Minggu, 24 Januari 2016

Homograf

           Beberapa waktu lalu saya membuat postingan tentang HOMOFON. Nah, sekarang saya lanjut sama saudaranya, yakni HOMOGRAF. Homograf adalah kata yang SAMA ejaannya (penulisannya), tetapi BERBEDA bunyi dan maknanya. Berikut saya beri 9 contoh. Defisini masing-masing kata saya olah dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat (KBBI). Saya ambil definisi yang sering dipakai aja, yaaa.

Apel
Apel /dibaca: apel/ artinya pohon yang buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak berwarna merah (kemerah-merahan), kuning (kekuning-kuningan), hijau (kehijau-hijauan), rasanya manis atau asam.
Apel /dibaca: apél/ artinya upacara.
Apel bendera pagi ini terganggu gara-gara ada peserta yang berisik mengunyah buah apel. *ada yang berani gitu?*

Memerah
Memerah /dibaca: memerah/ artinya memeras (memijit) supaya keluar airnya.   
Memerah /dibaca: memérah/ artinya menjadi merah.   
Dian tidak menyangka, memerah susu sapi memerlukan tenaga yang lumayan juga. Wajahnya yang putih mulus lambat laun memerah dan berkeringat.

Mental
Mental /dibaca: mental/ artinya terpelanting, terpental, terlempar kembali, berbalik arah.
Mental /dibaca: méntal/ bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga.
Radit sudah siap mental seandainya pernyataan cintanya nanti mental ke udara.  *entah kenapa kalau soal yang beginian, saya langsung teringat “Radiya Dika”*
Mental di babak awal, mental bertanding atlet pencak silat itu langsung anjlok.

Per
Per /dibaca: per/ artinya tiap-tiap, demi (satu-satu), mulai (sejak), bagi, menggunakan.
Per /dibaca: pér/ artinya pegas.
Per (sejak) Maret saya tidak lagi bekerja sebagai pegawai yang bertugas memperbaiki per (pegas) kursi di perusahaan pembuat kursi kulit.
Tika menghubungi adiknya per (menggunakan) telepon untuk mengabari per (pegas) jam tangannya yang lepas.

Serang
Serang /dibaca: serang/ artinya menyerang.
Serang /dibaca: sérang/ artinya nama kota.
Serang baliiik!” seru komandan pasukan ketika tahu prajuritnya terkapar patah hati karena cintanya ditolak seorang gadis asal Serang, Banten. *lebay enggak nih kalimatnya?*

Seret
Seret /dibaca: seret/ artinya tidak lancar, tersendat-sendat.
Seret /dibaca: sérét/ artinya menarik maju (barang yang dihela bergeser di tanah atau di air), memaksa ikut turut serta.
Belum sempat tenggorokan Brewok yang seret disiram air, tahu-tahu preman pasar itu diseret sekelompok massa ke kantor polisi.

Seri
1Seri /dibaca: seri/ artinya cahaya, semarak, kemuliaan, keindahan, cantik, bagus.  
2Seri /dibaca: seri/ artinya seimbang, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.
Seri /dibaca: séri/ artinya  rangkaian yang berturut-turut (cerita, buku, peristiwa, dsb).
Berseri wajah Dani ketika mendengar bahwa ide cerita anak yang ditawarkannya ke produser bakal dijadikan sinetron cerita anak berseri.
Berhubung lomba berakhir seri, juri bingung akan memberikan kepada siapa hadiah buku langka seri Deni Manusia Ikan.  

Tahu
Tahu /dibaca: tahu/ artinya makanan dari kedelai putih yang digiling halus, direbus, dan dicetak. 
Tahu /dibaca: tau/ artinya mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dsb).  
Dia tahu kalau saya yang menolong pedagang tahu itu kemarin sore.

Teras
Teras /dibaca: teras/ artinya  sesuatu yang terbaik, sesuatu yang terpenting.
Teras /dibaca: téras/ artinya bidang tanah datar yang miring, bidang tanah yang lebih tinggi daripada yang lain (biasanya ditumbuh rumput).  
Pejabat teras diundang untuk menikmati pemandangan teras sawah Tegalalang, pemandangan teras sawah terbaik di Bali.

Saya dan tim #JelajahGiziBali jalan-jalan melihat pemandangan teras sawah Tegalalang bulan Nov lalu

            Semoga bermanfaat. Teman-teman punya contoh lain? Silakan share di sini ya! Kita belajar sama-sama! ^^ [] Haya Aliya Zaki

16 komentar:

  1. Salah satu pelajaran yang dulu susaaah banget buat saya ini Mbak Haya. Huehehe

    BalasHapus
  2. aku dulu pernah nangis pas bingung homograf dan homofon.. wkwkwkwk

    BalasHapus
  3. Ini pelajaran bahasa Indonesia yg dipelajari ketika SMP/SMA.. Kebetulan papaku guru bahasa Indonesia, banyak memiliki buku2 ttg hal ini dan aku bisa numpang baca buku tsb..

    BalasHapus
  4. Pelajaran jaman SMP ni kayanya cikgu. Dulu guru bahasa Indonesiaku guanteng pwool jd paling semangat belajar bhs.indo wkwkwkwkkwk.....

    BalasHapus
  5. Wahhh pelajaran paling pusing mnurut ku ini dulu. Skrg jd belajar lg deh dr postingan ini ☺️

    BalasHapus
  6. Ada di pelajaran basa jawa juga, sering bingung tapi seruuu

    BalasHapus
  7. Jadi belajar lagi.. Alhamdulillah

    BalasHapus
  8. Dapat pelajaran kayak gini kalau nggak salah pas kelas 9 SMP deh mbak. Lumayan ingat sih, pembedanya yang belakang itu ya graf fon. Tapi baca ini makin ingat bisa jadi bahan pelajaran buat anak didik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau "graf" artinya tulisan. Berarti tulisannya yang sama, yang lainnya beda (bunyi dan makna). Kalau "fon" artinya bunyi. Berarti bunyinya sama, yang lainnya beda (tulisan dan makna).

      Hapus
  9. jadi ingat lagi soal homograf, makasih mba Haya udah di-refresh lagi.. ditunggu ilmu2 berikutnya yaaa...

    BalasHapus
  10. mbaaaa.. trakhir praktik ini, 6 taun lalu, waktu msh jadi jurnalis. skrg ilmunya agak terkikis.. hahahaha

    bersyukur banget, bisa diingetin di sini :D

    BalasHapus
  11. Aku baru inget klo yg seperti ini namanya Homograf.
    Homo itu berarti sama ya? ^^

    BalasHapus
  12. Belajar lagi deh baca ini. Makasih sudah diingatkan, Hay.:)

    BalasHapus
  13. Penulisan sana bacanya beda biasanya anak2 yang baru bisa baca kadang bingung ya

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan