Minggu, 31 Januari 2016

Tips dan Trik Mengetahui Bakat Minat Anak

            “Anak saya cita-citanya apa?”
            “Anak saya bakatnya apa?”
            “Anak saya minatnya apa?”

            Pernah bingung soal bakat minat anak? Contoh, anak dikursusin berenang, tenggelem melulu. Anak dikursusin matematika, malah stres. Anak dikursusin gambar, kayaknya kok enggak semangat. Jadi? Apa? Apa yang salaaah?

Sejak awal melihat jadwal acara Sun Life Edufair 2016 di atrium Senayan City, Jakarta, saya memutuskan untuk datang di hari terakhir tanggal 31 Januari 2016. Selain ngebet pengin dapat info tentang asuransi pendidikan anak dan info macam-macam sekolahan, saya juga ngebet berat sama materi talkshow-nya yakni, Cara Mengetahui Bakat Minat Anak. Tambahan pula narsumnya psikolog kesayangan saya, Mba Anna Surti Ariani. Rencananya saya mau mengajak Shafiyya karena di sana ada macam-macam permainan.

Sun Life Edufair 2016 di atrium Senayan City, Jakarta

Dapet maskot Sun Son kalau tukerin 3 cap dari booth permainan & 3 cap dari booth sekolahan

Sampai di TKP pukul 11.00, saya dan Shafiyya disambut oleh dongeng Negeri Gatal-Gatal oleh Kak Astrid Malahayati. Yeay! Jangankan anak-anak, mamah mamahnya juga seneng didongengin, kok. *ikut duduk manis lipet tangan rapi* Eh, eh, enggak gampang mendongeng itu. Kita harus bisa menyampaikannya dengan bahasa sederhana, bisa menarik perhatian anak-anak, bisa membuat macam-macam suara, dst. Hebat, Kak Astrid bisa! Salut!

            Setelah mendengarkan dongeng, saya dan Shafiyya main ke booth DrEAM DrESS fashion design course. Biasanya Shafiyya suka sama gaun-gaun princess gitu. DrEAM DrESS fashion design course adalah kursus untuk anak-anak umur 8 – 12 tahun yang senang fashion. Ada 10 modul, masing-masing modul 3 bulan. Kursusnya sebulan 4 kali cuma hari Sabtu. Ternyata, profesi di dunia fashion itu luas. Ada fashion designer, fashion blogger, fashion stylist, shoe stylist, dll. Nanti di tempat kursus anak-anak belajar mendesain sederhana, menjahit, mencelup bahan, dll. Tertarik? 

Booth DrEAM DrESS fashion design course

Banyak sekolahan yang buka booth di hari Minggu, yakni sekolah Pembangunan Jaya, Jakarta Multicultural School, BINUS School, sekolah High Scope, Don Bosco, sekolah Al-Fath Cirendeu, Ichthus School, Sekolah Dasar Kupu-Kupu, Sekolah Menengah Garuda Cendekia, DrEAM DrESS fashion design course, dan MASTER. Kita punya kesempatan tanya-tanya mulai dari jadwal, kurikulum, sampai biaya sekolah. Jangan khawatir anak boring. Setiap booth sekolahan punya games masing-masing. Orangtua tanya-tanya di booth, anaknya main. Cakeeep!


Meronce gelang

Mewarnai

Bikin origami

Saya penasaran sama MASTER. MASTER (MASjid TERminal) merupakan sekolah gratis untuk anak-anak dan dewasa yang tidak mampu yang berpusat di masjid terminal Depok. Sekolah dibuka Senin – Minggu pagi – malam. Pengajarnya adalah para relawan. Hebat, ya? Saya bertemu dengan Bu Tia, Mas Sugeng, dan Pak Bambang di sana. Beliau beliau ini adalah pendiri MASTER. Selain di Depok, MASTER juga ada di Bekasi, Bandung, dan Cianjur. Teman-teman berminat menjadi relawan? Boleh pilih jadi relawan tamu atau relawan tetap. Silakan hubungi Mas Sugeng langsung, ya!     

Sugeng Riyanto
Kawasan Terminal Terpadu Depok
Jl. Margonda Raya No. 58 Depok Jawa Barat
Telp. (021)77217308/081380433338
E-mail: yabim.depok@gmail.com

Bersama Bu Tia, Mas Sugeng, dan Pak Bambang dari MASTER

            Tepat pukul 13.30, talkshow Mencari Tahu Bakat Minat Anak dimulai. Selain Mba Anna, narsumnya ada Pak Wirasto Koesdiantoro (Sun Life Financial Indonesia) dan Mba Prameswari Sugiri (majalah Parenting Indonesia) juga. Hmmm, dari jauh Pak Wirasto ini mirip banget sama Pak Ridwan Kamil. *beda fokus*


Para narsum di panggung

“Ada 8 kecerdasan majemuk,” kata Mba Anna. Yuk, kita simak apa-apa aja.
1. Musik
Anak mudah menghafal not, tertarik bermain alat musik, suka bernyanyi, dll.
2. Gambar
Anak senang menggambar, suka mewarnai, dll.
3. Logika
Anak cepat berhitung, suka pelajaran matematika, dll.
4. Kata  
Anak gampang mengingat kosakata baru, bisa menuangkan apa yang dia rasakan dan pikirkan ke dalam tulisan, piawai merangkai kalimat, dll.
5. Tubuh
Anak mudah meniru gerakan, senang menari, dll.
6. Orang lain (interpersonal intelligence)
Anak suka mendengarkan curhat teman-temannya, care, berempati, penolong, dll.
7. Diri sendiri (intrapersonal intelligence)
Anak cepat mengendalikan diri, sigap menguasai situasi, dst.   
8. Alam
Anak penyayang binatang, gemar bermain outdoor, dll.

Menurut Mba Anna, seorang anak bisa saja memiliki lebih dari satu kecerdasan. Berikut tips dan trik dalam mengetahui bakat minat anak ala Mba Anna dan Mba Prameswari.

1. Pilih sekolah yang paling tepat
            “Tidak ada sekolah yang paling bagus,” tegas Mba Prameswari. Hah, ciyus? Lalu? Yang ada hanyalah sekolah yang paling tepat. Ada anak yang fit masuk sekolah alam, ada anak yang fit masuk sekolah berbasis sains, ada anak yang fit masuk sekolah yang materinya condong ke enterpreneur, dst. Pilih sekolah yang paling sesuai sama minat anak. Si sulung, si tengah, dan si bungsu bisa aja punya minat di sekolah yang berbeda. Wah, kita-kita sebagai orangtua kudu ekstra hati-hati pilah pilih sekolah, ya. *pasang iket kepala* *tempel koyo di jidat*

2. Sering ngobrol sama anak
            Ngobrol yang dimaksud di sini adalah ngobrol dua arah, lho. Bukan orangtua yang menasihati melulu, sementara anak injih injih injih wae hihihi. Tanyakan kepada anak kegiatan apa yang dia suka dan kenapa? Kalau anak tiba-tiba mogok ke tempat kursus, cari tahu sebabnya. Jangan bertanya secara tendensius seperti, “Kamu pasti enggak suka kursus lagi karena temenmu yang bandel itu kan?” Alih-alih menjawab yang benar, anak udah ketakutan duluan!    

3. Memuji secara spesifik
Ketika kita melihat progres yang baik pada bidang yang ditekuni anak, Mba Anna menganjurkan agar kita memuji anak secara spesifik. Contoh, “Tarikan garis hitam di gambarmu ini bagus sekali, Nak!” atau “Campuran warna hijau dan kuning ini menurut Mama cocok banget!” Jangan memberikan pujian mengambang seperti, “Kamu anak Mama yang paling cantik sedunia!” atau “Kamu anak Papa yang paling ganteng sejagat raya antah berantah!” Euleuh euleuh euleuh.

4. Setop memaksakan kehendak
Sebagian anak mudah menyesuaikan diri di tempat kursus, namun sebagian lagi tidak meskipun mereka menyukai bidangnya. Contoh, seorang anak yang menyukai sepak bola belum tentu dengan serta merta mau dimasukkan ke tempat kursus sepak bola. Kita perlu melakukan penjajakan terlebih dahulu seperti berkali-kali menontonnya bermain sepak bola dan memotivasinya terus-menerus. Bisa butuh waktu berbulan-bulan! Jadi, harap bersabar ya, Teman-teman. Selain itu, mungkin ada alasan anak tidak cocok di tempat kursus. Apakah karena sistem mengajarnya, sikap gurunya, ulah kawan-kawannya, dst.

5. Ajari anak berkomitmen
            Ketika anak tiba-tiba minta berhenti kursus, sebaiknya kita tidak gampang mengiyakan. Kasih tenggat waktu bertahan. Sementara itu, cari tahu penyebabnya. Bisa aja karena anak sedang berantem biasa dengan temannya. Kalau ini penyebabnya, anak tidak perlu berhenti kursus bukan?

6. Ajak anak menguasai banyak keterampilan
            Sekali lagi, menurut Mba Anna, seorang anak sebenarnya punya lebih dari satu kecerdasan. Ya itu tadi kecerdasan majemuk. Cuma, masing-masing kecerdasan ada rankingnya. Misal, rangking pertama kecerdasan alam, ranking kedua kecerdasan logika, ranking ketiga kecerdasan tubuh, dst. Semua bisa dioptimalkan. Ajak anak menguasai banyak keterampilan. Jika hanya menguasai satu, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, anak akan depresi. Maksudnyaaah, Kak? Begini, jika anak hanya menekuni balet, misalnya, ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan kakinya diamputasi (naudzubillah min dzalik), anak akan depresi karena tidak bisa menjadi balerina lagi seperti dulu. Tapi, jika selama ini anak juga menekuni seni lukis, matematika, menyanyi, dll, anak bisa beralih kepada keterampilan yang lain. Ajak anak menguasai banyak keterampilan. Dengan begitu, anak punya kesempatan lebih banyak untuk berbahagia. Oh my God, isn’t that sweet? :)

7. Bangga pada semua kecerdasan yang dimiliki anak
            “Kamu harus jago matematika supaya tidak ditipu orang,” kata ibu X.
Pernahkah kita berpikiran seperti ibu X juga? Eits, jangan salah. Anak yang memiliki interpersonal intelligence bisa mengetahui gelagat seseorang dari bahasa tubuh, cara berbicara, dll. Ini salah satu modal untuk menghindari penipu. :)) Bukan hanya anak cerdas logika aja yang bisa. So, jangan meremehkan bentuk kecerdasan lain.   


Peserta talkshow, rame!

            Mengingat kita sebagai orangtua ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak, sebaiknya kita memiliki dana cukup untuk mendukung bakat minat anak. Bukan hanya dana pendidikan biasa yang perlu dipersiapkan. Nambah peer lagi, nih, jadi orangtua. Kalimat paling “nendang” dari Pak Wirasto.

“Siapkan sejak dini dan siapkan sejak kita masih SEHAT.”

Semakin dini kita menyiapkan, semakin kecil pula rate dana awalnya. Kalau perlu, siapkan sejak anak masih dalam kandungan. Nah, kita tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi kepada kita esok hari bukan? Bahkan, kita tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi kepada kita di menit berikutnya. Seandainya (naudzubillah min dzalik lagi) kita dipanggil Allah Swt., bagaimana?

Booth Sun Life Financial Indonesia

Asuransi menjadi salah satu jaminan masa depan pendidikan anak. Sun Life Financial Indonesia menyiapkan aneka asuransi pendidikan sesuai kebutuhan. Tinggal tunjuk. Kalau belum paham, jangan khawatir. Staf Sun Life Financial Indonesia siap membantu. Kebetulan saya sudah punya asuransi pendidikan Sun Life Financial Indonesia (tiap bulan dipotong otomatis via bank). Tinggal dana yang untuk persiapan bakat minat belum ada. Pengin bikin, ah. :)

Di akhir acara, Mba Anna menambahkan bahwa kadang bakat minat tidak ditemukan di usia muda. Teman Mba Anna baru nemu passion merajutnya di usia 30. Lha, saya jadi mikir. Saya sendiri hobi nulis ketika udah umur 18. “Jangan pernah merasa terlalu tua untuk memulai menekuni sebuah bidang,” tutup Mba Anna bijak.

Saya dan Shafiyya menang photo wall competition

Terima kasih, Sun Life Edufair 2016! Sering-sering bikin acara seperti ini, ya. Selain dapat ilmu dan wawasan, kami juga sangat terhibur. Shafiyya hepiii banget kemarin bisa nonton Naura, penyanyi cilik yang lagi heitz. Meski udah sore, dibela-belain nunggu. Sampai jumpa di Sun Life Edufair berikutnya! [] Haya Aliya Zaki





36 komentar:

  1. Makasih sharing-nya Haya, sangat bermanfaat ini untuk diaplikasikan.

    BalasHapus
  2. Betul sekali, sebaiknya anak memiliki lebih dari satu kecerdasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Tugas kita sebagai orangtua untuk membantu menggali potensi anak.

      Hapus
  3. Menarik banget ya mba talkshownya...ngajarin banget orang tua bersikap bijaksana pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mba. Aku sampe berkaca-kaca terharu. Isi talkshownya kena banget di hati.

      Hapus
  4. Itu foto yang menang ya? *gagal fokus*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlau fokus sama kekecean kami, Kak. :))

      Hapus
  5. Wah, sekarang mah bukan minat anak lagi yang dicecer tapi minat sang cucu, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah karena Bunda udah punya cucu ya Bun.

      Hapus
  6. kok kk selalu bisa menang yaa... hehe.. thank u sharingnya kak, catet dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ko tengok gaya kami yang ga nahan itu Dek? :))

      Hapus
  7. Hmm... rasa rasanya jadi harus berhati hati banget ya pilah pilih sekolah. Jadi bingung tahun depan kan Hana mau masuk sekolah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dipraktikkan tips dan trik di atas. Mudah-mudahan Hana senang di sekolah baru nanti ya. :)

      Hapus
  8. Asuransi pendidikan emang penting banget ya cikgu apalagi sekolah jaman skr makin mihil aja makanya meskipun ngoyo aku paksain ambil asuransi. Eh kalo nadia kayanya bakat alam deh sama gerak dan kata jg mulai muncul. Moga2 emaknya ini bisa mengarahkan bakat si genduk dengam baik. Tfs cikgu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya Nadia bakat alam ya, Mun? Insya Allah Muna bisa. Ntar Nadia jadi big traveller. :D

      Hapus
  9. Selalu deh, tulisan di blog cikgu nah jd rujukan saya klo ada miss pas hadir di acara. mihihi. btw nti aku nyontek slh satu tip nya, ngerecord. eh maaf oot.

    Btw,dr acara talkshow kmren aku dpt bnyak ilmu buat jd ortu yg lbh baik lg. seneng jg bs skalian ktemh cikgu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa di-record dan diolah lagi pake bahasa sendiri, Noe. Nice to meet you too and abang Ranu ganteng. :)

      Hapus
  10. Berharap ada juga di Surabaya.
    Setidaknya Salfa belajar bertemu orang banyak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin. Semoga ada di kota-kota lain juga, terutama Surabaya kota-nya Salfa. :D

      Hapus
  11. Ini lengkap banget. Btw aq susah move kn dr pose mba ummi 😬

    BalasHapus
  12. Wihh di dkt terminal depok ada toh.. Dkt itu dr sini ☺️

    TFS Kak Haya.. Bagus ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah siapa tahu, Ye. Langsung aja kontak Mas Sugeng di sana. ^_^

      Hapus
  13. acaranya bagus banget buat anak2 dan salut sama orang yang masih peduli dengan keadaan anak2 gak mampu seperti para relawan MASTER

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada lagi dan bukan hanya di Jakarta.

      Hapus
  14. Bermanfaat banget infonya,Mbk, suka deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah senang kalo bermanfaat. Aku juga suka kamu. #eh

      Hapus
  15. Wahh saya dtg tgl 30 nya mom,engga ketemu deh. Bermanfaat banget jadi lebih pintar membaca share ilmu ini

    BalasHapus
  16. iya ya mba, dengan menguasai banyak hal anak juga jadi tau banyak hal ya ...sayang nih ga datang kesini..

    BalasHapus
  17. amazing keren artikelnya

    saya terkadang ga ngerti sama orang tua yang lebih maksa anaknya ini itu padahal anak tersebut ga minat

    BalasHapus
  18. Wah sharingnya bermanfaat sekali mbak, cocok sekali dengan saya yang sedang mencari-cari sekolah untuk anak saya. Insha allah bermanfaat :)

    BalasHapus
  19. ibu dan anak ini kompak ajah kalau urusan poto-potoan hahaha. Saya suka kagum sama anak yang berprestasi sejak kecil tapi bukan karena paksaan. Kayak kalau nonton Junior Masterchef, keren ajah bakat mereka :)

    BalasHapus
  20. Makasih sharingnya mbak. Kapan ya ada seminar kayak gini di semarang? #ngarep heheheee

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan