Jumat, 23 Oktober 2015

Janji Seorang Anak Petani untuk Ibu Pertiwi


        Segala bahan sembako, seperti beras, gula, jagung, dll akrab banget sama keseharian saya sebagai ibuk-ibuk. Kalau udah ketemuan abang tukang sayur, topik yang paling “seksi” untuk dibahas adalah harga sembako. :)) Ketika heboh harga sembako naik lagi dan lagi, masyarakat awam bertanya-tanya. Apa yang terjadi, sih? Giliran harga agak turun, langsung hepi karena bisa protes ke abang sayur.
Ibuk-ibuk:    “Bang, itu di teve katanya harga cabe udah turun?”
Abang sayur: “Ya di sini belum, Bu.”
Ibuk-ibuk:    “Masa, Bang? Yang bener atuhlah. Kalau turun, ya, turun.”
Abang sayur: “Jadi Ibuk enggak percaya? Ibuk beli aja cabe di teve. Jangan di saya.” (sewot)
Ibuk-ibuk:    (mendadak mingkem cantik)
Negeri ini subur dan kaya luar biasa. Tapi, kenapa harga sembako terus naik? Kenapa beras harus impor? Sudah 70 tahun kita merdeka, tapi sepertinya hidup para petani tetap memprihatinkan.
  
Indonesiaku ....
 
      Alhamdulillah, sebagian besar pertanyaan ini terjawab ketika saya dan teman-teman blogger bertemu Bapak Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., (Amran), menjelang acara Perayaan Setahun Kementerian Pertanian Indonesia di Desa Gardu Mukti, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat (20/10). Saya masih ingat kalimat pertama yang beliau tanyakan waktu kami bertemu. Pertanyaan “sederhana”, tapi bisa jadi sulit menjawabnya. Jujur, kami agak tersentak sebelum mengangguk.  

Pertanyaan Pak Amran untuk kami

Kini Kabinet Kerja 2014 - 2019 berumur satu tahun. Apa yang sudah dicapai Kabinet Kerja di bidang pertanian?
Selama ini mungkin kita sudah mendengar tentang tikus-tikus yang membuat leher petani tercekik. Pak Amran menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah Keppres yang menyusahkan petani. Contoh isi Keppres, semua pengadaan bahan pertanian seperti benih, pupuk, dll harus melalui tender. Padahal, padi tanaman semusim. Mission impossible mengikuti tender. Guess what, Keppres tersebut belum berubah sejak Indonesia merdeka tahun 1945! Regulasi yang keliru jauh lebih berbahaya daripada koruptor. Tidak tanggung-tanggung, begitu menjabat sebagai Menteri Pertanian, Pak Amran langsung melakukan gebrakan.
“Hidup saya cuma untuk Allah dan Merah Putih,” kata Pak Amran tegas. Lelaki berpenampilan bersahaja ini mengusulkan kepada presiden untuk menghapus beberapa Keppres. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar penduduk Indonesia sejahtera, terutama para petaninya. Teman-teman kebayang, kan, sulitnya melawan sistem yang sudah sedemikian melekatnya selama bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun?

Diskusi hangat bersama Pak Amran (foto milik: harrismaul.com)

Pastinya usaha Pak Amran diselimuti tantangan. Tikus-tikus yang berdiri di atas penderitaan petani menyerang tanpa ampun. “Saya tidak peduli. Setelah jadi menteri, saya sampaikan bahwa saya tidak punya keluarga lagi. Saya tidak punya teman lagi. Saya tidak punya siapa pun, kecuali Allah. Saya disebut arogan, padahal tidak. Ini bukan arogan. Ini tentang membela yang lemah dan memberantas yang batil. Meski ada yang mengancam, saya tidak takut seandainya saya memang berada di jalan yang benar. Saya di-bully di media sosial, biar saja. Toh, lama-lama mereka capek sendiri. Saya malah untung. Allah gugurkan dosa-dosa saya. Yang paling penting, saya tetap berbuat untuk negeri,” lanjut Pak Amran semangat. Hm, seketika saya merinding. Bukan lebay, tapi energi positif beliau seperti sedang menular dan menjalar melalui pori-pori. Antara haru dan kagum juga akan keberanian beliau.  
Kini, di tampuk kepemimpinan Pak Amran, mulai dari level Kepala Desa sampai level Menteri tidak ada lagi yang namanya “tender”. Bhaaaiii, Tender! :p Kabar gembira untuk kita semua, tahun 2015 negeri kita tidak lagi impor beras. Padahal, persis tahun lalu, kita masih impor 800 ribu ton beras. Sedikit kilas balik, saat bencana El Nino tahun 1998, kita impor 7,1 juta ton beras untuk jumlah penduduk 205 juta jiwa. Nah, baru-baru ini juga ada bencana El Nino (malah dengan intensitas yang lebih tinggi). Logika sederhana, sekarang jumlah penduduk 250 juta jiwa. Berarti kita kudu impor 9 juta ton beras, dong. Kenyataannya, alhamdulillah, kita tidak impor sama sekali, tuh. Teman-teman tahu berapa rupiah yang diraup tikus-tikus setiap kali kita impor beras? Jawabannya: Rp6 triliun! Inilah yang sedang diperangi Pak Amran dan tim. Kemajuan bukan cuma di bahan pokok beras. Produksi jagung surplus 817 ribu ton. Produsi kedelai meningkat 43,8 ribu ton. Produksi gula naik sekitar 3,65%. Produksi aneka cabe naik 7,41%. Produksi bawang merah naik 2,51%. Nilai devisa yang bisa dihemat dari pengendalian impor dan peningkatan ekspor pangan sejak Januari – Agustus 2015 senilai Rp52 triliun. Kemajuan yang sangat baik. No rekayasa. No tipu-tipu. Data ini jelas valid. Good job, Pak! 

Sumber: Badan Pusat Statistik (2014 - 2015)

Acara Perayaan Setahun Kementerian Pertanian di Subang rame pol! Bahagia rasanya melihat petani, penyuluh, adek mahasiswa, TNI, dll berbaur menjadi satu. Pak Amran menyerahkan penghargaan khusus kepada para pelaku swasembada pangan dari berbagai daerah. Tidak ketinggalan penyerahan peralatan pertanian modern kepada para petani. Sekarang zaman kekinian. Udah bukan masanya lagi apa-apa secara manual. Peralatan pertanian modern mampu meningkatkan produksi sekitar 50%. Pekerjaan menanam dan memanen padi lebih cepat, efektif, dan efisien. Eh, ada penyerahan pompa air juga, lho! Menurut petani di sana, padi bisa ditanam setiap saat asal pengairannya bagus. Pompa air membantu sekali. Janji Pak Amran, seluruh petani di Indonesia akan mendapatkan peralatan pertanian modern sesuai kebutuhan.

Perayaan Setahun Kementerian Pertanian di Subang

Pak tani dan pompa airnya
Foto dulu buat kenang-kenangan

Traktor cilik

Traktor gede

Hasil panen yang cetar

Well, Pak Amran anak petani. Wajar jika beliau bisa merasakan beratnya menjadi petani. Sejak kecil sudah mencari nafkah dengan memecah batu. Pernah pula bekerja tanpa digaji karena dedikasi dan toleransi sama keadaan perusahaan. Bos perusahaan sampai menangis mengetahui keikhlasan Pak Amran. :( Sekarang Pak Amran adalah praktisi dan wirausahawan sukses. Bersedia menjabat sebagai menteri pun bukan karena ingin mengejar materi. Materi bukan lagi sesuatu yang  beliau cari. Ada dua falsafah hidup yang dianut lelaki kelahiran Bone, 47 tahun lalu ini; iman dan manfaat. Beriman kepada Allah dan berbuat manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain. Masya Allah, ajaran Rasulullah banget, ya. Sayang, Pak Amran belum terjun ke hiruk pikuk dunia media sosial. Jadinya kinerja beliau kurang terekspos. Sini kita bikin akun Twitter dan Instagram, Pak hihi.
“Ketika kamu berada di bawah, Allah adalah tuhanmu. Ketika kamu berada di atas, jangan kamu ubah tuhanmu (menjadi uang dan jabatan). Tetap jadikan Allah tuhanmu. Para pejuang kita tidak dibayar, tapi mereka bersedia menyerahkan jiwa raganya untuk negeri. Bagaimana dengan kita?” Pak Amran melontarkan satu retorika menyentuh sebelum kami berpisah. Pesan ini akan saya ingat baik-baik.
Masih banyak regulasi lain yang ingin diubah Pak Amran dan tim. Kami kaum perempuan menaruh banyak harapan semoga situasi pangan negeri terus mengalami kemajuan. Selamat bekerja ya, Paaak! Insya Allah merah putih selalu ada di dada kami. [] Haya Aliya Zaki


16 komentar:

  1. Mbak Hayaaaaa.... aku kok berkaca-kaca ya bacanya. Hiksss.. Ternyata ya ternyataaa. Semoga jalannya Pak Amran dimudahkan. Aku padamu deh Pak. Doaku menyertaimu *halah.
    Pas jalan ke Thailand sampe mikir negaraku kok gak bisa kayak gini yaa.. Di sana saya lihat hasil tani beneran disupport dan bahkan di kota gedenya ada eksibisi khusus hasil pertanian yang ngelihatnya aja udah bikin ngiler itu hasil tanaman mereka.. Semogaaaa Indonesia bisa segera berdaulat para petaninya! :D

    BalasHapus
  2. Merinding juga bacanya. God Job Pak Amran. Sukses untuk Bapak dan seluruh jajaran di kementrian Pertanian.

    BalasHapus
  3. Good job pak Amran.
    Makasih mak Haya udah nulis ini, kalo nggak, mungkin aku belum tau soal sepak terjang bapak keren ini. Bener mak, belum terexpose :(

    BalasHapus
  4. baru tahu kalo pak mentri anaknya petani,jadi bener2 tahu perjuangan petani itu seperti apa hehe...falsafah hidupnya,boleh juga...seru ya mak acaranya^^

    BalasHapus
  5. Wah... salut dg Pak Amran.... , baru tau sepak terjang beliau dr postingan ini, Haya. TFS, ya. Semoga segala upaya pak menteri dimudahkan Allah, ya. Aamiin.

    BalasHapus
  6. Saya juga baru tahu kalau pak Amran ini adalah anak petani beneran, keren ya dan salut banget dengan sepakterjang pak Amran ini, semoga Indonesia terus dan selalu membaik

    BalasHapus
  7. Cabe meroket ,...sayur di kota 3 kali lipet dibanding di desa...huaaa

    BalasHapus
  8. Amanah temenan ikii Pak Amran. Yaudah, bikinin akun Twitter aja, Kak. IGnya nyusul, deh. :D

    BalasHapus
  9. semangaaaaaaat pak menteri :")
    semoga usahamu dimudahkan Allah ...aamiin

    BalasHapus
  10. Pak Amran yang keren..moga2 bwrsana beliau pertanian kita maju ya kak. Sedih aku liat para petani hidup susah di negeri yg kaya raya spt Indonesia

    BalasHapus
  11. Tulisannya bikin saya berkaca-kaca, maju terus petani. Keluarga saya semuanya petani, tapi kebanyakan selalu merugi. Sedih banget.
    Pa Amran juga keren ya, semoga ditangan beliau, petani bisa maju terus. Di hargai semua kerja kerasnya.

    BalasHapus
  12. Ini ucapan pak Amran yg benar2 menggetarkan atau tulisannya mbak Haya yang cetar? Hanya untuk ALLAH..sungguh dalam mbak.

    BalasHapus
  13. Bahagia deh lihat petani yang hanya takut pada Allah, bukan pada serangan manusia apalagi takut rezeki berkurang. Ternyata kalau tawakkal kita tinggi, rezeki malah mudah. Indonesia jaya terus!

    BalasHapus
  14. Speechless beneraaaan.... semoga Indonesia makin jaya di tangan para pemimpin negeri yang tangguh dan tak kenal takut pada manusia, hanya takut pada Allah :)

    BalasHapus
  15. Yup...masih banyak yang belum sinkron regulasi dr tingkat undang-undang smp ke peraturan pelaksananya. Kadang2 undang-undangnya sudah ideal tp pelaksanaan dan perangkat hukum pelaksanaanya malah blm bisa selaras. Jayalah petani Indonesia...bangkit dan kembali berjaya #comment anak petani hehehe

    BalasHapus
  16. Tulisan nya sangat bagus dan bisa mengantarkan saya ke sini serta memotivasi saya. Terima kasih banyak mbak salam kenal dari

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan