Senin, 16 November 2015

Homofon

            Ide postingan ini muncul ketika saya melihat beberapa teman tertukar menuliskan kata-kata tertentu. Contoh, seharusnya kata yang cocok adalah sanksi, tapi yang ditulis sangsi. Mungkin karena bunyi kedua kata tadi sama. Bunyi memang sama, tapi sebenarnya ejaan bahkan maknanya jauh berbeda, lho. :) Inilah yang disebut HOMOFON. Sekali lagi, homofon adalah kata yang SAMA lafalnya dengan kata lain, tetapi BERBEDA ejaan dan maknanya. Berikut contoh homofon yang saya kumpulkan. Definisinya sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat (KBBI). Saya ambil definisi yang sering dipakai aja, yaaa.

Bang atau Bank?
Bang artinya kata sapaan untuk kakak laki-laki.
Bank artinya badan usaha di bidang keuangan, memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.
Sebelum pulang, Bang Thoyib mampir dulu ke bank untuk mengambil uang.

Masa atau Massa?
Masa artinya waktu, ketika, saat.
Massa artinya sekumpulan orang yang banyak sekali atau sejumlah besar benda yang dikumpulkan menjadi satu kesatuan.
Aku masih ingat masa di mana Ayah diamuk massa secara membabi buta tanpa ampun.
Masa itu Arif menemukan batu akik bermassa 10 kg.

Sah atau Syah?
Sah artinya dilakukan menurut hukum yang berlaku.
Syah artinya baginda raja.
Kenaikan takhta Sultan Syah Alam dianggap tidak sah karena berbagai alasan.

Sah! *tolong jangan terlalu fokus sama gadis menawan berkebaya pink*

Sangsi atau Sanksi?
Sangsi artinya bimbang, ragu-ragu.
Sanksi artinya tindakan untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang.
Saya sangsi hakim akan memberikan sanksi kepada anak pejabat yang menjadi penyebab kecelakaan beruntun tadi sore.

Sarat atau Syarat?
Sarat artinya penuh dan berat karena berisi muatan, barang, dsb.
Syarat artinya tuntutan atau permintaan yang harus dipenuhi.
Kita tunggu saja kereta berikutnya. Kereta yang ini sudah sarat muatan. Kita tetap pergi bareng sesuai rencana semula, tapi dengan syarat, kamu tidak boleh duduk di sebelahku nanti.

Tang atau Tank?
Tang artinya alat untuk menjepit (mencabut, memotong) paku, dsb.
Tank artinya mobil berlapis baja yang beroda gigi yang bergerak (btierputar) di atas roda rantai yang melingkari roda-roda giginya, dilengkapi dengan senjata berat pada bagian atas tengah di atas ruang kemudi dan dapat digerakkan berputar ke arah sasaran.
“Hei, Montir Cantik! Jangan lupa membawa tang andalanmu buat jaga-jaga kalau tank Pak Bos butuh diperbaiki,” gurau Andika.

Ini tank bukan? *langsung dicubit pakai tang*

            Sebagian orang menyebut kata-kata di bawah ini termasuk homofon. Akan tetapi, setelah saya cek di KBBI, ejaannya sama. Jadi, apakah masih termasuk homofon?

Jin atau Jean?
Jin artinya makhluk halus yang diciptakan dari api.
Jean (di KBBI tertulis jin) artinya kain tebal dan kuat diapaki untuk bahan celana, jaket, dsb.
Ah, kamu ini ngagetin aja! Aku pikir ada jin siang-siang pakai celana jean!

Kasa atau Kassa?
Kasa artinya kain putih yang halus dan tenunannya jarang.
Kassa (di KBBI tertulis kasa) artinya loket tempat membayar atau menerima uang.
Silakan bayar pembelian kasa ini di kassa 3 ya, Mbak!

Rok atau Rock?
Rok artinya baju perempuan bagian bawah (bawahan).
Rock (di KBBI tertulis rok) artinya musik pop yang dimainkan dengan peralatan ampielektronik dan dicirikan dengan nada berat terus-menerus.
Ternyata gadis yang senang memakai rok panjang itu adalah penyanyi rock asal Jombang.

          Semoga bermanfaat. Teman-teman punya contoh homofon yang lain? Silakan share di sini ya! Kita belajar sama-sama! ^^ [] Haya Aliya Zaki

41 komentar:

  1. Trimakasih atas masukannya mba Haya , memang dian pun merasa harus sering membuka KBBI, agar agar kosa kata terus bertambah sehingga tidak terjadi salah tafsir lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. KBBI juga enak dijadikan bantal, lho. :))) *canda*

      Hapus
  2. bermanfaaat bangeet.. kadang2 masih suka tertukar :D

    makasih mba haya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip. Diterapkan, ya. *jiplak kalimat Pakde* qiqiqi

      Hapus
  3. Loh advertorial to mba? mana advertorialnya hihi.. Sering2 bikin tips nulis ya mba ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha coba dicari advertorialnya. :)) Siyap, insya Allah. :)

      Hapus
  4. Saya juga suka begitu tuh mba, alhamdulillah diingatkan dengan postingan ini. Terima kasih mba Haya, sangat bermanfaat buat saya.

    *itu yang berkebaya pink siapa ya?* ehem ehem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ga tahu itu yang kebaya pink siapa. Kenalan, yuk. :p

      Hapus
  5. Hihi iya untung langsung ngeh, iya ya bunyinya sama tapi penulisan berbeda. Tapi saya rada bingung, Mbak sering nulis Ibu dengan tulisan ibuk apa bedanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, kalo itu buat bahasa sehari-hariku sama pembaca aja, Mba. Jangan bingung, ya. Maksudnya sama, kok. :)

      Hapus
  6. Alhamdulillaah semuanya paham. Tapi gaktahu deh kalo ada yang slah pake. Bahahahaha. *dicubit pake tank eh tang *nahlhoooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiahahaha siniiiii tak cubit pake tang!

      Hapus
  7. kadang suka ketuker hehe..sangat bermanfaat mak^^
    makasih sharingnya..

    BalasHapus
  8. Thanks for sharing, Mbak. Suka banget baca tulisan mb Haya yg seperti ini. Karena EYD sy payah. Btw... Baru tau ada kata Kassa. Beda dengan kasir ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. :) Di KBBI kasir artinya orang yang bertugas menerima dan membayarkan uang. Contoh kalimat: Dia bekerja sebagai kasir di toko buku itu.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Kalo di KBBI, sih, sama-sama "jin" penulisannya.

      Hapus
    2. asal jangan jin dan jun hehhe h #peace

      Hapus
  10. Kalau pas baca teori gini ingat, tapi kalau nulis kadang suka kepleset :D makasih mbak untuk sharingnya, semoga lebih hati-hati biar nggak kepleset :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilap kering dulu supaya ga kepeleset, ya. :))

      Hapus
  11. Kassa ini yang baru tahu saya. :)
    Selebihnya ada beberapa kata yang harus dibenahi.
    Thanks sharingnya, mak. Salam hangat dari Bondowoso..

    BalasHapus
  12. Jadi inget jaman SMP dulu, Mak. Sering banget diingetin guru kalau nulis homofon kudu ati-ati. Eeh kok ya sekarang masih sering kepleset. Makasih sharingnya, Mak :)

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah saya sudah menulisnya dengan benar.
    Salah satu buku saya yang akan terbit berjudul SETELAH KATA SAH BERKUMANDANG.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  14. Makasih sharingnya mbak Haya, dua kata yang mirip tapi artinya jauh berbeda, ya.
    Baru tau namanya ini homofon :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, namanya homofon, Mba Lianny. Homo = sama atau serupa. Fon = bunyi.

      Hapus
  15. Kalau kata bisa masuk homfon juga enggak Mbak Haya Aliya Zaki?
    Bisa --> racun yang dihasilkan oleh ular/kalajengking dsb
    Bisa --> mampu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata "bisa" termasuk homonim, lafal dan ejaannya sama. Kalau homofon itu lafal sama, tapi ejaannya beda.

      Hapus
  16. Alhamdulillah, tercerahkan :) Terima kasih ya Mba Haya.

    BalasHapus
  17. yach sy malah fokus sama yg berkebaya pink ny drpd homofon nya

    btw ini artikel sangat bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. *uhuuukkkk* jadi keselek aku, Bank Raja, eh, Bang Raja.

      Hapus
  18. jadi ingat pelajaran bahasa indonesia, homofon, homonim, homograf ya mbak

    BalasHapus
  19. padanan kata dengan kata yang hampir mirip dan pengucapan tetap sama

    BalasHapus
  20. Waktu baca postingan ini disamping anakku yang kelas IV SD. Jadi nambah pengetahuan nih... Makasih ya mba Haya..

    BalasHapus
  21. hahaha..aku punya banyak pengalaman lucu dengan homofon. Tapi betul..semakin kita banyak baca, semakin tau mana yang benar dan tidak, termasuk homofon dalam bahasa Inggris mba :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan