Selasa, 17 Mei 2016

Peggy Melati Sukma, Indahnya Menjemput Hidayah

“Pusiiiing! Pusiiing! Pusiiing!” seru Peggy sambil menekan kedua pelipisnya kuat-kuat.

Teman-teman familiar dengan adegan ini? Hayooo … ngaku! Yang generasi 90-an pasti khatam sama penampakan sinetron Gerhana dengan tiga bintang utama Pierre Rolland (Gerhana), Peggy Melati Sukma (Peggy Melati Sukma Harum Mewangi Sepanjang Hari), dan Ruhut Sitompul (Poltak Si Raja Minyak). Ceritanya tentang Gerhana yang punya kekuatan gaib karena lahir saat gerhana bulan. Sinetron Gerhana benar-benar melambung pada masanya. Selalu dibahas dan ditunggu-tunggu sama kawula muda kayak kami-kami ini, Cyiiin. *elus-elus koleksi kemeja flanel dan celana cutbray di lemari*   

Buaaanyak banget faktor yang bikin kami kesengsem sama sinetron Gerhana. Suka sama jalan ceritanya. Takjub sama efek visual sinetronnya, yang kalau dilihat para remaja hari gini, pastilah komennya, “Biasa ajaaaa keleus!” *anak 90-an mah gampang disenengin* Kepincut sama gantengnya Pierre. *apa kabar doi sekarang?* Daaan, of kors gemes pol sama kelakuan Peggy Melati Sukma Harum Mewangi Sepanjang Hari yang selalu jailin Gerhana! :)) Tokoh Peggy kerap berpakaian seksi. Centil-til-til-til. Kalau ngomong, tuh, cepet luar biasa kayak laju MRT. Penasaran, saya sampe-sampe latihan ngomong cepet setiap hari di rumah waktu itu. Kali aja bisa kayak Peggy, tapi yang kejadian malah lidah saya yang kegigit hahaha!

Udah lama tidak mendengar kabar Peggy, mungkin Teman-teman kaget dengan transformasi beliau sekarang. Beda seratus delapan puluh derajat! Pada bertanya-tanya, kan, Peggy ke mana ajaaa? Nah, ketika dua bulan lalu masjid yang tak jauh dari rumah mertua saya memampang spanduk Pengajian Bersama Peggy Melati Sukma, saya buru-buru mencatat tanggal. Sebagai fans tokoh Peggy di sinetron Gerhana, kepo juga apa dan gimana kisah hidup Peggy sekarang. Pengalaman langka bisa ketemu dan mendengar ceritanya langsung. Pokoknya tidak boleh dilewatkan!   


Peggy Melati Sukma

Beberapa tahun belakangan, Peggy memutuskan untuk berhijab rapat dan melepas atribut duniawi. Awal-awal berhijab, perempuan kelahiran Cirebon, 40 tahun lalu ini, masih sering galau. Beberapa kali dia buka-tutup hijab karena tergiur tawaran pekerjaan di dunia selebritas. Sering dia merasa sayang dengan baju-baju seksinya, jumpalitan mix and match baju-baju tersebut demi bisa menutup auratnya. Contoh, baju you can see my ketiak dipakein kaus daleman atau celana panjang ketat dipaduin sama rok mini, dst. Setiap mau keluar rumah, minta ampun ribetnya segala urusan mix and match baju. Bisa makan waktu berjam-jam! Hadeuh. Peggy jadi mikir. Benar enggak, sih, yang dia lakukan ini? 

Meski sudah berhijab, Peggy merasa batinnya belum tenang. Padahal, semua dia punya. Harta, karier, prestasi, pacar, semua. “Kalau perempuan main ke mal, yang dibeli biasanya tas, ya? Kalau saya, mainnya ke showroom mobilnya, Ibu-Ibu. Lihat sebentar mana mobil yang saya suka, beli, deh. Kasih depe, besok bayar cash. Semudah itu. Uang ratusan juta tidak ada apa-apanya buat saya, Bu,” kata Peggy ke kami tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Sejak masih ngekos di Depok dulu, saya paham bahwa Peggy sosok yang cerdas. Ika, salah satu teman saya di kos-kosan, kebetulan satu kampus. Ika sering cerita tentang kiprah Peggy sebagai mahasiswi. Jadi, saya tidak kaget ketika Peggy menyebutkan prestasinya di dunia kampus. Selain itu, karier Peggy berjaya di kancah lokal dan internasional. Perusahaannya berjejer. Bintangnya di dunia hiburan tak kalah bersinar. Saking ngehitsnya, slogan “Pusiiing!” pun dipatenkan. Penghasilan Peggy satu bulan mencapai Rp2,5 miliar (ini belum termasuk penghasilan dari perusahaan-perusahaan miliknya).    

Lalu, apa yang membuat Peggy benar-benar hijrah? Jawabannya: Alquran. Dalam Alquran, Peggy menemukan kedamaian. Tentu bukan "sekadar" membasahi bibir dengan ayat-ayat suci. Peggy berusaha betul memahami artinya dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Nikmat sekali. Tak pernah sehari pun dia ingin jauh dari kalam Ilahi.



Pelan-pelan Peggy mengubah caranya berhijab. Hijabnya kini hijab sederhana, lebar, dan tidak menarik perhatian. Sebelum hijrah, Peggy mengaku bahwa dia tukang mabok dan tukang zina. Hampir setiap malam pulang dengan kondisi teler. Lihat cowok cakep dikit pasti pengin dipepet. Semenjak hijrah, otomatis orientasi hidup Peggy ikut berubah. Dia mengurangi dosis tampil di layar kaca, bahkan dua tahun belakangan memutuskan memilih absen sama sekali. Dunia hiburan totally ditinggalkan.

“Meski namanya sinetron religi, saya tetap kurang sreg. Di sinetron, misalnya, kudu berperan suami istri, menatap mesra pasangan pegangan tangan belai bahu dll, padahal di dunia nyata, bukan mahram. Saya tidak bisa lagi seperti itu,” jelas Peggy lirih. Peggy pun maklum ketika satu per satu temannya pergi, terutama teman lelaki. Ada yang tidak klop dengan perubahan sikap Peggy dan ada yang “alergi” karena Peggy sering membahas soal “mati”.

“Karena tidak ada yang pasti di dunia ini selain MATI,” kata Peggy lembut, namun tegas.

Sekarang perempuan berkacamata ini mantap memilih jalan dakwah. Dia tidak mematok bayaran, diundang ke pelosok pun mau. Peggy pernah berdakwah di luar negeri beberapa kali tanpa dibayar. Selama dibutuhkan, dia akan berusaha hadir. Peggy juga aktif dalam kegiatan sosial. Dia menggalakkan gerakan perempuan mengaji. Hingga kini sekitar 5000 perempuan di Indonesia bisa belajar mengaji gratis. Peggy tidak ketinggalan berkontribusi untuk Palestina dengan membangun sekolah untuk anak-anak cacat di sana. Masih banyak lagi proyek kemanusiaan milik Peggy. Sumber dana dari berdagang bros, hijab, dan dari royalti buku. Sebagian penghasilan disisihkan untuk pengrajin dan sebagian lagi untuk amal. Insya Allah rezeki halal, bukan hasil maksiat dan riba.  

Buku karya Peggy

Last but not least. Teman-teman, kita seringkali dibuat kecewa oleh urusan dunia. Rasanya udah berbuat begini begitu udah ikhtiar udah doa, kok, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Peggy punya tip simpel menghadapinya. Baginya, hidup ini berjuang. Berjuang adalah salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah. Jangan melulu memikirkan hasil. Soal hasil bukan urusan kita, urusan Allah saja. “Oiya, mohon doanya, ya, Ibu-Ibu supaya saya dilapangkan jodoh,” ucap Peggy malu-malu sebelum acara bubar. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin, kami mengamini berjamaah.

Jujur, saya berasa speechless aja gitu ketika mengingat-ingat lagi usaha keras Peggy menjemput hidayah dan alhamdulillah akhirnya dia mendapatkannya. Peggy tidak menunggu hidayah yang menghampiri. Indahnya. Semoga diijabah semua doamu ya, Peggy! Allah pasti menganugerahi yang terbaik untukmu, pasti. [] Haya Aliya Zaki

39 komentar:

  1. Indah sekali cerita hidupnya.

    BalasHapus
  2. Subhanallah, ternyata si "Pusiiing" sudah berhijrah.Makanya jarang kelihatan di layar kaca.

    BalasHapus
  3. Jika Allah menghendaki pemabok dan pezina juga bisa hijrah.
    Semoga khusnul khatimah.
    Terima kasih kisahnya.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  4. Masya Allah..perjalanan hijrah siapapun selalu bisa membuat kita terharu ya Mbak Haya. Walau aku dulu tidak sekaya Peggy Melati Sukma, tetapi sedikit banyak ujian speerti yang dialami Peggy pernah kurasakan. Berkelebihan materi, tapi tdk bahagia.Sekarang, hidup cukup bersama suami dan anak-anak yang luar biasa, alhamdulillah nikmatnya luar biasa. Padahal terkadang enggak tahu penghasilan besok dari mana. Kunci hidup tenang memang dekat dengan Allah dan ikuti jalannya. Semoga Peggy dan kita smeua istiqomah selalu di jalanNya, karena hidup ini sejatinya ujian sampai akhir menutu mata. Maaf nih, curcol :)

    BalasHapus
  5. Hidayah itu dijemput sendiri... setuju :)

    BalasHapus
  6. Saya termasuk generasi sinetron Gerhana. :) Dan sudah suka dg Peggy yg kelihatan cerdas dari dulu. Semoga beliau selalu istiqomah di jalan dakwah.

    BalasHapus
  7. "Tak ada yang pasti di dunia ini kecuali mati."
    Makasih udah mengingatkan kembali. :)

    BalasHapus
  8. Jalan hidupnya luar biasa. Masih terus mencari ga pernah henti

    BalasHapus
  9. Aamiin, semoga harapan mbak Peggy mendapatkan jodoh segera terkabulkan

    BalasHapus
  10. Dulu saya nggak suka sama Peggy karena gayanya yang lebay itu..tapi semenjak Peggy berhenti dari sinetron dan banyak berkiprah di dunia sosial, saya jadi ngefans. Apalagi sekarang sudah hijrah...duuh makin ngefans sama beliau

    BalasHapus
  11. saya fans berat peggy melati harum mewangi sepanjang hari Mba Haya, dulu setiap malam sabtu selalu nggak sabar nungguin sinetron gerhana :):)

    salut sama perubahan Peggy *jempol*
    semoga keinginan beliau bertemu jodohnya segera dikabulkan, amin..

    BalasHapus
  12. Saya kagum sekali pada sosok Peggy, hijrahnya keren. Semoga saya bisa seperti beliau, aamiin

    BalasHapus
  13. semoga makin banyak publik figur yg menginspirasi dan berdakwah untuk ummat..

    BalasHapus
  14. Masya Allah... luar biasa sekali

    BalasHapus
  15. Baca postingan ini seperti mendapat siraman air sejuk ketika badan ini tengah panas dengan amarah.

    BalasHapus
  16. suka suka sukaaaaaaa dgn cara mba Haya bercerita.

    Iya, Peggy itu luar biasa. Tersirami hidayah Allah, dan semoga bisa menularkan semangat hijrah itu ke kita semua, amiiiin :)


    bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  17. Bener2 total ya cikgu transformasinya jilbab lebar jd ustadzah keren bgt deh. Hidayah kalo udah menyentuh manusia kekuatannya maha dahsyat

    BalasHapus
  18. ih...
    merinding bacanya mbak...

    btw bener kata mbak, saya juga ingatnya beliau pas main film gerhana, tapi hebat ya bisa berubah drastis gitu

    jadi ingat dulu waktu belajar ngaji...

    BalasHapus
  19. Salut dgn perempuan cerdas ini.
    Di program Tolong..RCTI sy suka caranya membawakan. Rendah hati dan pintar.

    BalasHapus
  20. Subhanallah... hijrahnya benar-benar total mbak.. #takjub

    BalasHapus
  21. Allah telah memberikan hidayah untuk total berhijrah

    BalasHapus
  22. Aq salut sama peggy, dia pernah ikut kampanye #savethechildrenofsyria di lembaga kemanusiaan bareng suamiku. Orgnya berhijrah total, salute

    BalasHapus
  23. Subhanallah, terharu bacanya, Mbak.

    BalasHapus
  24. Masya Allah skr sudha berubah total ya penampilannya mbak

    BalasHapus
  25. Saya dulu sempat ketemu langsung di islamic book fair, dan memang peggy yang sekarang bukan yang dulu lagi. Betul-betul teduh. Dan perempuan yang suka membaca. Semoga disegerakan jodoh terbaiknya.

    BalasHapus
  26. Dulu beliau sempat menghilang...eh datang datang sudah berubah. Dan berubahnya ternyata bukan karena tren...subhanallah

    BalasHapus
  27. makasih mba diingatkan, emang tugas kita di dunia cuma berjuang ya...bukan menentukan hasil :)

    BalasHapus
  28. Maa Shaa Allah bbarakallah mBa Peggy

    BalasHapus
  29. Mbak haya postingan yang membuat nafasku terhenti, dan degup jantung berpacu cepat.
    Barakallah sangat manfaat sekali postingan ini.

    BalasHapus
  30. Masya Allah.. sukaa banget sama mba Peggy ini...
    Sering liat video dakwahnya Mba Peggy ini di youtube, dan memang Peggy ini cerdas ya. Sukaa banget penyampaiannya tegas tapi adem. Walaupun termasuk pendakwah yang lahir beberapa tahun terakhir, tp gayanya ngga kayak pendakwah seleb.
    Peggy sering bilang hidup kita harus selalu disibukkan oleh kebaikan. Jd prinsipnya bukan hanya menghindari melakukan keburukan tapi harus sibuk dgn melakukan kebaikan.

    BalasHapus
  31. Manusia hanya berjuang... serahkan hasilnya pada Allah SWT. Tulisan yang mencerahkan sekali mba Haya :).

    BalasHapus
  32. Subhanallah, salut dengan hijrah total Peggy. Semoga lekas didekatkan dengan jodohnya aamiin.

    BalasHapus
  33. baru ngeh kalo peggy sudah berhijarah..pantesan jarang di infotainment

    BalasHapus
  34. Masya Allah...
    Semoga selalu istiqamah, berkah umur dan segera bertemu jodohnya.. Allahumma aamiin

    BalasHapus
  35. Kira-kira 2 bulan lalu, di skeolah anak-anak saya juga pernah menghadirkan Peggy untuk acara pengajian. Saya gak hadir. Tapi, menurut banyak cerita, bagus sekali. Saya kagum dengan cerita hijrah Peggy

    BalasHapus
  36. aamiiin yra untuk doanya. Peggy sering ke NYC mba, sudah 2 kali..saya pernah hadir sekali :). Ceritanya memang luar biasa..

    BalasHapus
  37. Salut dengan Mbak Peggy Melati, perjalanan hidupnya saya ikuti waktu masih rajin suting dan main sineteron. Sekarang malah jarang saya ikuti. Membaca artikel ini, saya salut sekali MBak, dengan perubahan yang sangat baik ini.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan