Rabu, 06 Januari 2016

Tip Menulis untuk Rubrik "Gado-Gado" di Majalah Femina

      Tanggal 21 April 2012 saya mendapat kesempatan mengikuti Workshop dan Kompetisi Menulis Rubrik Gado-Gado Majalah Femina di Fx LifeStyle X’nter, Sudirman, Jakarta. Pematerinya adalah Angela H. Wahyuningsih (Redaktur Eksekutif majalah Femina). Setelah workshop selesai, kami semua diminta mengirim tulisan untuk rubrik Gado-Gado dan tulisan ini diperlombakan.

Suasana workshop

Alhamdulillah, tulisan saya menjadi salah satu pemenang. Berikut beberapa tip menulis untuk rubrik Gado-Gado di majalah Femina.


1. Teknis penulisan
Font Arial 12, spasi 2, maksimal 3 halaman folio sekitar 4300 karakter tanpa spasi (kalau saya hitung-hitung biasanya yang dimuat di majalah itu 500 kata). Satu paragraf maksimal 3 kalimat. Satu kalimat maksimal 15 kata. Tidak ada subjudul.

2. Fakta, bukan rekaan
Kalau menurut hemat saya, seperti kisah inspiratif.

3. Sumber inspirasi
Kita bisa menceritakan pengalaman kita sendiri, orang-orang terdekat, atau orang lain. Cerita tentang perjalanan, obrolan dengan orang lain, persoalan yang aktual dan hangat di masyarakat, dll.

4. Menarik, jenaka, tapi juga menyentuh perasaan
Meski jenaka, tulisan tetap memiliki “nilai” atau pesan moral. Jangan biarkan pembaca “lepas” begitu saja setelah membaca tulisan kita. Misal, kita menulis tentang repotnya menjadi ibu. Tuliskan pula bahwa di balik semua kerepotan itu, ada “harga” yang tidak bisa dibayar dengan apa pun juga, yakni melihat anak-anak tumbuh sehat dan ceria. Ingat, tulisan tidak boleh mengandung kalimat yang merendahkan wanita. Gunakan kata “wanita”, bukan “perempuan”. Majalah Femina selalu menulis kata “wanita”, bukan “perempuan”.

5. Gunakan sudut pandang orang pertama saat bercerita, yakni “saya” atau “aku”
Tujuannya supaya tulisan kita terasa lebih akrab dengan pembaca.

6. Judul
Harus singkat, eye catching, menggambarkan isi tulisan. Judul untuk tulisan rubrik Gado-Gado biasanya hanya satu atau dua kata.
Contoh Nyamuk, bercerita tentang kesebalan diganggu nyamuk. Neng atau Encik, bercerita tentang orang Sunda berperawakan Tionghoa. Pengantin Baru, bercerita tentang kagok dan kaku pengalaman malam pertama. Antre ... Antre ...., bercerita tentang pengamatan tokoh terhadap tingkah laku pengunjung klinik.

7. Membuat catcher
Catcher merupakan hal terpenting kedua setelah judul. Catcher berguna untuk menarik pembaca membaca keseluruhan artikel. Di majalah, catcher dibuat dalam font besar. Maksimal dua kalimat, singkat dan padat. Pilih kalimat dalam tulisan Teman-teman yang kira-kira paling bisa membuat pembaca penasaran.
Contoh:
-       Judul: Antre.
-    Catcher: Sambil antre aku sibuk menilai orang. Melihat wanita muda hamil, aku mengira-ngira, dia hamil karena kawin muda, perjodohan atau ...?
-       Judul: Pengantin Baru.
-   Catcher: Setengah sadar saya masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dan ... saya melihat dia sedang sikat gigi tanpa pakaian!

Catcher

8. Jaga alur sambung menyambung antar-paragraf 
    Tulisan harus sistematis. Antara peristiwa yang satu dengan yang lain tidak loncat-loncat urutannya. Ibarat baru ngomong tentang makan nasi, tahu-tahu cerita tentang jalan-jalan ke mal. Padahal yang tentang makan nasi belum selesai dibahas. Ibarat habis mandi, langsung pergi ke sekolah. Padahal, belum pakai baju dan sepatu.

9. Sisipkan kata-kata ekspresi, seperti: duh, wah, aih, masa ...?, dll
Ini untuk menunjukkan bahwa jenis tulisan di rubrik Gado-Gado adalah tulisan yang santai, lentur, bukan tulisan kaku seperti di koran atau textbook.

10. Perkuat dengan deskripsi, seperti: tertawa lebar, bajunya longgar, berjalan gontai, dll
Contoh: “Kamu mau apa lagi sih, Sher?” tanya Gina sambil tersenyum manis.

Oiya, contoh tulisan saya Customer Nekat dan cara pengiriman naskah bisa dibaca di sini. Nah, meskipun Teman-teman sudah tahu detail persyaratannya, saya menyarankan supaya Teman-teman tetap membaca paling tidak tiga atau lima cerita di rubrik Gado-Gado ini. Ibarat mau perang, sebelumnya kita harus tahu medan bukan?

Selamat menulis! [] Haya Aliya Zaki





66 komentar:

  1. Mbak perbedaan antara "wanita" dan "perempuan" apa? Apa perempuan setara dengan "cewek"?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kebijakan dari Femina aja ingin menyeragamkan menjadi "wanita" semua. Untuk definisi bisa cek kbbi.web.id. :)

      Hapus
  2. Keren Mbak Haya. Makasih yaaaa. Baca ini aja rasanya tulisan dah bisa lolos saking jelasnya panduan. *perumpamaan aja itumah Mbak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Ayo kirimlah, Dan. Laki-laki juga boleh kok.

      Hapus
  3. Hhhhheee alhamdulillahhh dapat pencerahN ilmu lagi nih bunda. Tapi untuk pngaturan paragrafnya pakai rata kanan ya bunda?
    Trima kasih untuk sharingnya bunda ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pakai rata kanan supaya rapi. Makasih kembali. ^^

      Hapus
  4. Cikguu...ini saya bukmark. Makasih yaa :*

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah dapat ilmu lagi...., bersyukur pernah juga tulisan saya dimuat di rubrik Gado-gado Femina setelah menunggu setengah tahun lamanya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Kirim lagi, yuk. Saya juga mau kirim lagi.

      Hapus
  6. alhamdulillaah dpt sharing yg selama ini dicari.. bismillah, mau coba :-)

    BalasHapus
  7. Aku pernah kirim gado2 ke femina, dua kali klo ga salah, dan semua belum lolos huhuhu.. tp dah ngerti kuncinya dari share mbak Haya, tq mbak.. :) jd mau coba kirim lg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo coba terus. Mudah-mudahan dimuat. :)

      Hapus
  8. Kalo tulisan yang pernah tayang di blog kita sendiri diterima ngga mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya yang di blog dihapus dulu kalau mau kirim ke Femina, Mba. Soalnya kalau naskahnya dianggap layak tayang di majalah, kita bakal diminta untuk tanda tangan surat bermaterai. Isi suratnya antara lain, naskah bukan hasil copas dan naskah belum pernah dimuat di media mana pun (termasuk blog).

      Hapus
  9. Terima kasih tipnya, Mbak. Jd pengen coba ngirim lg ke femina. Pernah ngirim gado2, tp belum rejeki. #salim sama Mbak Haya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga yang berikutnya rezeki dimuat. :)

      Hapus
  10. Mba Haya memang piawai menulis Gado-gado.. Itu rubrik favoritku lho di Femina.. Tiap beli Femina yang kubaca duluan ya itu rubrik gado-gado.. Ceritanya ttg hal2 yg ringan namun segar.. Selalu ada benag merah yg bisa dipetik dari cerita Gado-gado.. Btw, nakasih tipsnya ya.. Aku sebenarnya byk stok cerita Gado-gado, ttp blm berani ngirim ke Femina, udah keder duluan taku gak dimuat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga suka baca rubrik Gado-Gado, Mba. Isinya ringan, tapi ada pembelajaran. Btw, aku belum piawai kok. Masih terus belajar. :)

      Hapus
  11. Tiap berkunjung ke sini pengetahuan saya bertambah. Kali ini Tips menulis Gado-Gado di Majalah Femina. Kagum banget pada Mbak Haya yang tak lelah membuat blogger lain terus melangkah maju. Bravo Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jadi tersanjung nih, Mba Evi. Sepertinya benar kata seorang teman. Salah satu yang membuat blogger konsisten ngeblog adalah pembaca. Senang jika sebuah blog telah menemukan pembacanya. Makasih, Mba Evi. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  12. Pengen belajar nulis dan kirim ke media lagi. Udah pernah dua atau tiga kali kirim ke rubrik gado-gado tapi belum tembus. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga yang berikutnya tembus. Semangat! Hehe.

      Hapus
  13. Wah keren mbak? tapi hanya untuk perempuan saja yaw mbak? kalau - laki - laki mungkin misal ada majalahnya yaw "Maskulina" yaw,,, hehehehe.... Jelas banget mbak, mantabe' dah kak,,,, eow iya perumpamaannya yang Pengantin Baru ituloh, "setengah sadar melihat dia sedang sikat gigi" tanpa pakaian, tuh kalau dilanjutikan malah bisa - bisa saya yang setengah sadar baca ini salah mengartikannya,,,, wakakakakaka pizzzzzz a

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laki-laki juga bisa kirim, Anis. Ga terbatas untuk penulis perempuan aja. Itu cuma contoh hahahaha!

      Hapus
  14. Thank you sharingnya mba Haya. Aku bookmark juga, info penting ini ^_^

    BalasHapus
  15. Keren sharing-nya, Mi..
    Jadi belajar banyak, banyak belajar.
    TFS yaaa..

    BalasHapus
  16. Terima kasih infonya, Mbak. Dulu kepengen kerja di Femina Group, apa daya dipinang kantor lain dulu hehehe. Sekarang targetnya tulisan di muat aja deh di majalahnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, banyak yang minang, ya. Good luck untuk naskah yang akan dikirim! :)

      Hapus
  17. terima kasih infonya mbak, pernah nyoba kirim tapi di tolak sama femina hehehe, mesti perhatiin yang ditulis disini dulu nih

    BalasHapus
  18. Bookmark dulu, makasih infonya mbak :)

    BalasHapus
  19. Balasan
    1. Siapaaah? Yang punya blog? *geer* wkwkwk

      Hapus
  20. Honornya itu berapa Mba?
    #mataijo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dulu kisaran 250 ribu lebih. Sekarang kurang tahu berapa. Belum kirim lagi.

      Hapus
  21. wah baru tahu soal Catcher...
    bisikin honornya dong mbak Haya hehehhe

    thanks for sharing ya...

    BalasHapus
  22. terima kasih tipnya mbak Haya. eh aku jadi cek lagi naskah yg pernah kukirim ke Gado-Gado. Dua hal yg aku nggak tau, aku nggak pakai catcher dan ada satu kata 'perempuan', he he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya yang itu bisa diedit redaksi. Faktor utama mungkin dari sisi cerita, Lia. Imho.

      Hapus
  23. Makasih sharingnya Mbak haya, sy baru tahu soal catcher nih.
    Duluuuu pernah nyoba kirim sekali gagal ga nyoba2 lalu...jadi penasaran euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo coba kirim lagi supaya ga penasaran terus hehehe.

      Hapus
  24. Mbak Haya, tadi aku sudah komentar di sini apa dihapus ya? padahal ada id-ku lho.. Maharani Aulia. Aku pakai Google account.

    artikelnya sangat menarik, terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga dihapus, Lia. Coba dibaca lebih teliti lagi. :)

      Hapus
  25. Makasih tipsnya yaa mak..belum pernah coba nih dan selama ini selalu menikmati membaca rubrik ini di Femina :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga menikmati membaca rubrik ini, Mba Indah. :D

      Hapus
  26. Haya si Pendekar cerita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dulu Pendekar Bertopeng. :D *halah*

      Hapus
  27. Makasih banyak nih mba say, tulisannya kece n pasti bermanfaat... jadi pengen kirim naskah ☺

    BalasHapus
  28. Judul buat majalah simpel ya, Mbak. Ngga kayak blog post. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha kalo blog post juga biasanya mikirin kata kunci segala yak.

      Hapus
  29. mbak Hayaaaaa :)
    Makasih banyak buat tips nya yaaah, duh harus ngerombak dan poles-poles lagi nih biar tulisanku tambah kece kayak mbak Haya dan biar bisa tembus ke Femina hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertahankan style-mu, jangan lupa. :)

      Hapus
  30. Saya pernah menulis artikel untuk Rubrik Gado-Gado tetapi belum pernah lolos. Dua artikel saya masuk Femina pada tahun 1980an ketika saya dinas di Balikpapan.
    Terima kasih tipnya yang sangat bermanfaat
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa tembus lagi nanti. Makasih udah mampir, Pakde.

      Hapus
  31. Banyakin tulisan tips seperti ini ya, mbak... Bermanfaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah. Senang kalau bermanfaat. :)

      Hapus
  32. wow tips yang sungguh luar biasa. dulu pernah baca tips dari dahlan iskan tentang menulis untuk media massa, hampir mirip dengan ini. kuncinya bikinlah paragraf pendek-pendek, maksimal 4 kalimat. masing-masing kalimat tidak usah terlalu panjang katanya

    BalasHapus
  33. Angguk-angguk, dari dulu paling suka rubrik Gado-Gado di Majalah Femina, makasih sharingnya, Mba

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan