Kamis, 29 September 2016

CERDIK dan PATUH, Dua Tip Jitu untuk Menjaga Jantung Sehat

Dari kecil hingga remaja, saya kerap batuk-batuk. Kalau sudah kumat, aduhai, lama sekali sembuhnya. Semua aktivitas terganggu. Ketika saya pindah kuliah ke Depok, penyakit batuk saya lenyap, Teman-teman. Ajaib? Well, tidak juga.

Saya dibesarkan oleh orangtua yang perokok. Abah selalu merokok di dalam ruangan kerjanya, persis di depan jendela, supaya asap dapat segera dihalau keluar. Saya memang tidak terpapar asap rokok secara langsung, tapi rupanya residu (sisa/ampas) rokok yang menempel pada tubuh Abah-lah yang membuat tubuh saya bereaksi. Itu sebabnya ketika saya ngekos dan akhirnya tinggal di Tangerang (karena menikah), saya berhenti sakit-sakitan.   

Abah total setop merokok ketika divonis sakit jantung jelang usia senja. Demi menyambung hidup, jantung beliau dipasangi ring (stent). Kadang kami bercanda, “Abah, nih, orang kayalah. Jantung aja dipakein cincin!” :)) Setelah berhenti merokok, napas Abah lebih teratur, tidak lagi gampang ngos-ngosan. Suara beliau terdengar jelas, tidak lagi serak karena tenggorokan yang selalu berdahak. Pastinya tubuh beliau tidak lagi berbau, bersih dari residu rokok. Alhamdulillah, sebagai anak, saya amat sangat bersyukur. Abah mulai menganut gaya hidup sehat. Semua meja di rumah kami di Medan bebas mejeng tanpa asbak. Mimpi saya sejak dulu. :)

          Faktanya, sekarang ini Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dst, bukan hanya penyakit orang tua atau proses degeneratif, melainkan juga penyakit orang muda. Masih ingat dengan artis Ricky Jo dan Adjie Massaid yang wafat beberapa tahun lalu karena serangan jantung? Data menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian, yakni 17,3 juta jiwa setiap tahun atau sekitar 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Dibandingkan tahun ’90-an, penyakit jantung dan stroke “naik kelas”. Tahun ’90-an keduanya berada di peringkat bawah penyebab kematian. Kini? Silakan lihat tabel berikut. Penderita tersebar di kota dan di desa (bukan di kota saja). Suprisingly, paling banyak dari ekonomi menengah ke bawah.



            Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang jatuh pada tanggal 29 September, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI mengadakan talkshow bertema Power Your Life di Jl. Percetakan Negara no. 29, Jakarta Pusat (22/9). Narsumnya Dr. Lily S. Sulistyowati, MM. (Direktur Pengendalian PTM Kemenkes RI), Dr. dr. Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FasCC (Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia), dan Oenedo Gumarang, MPHM. (pasien penyakit jantung).  



            Kenapa PTM semakin tahun semakin meningkat?

“Penyebabnya gaya hidup yang salah,” jawab Dr. Lily tegas. “Males gerak, merokok, sedikit mengonsumsi buah serta sayur, dan minum minuman beralkohol.”    

            DR. Ismoyo menyebutkan gejala-gejala serangan jantung:
- nyeri di belakang tulang dada
- nyeri menjalar ke kaki+tangan+leher
- sakit perut seperti sakit mag
- mual
- muntah
- keringat dingin
- pingsan

          Nyeri tetap ada ketika kita menarik napas atau membuang napas. Fyi, nyeri karena serangan jantung TIDAK AKAN REDA meskipun kita telah istirahat. Inilah perbedaan antara serangan jantung dengan angina pektoris. Pada angina pektoris, nyeri akan reda setelah istirahat.

Apa yang harus dilakukan ketika mendapat serangan jantung?

ISTIRAHAT. Hentikan semua aktivitas, bahkan makan dan minum. Tempo hari tersebar info di medsos bahwa ketika mendapat serangan jantung, kita harus batuk sekeras-kerasnya. Ini SALAH! Makan, minum, batuk, dst termasuk aktivitas. Aktivitas membutuhkan oksigen, sementara jantung sedang sulit mendapat asupan oksigen. Hadeuh, hati-hati dengan info yang beredar di medsos ya, Teman-teman. Cek dan ricek kebenarannya.

Lalu, segera ke rumah sakit! Kurang dari 12 jam setelah serangan jantung, insya Allah dokter bisa optimal memberikan pertolongan. Tapi, kalau sudah lebih dari 12 jam, rasanya sulit. Sekitar 50% pasien serangan jantung meninggal di tempat. :((

 Bagi saya, sesi yang paling menarik adalah sesi dr. Oenedo. Mantan perokok berat ini share pengalamannya ketika mendapat serangan jantung. Saya jadi ingat Abah. “Teman-teman yang terutama merokok (termasuk perokok pasif), kolesterol dan gula darah tinggi, waspada jika mengalami rasa tidak nyaman di belakang tulang dada.”

Catat baik-baik, jangan abaikan rasa tidak nyaman sekecil apa pun di belakang tulang dada!

            Setelah mendapat serangan jantung, dr. Oenedo dioperasi. Beliau jamin, laki-laki setegar apa pun bakal menangis karena sakit yang dirasa setelah operasi benar-benar luar biasa. Duh, duh, duh. Selain itu, isi kantong juga jebol karena jantung harus dipasangi alat seharga Rp400 juta! Hm, betul juga kalau ada yang bilang sehat itu mahal, tapi sakit lebih mahaaal. Gara-gara sakit jantung, berat badan dr. Oenedo turun 20 kg. Kedengarannya serem, ya? But, yes, this is the fact. Dengan share seperti ini, dr. Oenedo bukan pengin menakut-nakuti enggak jelas. Beliau hanya berharap orang lain tidak mengalami sakit seperti beliau.

Ini dia tip menjaga jantung sehat: CERDIK dan PATUH. Kalau dibaca-baca, CERDIK dan JITU mirip-miriplah maksudnya.

Cek kondisi kesehatan secara berkala (minimal banget setahun sekali)
Enyahkan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dengan kalori seimbang
Istirahat yang cukup
Kendalikan stres

dan

Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
Hindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya

Olahraga apa yang paling baik untuk pasien penyakit jantung?

“Olahraga yang teratur dan terukur seperti jalan kaki, aerobik, berenang, dll. Ingat rumus 3-3-3, yakni jalan kaki 3 km selama 30 menit/sesi sebanyak 3 kali seminggu,” kata DR. Ismoyo.  

DR. Lily menganjurkan agar kita-kita yang berusia > 30 tahun mulai pasang “alarm”. Setop merokok, jaga berat badan ideal (lingkar pinggang perempuan < 80 cm dan lingkar pinggang laki-laki < 90 cm), tensi < 140/90 mmHg, kolesterol total < 190 mg/dl, gula darah < 200 mg/dL, hindari stres. Kalau baju makin sempit, jangan alesan beli baju baru, yeee. :p Badannya aja yang dikecilin.

Check up minimal banget setahun sekali

Selain gaya hidup, faktor pemicu PTM adalah “warisan” dari orangtua. Anak yang orangtuanya berpenyakit jantung, memiliki risiko lebih tinggi juga terkena penyakit jantung daripada yang tidak. Ibaratnya lahan kita udah subur, ditanam bibit apa aja numbuh. Tubuh udah punya “bakat" sakit, ditambah bergaya hidup yang salah, yaaa, penyakitnya jadi sejadi-jadinya taiye.

So, selamat Hari Jantung Sedunia! Power your life; tingkatkan awareness terhadap faktor risiko, gejala, penanganan dini, dan rehabilitasi penyakit jantung. Postingan ini sekaligus menjadi reminder buat diri saya sendiri dan semoga bermanfaat buat Teman-teman semua. Yuk, jaga baik-baik tubuh kita sebagai salah satu wujud syukur dan cinta kepada Sang Maha. [] Haya Aliya Zaki

27 komentar:

  1. Saatnya ubah perilaku jadi lebih baik dengan perilaku CERDIK dan PATUH.

    BalasHapus
  2. Akan saya ingat rumus 3-3-3nya mbak.
    Artikel bermanfaat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang kalau bermanfaat, Mbak Bella.

      Hapus
  3. Semoga kita semua tetap sehat dan ga baperan. Sebab baperan bisa menyebabkan jantungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu mah jantungaaan, bukan sakit jantung haha.

      Hapus
  4. Iya nih mba mulai sadar diri sama bobot tubuh maklum dah uzur. Thanks infonya ya mbak...

    BalasHapus
  5. Postingan Cikgu Haya selalu berbobot dan manfaat.

    BalasHapus
  6. Sakit jantung termausk yang mebgerikan buat saya. Abis seringkali dengar berita kalau mendadak wafat ternyata penyebabnya jantung. Termasuk silent killer juga, ya. Smeoga kita smeua terhindar dari sakit jantung. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal umur penderitanya masih termasuk muda ya, Chi. Sekarang makin banyak penderita jantung.

      Hapus
  7. duh kalo ngomongin penyakit jantung, aku inget almarhum papaku mba. Bener banget, kita harus cerdik dan patuh kalo udah menyangkut kesehatan, apalagi kesehatan jantung. Papaku secara aktivitas fisik oke, tapi rokoknya itu, lhoo :(

    makasih ya artikelnya mba Haya, jadi reminder buat aku dan keluarga juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbak Zata. Stay healthy! :)

      Hapus
    2. Turut berdukacita atas kepergian papa ya, Mbak.

      Hapus
  8. Bapak juga sakit jantung, penyebabnya jelas 'ROKOK'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abahku juga, Noe. Sekarang jantungnya dipasangi ring.

      Hapus
  9. tips yang sederhana namun dampaknya luar biasa...
    Nice write....

    BalasHapus
  10. aku ketahuan punya denyut jantung tidak beraturan pas melahirkan hawna. jadi sempat juga menjalankan kateterisasi karnea disangka punya jantung koroner.. tapi ternyata karena pembuluh darahnya yang keimutan. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku baru tahu Mbak soal pembuluh darah imut ini. Bermasalah pas lahiran Hawna aja, ya?

      Hapus
  11. Aku pun sekarang rajin olahraga, Kak. Uda berumur badan jadi cepet lelah. Pernah ya dada rasanya sakit. Sereeeem.. Huhuhu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampun periksalah jangan diabaikan, Dek.

      Hapus
  12. Wah selagi saya masih muda, perlu banget menjaga kesehatan tubuh agar tidak terkena penyakit yang macam2 dan berbahaya,Alhamdulillah masih menjaga olahrga setiap minggu 2-3 kali, pengennya sih setiap hari.. hehe..
    Makasig banyak mbak sharingnya tentang tips jitu menjaga jantung sehat..

    BalasHapus
  13. Nah kalo kita ingetin ngerokok itu ga baik buat kesehatan..eh dijawab, tuh yang ngga ngerokok aja mati muda. Eh? Belum lagi jutaan alasan lainnya.
    Penyakit-penyakit yang Mbak Haya bilang kecenderungannya meningkat. selain karena pola makan juga karena tingkat stresa yg tinggi. Heuu..zaman sekarang lebih byk orang stres kayaknya yak...

    BalasHapus
  14. Pola hidup sehat memang butuh disiplin dan konsistensi. Tulisan ini jadi self-reminder untuk saya.

    BalasHapus
  15. bner banget kalo kita enggak cerdik dan patuh kita gak bakalan sukses deh, baik diakhirat maupun di dunia

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan