Jumat, 01 April 2016

Semua Anak Adalah Pahlawan

Di postingan saya sebelumnya, saya menceritakan aksi kepahlawanan Shafiyya. Eits, jangan langsung membayangkan sosok The Powerpuff Girls atau Wonder Woman yang aksi heroiknya gimana gimana. Well, you know what, setiap anak layak disebut pahlawan. Kebaikan-kebaikan kecil yang mereka lakukan sehari-hari itu termasuk aksi kepahlawanan. Sigap mengambilkan barang ketika kita butuh. Inisiatif memberi uang kepada pengemis. Tanggap menghibur adik yang sedih. Sederhana. Iya, sesederhana itu.

Shafiyya senang olahraga, meski saya tidak. Saya belajar menyenangi olahraga justru dari cah ayu saya ini. Yang paling bikin hati maknyuuus adalah perhatiannya. Shafiyya ngeh kondisi umminya seperti apa. Menurut mbak psikolog Roslina Verauli (Vera) di acara talkshow BebeHero Grow Them Great di Mal Kota Kasablanka Jakarta (26/3), sebenarnya bayi yang baru lahir sudah memiliki empati. Jika bayi di sebelahnya menangis, maka ia akan ikut menangis. Hm, terjawab sudah pertanyaan saya selama ini kenapa para bayi senang menangis berjamaah. :)) Meski begitu, sikap empati harus terus dipupuk dan disiram. “Teladan ini terutama dari orangtua dan harus dicontohkan setiap hari kepada anak,” lanjut Mbak Vera.


Saya jadi ingat hal-hal “kecil” yang sering saya dan suami coba contohkan kepada anak-anak. Buang sampah pada tempatnya, menjenguk orang sakit, mengubur burung yang mati di jalan. Semestinya kami tidak heran ketika tiba-tiba si bungsu Sulthan mengingatkan kami untuk membesuk tukang ojek langganan yang sakit suatu hari. Namun, tetap aja rasanya amazing dan bikin hati maknyuuus. :) Kesimpulannya, anak-anak tidak hanya perlu diperhatikan nutrisi dan kepintaran kognitifnya, melainkan juga kemampuan mengelola emosi dan sikap kepedulian sosialnya.

Acara talkshow semakin heboh dengan kehadiran pesepak bola nasional Bambang Pamungkas yeay! Saya lihat dari jauh beliau datang pukul 10 pagi teng. Disiplin banget, perlu ditiru, nih. Di acara, Mas BePe sharing tentang caranya mendidik anak. Asli, saya baru tahu anak Mas BePe udah tiga dan yang sulung usia remaja! Ke mana aja saya, ya? :))

Beberapa cara yang dilakukan Mas BePe untuk menstimulasi nilai-nilai kebaikan kepada anaknya adalah, misal, menolong orang yang mobilnya mogok, mengurangi ketagihan memegang gadget, dan mengajak anak-anak terlibat dalam kegiatan yayasan yang dia dirikan. Sosok Mas BePe hari itu begitu spesial di mata kami. Beliau figur publik yang kalem, bersahaja, dan AWET MUDA. Tolong jangan dikomen kenapa yang terakhir saya kasih huruf kapital. Padahal kita sebaya, kan, Maaas. Salahkan anti-aging saya yang tidak bekerja dengan baik.


Orangtuanya pada ikut talkshow, anak-anaknya pada riang gumbirah main di BebeHero Park. Games-nya gemesin banget! Ada Fun Race, Love Your Room, Pet Hotel, Love Your Pet, Making Cupcake, dll. Lucu, seru, mengajar tanpa menggurui. Contoh, Fun Race. Anak-anak bukan sekadar balapan mobil. Di tengah track race, mbak mbak Bebelac menaruh boneka binatang. Tujuannya untuk mengasah kepekaan anak-anak. Boneka binatang harus disingkirkan baik-baik baru anak-anak bisa lanjut balapan. Contoh lain, Making Cupcake. Setelah mendesain cupcake via komputer, anak-anak diajak menuliskan kalimat manis kepada siapa cupcake itu akan diberikan. Enggak tanggung-tanggung Shafiyya dan Sulthan main dari siang sampai malam di sana hahaha!     




Berikut beberapa cara untuk memunculkan aksi hebat anak.
- Bacakan buku cerita dengan tokoh yang senang menolong orang lain.
- Bermain ganti peran sebagai orang yang butuh pertolongan dan orang yang memberikan pertolongan.
- Diskusi dengan anak ketika melihat orang yang membutuhkan bantuan.
- Beri kesempatan kepada anak untuk membantu orang lain.
- Berperilaku sesuai yang kita ajarkan agar anak meniru (bawakan tas belanja istri tanpa diminta, beri air minum kepada tukang sapu jalanan, peluk anak saat mereka gelisah, dst).
- Beri pujian ketika anak melakukan kebaikan.
- Buat tradisi keluarga dalam bidang aksi sosial.

Anak yang mampu mengelola emosi dan peduli sosial, ke depannya mereka bisa bermasyarakat dengan baik dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Tentunya ini menguntungkan anak-anak itu sendiri.

Jelang malam, penyanyi cilik yang ditunggu-tunggu Shafiyya muncul. Siapa lagi kalau bukan … Naura! Naura tampil kompak bareng mamanya yang juga penyanyi, yakni Nola AB Three. Lagu Semesta Cinta lagu favorit saya dan Shafiyya. Lagu itu seolah melambangkan cinta kami berdua yang mudah-mudahan awet sampai akhir hayat. Aamiin.



Suka, deh, lihat Nola. Keibuan banget. Waktu Neona, adiknya Naura, tidak mau muncul ke panggung, Nola tidak memaksa. Dia minta maaf kepada penonton sambil tersenyum, “Maaf ya Neona lagi malu-malu. Tidak boleh dipaksa, ya.” Naura juga kelihatan happy meski pastinya sibuk dan capek sama kegiatan sekolah dan nyanyi. Tanpa sadar saya dan Shafiyya ikutan nyanyi sampai semua lagu habis hahaha!


Oiya, kabar gembira, nih, Teman-teman. Bebelac mengadakan kompetisi menulis cerita, foto, atau video berhadiah … jalan-jalan ke AUSTRALIA untuk 2 orang! Selain itu, pemenang berhak menjadi bintang iklan BebeHero! Setiap minggu ada hadiah emas 24 karat dan voucher belanja. Waaa …. caranya gampang. Silakan Teman-teman kirim cerita aksi pahlawan si kecil ke Bebelac Grow Them Great. Deadline-nya 24 April 2016. Boleh mengisi cerita yang berbeda setiap hari. Waktunya masih lama, tapi jangan sampai ketinggalan. Liburan ke Australia gitu, lhooo. Cus! [] Haya Aliya Zaki

37 komentar:

  1. Saya juga baru tau kalo mas BP sudah 3 anak dan sulungnya remaja.. kemNa aja sayaaaa 😂😂😂

    Kalau kisah heroik anakku pas liat adeknya nangis dia udah ribet nyari topeng ultraman sm pedang mau membasmi monster yg godain adeknya 😁

    Keren nih hadiahnya jalan2 ke australi 😂😂😂 ikutan ga yaaaa hehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutan, dong. Boleh kirim cerita sebanyak-banyaknya. :)

      Hapus
  2. Kebaikan sekecil apapun yang dilakukan anak-anak juga sudah merupakan aksi hero buat saya. Anak-anak saya memang tidak istimewa di bidang akademiknya tapi Alhamdulillah, lifeskill dan attitude mereka bisa dibilang hero. Our child is hero.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, sebagian ortu masih berpikir bahwa cuma nilai akademis yang jadi patokan seorang anak hebat.

      Hapus
  3. Semua anak, pahlawan bagi saya. Mereka punya karakter yang beda walau lahir dari perut yang sama. Suka banget sama kampanye ini. Bikin orangtua sadar bahwa ternyata anak pun bisa menjadi pahlawan bagi orangtuanya. Kemarin ga sempet ngobrol sama shafiya :) padahal pengen banget ngobrol2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka kampanye ini, Ci. Membuka mata banget. Eh iya, Shafiyya nyusul. Makanya di awal acara ga ada. Kapan-kapan kite ngubrul-ngubrul lagi. :)

      Hapus
  4. Hai Mas Bambang duh mau dong foto bareng gitu. Huhuhu. Seru ya ikut acara begini Mbak, semoga ke depan gemanya mampir ke setiap daerah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin! Moga di daerah lain segera diadakan ya, Mbak. :D

      Hapus
  5. aaah makasih remindernya :)
    baca post ini mengingatkan untuk menghargai kebaikan kecil yang sering dilakukan oleh orang sekitar :D

    makasih juga tipsnya :D semoga nanti bisa hana terapkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Senang kalau bermanfaat, Hana. :)

      Hapus
  6. Wahh waahh asyiiikkk..

    Aku suka BP, lebih ngefans lagi sama Andic Firmansyah, hehe., nggak nanya yaa mbak ;)

    Hehe,.

    Mbak, 😍😍 yang paling mudah kayane emang membacakan cerita ke anak dengan tokoh yang suka menolong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahn kapan-kapan diadakan di kotamu Ya, Noor. Biar bisa ketemu idola Pak BePe hihi.

      Hapus
  7. ketagihan gadget itu yang berat.... semoga nanti kalau anakku lahir bisa mengatasi hal ini

    BalasHapus
  8. Sayang ih aku ga bs hadir pas acara kmrn, untung kak Haya share ini, jd bs dpt ilmu nya jg nih 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaakkk ... iyaaa. Aku cuma ketemu Ayu. Sama-sama, Ye. :)

      Hapus
  9. Seru banget acaranya, Mi.
    Ga cuma mamanya yg belajar tp anak2 jg belajar sambil have fun, ya.

    TFS. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Miss. Belajar tanpa digurui. :)

      Hapus
  10. Berperilaku agar anak meniru. Sepakat banget. Karena anak mengcopy dari perilaku orang2 didekatnya..

    BalasHapus
  11. anak bagi saya adalah segala-galanya mbak

    BalasHapus
  12. Mirip umi banget shafiyya ^^ ini sampe malem yah mba? Anak-anak sering banget jadi reminder :D
    Bepe cool bener2 yaa hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shafiyya nunggu Naura tampil makanya sampe malem. Iyaaa BePe cool abiiis. :D

      Hapus
  13. Empati yang sudah ada pada diri anak akan terasah dan terbentuk dari pola asuh ya mbak. Bangga aja ya kalau anak-anak kita punya jiwa kepahlawanana pada dirinya, yang bisa ia tampakkan.

    Iya Shafiyya mirip uminya banget ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangga pastinya. Aiiih kembaranku mampir. Udah lama kita tak besuo ya. Pa kabarnya, Say?

      Hapus
  14. Hihi...bukan solat aja yang berjamaah, ternyata bayi juga bisa nangis berjamaah karena instingnya yang sangat kuat. Apa yang tertulis di postingan ini, sedikit banyak sudah bunda trapkan kepada cucu bunda, walau sepenuhnya adalah tanggung-jawab Mamanya (Anak bunda).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren, Bunda! Salut deh sama Bunda yang dekat banget sama cucu-cucu. Semangat, Bunda! :)

      Hapus
  15. iyaaa, setuju
    anak juga aset berharga bagi orangtua. :)

    BalasHapus
  16. Terima kasih sudah mampir. :)

    BalasHapus
  17. Bagus mba acaranya
    Anak seusia itu memang harus banyak dimunculkan potensi2 hebatnya
    salam kenal mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Makasih udah mampir. Duh jadi pengin dapet rezeki nomplok hehe.

      Hapus
  18. Di televisi juga sering diberitakan anak yang menjadi pahlawan bagi keluarganya. Kisah yang mengharukan sekaligus membanggakan.
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pakde. Senang ya sama cerita-cerita seperti itu. Menginspirasi. :)

      Hapus
  19. Setuju bun. Anak memang pahlawan bagi keluarganya. Suatu saat kalo sudah tua, gantian anak yang mengurus orang tuanya. Biasanya kepedulian anak ke orangtua tergantung bagaimana orangtua mendidik anaknya. Jika didikannya berdasarkan agama, Insya Allah anak akan berbakti k orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabb. Sesuai ajaran Rosul, sebaik-baik contoh adalah teladan perbuatan.

      Hapus
  20. Sejuk bener hatiku membaca artikel ini.. saya sendiri masih menjadi calon bapak, jadi sadar diri ternyata mendidik anak itu tidak mudah...:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan