Jumat, 06 Mei 2016

Siap-Siap Jadi One Step Ahead Mum, Yuk!

Beberapa waktu lalu, para orangtua berlomba-lomba memberikan psikotes dan tes sidik jari kepada balita mereka. Tujuannya demi mengetahui potensi anak sejak dini. Actually, menurut Psikolog Ajeng Raviando di acara office-to-office parenting talkshow One Step Ahead Mum di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (29/4), potensi anak tidak bisa diketahui secara instan. Perlu waktu, Teman-teman. Tugas kitalah sebagai orangtua menjadi pengamat yang baik. Perkaya wawasan tentang pola asuh, tahap perkembangan anak, gaya belajar, dll.

Ketemu inspiring mums (credit: Yonna Kairupan)

Setiap anak pada dasarnya cerdas. Udah pernah dengar, kan, ya tentang 8 tipe kecerdasan majemuk? Alhamdulillah, saya tidak begitu kesulitan mengetahui potensi anak-anak saya. Shafiyya, contohnya, sejak awal kecerdasan kinestetiknya tampak menonjol. Dia senang menari dan belakangan dia yakin sekali ingin ikut kelas senam. Kelas senam bisa membantunya mengembangkan kemampuan menari. Meski begitu, saya dan suami tetap berusaha standby. Bisa aja ada potensi lain dari anak-anak yang belum tergali.

Acara yang diselenggarakan oleh Nutrilon Royal ini juga menghadirkan Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang Bernie Endyarni Medise. Beliau membahas tentang pentingnya 1000 hari pertama bagi anak. Sementara itu, Praktisi Pendidikan Anak Damayanti Jusuf membahas tentang memilih sekolah yang tepat untuk anak. Tidak ada sekolah terbaik. Yang ada adalah sekolah yang cocok untuk anak. Selain itu, idealisme keluarga merupakan pertimbangan penting dalam memilih sekolah untuk anak. Perhatikan kondisi anak, kurikulum, fasilitas sekolah, ekskul, kebersihan, dan jarak. Satu pesan Bu Damayanti yang sangat saya ingat, jangan langsung percaya komplain anak. Telusuri terlebih dahulu ke sekolah, guru, teman-teman, dll. Orangtua dan guru sebaiknya menjadi partner. Orangtua respek sama guru dan guru tidak menganggap orangtua sebagai “klien”. Dari sini akan muncul sikap anak menghargai sekolah dan gurunya.   
          
Sesi yang paling cair adalah sesi dari Perencana Keuangan Ligwina Hananto. Orangnya kocak! :)) Ligwina menjabarkan dana pendidikan yang harus disiapkan oleh orangtua, yang kalau dibaca-baca pas sampai jenjang kuliah nanti mencapai … ratusan juta rupiah! Huaaa. *kejet-kejet cantik* Zaman dulu, orangtua Ligwina menabung 90% penghasilannya untuk dana pendidikan. Zaman sekarang? Tak mungkiiin. Ligwina menyarankan jangan cuma menabung biasa, tapi investasi juga! Too bad saya tidak sempat bertanya kira-kira investasi apa aja yang risiko rendah, tapi menguntungkan buat ibuk-ibuk kayak saya. Sekali lagi, siapkan dana pendidikan anak seawal mungkin dan sebaik-baiknya. Jangan anggap remeh. We are free to choose, but we are not free from the consequences of our choice.  



Acara One Step Ahead Mum semakin istimewa berkat kehadiran Astrid Suryatenggara. Hm, sounds familiar? Yap, beliau adalah mama dari Chef Revo (Junior MasterChef Indonesia) yang baru berusia 13 tahun! Pengin tahu cerita di balik kesuksesan chef cilik ini? Eits, jangan sangka Astrid jago masak, lho. Beda 180 derajat sama Revo. Astrid malah paling tidak suka masuk dapur! :)) “Yang senang masak itu oma Revo. Sejak kecil Revo memang senang melihat tampilan makanan sekaligus icip-icip. Dia anak yang visual, selalu ingin tahu makanan ini bahannya apa cara membuatnya bagaimana, dst,” cerita Astrid.

Meski memiliki minat yang berbeda dengan anaknya, Astrid mendukung Revo 100%. Astrid rela bangun subuh-subuh menemani Revo belanja ke pasar, padahal malamnya dia tidur larut karena ngurusi kerjaan kantor. Ketika Revo berniat menjual kue yang dibikinnya, Astrid mengajari Revo cara menghitung break even point. Nah, Teman-teman, ada dua tip sukses Astrid mendidik Revo, yakni anak DIPUJI dan DIUJI. Anak DIPUJI karena potensinya? Wes biasalah. Terus, kalau DIUJI, maksudnya?

Ketika Revo meminta dibelikan oven, Astrid tidak serta merta mengiakan. Rugi, dong, udah beli oven mahal-mahal, eh, cuma dipakai sesaat. *mendadak inget Mak Irits* Maka, ibu cantik dan energik ini MENGUJI Revo. Caranya, Astrid meminta Revo mengisi liburannya dengan kerja magang di resto, dengan catatan TANPA DIBAYAR! What?! Kedengarannya sadeees! Jujur Astrid sendiri sebenarnya tidak tega. Namun, dia ingin melihat kesungguhan Revo. Dan, ternyata, Revo … lulus!    

Sayang disayang, semua materi disampaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yakni sekitar 2 jam (sudah termasuk kata sambutan dan tanya jawab) huhuhu. Mungkin lain kali panitia berkenan memberikan waktu lebih. Narsumnya kece-kece banget, sih!

Para narsum

Teman-teman jangan lupa ikutan kuis One Step Ahead Mum di website Nutriclub. Hadiahnya mulai dari voucher belanja sampai tabungan pendidikan senilai Rp7 juta! Share hasilnya di Facebook dengan hashtag #OneStepAhead. Nah, kalau yang ini hasil kuis saya hihi. Alhamdulillah, yaaa. :p


One step ahead mum adalah ibu yang memahami dan aktif mendukung yang terbaik untuk masa depan anak mulai dari gizi, psikis, pendidikan, sampai persiapan dana yang matang. Kiatnya bisa dipelajari dengan mudah dan menyenangkan melalui info dan tip dari para ahli di NutriClub. Gimana, gimana, sudah siap menjadi one step ahead mums? Yuklaah kita maju bareng-bareng! [] Haya Aliya Zaki


34 komentar:

  1. Wow diuji dan dipuji yaa mbaaa..
    Makin lama makin mahal yah mba dapend,mending siap2 dari sekarang...
    Sayang bgt ngga bs dtg ke undangan ini, kan mau ketemu lagi :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga. :)) Gimana kabar dirimu dan baby? Moga sehat-sehat, ya. Ditunggu di Fun Blogging! ^^

      Hapus
  2. Saya termasuk yg masih berpandangan 'mencari sekolah terbaik'. Pengalaman tahun lalu...setelah adik berhasil masuk sebuah sekolah yg kece...eh dia ga cocok dan akhirnya pindah. Saya marah2...hemm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, gak mesti sekolah di tempat yg favorit..yg penting anak nyaman dan bisa belajar dg baik dah cukup menurutku :)

      Hapus
    2. Iya, misalnya, kalo anak senang alam, cocoknya masuk ke sekolah alam. Anak yang punya jiwa enterpreneur, bisa masuk ke sekolah yang mengedepankan kurikulum ini, dst. Cocok-cocokan. :)

      Hapus
  3. Iya cikgu, saya sependapat jika tiap anak memiliki multi talenta yang berbeda. Saya dan suami berusaha memotivasi dan support mereka.Tidak perlu push memaksa kehendak melainkan mengarahkan menjadi lebih positif😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalu dipaksa, ntar malah stres, ya.

      Hapus
  4. Wah nambah ilmu lagi nih, makasih mbak Haya, banyak kosa kata yang buat aku;"Triinnng"

    BalasHapus
  5. Dana pendidikan memang harus direncanakan sejak dini ya mba. Saya paling suka neh, kalau ada kegiatan tentang perencanaan keuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama! Soalnya kita ibuk-ibuk yang biasanya diserahi tanggung jawab mengatur keuangan keluarga.

      Hapus
  6. Pembicara dan topiknya keren2 bangettt.. Makasih sharingnya ya mba Haya, langsung meluncur ke nutriclub nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siyaaap. Ikutan kuisnya, Mba. :)

      Hapus
  7. makasih sharenya mba Haya, jadi ortu itu tanggung jawabnya berat ya..kadang walau suka ikut seminar ini itu..sampai rumah malah lupa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanggung jawabnya ruar biasa dan ga ada sekolahnya hehehe. Baru ngerti gimana hebringnya jadi orangtua setelah kita bener-bener jadi orangtua.

      Hapus
  8. Wah, boleh ini tipsnya ttg diuji.
    Supaya anak belajar bertanggungjawab

    BalasHapus
  9. Saya sempat mau masukin anak ke sekolah unggulan di kota ini, SDIT. Tapi ndilalah nggak diterima. Saya lihat video rekaman dia tes, kok kaya nggak antusias gitu, males-malesan. Rupanya dia nggak mau sekolah jauh-jauh.

    Sekarang sama ibunya masih terus bertanya-tanya, ini anak bakatnya lebih condong ke mana. Mudah-mudahan cepet ketemu biar nggak kaya bapaknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, emang kenapa bapaknya? :))))

      Hapus
  10. Lumayan nih buat referensi ntar kalau dah menikah hehehe :) #bloggerjomblo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera melepas masa jomblo ya Dek qiqiqi.

      Hapus
  11. tungguin aku ya mbak jangan maju duluan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya Lidya yang lebih kenceng larinya, nih. :))

      Hapus
  12. one step father juga ingin diadain ya, hehe

    nice post, mempersiapkan masa depan buat sang buah hati memang sebuah keperluan

    BalasHapus
  13. Bener banget, makin kemari harga pendidikan di Indonesia mehong, udah kek mo beli rumah aja dah... hiks hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh. Ntu angka ratusan jeti yang dipampang sama Ligwina bener-bener bikin nganga.

      Hapus
  14. dana pendidikan memang harus disiapkan sejak dini yah Mba Haya, terlebih setiap tahun dana pendidikan semakin besar..

    BalasHapus
  15. ya ampun dana pendidikan bener2 disiapin sejak dini ya, baiklah kurangi budget buat naik gunung biar anak naik hingga perguruan tinggi

    BalasHapus
  16. Semangat juga jadi one step ahead mom, mba. Perlu untuk selalu belajar dan mencari tahu tentang tumbuh kembang anak yang baik :). Bravoooo

    BalasHapus
  17. Itu narsumnya cantik-cantik banget hehehe. Anak-anak saya paling udah ada asuransi pendidikan. Tapi, pas milih-milih asuransi memang iya sih kalau lihat jumlah biaya pendidikan rasanya bikin kepala cenat-cenut hahaha

    BalasHapus
  18. Duuh belum ikutan asuransi pendidikan nih :(

    BalasHapus
  19. Waah mbak haya. Banyak ilmu banget nih dari postingan ini. Alhamdulillah..
    Ahza anak kinestetik mba. Jadi rencanany pengen nyekolahin dia di sekolah alam. Naaah sekolah alam itu kan mihil dan bikin kejet2 cantik ya hihi.. Abis baca ini saya jadi kepikiran buat investasi. Kalau nabung mah kayaknya gakan cukup ya mba? Hix hix

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan