah, soal biaya nomor dua harusnya.
    Yang ptg komunikasi saja.

    BalasHapus
  34. Beruntungnya ada justika ya mbak. Jadinya sekarang kalau membutuhkan pengacara ga ngerasa kesulitan lagi. Bisa langsung kunjungi web nya justika.

    BalasHapus
  35. Widih, keren banget ini. Sekarang nyari konsultasi hukum plus pengacara sudah kaya nyari baju di Bukalapak. Makin mudah, dan tentunya makin praktis. Btw, apakah di web Justika juga ada tarif masing-masing pengacara gitu?

    BalasHapus
  36. Iya sih ya, lbh enak yang 'terang benderang' daripada yang 'bisik-bisik' ya :D

    BalasHapus
  37. Dari orok sampai mati selalu bersangkutan dengan hukum ya kita T_T

    BalasHapus
  38. iya kalo gini no tipu tipu lagi pas nyari pengacara...

    BalasHapus
  39. Wah keren banget ada Justika buat bantuan hukum via online, semuanya sekarang serba ada dan mudah :)

    BalasHapus
  40. Bener yah, urusan sama pengacara tuh banyak yg underestimate. Biarpun gak semua pengacara laya gitu tapi kesannya di masyarakat kita udah gak ngenakin ya mba..
    Semoga aja dg adanya justika.com ini perlahan kesan pengacara bisa berubah. dan orang gak perlu "takut" lagi kalau emang lagi butuh bantuan hukum :))

    BalasHapus
  41. Cara kerja Justika ini praktis ya Mba Haya, bisa online dan kita bisa pilih praktisi hukum yang kita mau. Kereen nih :)

    BalasHapus
  42. Keren Mba Haya, good share mb. Transparan. Sgt bermanfaat 👍

    BalasHapus
  43. Kemudian mikir mau make pengacara juga tp buat kasus apa ya? #eh :d

    BalasHapus
  44. Sebagian org enggan berkaitan hukum, smoga Justika menjadi solusi

    BalasHapus
  45. Suka pas bagian :"Tersedia pula jasa pro bono (sukarela tanpa bayaran) untuk orang-orang yang ekonomi lemah (bukan dilemah-lemahkan, ya, please deh), difabel, special needs, dll. Masyarakat ekonomi lemah ini yang biasanya butuh bantuan hukum namun gak sanggup bayar jasa hukum. Saluut. Moga kehadiran Justika bener-bener bisa membantu masyarakat di semua lini :)

    BalasHapus
  46. Dulu sama sekali nggak kebayang tentang dunia hukum. Padahal iya beneeer banget dari orok kita udha bersentuhan dengan hukum.
    Sekarang qadarullah suami kerjanya di bidang hukum, hihi. Jadi dikit ngerti. Nanti suruh suami share ini ke temen2 pengacara ah. Siapa tau berminat gabung juga kaya temennya Mba Noe.

    BalasHapus
  47. Wajib beri bantuan hukum gratis 50 jam dalam setahun!
    Ini dia!!! ^^

    BalasHapus
  48. Sekarangpun untuk mencari bantuan hukum sudah bisa online langsung pada satu web, lebih profesional

    BalasHapus
  49. Wah, pengacara online! Keren!

    BalasHapus
  50. Wah.. keren nih Justika.com, menyesuaikan banget dengan kebutuhan calon kliennya. Ada yang berbayar, tapi ada juga yang sukarela.
    Sip, bermanfaat tulisannya, Mbak.

    Terimakasih dan salam hangat dari Bondowoso.. :)

    BalasHapus
  51. selain pengacara yg baik hati, sy jg rindu sama pangeran yg baik hati hahahaha. solutif bgt nih justika

    BalasHapus
  52. Wah! Marketplace untuk konsultasi hukum! Berguna bangeeeet kalo mo bikin novel yang ada hukum-hukumnya gitu.

    BalasHapus
  53. Terobosan yg keren justika.com krena biasanya bagi orang awam. Soal Pengacara itu membingungkan

    BalasHapus
  54. Terobosan yg keren justika.com krena biasanya bagi orang awam. Soal Pengacara itu membingungkan

    BalasHapus
  55. Membantu banget ini pastinya ya mba, awam banget masalah hukum...jadi tahu kalau tersangkut masalah hukum bisa konsul kemana dulu, bisa dapat solusi dan pendampingan..

    BalasHapus
  56. wahhh .. bisa dapat pengacara yang sesuai kantong kalau pakai aplikasi ini.

    BalasHapus
  57. Mudah-mudahan gak ketipu lagi ya mak Hay :) *huss huss jauh jauh yang suka nipu* hihihi
    Iya, Mak.. Kadang juga kita sebagai masyarakat awam suka tertipu sama praktisi hukum khususnya pengacara nakal. Untung ada Justika ya, Mak. Jadi kita bisa tahu kualitas dari praktisi hukum yang akan membantu kita.

    BalasHapus
  58. kasus perceraian menempati urutan pertama ya mbak,

    BalasHapus
  59. mantep nih sekarang cari notaris juga gausah pakek harga bisik bisik, emangnya pasar gelap xixixi
    bisa lebih murah nih kayaknya perlu di coba.
    Thanks ya buk infonya bagus.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan