Sabtu, 12 Desember 2015

Kucing pun Bisa Kena Kanker Payudara

            Mama: “Ya, si Beltig meninggal ….”
Saya: “Innalillahi wa innailaihi roojiuun! Beltig meninggal kenapa, Ma? Ditabrak mobil?”
Mama: “Bukan. Dia sakit … kanker payudara ….”

What, kanker payudara? Kucing bisa kena kanker payudara?
Saya tertegun, antara kaget dan bingung. Mama terus bercerita tentang kepulangan Beltig (Belang Tiga), kucingnya yang sudah berumur 7 tahun. Suara Mama bergetar. Sesekali isak terdengar.

Mama memang penyayang kucing. Sekarang kucing peliharaan Mama 22 ekor. Yang 6 ekor dipelihara di rumah Sikambing, yang 16 ekor dipelihara di rumah Binjai. Mama mengasuh kucing sama seperti mengasuh anak kandungnya sendiri.

Saya bisa merasakan kesedihan beliau saat kehilangan Beltig. Menyayangi Mama berarti saya ikut menyayangi apa-apa yang beliau sayangi, termasuk kucing. Tubuh Beltig mengalami keanehan sejak berumur 3 tahun. Perutnya membesar. Mama pikir mungkin karena Beltig gemuk. Bertahun-tahun demikian hingga umur Beltig mencapai tujuh. Perut Beltig berdarah. Dokter hewan memberikan obat luka. Tiga hari berikutnya, luka tidak kunjung kering. Nafsu makan turun drastis. Perut yang menyusut membuat benjolan-benjolan sebesar telur ayam di sekujur dada dan perut Beltig kelihatan semakin jelas. Rupanya benjolan-benjolan ini yang pecah dan mengeluarkan darah.

Fasilitas klinik tidak memadai. Lagi pula, kanker sudah stadium tinggi. Akhirnya, Mama memutuskan membawa Beltig pulang dan merawatnya di rumah. Beltig disuapi makanan kucing khusus yang berbentuk jeli (saya lupa namanya). Masya Allah, tidak sedikit pun kucing ini mengeong karena kesakitan atau apa. Dia hanya diam terbaring. Matanya mengerjap-ngerjap setiap dipandangi Mama. Sebulanan Beltig dengan kondisi seperti ini. Detik-detik terakhir hidupnya, Beltig berjalan tertatih ke arah Mama. Mama langsung meraihnya, mengelusnya penuh sayang. Beltig dipanggil Sang Khalik saat tertidur pulas di pangkuan Mama.


Saya memutuskan mencari info tentang kanker payudara pada kucing. Setelah googling sana sini, sepertinya info yang berbahasa Indonesia sedikit sekali. Berikut saya terjemahkan info dari sebuah blog berbahasa Inggris. Menurut hemat saya, penjelasannya cukup komplet dan layak dipercaya. Semoga bermanfaat. Oiya, kalau kucing Teman-teman pernah kena kanker payudara, silakan share di kolom komentar.

   Kucing bisa kena kanker payudara dan faktanya, kanker payudara merupakan kanker nomor tiga penyebab kematian pada kucing. 

1. Payudara kucing
            Kucing memiliki delapan kelenjar susu dengan susunan dua “rantai”. Masing-masing “rantai” terdiri atas empat kelenjar susu. Masing-masing “rantai” ini pula terhubung oleh saluran getah bening dan pembuluh darah. Setiap kelenjar susu kucing memiliki puting dan pasokan air susu sendiri.

Payudara normal kucing hamil (foto milik: catster.com)

2. Faktor risiko
            Hormon seks memiliki dampak besar pada risiko kanker payudara. Kucing betina biasa lebih mudah terkena daripada kucing betina yang disteril (spayed). Menurut studi di Journal of Veterinary Internal Medicine (2005), insiden tumor payudara berkurang 91% pada kucing betina yang disteril sebelum berusia 6 bulan dan berkurang 85% jika disteril di usia 6 – 12 bulan. Risiko pada kucing Siam lebih tinggi daripada kucing jenis lain, misalnya Persia. Beltig belum pernah melahirkan. Dia tidak disteril, melainkan cuma disuntik KB. Apakah ini penyebabnya? Maafkan ketidaktahuan mamaku. Kucing-kucing Mama yang lain diperlakukan sama, tapi tidak terkena kanker payudara. Insya Allah kejadian ini menjadi pembelajaran.

3. Gejala kanker payudara
            Ada benjolan tidak normal di sekitar kelenjar susu, keluar darah dari puting, luka yang tidak kunjung sembuh, dan penurunan berat badan tanpa alasan. Jika kanker menyebar ke paru-paru, kucing bisa mengalami masalah pernapasan.

4. Kucing jantan juga bisa kena kanker payudara
            Seperti halnya manusia (laki-laki), kucing jantan juga bisa kena kanker payudara. Tapi, tapiii, kasusnya memang jauh lebih sedikit dibandingkan kucing betina. Kalau Teman-teman melihat benjolan atau luka tidak wajar pada kucing jantan, ayo bawa segera ke dokter hewan.

5. 85% benjolan pada payudara kucing bersifat ganas
       Sekitar 85% benjolan adalah adenocarcinoma, tumor agresif yang cepat metastasisnya (penyebarannya).  Sisanya yang 15% adalah tumor jinak. Namun, bukan tidak mungkin tumor jinak bisa berubah menjadi ganas. Dokter hewan sering merekomendasikan membuang benjolan apa pun yang tumbuh di sekitar kelenjar susu.

6. Operasi adalah pengobatan yang lazim dilakukan
            Dokter hewan dapat memilih melakukan:
- lumpectomy, mengangkat tumor dan sebagian kulit bukan kanker di sekitarnya.
- mastektomi, mengangkat seluruh kelenjar susu.
- mastektomi radikal, mengangkat semua kelenjar susu dan kelenjar getah bening pada sisi yang terkena.
Ingat, pertumbuhan tumor payudara pada kucing sangat agresif. Biasanya dokter merekomendasikan mastektomi radikal diikuti kemoterapi (pengobatan dengan obat-obat kimia).

Kucing yang kena kanker payudara (foto milik: catster.com)

7. Bagaimana prognosisnya (harapan hidup)?
            Prognosis dilihat dari ukuran dan kelas tumor. Menurut webpage Ohio State University Veterinary Medical Center’s tentang kanker payudara, tumor berukuran lebih dari 3 cm memiliki prognosis 4 – 6 bulan. Tumor 2 – 3 cm prognosis 2 tahun. Tumor lebih kecil dari 2 cm prognosis 3 tahun. Intinya, untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker payudara pada kucing: sterilkan sebelum berusia 6 bulan. Jika tidak, sebaiknya Teman-teman mengecek area payudara kucing peliharaan rutin sebulan sekali. Ada benjolan mencurigakan? Bawa ke dokter! Semakin dini dideteksi prognosis semakin panjang. Jangan sampai seperti Beltig. Kondisinya sudah terlambat untuk diobati.

Demikian infonya, Teman-teman. Saya selalu berdoa agar Allah meridhoi amal perbuatan Mama memelihara kucing-kucing jalanan yang telantar. Kiranya keikhlasan beliau menjadi penambah timbangan kebaikan di akhirat nanti. Siapa tahu, kelak mungkin jari-jemari mungil para kucing lucu ini yang membantu Mama menggapai jannah-Nya yang indah luar biasa. Wallahu a’lam bishawab. [] Haya Aliya Zaki

Referensi
Kelley, JaneA. 2015. 7 Things You Need to Know About Breast Cancer in Cats. Catster. Diakses tanggal 12 Desember 2015. http://www.catster.com/lifestyle/cat-health-tips-breast-cancer-in-cats-signs-prevention.

 



59 komentar:

  1. Wah ternyata ngga cuuma pada manusia ya, cancer jg menyerang kucing. Hiks, sedih aku baca cerita mama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, aku juga baru tahu, Noe. Makanya ini googling cari referensi. Makasih, Noe.

      Hapus
  2. Ya, Allah, Beltig.
    Nangis...

    Kucing binatang kesayangan Rasulullah.
    Titip salam buat Mama ya, Mba Haya.

    BalasHapus
  3. Kamu paham banget tentang kucing mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini hasil dari mencari referensi dan menerjemahkan, kok. :)

      Hapus
  4. Aku yo,,bacanya sedih mba inget kucing.
    Tapi memang dengan memelihara kucing rejeki kita bertambah berkali lipat dan insya allah kucing2 nanti juga bakal jd saksi kebaikan kita di akhirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin. Segala sesuatunya nanti diperhitungkan di akhirat, ya.

      Hapus
  5. Mba.. maaf ini pertanyaan awam bgt sy bnr2 fakir ilmu soal kucing.
    Bagaimana perawatan kucing yng sdh kena kanker gini. Nular gak? Karena di rmh jg sy pelihara kucing. Jaga2 aja kalo misal ada yg mengalami. Apa luka dan darah nya hrs di bersihkan pke sarung tangan dsb.. tips nya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga fakir ilmu soal kucing. Yang melihara kucing itu mamaku soalnya, bukan aku. Sek, nanti aku telepon mamaku dulu, ya. Kalo udah dapet detail cara merawatnya, aku kabari.

      Hapus
    2. Ruli, sependek pengetahuanku, kanker itu bukan penyakit menular. Penyebabnya biasanya karena genetik (keturunan) dan gaya hidup. Kalo di kucing sendiri risikonya itu hormon seks, ya.

      Hapus
    3. Ini jawaban mamaku: kalo kasih makan, minum, dan obat tidak pakai sarung tangan. Sarung tangan dipakai saat membersihkan luka dan mengolesi salep. Sarung tangannya dari plastik beli di apotek.

      Hapus
    4. Obat pencuci luka beli di apotek. Obatnya dituang ke kapas, digosok pelan-pelan ke luka. Olesi salep anti-radang dan taburi serbuk anti-radang. Resepnya dari dokter.

      Hapus
    5. Simple aja ternyata ya mba. Kaya merawat org luka biasa juga. Pencuci luka pake rivanol aja bisa kan ya mba. Noted bgt ini mba.. salam buat mama ya, terimakasih mau bagi cerita perawatan beltig.. mudah2an kucing2 sy jg bs sampe 12 tahun aamiin..

      Hapus
    6. Aamiin. Semoga sehat-sehat kucingnya, ya.

      Hapus
  6. Aku awalnya baca tulisan ini krn penasaran..hahaha..pas di bawah2 liatngambar kucing jadi bergidik sendiri krn aku kan takut kucing. Penasaran baca tapi takut.

    BalasHapus
  7. Tambah pengetahuan walopun gak suka kucing

    BalasHapus
  8. kehilangan kucing yang sudah bertahun-tahun hidup bersama kita itu rasanya sedih banget Mak, rasanya seperti kehilangan keluarga dekat.. :'(
    belum lama ini kami juga kehilangan kucing yang sudah enam tahun hidup bersama kami :(
    kucing kami mati keracunan, hiks sedihnya :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, turut berdukacita. :( Keracunan apa, Mba? Makanankah? Benar, Mba. Kalau yang memang sayang, kucing udah dianggap kayak keluarga sendiri. Waktu Bunpen (Buntut Pendek) meninggal karena kecelakaan, mamaku sedihnya sampai 2 tahun. :(

      Hapus
  9. Baru tahu kalo kucing bisa kena kanker payudara, anak-anak saya seneng banget sama kucing. Kemrin nemu kucing kecil dijalan dan dibawa pulang...kayaknya sih betina...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya sebelum umur 6 bulan disteril katanya, Mba. Good luck with the new kitten. :)

      Hapus
  10. Baru tau kalo kucing punya cancer, bunda
    alhamdulillah semoga kucing saya d rumah tidak mengalaminya. Amin

    dan semoga Allah memberikan berkah dan pahala buat mama, bunda dari kucing2 tersebut. Aminnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga baru tahu. Aamiin. Doa yang sama untuk kucingmu. Semoga sehat semua.

      Hapus
  11. Aku pelihara kucing dari kecil dan baru tahu kalo kucing bisa kena kanker payudara.

    BalasHapus
  12. Di rumah jg ada kucing abege 3 ekor. Kucing liar sih krn induknya numpang melahirkan aja lalu anak2nya gede dan makan di sini.

    Anak2ku jg suka kucing, Mi.
    Moga2 ketiga kucing itu sehat2. Ngeri klo smpe sakit.

    Thanks for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Miss. Kasihan. Tapi apa mungkin disteril aja kucingnya supaya ga bolak-balik lahirin. Biar lebih sehat juga.

      Hapus
  13. kalau kucingku dulu karena diracun sama tetangga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi, kenapa bisa begitu, Mas?!

      Hapus
  14. Mba, aku juga penyayang satwa mba, salah satunya kucing, meskipun tidak memelihara banyak kucing.
    Kadang-kadang kalau jalan aku sengaja membawa makanan untuk kucing, dan kuberikan saat melihat kucing berkeliaran yang kelaparan.
    Kadang sering sedih kalau masuk ke pasar, karena disana banyak kucing kurus.
    Belum banyak orang seperti mama mba Haya, yang benar-benar peduli kucing.
    Aku juga sedih jika ada kucingku yang sakit, dan pastinya merasa kehilangan jika ada kucing yang mati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah membalas kebaikan Mba Nefer. Aamiin. Kalo di pasar biasanya kucing suka dekat-dekat tukang jual ikan, Mba. Nanti kalo tukang ikan buang isi dalem perut ikan, biasanya mereka dikasih. Tapi ini kok kurus kenapa ya, Mba.

      Hapus
  15. temen-temenku banyak yang dokter hewan mba, soal kucing ini emang ternyata ngga beda jauh penyakitnya smaa manusia. mungkin karena sama-sama mamalia.

    BalasHapus
  16. Aku baru tahu tentang ini. Berarti ada kemungkinan semua hewan mamalia bisa kena juga ya, Hay?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi, Fit. Tapi nanti boleh cari referensinya lagi.

      Hapus
  17. Wow kebayang 22 kucing keren ih ... semoga ga ada lagi kucing lainnya yg mati gara2 kanker payudara :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. 22 kucing dengan segala dinamikanya. Aamiin.

      Hapus
  18. Wah.. baru tahu kalo kucing pun bisa kanker. Gak pernah punya kucing sih. Takuuut...
    Btw, mamaanya keren deh bisa merawat 22 kucing. Kebayang gimana rame dab repotnya. Waaaaaw...

    BalasHapus
  19. waktu SD sampai SMA aku melihara ayam di rumah. Dari 2 ekor sampai jadi ratusan. Dan aku hapal semua ayam-ayamku. Kalau hilang satu langsung ketahuan. Makanya di rumah ngga ada yang berani motong ayam diam-diam tanpa sepengathuanku. Yang jelas sih ayah ibu senang banget karena dapat jatah telur ayam kampung yang fresh setiap hari. Setiap lebaran juga dapat ayam buat dipotong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa dibikin wirausaha itu, Rie. Banyak banget sampe ratusan!

      Hapus
  20. Aku paham betul gimana perasaan si Mama, Mbak. Dulu aku punya kucing, aku kasih nama Pussy, dan dia meninggal gara - gara ditabrak tetanggaku sendiri dan tubuhnya dibuang gitu aja di bawah pohon Mangga. Aslik sedih banget rasanya. Semenjak itu udah nggak pernah pelihara kucing karena trauma, takut sedih lagi T___T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Turut berdukacita ya, Put. Kebayang sakitnya gimana. Waktu BunPen kecelakaan, mamaku nangisnya sedih banget. :(

      Hapus
  21. Kucingnya banyak juga ya mba. Dan baca ini saya kok baru tahu mba, bahwa kucing bisa kena kanker juga, berarti bener yang dikatakan temenku tentang kanker di kucing, kirain cuma boongan. Ternyata ada ya mba.

    BalasHapus
  22. aku baru taukalau kucing bisa kena kanker juga. Mamanya hebat banget mbak penyanyang binatang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah dari kecilnya memang senang pelihara kucing, Lid.

      Hapus
  23. Waduh ternyata bukan cuma manusia aja yang bisa kena, baru tau saya malahan soalnya ga pernah piara kucing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ternyata kucing juga bisa kena kanker payudara.

      Hapus
  24. aduh kasihan...
    baru tahu kucing bisa kena kanker payudara.

    BalasHapus
  25. Duh, baru tahu nih kalau kucing bisa kena kanker payudara... kucing-kucingku sehat-sehat aja sih, tapi jarang yang berumur panjang... matinya selalu ketabrak. Mudah-mudahan yang sekarang ada di rumah mah sehat-sehat dan panjang umur semua

    BalasHapus
  26. kucing pun bisa terkena ya mba..dan kalau melihat treatmentnya kurang lebih sama dengan kita ya mba, karena memang kankernya pun memliki sifat yang sama. Makasih infonya..jadi tambah ilmu selalu :)

    BalasHapus
  27. Wah saya juga baru tahu ini thanks sharingnya mbak

    BalasHapus
  28. Aaah jadi sedih! Saya juga baru kehilangan anak kucing. Hadiah ulang tahun Kiddos#1 bulan Sept yang lalu. Sekarang masih suka terbayang-bayang itu kucing keliaran di rumah. We miss him so much.

    BalasHapus
  29. Heuhh... nangis bacanya. Di rumah bnayak kucing juga, kucing kampung yang sering main dan di kasih makan sama Mama, jadinya ngendon di rumah dan beranak pinak. Sejauh ini belum ada yang kena penyakit, tapi biasa mati kemakan racun entah di mana. :((

    Makasih infonya Mbak Haya. Semoga Mamanya sehat terus. Pas banget bacanya di hari Ibu. :')

    BalasHapus
  30. kucing aku kena penyakit ini. sedih rasanya. mau coba utk operasi tp biayanya pasti mahal bgt :-:
    umurnya hampir 11 tahun. doain ya supaya bisa bertahan

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan