Rabu, 30 September 2015

[Throwback] Katering dan Resepsi Pernikahan

           Saya pernah berandai-andai suatu saat akan menulis cerita tentang memori pernikahan saya di blog. Dan, sepertinya inilah saatnya. Kebetulan tanggal 14 September 2015 lalu adalah hari ulang tahun pernikahan saya yang ke-13. Hitung-hitung sekalian "merayakan". :p Actually, urusan resepsi pernikahan di Medan hampir semua keluarga (terutama Mama) yang handle, Teman-teman. Saya jadi nona nona tjantik yang tinggal terima beres. *ndak sopan* Maklum, ketika persiapan resepsi pernikahan, saya lagi jadi anak rantau nan teladan di Jakarta. Selesai kuliah di Depok langsung lanjut bekerja di perusahaan retail. Pegawai baru belum bisa cuti lama-lama. Weekend juga kerja, Bok. Fyi, orangtua dan keluarga besar saya menetap di Medan. Kebayang, acara lamaran di Medan, saya dan suami absen. Yang ketemuan cuma keluarga saya dan keluarga inti suami. Pada celingak-celinguk, “Ini calon mantennya ke mana, yak?” Kami benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan waktu itu. Pokoke, untuk urusan resepsi pernikahan, kami sok iyes aja. Boro-boro mikirin bulan madu kayak orang-orang hahaha!

            Ternyata, konsep resepsi pernikahan keluarga saya dan keluarga suami beda banget. Keluarga saya senang yang “rempong”. Keluarga suami senang yang simpel. Keluarga saya pengin pakai acara adat Melayu seperti tepuk tepung tawar dkk dan acara ala ala Arab (Abah keturunan Arab). Sebaliknya, keluarga suami tidak pengin acara adat apa pun. Akhirnya, diambil jalan tengah. Resepsi pernikahan dengan segala pernak-pernik acara adat keluarga saya, diadakan di rumah dan gedung di Medan. Resepsi ngunduh mantu secara islami tanpa acara adat diadakan di rumah orangtua suami di Tangerang. Kami menghargai keputusan keluarga besar. Buat saya, semua sama-sama istimewa. Psssttt … nanti saya bakal cerita “insiden bulu mata”. Asli, ngingetnya bikin perut mules-les-les sampai sekarang! :)) Tunggu postingan selanjutnya, ya! Di postingan ini saya mau cerita tentang lobi lobi vendor katering untuk resepsi pernikahan.

Acara adat Melayu di rumah

Resepsi di gedung

Katering dan resepsi pernikahan ibarat smartphone dan kuota. Susah dipisahkan euy. Biasanya yang paling bikin kita terkenang-kenang dari sebuah resepsi pernikahan yaaa … makanannya! Betul apa betul? Perlu diketahui, lidah saya sangat kritis kalau menyangkut hal ini. *dasar gembul* Eh, tapi beneran, lho. Persiapan katering yang oke akan membuat tamu merasa dihargai. Berikut sedikit chit chat antara saya dan Mama tentang tetek bengek urusan katering.

1. Rekanan gedung
            Tanya kepada pihak gedung apakah mereka rekanan sama vendor katering yang kita pakai? Beberapa gedung tidak kami masukkan ke list karena mereka tidak menerima katering dari luar atau kalaupun menerima biasanya harganya bikin dompet nangis. 


2. Rasa
            Rasa, rasa, rasa. Mama benar-benar survei vendor katering yang rasa makanannya enak. Selain itu, menunya kudu bervariasi dan penataan aneka makanannya menarik. Mulai dari baca-baca brosur sampai tanya ini itu ke kawan-kawan Mama yang udah pernah mantu. Maklum, tahun 2002 Mbah Google belum familiar. Vendor yang bagus tanpa sadar membuat pelanggannya promosi gratis dari mulut ke mulut. Singkat cerita, dapat jugalah katering yang cocok. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Rupanya vendornya teman masa kecil Abah. Oiya, sebaiknya test food! Lebih oke kalau vendor memberikan undangan kepada kita untuk icip-icip makanan di resepsi pernikahan yang sedang mereka garap. Amit-amit, jangan sampai, deh, kita menyajikan makanan tidak enak dan basi di resepsi pernikahan kita.   

3. Perkiraan jumlah undangan
            Abah dan Mama mengundang sekitar 100 tamu untuk acara di rumah dan 500 tamu untuk acara di gedung. Which is jumlah hidangan didobel dan ditambah 20% lagi. Kita anggap aja tamu yang datang itu sepasang sejoli atau bawa anak-anak. Alhamdulillah, makanan di resepsi pernikahan saya berlebih. Bisa buat bungkus-bungkus untuk saudara dan para pemulung. Waspada sama vendor abal-abal yang menawarkan katering enak, tapi harga murah. Bisa aja diam-diam jumlah hidangan yang dikurangi. Saya dan suami pernah kelaperan di resepsi pernikahan teman. Waktu kami datang, semua wadah hidangan sudah licin! Padahal, acara masih satu jam lagi dan tamu masih terus berdatangan. Mana tempat resepsinya jauh. Sakiiit hati Hayati, Bang, sakiiit.

4. Harga
            Pintar-pintar cari diskonan atau bonus. Berhubung vendor yang kami pakai adalah teman masa kecil Abah, kami dikasih bonus hidangan 200 porsi untuk acara di rumah. Lumayan buanget, kaaan? Boleh juga pakai menu paketan supaya lebih hemat. Kalau teman saya lain lagi. Dia hanya memakai jasa memasak dari vendor. Bahan-bahan makanannya belanja sendiri. Harga jatohnya memang lebih murah, tapi perlu dicatat tidak semua vendor menyediakan pilihan ini, ya.

Kue-kue hantaran dari keluarga suami

Katering untuk acara di rumah

Gubuk-gubuk (resepsi di gedung)

Aneka kue (resepsi di gedung)

5. Pembayaran
            Pengalaman kami, pembayaran paling tidak sebulan sebelum acara dengan minimal DP 50%. Siapin uang yang dibutuhkan. Sisanya dibayar setelah acara. Kecuali, kalau ada perlengkapan makan yang rusak atau hidangan tidak seperti yang dijanjikan, mungkin pembayaran berubah sesuai kebijakan bersama. Seperti ituuuhhh.  
    
            Kabar gembira, sekarang ini Teman-teman yang akan menikah tidak perlu pusing-pusing ke sana kemari mencari vendor katering seperti zaman Mama. Coba main ke Bridestory. Bridestory merupakan online wedding marketplace terbesar di Indonesia. Mereka membantu kita mencarikan vendor pernikahan yang dibutuhkan. Ingat, cuma membantu mencarikan vendor penikahan. Bukan membantu mencarikan calon mempelai laki-laki atau perempuannya, ya. -__- Pengin lihat-lihat dulu? Klik aja “Save Vendor” untuk referensi. Segala bujet ada! Bukan hanya bujet premium. No need to worry. Jangan sampai setelah menikah dikejar-kejar utang. Harga bisa langsung dilihat di “View Pricelist” tanpa perlu menelepon atau ketemu vendor yang bersangkutan.

Teman-teman punya tip selain lima tip di atas tadi? Yuk, share di kolom komentar. ^^ Baidewei, seru juga kayaknya kalau di resepsi pernikahan ada stan Turkish Ice Cream? Es krimnya lezat, itu udah pasti. Kita pun bakal disuguhi atraksi yang unik dan entertaining abis! Cek, deh, vendor Zahra Turkish Ice Cream ini.  Siapa tahu bisa menambah pengalaman memorable dari resepsi pernikahan Teman-teman! ^^ [] Haya Aliya Zaki

58 komentar:

  1. Waaa enak banget dikasih bonus 200 porsi Mak, nilainya gede banget kalo sekarang ituuuh :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa efek pertemanan yang ikrib. :))

      Hapus
  2. kalau nikahan aq dulu di rmh aja cikgu, yg masak pun juru masak kampung plus dibantu anggota keluarga jg tetangga...
    tfs ya cikgu, aq bookmark dlu ah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kalo acara ngunduh mantu pernikahan kami yang di Tangerang seingatku kateringnya oleh anggota keluarga, Mba.

      Hapus
  3. 2002 saya masih SMA, Mak Haya udah nikah aja :)

    Soal katering, waktu pernikahan tante saya, makanannya mengundang pujian dari para tamu undangan. Mereka bilang rasanya enak dan tanya pesan di mana? Ya, namanya orang senang habis dipuji, nyeploslah tuh nama vendornya. Hihih. Tapi emang enak beneran, kok, Mak. Dan pemilihan katering itu atas rekomendasi besannya eyang. Untung aja diikutin sarannya. Heheheh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Promosi" otomatis dari mulut ke mulut ya. :D

      Hapus
  4. Cikgu ayuuu bangeeettt...
    Dulu ada prosesi.berinai juga ga cikgu? Orang Arab n Aceh biasanya ada adat itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku berinai, tapi ga pakai acara khusus, Mun. :D

      Hapus
  5. waah cikgu cantek kalee...langsing pulak *dikeplak.. btw mirip banget sm Marini (sardi) zaman muda ya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahaha *Marini Sardi yang asli langsung keselek* Makasih ya, Ophi. Bawaannya jadi pengin nraktir, nih.

      Hapus
  6. makanannya enak, mak haya sampe sekrg tetep cntik ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mba Meutia hihihi. Doakan samara, ya.

      Hapus
  7. Happy belated wedding aniversary Haya dan suami :)
    Dengan segala keribetan itu, tetap keluarga memang nomor satu ya, nggak diikutin serba salah. Tapi tetap senang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Kak Indah. Betul. Jangan sampe terjadi huru-hara sebelum nikah. :))

      Hapus
  8. Dlu aku random aja milih vendor katringnya eh trnyata enak bgt.

    BalasHapus
  9. Pengantinnya Cantik Bingiiit :) Itu acara apa Mak yg rebutan kembang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mbaaa. :) Kalo ga salah, itu nama acaranya: santap nasi berhadap-hadapan.

      Hapus
  10. Balasan
    1. Ehm, kayaknya udah mau dekat. :D Dicatet ya siapa tahu Keenan butuh vendor penikahan. :D

      Hapus
  11. Kok bisa ya kepikiran .moto makanan yang disajikan dalam resepsi pernikahan. Padahal kan itu tahun 2002, belom gencar2nya sosmed.
    Saya ga punya foto makanan yang dihidangkan saat resepsi. Adanya foto orang yang lagi antri ambil makanan atau sedang menyantap makanan.
    Semoga makin samara ya keluarganya mbak Haya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw ini memang ada panitia dokumentasinya, Mba. Dokumentasi foto lengkap jadinya. Sampe papan bunga juga ada fotonya satu-satu. :)) Foto orang-orang yang lagi antre makanan juga ada. Tapi ga enak mau dipajang khawatir ada yang ga berkenan. :) Aamiin aamiin. Makasih doanya, Mba. :)

      Hapus
  12. Aku nggak ngenalin Mbak Haya yang pakai baju hijau. Kalau yang baju putih, ada miripnya dengan yang sekarang. Btw, baca ini kok, aku mikirnya malah ke anak. Suatu saat kita yang akan sibuk milih-milih vendor, ya. Bukan nggak mungkin saat itu tiba-tiba datang. Hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw "ada miripnya". :)))) Iya, mudah-mudahan ada umur kita sampe nanti anak-anak kita mau nikah ya, Nik. Aamiin.

      Hapus
  13. menunya enak banget mba, wah serasa membuka file di kayangan ya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan sembari dikelilingi bidadari gitu, ya.

      Hapus
  14. Membaca ini jadi ingat jaman dulu juga waktu acara pernikahan hihihihi.

    Menu makanan mba enak enak semua di foto :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita dong, Mba. Pengin tahu, nih. :)

      Hapus
  15. Beda banget mba Haya di foto ini ya. Seru ya acara pernikahannya. Segera meluncur ke Bridestory, buat referensi neh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda karena dulu 57 kg sekarang 75 kg, Lis hahahahaha.

      Hapus
  16. Ooh Mbak Haya ada keturunana arab, pantesan ada wajah-wajah timtengnya...

    BalasHapus
  17. Temanku pernah mengalami hal cukup tidak mengenakan dengan vendor pernikahan. Makananya basi donk mba -___- pihak vendor sih minta maaf sama keluarga temenku, tapi malunya itu lho. Padahal temenku itu wealthy family...

    Makanya harus cerdas2 pilih vendor pernikahan. Untung saja ada Bridestory ini ya.

    Oya aku pernah makan Zahra Turkish Ice Cream yg stand nya ada di Kokas. Atraksinya keren abis, bikin sport jantung juga haha. Eskrim cone nya gak tumpah ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, aku juga pernah datang ke resepsi yang makanannya basi, Zahra. >.< Vendor minta maaf, tapi nasi udah jadi bubur. Kalo di Bridestory insya Allah vendor berkualitas dan tepercaya. Soal es krim Turki, aku juga deg-degan setiap mereka atraksi. Mana mas mas es krimnya ganteng. *eh*

      Hapus
  18. Duuuhh rempong tapi asyik yaa.. manten nya tjantique

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan Mba didandani cakep sekali-sekali. :))

      Hapus
  19. Padahal sebelum klik bridestory udah niat mau nanya apakah mereka menyediakan mempelai. Eh, sudah dibahas aja di kalimat berikutnya. Ish. >.<
    *duda mana duda?*

    BalasHapus
  20. Ihh... lucu bngt mbak. Pas lamaran malah catin-nya yang ada semua. Xixi
    Foto2nya masih bagus ya mbak. Jd pengen denger cerita insiden bulu mata *lhogagalfokus *ganyambung :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, ini foto lama (yang edisi cuci cetak zaman jebot wkwkw), saya scan ulang di komputer supaya jelas. :)

      Hapus
  21. Pantesan mancung ya, keturunan Arab ternyata

    BalasHapus
  22. saya kalo baca review pernikahan suka pengen bikin resepsi deh jadinya. karena waktu nikah dulu bikin akad nikah sama makan pagi bersama aja. biatnya sih 3 bulan sejak akad mau bikin resepsi. tapi yah begitulah, sayanya males ngurusin. akhirnya dilupain aja rencana resepsinya. tapi pengen buat suatu hari, di anniversary yg ke berapa gitu pengen bikin garden party di bandung. bridestory yang bikinin hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin yang kayak nikahan Andien, cakep tuh, Lu. :D

      Hapus
  23. Jadi inget dulu nyiapin cuma dalam waktu 2 bulan aja cuma berduan aja sama ibu

    BalasHapus
  24. noted mba haya hehhe...
    btw salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Makasih dah mampir. :)

      Hapus
  25. Enak ya sekarang ada seperti bridestory ini, nggak seperti zaman kita dulu hehe. Jadi lebih praktis sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, sekarang tinggal klak klik di Bridestory aja, Mba.

      Hapus
  26. mbak hayaaaa pernahhh kurusssssssssss xD
    *gak sabar cerita bulu mata :D
    cantik mbak
    happy anniversary ya setengah bulan lalu langgenggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih, Cha. Ajarin aku pake bulu mataaa. :v

      Hapus
  27. mbak haya lagi nyanyi lagu apa tuh suaranya enak pasti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagu "Looking through the Eyes of Love". :D

      Hapus
  28. Haya, ditunggu cerita lanjutannya. Saya penasaran sama tragedi bulu mata itu. Karena kalau Haya punya cerita tragedi bulu mata, saya punya cerita tragedi alis hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahaha hayooo apa tuh Tragedi Alis? Siyap! Tungguin Tragedi Bulu Mata akhir Oktober, ya. :))

      Hapus
  29. Wah kalau sekarang mah 2 minggu sebelum acara harus udah lunas, jadi kalau mau complaint gak bisa motong budgetnya dia :(
    BTW cantik banget mbak!

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan