Jumat, 22 April 2016

40 Kiat Ibu Mendidik Anak dengan Penuh Cinta

Judul: Madrasah Itu Bernama Ibu; 40 Kiat Menjadi Wanita Hebat
Penulis: Abdul Cholik
Tebal: 237 hal
Penerbit: Quanta
Cetakan: I, 2016
Harga: Rp57.800,00

Setelah mengandung dan melahirkan, saya pikir saya bisa menarik napas santai. Lepas dari rasa lelah sejenak. Namun, ternyata tidak, Saudara-Saudara. Saya masih harus berusaha sekuat tenaga untuk menyusui lantaran ASI saya sama sekali belum keluar. Tantangan berikutnya dan berikutnya lagi dijamin lebih cetar. Well, kalau mau diceritain betapa heroiknya perjuangan seorang ibu, mungkin tinta yang kita punya untuk menorehkannya tidak akan pernah cukup, sampai kapan pun.

Duluuu, dulu saya sempat takut punya anak. Takut nanti saya dan suami enggak bisa mendidik anak kami dengan baik dan benar. :)) Alhamdulillah, ketakutan itu tidak lama. Selain berbekal ilmu dari orangtua, sekarang banyak banget info yang bisa diakses. Salah satunya dari buku.

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku Madrasah Itu Bernama Ibu (MIBI) karya Abdul Cholik. Saya dan teman-teman memanggil penulis: Pakde. Meski sudah lansia, Pakde termasuk blogger dan penulis yang “berisik” oleh karya. Kami aja yang masih muda-muda ngos-ngosan mengikuti jejak beliau hehehe.    

Madrasah Itu Bernama Ibu

Buku bersampul hijau dengan sketsa ibu dan hiasan bunga-bunga cantik ini berisi 40 kiat ibu mendidik anak dengan penuh cinta. Banyak poin yang saya suka, antara lain Pendoa yang Rajin, Mediator Ngetop, dan Polisi Fashion. Eits, jangan salah, yang dibahas Pakde bukan teori belaka. Sebagian besar berdasarkan pengalaman nyata Pakde dididik Emak (ibu Pakde), pengalaman istri, dan pengalaman teman-teman sekitar. Semuanya relevan diterapkan di masa sekarang.

Bicara soal Emak, siapa pun yang membaca buku ini, mesti berkesimpulan Emak luar biasa. Hidup pas-pasan, namun bisa menghantarkan Pakde menjadi seorang jenderal nan terhormat. Sosok Emak digambarkan pemurah, perhatian, dan gesit sat-set-sat-set. Sedikit banyak saya jadi tahu Pakde yang produktifnya ampun ampunan ini mencontoh siapa. :) Satu quote unik dari Emak yang ingin saya terapkan.

“Orangtua itu harus memegang harta untuk kehidupannya sendiri dan selalu bisa memberi kepada anak cucu.”

Nah, penasaran, kan, apa maksudnya?  Mending baca langsung bukunya, ya!     

Sedikit mengganjal, di halaman awal, saya melihat Kata Pengantar ditulis oleh Pakde sendiri. Padahal, sependek pemahaman saya, kata pengantar (foreword) ditulis oleh orang lain, sementara prakata (preface) yang ditulis oleh si penulis sendiri. Jadi, judul yang tepat untuk kata sambutan Pakde tadi adalah Prakata, bukan Kata Pengantar. Kemudian, di halaman akhir, kumpulan testimoni teman-teman dimasukkan dalam bab Endorsmen, yang seharusnya adalah Endorsement.      

Meski ditulis oleh seorang pria berkumis melintang pula, isi buku MIBI tidak serta merta bikin kita para perempuan mengernyit dahi, kok. Kalimatnya simpel dan sesekali diselingi humor kriuk khas Pakde. Sebaiknya para bapak dan calon bapak juga ikut membaca. Di dalam agama dikatakan bahwa ibu adalah madrasah untuk anak-anaknya dan ayah adalah dasar hukumnya. Kerja sama joss antara ayah dan ibu jelas dibutuhkan. Yang bikin tambah seru, buku MIBI dihiasi foto-foto sahabat saya Myra Anastasia dan Nchie Hanie yang jadi model dadakan. *uhuk* Btw, makasih, ya, Pakde sudah mengundang saya meng-endorse buku istimewa ini. It’s an honor for me.  



Jika Teman-teman ingin menambah referensi pengetahuan seputar parenting, buku MIBI silakan dimiliki. Saran saya, berikan sebagai kado kepada pasangan yang baru menikah atau yang baru memiliki buah hati. Lalu, bicara soal kado, saya pun jadi mikir lagi. Sepertinya saya akan menghadiahi buku ini kepada wali kelas anak-anak saya di acara akhir tahun ajaran nanti. Cocok jadi pegangan para guru dalam mendidik anak-anak mereka di rumah masing-masing maupun murid-murid di kelas.

So, jangan ragu untuk mengambil buku MIBI di rak di toko-toko buku terdekat dan bawa ke kasir. Hujan terus, belum sempat keluar rumah? Beli online aja di Gramedia.com. Mumpung lagi World Book Day semua buku di sana diskon 25% tanggal 23 – 24 April 2016. Cuma dua hari; Sabtu dan Minggu! Selamat membaca dan memetik manfaat! [] Haya Aliya Zaki

32 komentar:

  1. OOOh makanya kemarin beli buku di Gramedia dapat diskon 15%, tanggal 23-24 malah 25% yak.
    Tfs info dan reviewnya, jadi penasaran lau ngebaca 2 buku hadiah dari pakde. Duh saya ini nunda2 terus -_-

    BalasHapus
  2. Suka sama covernya :) menggoda mata.

    BalasHapus
  3. Waah, bacanya ngebut ya, Mi? Keren ih langsung bisa nulis review padahal aku duluan yang dapat kiriman bukunya. Ihihihiii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ngebut, kok. Tiga kali duduk. :)

      Hapus
  4. Terima kasih atas reviewnya yang jujur dan ciamik.
    Saya lebih suka menggunakan Kata Pengantar karena saya ingin mengantar sendiri pembaca untuk menyimak satu demi satu artikelnya (ngeyel.com)
    Salam hangat dari Jombang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa aja nih Pakde. Sama-sama, Pakde. :)

      Hapus
  5. Bukunya Pakdhe Cholik emang top banget, ciamik pokokman :)

    BalasHapus
  6. Pakde produktif banget yaaa, jadi maluu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kita ngos-ngosan ngejer Pakde, Mi. :D

      Hapus
  7. Salut untuk Pakde
    salam sehat dan semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam sehat dan semangat juga, Mas. :)

      Hapus
  8. Tsaaaaah pak Dhe emang selalu menginspirasi, begitu juga dengan cikgu Haya tetap berbagi inspirasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tsaaaah demikian pula Titis. Sukses buat Titis. :)

      Hapus
  9. 40 tips, hihi bagaimana mempraktekkannya. praktek 3 tips yang lain sudah lupa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti mengalir dengan sendirinya kok. Ini bukan kayak hafalan pelajaran sekolah. :p

      Hapus
  10. penasaran sama buku pakde yang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, tuntaskan rasa penasaranmu, Tian. :D

      Hapus
  11. Selalu salut dengan Pakdhe Cholik yang tak pernah berhenti berkarya. Duh yang muda-muda sampai tersengal-sengal ngejarnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul. Ga berani deh kalo diadu sama Pakde. :))

      Hapus
  12. keren banget buku karya kak Cholid ini, sangat menginspirasi jadi pengen baca secara lebih lengkap

    BalasHapus
  13. Mau baca inii mba, kiat untuk ibu tapi ditulis oleh seorang pria berkumis melintang ^^ malah jadi daya tarik sendiri iniii.. Mantep pakde

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan cari di tobuk terdekat hihihi. *pelintir kumis*

      Hapus
  14. Tunggu review dari saya.. :)

    BalasHapus
  15. harus dibaca nih bukunya ya, buat referensi aku sebagai ibu yg gak sempurna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ada manusia yang sempurna, khususnya ibu, Lid. Yang penting kita tetap mau belajar. *sok bijak sono*

      Hapus
  16. Ibu memang tulang punggung peradaban..

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan