Rabu, 23 Desember 2015

Herlina Kartaatmadja, 10 Tahun Berkarya sebagai Ilustrator

Once my mom asked me, “Why would you draw? Is this gonna make some money?”
“No,” I said. “This one is for my relaxation. Although it doesn't make any money, it keeps me away from doctor.”
I'm a children book illustrator. Once I draw for earning some money, the other time I draw for fulfilling my passion. But drawing surely make me alive. – Herlina Kartaatmadja

Pertama kali melihat ilustrasi di buku cerita anak What Would I Do With All These Clouds?, saya langsung jatuh hati. Siapa gerangan ilustrator yang mampu menggambar seindah ini? Gambarnya begitu hidup, seolah-olah bercerita kepada pembaca. Selidik punya selidik *berasa detektip* ilustrator berbakat tersebut adalah Herlina Kartaatmadja. Orangnya cantik pake banget!

Herlina Kartaatmadja

Sejak dulu Herlina memang sangat suka menggambar. Untuk mendukung hobinya, perempuan kelahiran Jakarta ini memilih kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Perkembangan kemampuan Herlina sangat terbantu di sini. Dia belajar membuat ilustrasi dengan teknik digital.

”Puji Tuhan, aku mendapat tawaran pertama membuat ilustrasi buku cerita anak (seri Wooly The Worm karya Arleen A) saat kuliah,” kata Herlina dengan mata berbinar. Satu seri Wooly terdiri atas 12 buku. Honornya bisa buat membayar uang kuliah satu semester.

Semenjak itu Herlina semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi ilustrator profesional. Orderan membuat ilustrasi untuk kepentingan penerbitan satu per satu datang. Hingga kini ada 68 buku cerita anak yang sudah digarap. Wooow, banyaknyeee! Bahkan, Herlina sudah menulis buku cerita anak karyanya sendiri, yakni Aku Memang Unik dan Aku Bangga Jadi Diri Sendiri. Herlina semakin yakin bahwa passion-nya adalah menjadi ilustrator!

Karya-karya Herlina Kartaatmadja

Bagaimana proses kerja sama dengan penulis?

”Biasanya penulis terlebih dahulu menyerahkan naskahnya kepadaku. Aku akan mengerjakan contoh karakter atau contoh  beberapa halaman ilustrasinya. Lalu, ilustrasi tersebut di-asistensi-kan oleh penulis dan penerbit. Setelah semua setuju, membuat ilustrasi sebuah buku pun dimulai. Kerja sama dengan penulis aku lakukan via e-mail,” jelas perempuan yang juga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan tekstil sebagai in-house designer.

Pastinya Teman-teman pengin tahu proses kreatif seorang Herlina Kartaatmadja, kan? Herlina sangat senang mengeksplorasi media-media gambar, juga mencari teknik dan gaya ilustrasi baru. Dia sudah mencoba berbagai media seperti cat air, cat minyak, acrylic, pensil warna, krayon, marker, dan digital. Yang sering digunakan adalah cat air, pensil warna, digital, dan mixed media. ”Aku paling suka memakai cat air karena kesan yang ditimbulkan seperti mengalir dan tenang,” ujar Herlina tersenyum. ”Dalam mengerjakan sebuah ilustrasi, aku membuat sketsanya dulu  di kertas, setelah semua oke, aku akan mewarnainya, kadang-kadang aku me-retouch kembali ilustrasiku dengan komputer,” sambungnya.

Herlina sangat mencintai dunia yang digelutinya sekarang. Dia bisa mengekspesikan diri dan mendapatkan kepuasan batin. Kebutuhannya akan materi pula terpenuhi. ”Aku ingin membuat self improvement kepada orang-orang di sekitarku. Aku bisa bertumbuh dan menjadi pribadi yang besar dengan menekuni profesi ilustrator. Membuat ilustrasi bagiku bukan lagi sekadar hobi,” jelas Herlina.

Karya-karya Herlina Kartaatmadja yang dipajang di Frankfurt Book Fair 2015

Siapa sangka, di balik keberhasilan Herlina, ada kisah sedih. Lulus kuliah S1, dia bekerja sebagai dosen. Mengajar adalah passion-nya yang lain. Beberapa waktu kemudian, peraturan pemerintah mewajibkan agar para dosen memiliki pendidikan minimal S2. Padahal, saat itu Herlina memiliki dua kendala untuk melanjutkan kuliah.

Herlina divonis menderita penyakit tak lazim. Jantungnya sering berdebar kencang, lalu diakhiri dengan kejang-kejang (tanpa busa) dan pingsan. Ini sering terjadi. Berbagai dokter didatangi. Uji lab bolak-balik dijalani. Aneh, tetap tidak ada yang tahu jenis dan penyebab penyakit Herlina. ”Jika tidak ada serangan, aku tampak seperti gadis normal. Namun, jika terjadi serangan, aku jamin orang-orang akan kaget dan takut melihat kondisiku,” cerita Herlina. Kendala satu lagi: keuangan. Herlina bukan orang berada. Dia tidak memiliki uang untuk membiayai kuliah. Berulang kali dia mencoba mencari beasiswa, hasilnya nihil. Meski begitu, kecintaan akan dunia mengajar membuat Herlina bertekad mengambil kuliah S2 pada tahun 2013.

Pagi – sore Herlina mengajar. Dia juga menerima orderan membuat ilustrasi dan desain. Sore – malam kuliah S2. Kegiatannya ini belum termasuk mengurus rumah tangga. Herlina benar-benar bekerja keras. Lalu, bagaimana dengan kesehatannya?

Tuhan lagi-lagi menunjukkan kuasa. Ketika kuliah S2, Herlina tidak pernah lagi pingsan. Hampir pingsan pernah, sesekali. Tanggal 10 oktober 2015, Herlina dinyatakan sebagai wisudawati lulusan terbaik dan tertinggi dengan IPK 4,00. Emejiiing! Selain anugerah kesehatan, Tuhan menganugerahkan pekerjaan agar Herlina bisa membayar uang kuliah sampai lulus. ”Aku selalu membawa masalahku dalam doa. Pertolongan-Nya sungguh ada walau sangat tak terlihat. Jika tidak peka, mungkin aku akan melewatkan kebaikan hati-Nya yang luar biasa.” Mata Herlina berkaca-kaca.

Diwawancara TVRI 

September lalu 10 tahun Herlina Kartaatmadja berkarya

Buat Teman-teman yang ingin menekuni profesi ilustrator, Herlina memiliki beberapa pesan. Teruslah berkarya karena dalam proses berkarya kita akan menemukan keunikan gaya ilustrasi kita masing-masing. Buat portfolio yang bagus. Kumpulkan dan simpan rapi dalam sebuah tempat (clear holder, misalnya), beri tanggal dan tanda tangani. Hargai karya kita sendiri. Kumpulkan terus, sejalan dengan itu kita bisa melihat perkembangan ilustrasi-ilustrasi kita. Banyak berdiskusi dengan teman yang memiliki minat sama untuk memperkaya ilmu. Dan, yang paling penting, jangan pesimistis jika menemui hambatan, baik dalam bentuk materi, persaingan, atau apa pun. Ora et labora (berdoa dan bekerja). Kalau kita sungguh-sungguh, Tuhan pasti buka jalan. [] Haya Aliya Zaki

23 komentar:

  1. Berdoa dan Bekerja.. Ok sip, kak..

    Makasih sharing nya yah :)

    BalasHapus
  2. Keren, berdoa dan bekerja, ipnya 4 luar biasa

    BalasHapus
  3. Mungkin ini salah satu contoh dari hobi menjadi profesi. Keren gambar2nya. Ga nyangka yg gambar itu terNyata cewek hehehe

    BalasHapus
  4. Saya selalu kagum sama orang-orang yang memiliki "sesuatu" dalam diri mereka. Penulis, musisi, dan segala sesuatu yang membuat mereka terlihat "beda". Terlebih lagi orang yang bisa gambar. Saya bikin lingkaran aja nggak bisa bulet, jadi kalau lihat orang bisa gambar rasanya iri setengah mati :D Selalu muncul pertanyaan, "kok bisa ya?" hihi

    Memang ya Mbak, untuk mengejar impian itu rintanganyaa.... beuhh.... hihi

    BalasHapus
  5. kerennn..akuh selalu suka dgn org2 berbakat dan berprestasi..kyg semacam pacuan, meski bidangnya berbeda

    BalasHapus
  6. Ilustrasi menjadi bagian tak terpisahkan ya mba, dengan sebuah cerita, karena dengan ilustrasi, cerita menjadi lebih hidup.
    Btw, prinsip-prinsip Herlina keren ya, terutama selalu membawa masalah ke dalam doa.
    Kepribadian yang matang, salut.
    Tengkyu mba, tulisan ini menginspirasi

    BalasHapus
  7. Wah, sangat menginspirasi. Ilustrasi di cover2 itu cantik sekali. Apalagi dalamnya ya... Dan tentang kekurangannya itu, benar-benar ya.. jika ada kesungguhan pasti semua baik-baik saja. :) Karena kita otomatis akan sehat dengan cara gembira.

    BalasHapus
  8. Mantap... Sudah lama sekali ternyata prosesnya sampai 10 tahun

    BalasHapus
  9. Wah, ternyata orang dibalik buku-buku menarik buat anak-anak penuh kisah inspiratis dalam hidupnya...
    Hmmm beruntung deh punya bakat kayak Mbak Herlina...

    BalasHapus
  10. wow, keren karyanya...Bakat dan kerja keras (10 th) ya....Salut!

    BalasHapus
  11. IPK 4, belajarnya macam mana ka? *logat ala mba haya 😬

    Naeema suka gambar, aq ceritain ah sama dia. Makasih ya Mba Haya

    BalasHapus
  12. habis baca jadi speechless. Pesannya banyak banget, mulai dari kerja sesuai passion, sampai kerja keras yang bikin segala seuatu jadi mungkin. Keren mbak Herlina ini... menginspirasi banget :)

    BalasHapus
  13. wah mba Herlina ini inspiring banget ya, banyak yang bisa dipelajari dari hidupnya..

    makasih mba Haya yang sudah menulis artikelnya...(langsung pengen nyari2 bukunya)

    BalasHapus
  14. Jadi ingat sama perjuangannya Sweeta Kartika yang juga awalnya berprofesi sebagai ilustrator buku di salah satu penerbit sebelum merintis karir menjadi komikus. Keren ih, terharu dan sangat termotivasi setelah membaca kisahnya Mba Herlina ini. :')

    Salam kenal, Mba Aliya. :)
    http://penjajakata.com/

    BalasHapus
  15. menginspirasi banget, suka deh :)

    BalasHapus
  16. Waaaaa... kerennnn bangettt
    gambarnya bagus-bagus :O
    semangatt dan berkarya!

    BalasHapus
  17. She's a fighter. Hebat euy ... keren
    Ilustrasinya juga bagus2 ya cikgu. Sellau iri sama orang yg gambarnya bagus..pengen tapi aku ga bisa gambar :p

    BalasHapus
  18. Jadi pengen meluk Mba Herlina, kuat banget!

    BalasHapus
  19. Subhanallah, takjub banget. Ikhtiarnya luar biasa, Mbak.

    Bagus2 ilustrasinya, ya. Suka ngelihatnya.

    BalasHapus
  20. Inspiring sekali mba. Berawal dr hoby yah. Trims sharing nya mba.

    Salam kenal mba..

    BalasHapus
  21. makasih sharingnya Mba :D inspiring :D

    BalasHapus
  22. Duuuh, meweeek bacanya
    Sungguh kuat dan super-duper inspiratif mbaak

    bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan