Selasa, 20 September 2016

Pilih Melahirkan Normal atau Caesar?

            “Dok, saya enggak mau lahiran normal, ya. Saya penginnya caesar.”

Entah sudah berapa kali DR. Batara Sirait, Sp.OG (K) Fer mendengar kalimat ini dari pasien yang bahkan baru aja mendapati ada garis dua di test pack-nya. Alasannya demi kenyamanan, pengin bayi lahir pada tanggal tertentu, dll. Yang tambah bikin elus dada, suami si pasien ikut manggut-manggut mendukung.

Please, deh, melahirkan normal atau caesar itu bukan sesuatu yang bisa dirikues seenaknya. Demikian “tsurhat” DR. Batara di acara talkshow “Be a Happy Mom to Be” di MRCCC Siloam Hospital Semanggi (selanjutnya disebut MRCCC), Jakarta (8/9).

DR. Batara Sirait, Sp.OG (K) Fer

Oiya, sebelumnya saya pengin bilang, postingan ini bukan mengajak Teman-teman “perang” lebih bagus mana melahirkan normal atau caesar. Yuk, disimak sampai selesai. Kalau perlu, postingan yang lain juga dibaca buat nambah-nambahin traffic blog saya. *halah*

           Back to topic. Perempuan hamil itu rasanya complicated dan serba-salah, ya. Bentuk tubuh berubah, hormon naik turun, dst. Para bapakeee please pahami kamiii. Jangan bilang kami manja, cengeng, dan caper. *lho?!* Asal tahu aja, nih, ada quote yang mengatakan bahwa perempuan yang akan melahirkan itu ibarat akan melakukan perjalanan panjang di mana dia sendiri belum tahu apakah dia bisa kembali atau tidak. Superb banget, kan, jadi ibu itu! Naaah, omong-omong soal proses melahirkan, jika ditanya yang “ideal” dan disenangi oleh dokter, jawabannya adalah melahirkan normal. Kalau tidak memungkinkan, baru diambil tindakan lain, salah satunya caesar. 


Hormon-hormon ini ....

Kelebihan melahirkan normal:
- Tidak perlu lama-lama menginap di rumah sakit (maksimal 3 hari)
- Bisa langsung peluk bayi dan menyusui (membangun ikatan emosional ibu+bayi)
- Terhindar dari komplikasi akibat operasi (infeksi, perlengketan, pendarahan, dll)

Kekurangan melahirkan normal:
- Vagina bisa mengalami perobekan
- Jika merusak dinding bawah panggul, BAK dan BAB terganggu
- Ada efek kurang nyaman saat berhubungan suami istri (tidak selalu)

Kelebihan melahirkan caesar:
- Waktu melahirkan bisa diatur atau diprediksi
- Tidak perlu menahan kontraksi dan mengejan sampai berjam-jam sebelum melahirkan

Kekurangan melahirkan caesar:
- Lebih lama di rumah sakit
- Nyeri pada luka operasi (ada 7 lapisan perut yang harus disayat)
- Rawan infeksi

Beberapa mitos dan fakta seputar melahirkan:
Mitos atau fakta: setelah menikah sebaiknya tidak menunda kehamilan.
- Fakta. Semakin bertambah umur, kemampuan reproduksi indung telur semakin menurun. Jika 3 bulan belum ada tanda-tanda kehamilan, boleh kita konsultasi ke dokter.

Mitos atau fakta: kalau melahirkan pertama caesar, proses melahirkan berikutnya juga harus caesar.
- Mitos. Proses melahirkan berikutnya bisa normal, tapi risikonya lebih tinggi.  

Mitos atau fakta: orang gemuk pasti melahirkan secara caesar.
- Mitos. Proses melahirkan ditentukan oleh kondisi kehamilan. Yang benar, orang yang tingga badannya < 150 cm, panggulnya lebih sempit. Kemungkinan melahirkan normal cenderung sulit.

Mitos atau fakta: setelah operasi endometriosis, perempuan langsung menopause.
- Mitos. Pada operasi endometriosis, biasanya yang diangkat hanya kista (bukan sel telur). Perempuan tidak akan menopause selama indung telur masih ada, minimal satu indung telur.

Teman-teman pilih melahirkan normal atau caesar? Tergantung kondisi ibu dan kebutuhan ibu+janin. Yang penting nanti ibu+bayi sehat selamat. :) Sampaikan semua history kehamilan + proses melahirkan kita yang sebelumnya (jika sudah pernah) secara komplet. Ini penting! Apalagi kalau dokter yang mengontrol kehamilan beda dengan dokter yang akan menangani persalinan. 

            Bersamaan dengan acara talkshow, MRCCC me-launching ruang rawat ibu+ anak di lantai 32 (termasuk maternity) dan ruang rawat VIP di lantai 33. Lho, kok? Selama ini mungkin kalian mengenal MRCCC sebagai rumah sakit kanker, yes? Fasilitas terapi untuk pasien kanker mulai dari preventif, promotif, treatment, sampai rehabilitatif, semua ada. Padahal, menurut Hospital Director dr. Melissa Luwia, MRCCC juga rumah sakit umum alias pasiennya bukan hanya yang mengidap penyakit kanker. Ruang perawatan pasien kanker dipisah dengan pasien nonkanker.

dr. Melissa Luwia

Istimewa, MRCCC punya Immunocompromised Isolation Rooms untuk pasien yang daya tahan tubuhnya sangat drop sehingga butuh kamar terpisah. Apa bedanya dengan Isolation Rooms biasa? Isolation Rooms biasa itu untuk pasien yang mengidap penyakit menular. Lalu, ada juga Radiation Isolation Rooms untuk pasien yang sedang menjalani terapi radioaktif. Gedung MRCCC dekat dengan perkantoran, apartemen, dll. Pastinya semua fasilitas ini semakin memudahkan masyarakat yang tinggal di Jakarta Pusat dan sekitarnya.

Seru ikutan talkshow ini! Materinya berat, tapi DR. Batara was so sooo funny. Penginnya, sih, sesi beliau lebih lama. Ada satu topik lagi, yakni tentang ASI oleh dr. Paulus Linardi, Sp.A. Namun, saya cukupkan sampai di sini dulu ya supaya enggak pegel kepanjangan baca hehehe. Kalau sempat, topik ASI saya sambung di postingan yang lain. :)


Melahirkan (dan menyusui) adalah momen indah sekaligus mendebarkan buat kita kaum ibu. Siapkan segala sesuatunya dengan baik. Ingatlah, setiap ibu itu unik. Jangan pernah ingin menjadi orang lain atau membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Sekadar mencari info dan nasihat, sih, oke-oke aja. Nah, selamat berjuang, Teman-teman (beneran, lho, jadi ibu itu “berjuang”)! Saya teringat kalimat sahabat saya, “Tugas seorang ibu memang berat. Karenanya, Allah menjanjikan pahala yang juga luar biasa untuk kita.” Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. [] Haya Aliya Zaki

28 komentar:

  1. Pas pertama lahiran harus SC krn faktor anatomi rahim. Cek ke bidan & dokter kandungan sm2 sarankan SC, jd berasa tenang menghadapi komen2 "mungkin SC cm akal2an dokter" hihi. Lahiran ke 2 mau coba per vaginam/SC msh nunggu 8,5 bulan nanti. Kalau trnyta ada indikasi harus SC lg yg ptg ikhtiar supaya ibu bayi sehat selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting ibu dan bayi sehat selamat. All the best for you ya, Hen. :)

      Hapus
  2. Melahirkan 2 anakku dgn caesar.padahal dokter sudah mengupayakan spy lahir normal tapi air ketuban keburu pecah dan kering. Makanya dilakukan tindakan. SC.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak berarti ada sebab yang mendukung SC, ya.

      Hapus
  3. Aku normal dan robeknya banyak :(( hehe, nyeriii :D
    Sudah cukup dua aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, aku lahiran anak ketiga yang kejadian itu. XD Sehat-sehat ya, Mi.

      Hapus
  4. saya pengeeennn banget bisa melahirkan normal. semoga Allah memudahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabb. Semoga lancar persalinan sehat selamat semua. :)

      Hapus
  5. Baca ini jadi pengen cepet nikah dan punya anak

    BalasHapus
  6. Makin mendekati hari H makin stres mikirin ni.cikgu. entah knp selalu ngeri tiap x denger cerita ttg lahiran normal. Entahlah smp saat ni cuma bisa berdoa dikasih yg terbaik gtu aja yg penting sehat2 smua
    Doain ya cikgu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga diberi yang terbaik, Muna. Banyak minum air putih dan ikutan senam hamil. Kami mendoakan dari jauh buat adeknya Nadia. 💕💕💕

      Hapus
  7. Mba, aku baru mau buat tulisan ini... Aku pernah ngerasain keduanya. Alhamdulillah :))
    Bener banget mba, semua tergantung kondisi ibu dan bayi.. Yang penting sehat wal afiat selamat keduanya yaa mba ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, masya Allah. Luar biasa. Ayo tulis Ci. Biar dibaca terutama para calon ibu. Ditunggu, ya! 😊

      Hapus
  8. Pelayanan nya bagus banget ya mba, Untuk Melahirkan cesar biasanya memang butuh perawatan intesif apalagi bayinya tentu butuh penangan yang maksimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap betul banget, Mbak. Jangan sampai pindah-pindah RS gara-gara fasilitas dan pelayanan yang kurang. Paniknya jadi dobel dobel.

      Hapus
  9. yang jelas lahiran normal sih lebih murah kan yah mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lahiran normal lebih murah, Arie.

      Hapus
  10. Senang baca ini, mba, menambah pengetahuan saya di dunia melahirkan, hehe... Ulasan medisnya lengkap :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir, Nita. Senang kalau tulisan ini bermanfaat. :)

      Hapus
  11. Apa aja yg penting terbaik untuk ibu dan bayi. Bisa hamil aja udh Alhamdulillah jadi urusan melahirkannya serahkan lagi sama analisis yg terbaik demi ibu dan bayi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat ya Ayuuu udah lahiran. Semoga lekas pulih. :)

      Hapus
  12. Duh, klo saya prefer istri melahirkan normal. Pernah baca-baca klo bayi yang dilahirkan secara normal kekebalan tubuhnya lebih bagus ketimbang yang cesar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih infonya, Dzul. Kata dokter juga kalau bisa normal. Kalau gak bisa, harus cara lain, salah satunya caesar.

      Hapus
  13. aku punya tiga anak dan tiga2nya lahir lewat sesar, dan kalo boleh ngasih insight, sesar itu sakitnya lamaaaa, dulu aku butuh skitar 3 bulan buat recovery, kelebihannya, ya miss V gak ada sakit2nya sama sekali, mau pup, pipis, dll, aman2 aja. Jadi emang bener banget tulisan tentang kelebihan dan kekurangan di atas, tinggal kita aja yang menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan menjelang melahirkan, ya kan mba Hay :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip sip makasih banyak atas infonya, Mbak Zata. Semua sesuai kondisi ya, Mbak.

      Hapus
  14. pilih normal lah.. aku pernah ngerasain melahirkan normal dan caesar dan tetep juaranya melahirkan normal menurutku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih infonya, Mbak Ade. Sehat terus ya, Mbak.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan