Kamis, 19 November 2015

10 Kata yang Tidak Perlu Dicetak Miring

           “Haya, ini kata laptop, kok, dicetak miring? Kan, udah ada di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)!” protes teman saya. Waktu itu saya mengedit naskahnya. Selain penulis, dia juga seorang editor. Pastinya dia paham banget soal beginian. Ngomong-ngomong, senangnyaaa mengedit naskah editor! Saya jadi semacam makan gaji buta hahaha. Palingan problemnya seputar logika cerita. Itu pun cuma sedikit.

            “Lho, sudah ada di KBBI, ya?” sahut saya.

“Sudah!” jawabnya langsung.

   Di lain waktu, saya melihat sebagian teman mencetak miring kata-kata alhamdulillahassalamualaikum, dan astagfirullah. Padahal, kata-kata ini sudah ada di KBBI alias termasuk kata-kata asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Jadi, tidak perlu dicetak miring (dikursif) lagi.

            Berikut beberapa contoh kata asing yang tidak perlu dicetak miring. Saya pilih kata-kata yang sering saya gunakan sehari-hari. Defisini kata saya olah dari KBBI.

1. Alhamdulillah
Ungkapan yang menyatakan rasa syukur karena menerima karunia Allah (segala puji bagi Allah).
 Alhamdulillah, Nana lulus ujian, Ma!

2. Assalamualaikum
Keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pada awal dan akhir pidato, saat bertemu dengan seseorang, dsb).
Kalau ketemu Kakek nanti, jangan lupa cium tangan dan bilang assalamualaikum, ya.

3. Astagfirullah
Aku minta ampun kepada Allah, seruan untuk menyatakan rasa heran campur sedih, seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) dan penyesalan kepada Allah Swt. supaya diberi ampun, ucapan zikir sebagai ungkapan penyesalan kepada Allah Swt. supaya diampuni segala dosa dan kesalahan.
Tega kamu membohongi sahabatmu sendiri! Astagfirullah!

4. Amin
Terimalah, kabulkanlah, demikianlah hendaknya (dikatakan pada waktu berdoa atau sesudah berdoa). Catatan: untuk sehari-hari saya lebih memilih menggunakan kata aamiin sesuai kata asalnya.
Harapan yang disampaikan anak-anak penderita kanker tadi diakhiri dengan ucapan amin yang panjang.

5. Digital
Berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu, berhubungan dengan penomoran. Kata digital juga digunakan untuk hal-hal yang berbau teknologi. Penulisannya tidak perlu dicetak miring. Akan tetapi, jika disandingkan dengan kata asing, kata digital ini wajib dicetak miring.
Tingkat ketelitiannya lebih tinggi jika kamu menimbang zat dengan menggunakan neraca digital.
Perkembangan dunia digital semakin hari semakin pesat.
The improvement of digital world is advancing.
Please, jangan kau pakai lagi ponsel butut ini. Buy a new one! Yang canggih sekalian. Ini digital world, Kawan!” kata Togap dengan bahasa keinggris-inggrisan.

6. Dubing
Penyulihsuaraan, pengedaban.
Nurhasanah sudah mendubing karakter Doraemon selama lebih dari 20 tahun.

7. Gadget
Peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis.
Kasihan, kecil-kecil sudah kecanduan gadget.
Belakangan koran Kompas menggunakan kata gawai sebagai pengganti gadget. Gawai sendiri berarti alat atau perkakas. Gawai yang dimaksud bisa ponsel atau tablet. Berikut kalimat yang saya kutip dari koran Kompas. 
Lewat gawai, di era digital ini impian ketemu artis idola sangat dimungkinkan.

8. Laptop
Komputer pribadi yang agak kecil, yang dapat dibawa-bawa dan dapat ditempatkan di pangkuan pengguna, terdiri atas satu perangkat yang mencakup papan tombol, layar tampilan, mikroprosesor, biasanya dilengkapi dengan baterai yang dapat diisi ulang.
Bermodalkan laptop dan jaringan internet, kamu bisa bekerja dari rumah.

"Ini laptop bukan laptop, yaaa," kata si Meong

9. Monitor
Orang yang memantau, alat untuk memantau, perangkat video yang menampilkan data atau gambar yang dihasilkan oleh komputer.
Saya monitor kamu selama dua bulan. Kalau tidak ada perubahan, kamu saya pecat!
Tolong belikan monitor yang baru. Saya tidak bisa bekerja. Monitor yang ini sudah rusak.

10. Platform
Rencana kerja (program), pernyataan sekelompok orang atau partai tentang prinsip atau kebijakan, tempat yang tinggi (panggung, pentas, mimbar), beranda stasiun.
Platform kerja sama antara kita dengan beberapa komunitas, jangan sampai gagal.
Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di platform Stasiun Turi, Surabaya.    

            Semoga bermanfaat! ^^ [] Haya Aliya Zaki

65 komentar:

  1. Belajar lagi hehe. Terima kasih, Cikgu Haya :-)
    By the way, tulisan di blog saya kok berantakan gitu ya, besar kecil nggak karuan, padahal sudah diatur hurufnya. Huft, butuh efforts ngurusi blog *jadicurcol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sing sabar dan tetap ditekuni. Boleh tanya di grup Fun Blogging kalau ada masalah. :)

      Hapus
  2. Catet..biar ga kena semprit ma editor

    :D

    Thanks infonya, Mba

    BalasHapus
  3. Makasiiiih, Mbak Haya. Saya masih sering gadget dimiringkan. Abis ini moga ga lupa lagi kalau tidak perlu dimiringkan :D
    Kalau online, offline, email masih miring ya, Mbak? Bahasa Indonesianya jadi daring, luring, dan surel ya?

    BalasHapus
  4. Yang begini sepele tapi nggak boleh disepelekan ya Mak. Catet!

    BalasHapus
  5. Terima kasih, Mbak
    Saya salah satunya yang "kena banget" dengan tulisan di atas, hehe...
    Insya Allah belajar...

    BalasHapus
  6. ooo begitu ya mbak oke deh.... thanks mbak haya

    BalasHapus
  7. Bermanfaat banget, Bu! Trimikisi...

    BalasHapus
  8. Perlu dicatet besar-besar di jidat, nih...hehe, masih sering salah nulis...
    terima kasih infonya mb Haya.. ;)

    BalasHapus
  9. Baru tau kalo Alhamdulillah tidak perlu dimiringkan hehehe. Beberapa kali masih miring.

    terima kasih mbak infonya :)

    BalasHapus
  10. Wah, baru tahu. Gak usah edit yang udah-udah, kan? Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terserah yang punya badan, eh, yang punya blog hehehe.

      Hapus
  11. oke terimakasih ilmunya mak.. aku msh suka sotoy thd kata yg dicetak miring hehe

    BalasHapus
  12. Wih makasih Mbak Haya. Saya gak pernah perhatian untuk kata-kata dicetak miring. Asalkan bahasa Inggris langsung miring. Etapi gak konsisten juga sih.. 😯

    BalasHapus
  13. Ooh jadi kalau kata sudah ada di KBBI tidak perlu dicetak miring ya mbak?
    Aku biasa nyebut laptop jadi lapie hihj

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi monggo pakai kata "lappie". :)

      Hapus
    2. Mba, untuk yang Assalamu'alaikum gak perlu pakai huruf besar untuk "A" nya ya? Terima kasih.

      Hapus
    3. Ga perlu kapital, kecuali ada di awal kalimat.

      Hapus
  14. Saya malah jarang nulis miring mba, ablas aja semuanya rata hihihi. Makasih share-nya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di blog mah ga wajib kali, ya. :D

      Hapus
  15. Praktis teh, berguna sekali...

    BalasHapus
  16. Dari 10 kata ini, ada sebagian yang masih saya cetak miring. Makasih, mak.. dapat ilmu baru dari sini. :)

    Salam hangat dari Bondowoso.

    BalasHapus
  17. barusan saya cek di kbbi online Amin
    tapi yang terbaru kbbi cetak (yang tebelnya bisa jadi bantal ^_^) itu "aamiin dan mengaamiini"

    saya sih kalo misalnya rancu, biasanya saya cari diksi yang tepat
    dari pada pusing ntar ga nulis2 :)
    he he he

    makasiiiiiih suhu haya atas wejangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh itu "aamiin" di KBBI edisi berapakah? Saya pakai KBBI edisi keempat yang cetak. Di sini tertulis "amin", bukan "aamiin". Makasih kembali. :)

      Hapus
  18. Kalo di blog, strict ngga sih penggunaan eyd yg soal cetak miring ini? Aku hampir ngga pernah miring2in kata asing kalo di blog, cikgu. Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di blog ga saklek. Ini terutama untuk penulisan di naskah buku atau di media cetak. Tapi, kalau mau diterapkan di blog, silakan. :)

      Hapus
  19. Nah kan, kalau begini jelas. *edit blog post

    BalasHapus
  20. Thx banget mak..reminder yg sangat berguna:)

    BalasHapus
  21. Wah... Makasih ilmunya mbak. Selama ini aku masih sering nyetak miring untuk kata alhamdulillah dan astaghfirullah... #buru2edit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo di KBBI, "astagfirullah alias tanpa "h", Mba. :)

      Hapus
  22. Baru tahu kalau 'gadget' itu penggantinya 'gawai'. heuheu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Gadget" tetap bisa digunakan, kok. Kan, udah masuk bahasa serapan dan ada di KBBI.

      Hapus
  23. Oic, tfs mbak jd makin paham skrg :)

    BalasHapus
  24. sip2....jadi tahu,aku dulu taunya kl kata/bahasa asing harus dicetak miring mak, jadi sampe sekarang masih miring hehe. Okesip...catet. Makasih ya mak sharingnya,sangat bermanfaat sekali^^

    BalasHapus
  25. Terima kasih informasinya mba, berguna sekali :)

    BalasHapus
  26. Wah, kata yg sering mampir di blog dan ei masih pake huruf miring adalah gadget. Makasih ya infonya ...

    BalasHapus
  27. selama ini saya selalu mencetak miring kalimat2 yang bukan baku bahasa Indonesia, ternyata ada yang seharusnya tidak dicetak miring, sepertinya harus banyak belajar lagi

    BalasHapus
  28. thank u infonya mak haya , baru tahu bbrp ungkapan bahasa ga di cetak miring

    BalasHapus
  29. saya kalau nulis Assalamu'alaikum malah pake miring.... makasih ya bu

    BalasHapus
  30. Jadi...kalau mau memiringkan kata kudu lihat KBBI. Trims. Oh ya kalau istilah yang tidak ditemukan di KBBI seperti nama mainan tradisional apakah perlu dimiringkan juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ga harus selalu lihat KBBI. :)) Nama mainan kalau bahasa daerah, setahu saya dimiringkan juga, Mba.

      Hapus
  31. terimakasih ilmunya mbak haya :)
    jadi tahu ternyata kata-kata itu sudah masuk dalam KBBI yah :)

    BalasHapus
  32. Yang no,1 kadang masih sy cetak miring.
    Terima kasih penjelasannya.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  33. Baru tahu kata-kata tersebut sudah masuk KBBI, biasanya nulis masih miring. Makasih Mba Haya infonya..

    BalasHapus
  34. Dubing, laptop, gadget dan platform...aku baru tahu bahwa mereka sudah diserap oleh kbbi jadi gak perlu miring lagi. Makasih infonya ya haya

    BalasHapus
  35. huwa, ilmu lagi, ada namaku di dalam 'monitor' hihi, thanks for share kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha Rodame Monitorir Napitupulu. :v

      Hapus
  36. Ternyata sudah banyak yang masuk KBBI.
    Terima kasih infonya, Mbak Haya

    BalasHapus
  37. makasih cik gu share ilmunya....bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  38. Lhaaa, di tempat kerjaku, assalaamu'alaikum masih dicetak miring, Kak. :D Jadi tahu, ya. Ntr tak bilang bagian tata surat.

    BalasHapus
  39. Alhamdulillah, bunda sudah menerapkan penggunaan kata-kata itu tidak dalam bentuk italic (cetak miring).

    BalasHapus
  40. "gadget" itu bukannya masih bahasa Inggris ya, dan yang di kompas baru benar kalau makai "gawai" ??? heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Gadget" dan "gawai" sama-sama sudah ada di KBBI.

      Hapus
  41. aku baru ngeh banyak kata-kata yang sudah diadopsi menjadi bahasa Indonesia yang baik dan benar:). Makasih sudah diingatkan mbaaaa :)

    BalasHapus
  42. Mbak, mau tanya, kalo penulisan 'assalamualaikum' yang sesuai sama KBBI itu pake tanda apostrof ('), gak, sebelum 'alaikum'? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di KBBI tidak pakai apostrof. Tapi saya biasanya kan mengedit naskah dari penerbit Mizan. Di Mizan pakai apostrof karena merujuk ke bahasa Arabnya. Mizan penerbit buku-buku islami. jadi, tergantung selingkung penerbit.

      Hapus
  43. Makasih ya, Mbk infonya. Jadi tahu nih.

    BalasHapus
  44. referensi KBBI nya dapat dilihat dimana ya?

    BalasHapus
  45. Kalau nama-nama media sosial seperti LINDe, Instagram, ask.fm, dan lain-lain perlu dimiringkan, nggak, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak perlu dimiringkan karena nama.

      Hapus
  46. i like this site, thanks for information.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan