Rabu, 21 Oktober 2015

Clean Up Jakarta Day: Yuk, Gotong Royong Perangi Sampah!

            Kalau ditanya siapa yang sering bersentuhan dengan sampah produksi rumah tangga, mungkin jawabannya adalah kita para ibuk-ibuk. Sampah makanan, kertas-kertas, kantong plastik, dst. Nah, berarti kita bisa, dong, membantu mengatasi masalah sampah mulai dari yang terdekat, yakni keluarga kita sendiri. Saya paling merasa bersalah ketika punya banyak sampah kantong plastik. Kayak ikut menyumbang kemudaratan untuk orang banyak huaaa. Dua tahun belakangan mencoba diet kantong plastik. Setiap belanja di supermarket, barang-barang diangkut pakai kardus. Ke mana-mana usahain bawa tas kain. Di mobil, tong sampah kecil selalu tersedia.

           Untuk wilayah Jakarta sendiri, Teman-teman tahu berapa sampah yang diproduksi setiap hari? Berdasarkan info dari website Clean Up Jakarta Day, Jakarta memproduksi 6.700 ton sampah setiap hari! Duh, andaikan yang diproduksi itu adalah kloningan Johnny Depp atau George Clooney, yaaa, betapa bahagianyaaa. *plak!*

             Saya bersyukur ada gerakan seperti Clean Up Jakarta Day. Clean Up Jakarta Day merupakan acara tahunan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya membuang sampah sembarangan. Pesan mereka: peka terhadap 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sebagian penggagasnya ternyata para bule, lho! Salut sama mereka yang peduli Jakarta, padahal orang Indonesia aja bukan. Tuh, masa kita kalah sama bule hah hah hah? :v

Tentu Clean Up Jakarta Day tidak bekerja sendiri. Dipakailah prinsip yang Indonesia sekali, yakni prinsip gotong royong. Kerja samanya melibatkan ragam perusahaan, komunitas, sekolah, dan masyarakat (relawan). Tahun ini tahun ketiga Clean Up Jakarta Day. Yang ketiga persisnya diadakan tanggal 18 Oktober 2015 di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Relawan bertugas di titik-titik yang sudah ditentukan. Hasilnya? Berton-ton sampah dikumpulkan dalam waktu dua jam! Sampah dipilah untuk didaur ulang.


Btw, salah satu perusahaan yang suport Clean Up Jakarta Day adalah PT. Adaro Energy Tbk. Sepengetahuan saya, Adaro memang sangat concern dengan isu sosial dan lingkungan. Tidak banyak perusahaan yang punya foundation, tapi Adaro punya. Namanya Yayasan Adaro Bangun Negeri. Sepak terjangnya sbb: membangun Islamic Center Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. Islamic Center ini diklaim terlengkap se-Asia Tenggara. Presiden Direktur Adaro, Pak Boy Thohir, mengatakan bahwa kita perlu meningkatkan wawasan agama dan pengetahuan umum untuk menjadi masyarakat yang agamis sekaligus mandiri secara intelektual. Adaro bekerja sama dengan LIPI mengelola air limbah menjadi air siap minum dan disalurkan ke desa-desa terdekat. Sekolah-sekolah binaan program Adiwiyata didirikan. Murid-murid belajar peduli dan berbudaya lingkungan, antara lain cara mengelola sampah, membuat pupuk organik, dan melakukan penghijauan. Ada program beasiswa untuk murid-murid berprestasi, tapi tidak mampu. Wah, masih banyak lagi, deh. Adaro percaya bahwa pendidikan adalah “sumber dari segala sumber”.

 Dan, sekarang, Clean Up Jakarta Day. Bukan sekadar menyumbang dana, Adaro turut mengerahkan waktu, tenaga, pikiran, dan networking. Contohnya, mempertemukan tim Clean Up Jakarta Day dengan pihak radio, televisi, macam-macam komunitas, wartawan, blogger, bahkan leading roadshow ke sekolah-sekolah demi menyebarluaskan info. Semakin banyak info tersebar, semakin banyak relawan yang bergabung. Tahun ini GBK dipenuhi sekitar 10 ribu relawan. Amazing!

We put our heart here. Kami senang jika investasi sosial ini mampu memberi impact kepada masyarakat luas. That is achievement!” tegas Okti Damayanti, pimpinan CSR (Corporate Social Responsibility) Adaro.

Bloggers dan tim CSR Adaro

Komitmen CSR diletakkan di posisi paling atas perusahaan. Guess what, Pak Boy Thohir selalu berinteraksi langsung dengan tim CSR untuk urusan kegiatan. Ini atas keinginan beliau pribadi. Waaa … hari gini pemimpin yang mau “repot” beneran bisa dihitung, kaliii.  Biasanya pada menganut asas "pokoknya bos tahu beres". :p Sikap Pak Boy Thohir dicontoh oleh karyawan perusahaan. Beliaulah yang menumbuhkan jiwa sosial ini. Memang, ya, punya perusahaan berasa kayak punya “anak”. Istilahnya, don’t worry  that children never listen to you, worry that they are always watching you. Teladanlah yang paling penting. Betul, taiye?

Bukan cuma menjadi teladan bagi karyawan, pastinya Pak Boy Thohir juga menjadi teladan keluarga. Benar-benar family man euy. Anak-anaknya dibimbing untuk selalu doing something on a high standard. Kakak Erick Thohir ini berprinsip, kalau bisa berbuat lebih baik, kenapa tidak? Ketika putri kembar Pak Boy Thohir, Gabriella Thohir dan Giovanna Thohir, mendapat proyek dari sekolah, Pak Boy Thohir menantang mereka melakukan sesuatu yang beyond their own ability. Wow! Tidak disangka, duo kembar berhasil! Mereka menciptakan The Bekantan Twins Project. Kece, anak sekolah pikirannya udah canggih begini ck ck ck. Melalui program tersebut, duo kembar menggalang dana untuk menyelamatkan populasi bekantan di Kalimantan. Superb!

            Balik lagi ke Clean Up Jakarta Day. Tahun depan kita jadi relawan, yuk! Tahun ini saya batal ikutan karena ada acara keluarga hiks. Eits, bentar, bentar, saya lupa kasih tahu. Jangan sekali-sekali membayangkan acara Clean Up Jakarta Day yang enggak asyik, Teman-teman. Sebaliknya, acara ini fun abis!

Niel Little, salah seorang penggagas Clean Up Jakarta Day

Huaaa ... Mike Lewis juga ikutan!

Nemu kaus kaki?

Selesai bersih-bersih, ada pengumuman pemenang Regu Berpakaian Terkreatif, Regu Paling Berpengaruh, Regu yang Menemukan Benda Teraneh, dll. Seru! Hari Minggu kemarin, selesai acara, relawan malah diajak nonton konser Slank segala. Huhuuuy … macaaan! Lagu Slank favorit saya? Terlalu manisuntuk diucapkankenangan yang indah bersamamu di dalam mimpi …. Jadi enggak sabar nunggu kejutan apa lagi dari Clean Up Jakarta Day berikutnya! Follow media sosial mereka di Facebook dan Twitter juga untuk update info terbaru, ya! ^^ [] Haya Aliya Zaki

Semua foto milik Clean Up Jakarta Day





23 komentar:

  1. Salut bagi penggagas. Dan jika dikerjakan bersama-sama seperti ini maka gaungnya akan semakin terasa dan berpengaruh. Semoga ini akan mengubah perlahan-lahan perilaku warga Jakarta lainnya yang belum faham dan sadar akan kebersihan kota.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Untuk meningkatkan awareness dan mengubah perilaku ya, Mba.

      Hapus
  2. Dimedan kapan ada beginian ya,,,, aksi bersih massal,, kayakna keren tuh,,:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, bikin dewe aja, Dek. Coba cari-cari sponsor.

      Hapus
  3. Pas ada acara ini pas aku ambruk padahal udah diniatin mau ikut :(
    Jakarta Clean Up kalo ada lagi tahun depan aku pingin ikut, Insya Allah.....
    Pendukungnya keren. Gak setengah2, Pak Boy Thohir ternyata ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pengin ikuuut huhuhu. Tapi, pas ada acara keluarga. Moga rezeki kita tahun depan ya, Ani. :)

      Hapus
  4. kalo nemu kaus kaki gak seru kak, tapi kalo nemu cowok cakep mau bgt kak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, itu banyak cowok cakep. Ga usah dicari. :))))

      Hapus
  5. Sampahnya beneran banyak mba, seru bsnget memang acara ini, semoga tshun depan bisa ikutan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. DIrimu ikutan ya, Lis? Heran, ya, orang-orang kok demen banget buang sampah sembarangan. :(

      Hapus
  6. Saya baru tau kegiatan ini, padahal acara tahunan, ya. Tapi, saya tau klub yang kegiatan rutin mingguannya adalah bebersih Jakarta. Namanya Jakarta Osoji Club. Pendiri adalah orang Jepang yang tingal di Jakarta. Tapi makin kesini kabarnya makin banyak masyarakat Indonesia yang bergabung. Semoga komunitas-komunitas seperti ini terus berkolaborasi. Dan, semakin juga banyak masyarakat yang peduli dengan kebersihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Aku juga baru tahu, Chi. Yang positif kayak gini memang kudu disounding gede-gede supaya jadi inspirasi, ya.

      Hapus
  7. Positif sekali kegiatannya, moga bisa terus konsisten dilaksanakan ya. InsyaAlloh pengen ikut kalau ada di Semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada Clean Up Semarang Day, Rahmiiii.

      Hapus
  8. semoga kegiatan ini juga membuat masyarakat tergerak untuk menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri. 1000 orang memulai ini dari sendiri akan membuat orang-orang sekitarnya mengikuti dan semakin banyak yang mulai untuk menjaga kebersihan

    BalasHapus
  9. Wah.. manfaat banget kegiatan ini mbk. Semga gak hanya di Jakarta saja ya, semua kota di Indonesia jg bisa diterapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga. Atau, mungkin Rosyid mau jadi pelopornya di sna? :D

      Hapus
  10. Mba..mba.. aku kalo ada mike lewis ini ga tahan mba.. bisa2 aku ga jd bersih cuma nemplok aja mbuntutin dia biar dpt foto yg byk. Wkwkwkwk...
    Btw.. adaro memang perusahaan tambang senior di kalsel yg dr dulu stabil bertahan.. bbrp temen kerja disana jg terlihat sejahtera.. ternyata pimpinannya memang perhatian bgt akan kesejahteraan. Penduduk setempat aja dia pikirkan apalagi karyawannya.. salute..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahaha bahaya nih. Bisa-bisa Mike Lewis ga ngapa-ngapain kalo dirimu nempel terus. Oh gitu, ya? Pak Boy Thohir memang teladan. Waktu ketemu beliau langsung di acara anak yatim bulan Ramadhan itu kelihatan banget welas asihnya.

      Hapus
  11. bersihkan lingkungan, bersihkan hati semoga semua bersih ya mbak. CSR ini keren ya apa di kota lain ada juga mbak? aih aku ngerapel bw nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kegiatan sosial di kota lain ada, Lid. Ada aku tulis di atas.

      Hapus
  12. Csr nya bagus...langsung action...mantengin dulu ah...sapa tau next aku bisa ikutan \m/ bersih-bersih sambil ketemu cogan eaaa

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan