Sabtu, 26 September 2015

Sabtu Bersama Tokopedia

        (Ditemenin) Sabtu Bersama Bapak saya udah pernah. Sukses bikin banjir air mata karena haru. Nah, kalau Sabtu bersama Tokopedia seperti apa rasanya, ya? Alhamdulillah, saya mendapat undangan untuk ikutan office tour Tokopedia di Wisma 77 Tower 2, Jakarta Barat (19/9). Saya jadi member sejak pertama kali Blogger Perempuan berdiri, tapi belum pernah ikutan program Ngobrol Cantik. Kali ini saya enggak mau menyia-nyiakan kesempatan.  



        Teman-teman, tanpa kita sadari, sekarang ini kita sudah menjadi generasi e-commerce. Segala transaksi melibatkan internet, mulai dari bela beli sampai kirim uang ke sanak famili. Eits, jangan salah, generasi e-commerce bukan dari kalangan kinyis-kinyis yang penampakan kulit kencengnya sering “mengintimidasi” saya aja, lho. Kalangan ibuk-ibuk kayak kita juga. Betul enggak?

Ngomong-ngomong, ada yang udah pernah belanja di Tokopedia? Apa perbedaannya dengan e-commerce lain? Berikut macam-macam e-commerce.

1. Classified ads (iklan baris)
Classified ads ini pendek-pendek. Biasanya kita lihat di bagian belakang koran. Jual beli mobil, sepeda motor, rumah, dll. Sekarang ada juga classified ads di media online. Contoh: Olx (dunia dan Indonesia) dan Kaskus (Indonesia).

2. Online retail
Perbedaan classified ads dengan online retail adalah di online retail pembeli langsung berkomunikasi dengan pemilik platform. Contoh: Amazon.com dan ASOS.com (dunia). Fyi, Amazon.com adalah online retail terbesar di dunia. Contoh lain: Bhinneka.com, Blibli.com, dan Lazada (Indonesia).

3. Group Buy
Group Buy sistemnya mengiklankan produk dengan harga murah dalam jangka waktu tertentu. Formatnya berupa penjualan voucher diskon. Contoh: Groupon (dunia) dan Ogahrugi (Indonesia). Saya belum pernah coba belanja yang model begini. Kapan-kapan perlu dijajal kali, ye. Secara saya ibuk-ibuk penggemar berat kata “voucher” dan “diskonan”. :p

4. Online Marketplace
Online marketplace menyediakan platform dan transaksi pembayaran legal. Di sini berkumpullah duhai para penjual dan pembeli dari segenap penjuru. Ibarat “pasar tradisional” semua ada. Jelas beda, ya, sama online retail. Yang satu toko yang satu pasar. Contoh: Rakuten (dunia) dan Tokopedia (Indonesia).




“Misi Tokopedia adalah membuat Indonesia menjadi lebih baik melalui internet,” kata Joko Sumitro dari Tokopedia. Wah, niatnya mulia banget! Selama ini sering terjadi penipuan transaksi via internet. Lahir tahun 2009, Tokopedia berusaha mengikis masalah tersebut. Hmmm … saya pernah jadi korban penipuan online shop di Facebook. Dilihat di foto barangnya kece pas diterima bikin memble. Tokopedia juga ingin memperluas jangkauan penjualan produk. Jika selama ini produk A hanya bisa dibeli oleh orang Jakarta, misalnya, Tokopedia akan mengusahakan agar produk A bisa dijual sampai ke Papua. Selain itu, Tokopedia ingin menggalakkan penjualan brand lokal. Negeri kita punya potensi luar biasa. Brand lokal tidak kalah kualitasnya sama brand luar. Gileee … mungkin ada yang pernah dengar kalau knalpot Mercedes Benz diproduksi di Purbalingga? Atau, seragam serdadu Nato yang mendunia diproduksi di Solo? Iyes, Indonesia punya ituuu! Saya dukung misi Tokopedia!

Askar Juara dari Tokopedia memaparkan tentang pentingnya medsos bagi blogger. Mulanya medsos untuk bersosialisasi. Sekarang untuk bisnis. Tiga medsos utama yang perlu dioptimalkan adalah Facebook, Twitter, dan Instagram. Etika bermedsos antara lain, memberi apresiasi apa yang di-sharing teman dan beri komentar relevan. Jangan kecentilan spamming jualan enggak pada tempatnya. Saya langsung ingat IG artis-artis yang sering jadi korban spam online shop. Artisnya nyetatus menang award apa gitu, yang komen pada jualan obat cepat hamil, obat kutil, pegimana yang baca enggak ilfil. :p Mumpung lagi ada pakarnya, di sesi istirahat saya meminta Askar mengajari saya memakai Periscope. Udah beberapa bulan punya akunnya, tapi belum dipakai. Periscope hebring buat reportase live dari TKP.  Pelan-pelan pengin dimanfaatin, ah. ^^

Sesi refreshing ketika kami diajak halan-halan ke kantor Tokopedia divisi marketing di lantai 23. Udah pasti kami bukan naik pakai tangga ke atas sana haha! Surprais, melihat kantor Tokopedia divisi marketing ini saya kayak de javu main ke kantor Google Indonesia di Senayan, Jakarta Selatan. Ada ayunan, kursi gantung, kasur empuk. Wah! Konsepnya lebih kurang sama seperti Google Indonesia, yakni fun dan mengutamakan kenyamanan sumber daya manusianya. Staf yang sehat dan happy insya Allah kreatif! Bedanya, di Tokopedia nuansanya serba-hijau. Kesannya adem. Guess what, sebentar lagi bakal dibikin ruangan khusus untuk main games. Huaaa! Yang lagi bete atau buntu ide cocok tuh. Tapiii … kita ibuk-ibuk jangan ngimpi kerja di sini haha! Semua stafnya anak muda rata-rata umur 23 – 27 tahun. *langsung stres gigitin kuku* 







“Jarang-jarang, lho, Tokopedia bikin office tour kayak gini,” kata Askar saat mengajak kami melihat-lihat ruangan HRD. Wow, how lucky we are then!

          Satu yang paling menarik dari kantor Tokopedia di mata saya. Saya memperhatikan beberapa ruangan dikasih nama, contoh The Believers. Yeah, saya tahu, untuk memotivasi. Namun, kenapa ada ruangan yang diberi nama “Underdog”? Ternyata, artinya, Tokopedia diibaratkan perusahaan yang awalnya tidak diunggulkan. Anak bawanglah ceritanya. Meski begitu Tokopedia tetap berusaha meraih mimpi. Salah satunya, mimpi membawa Indonesia ke dunia internasional. Keren! ^^

Acara semakin meriah berkat games kekinian Human Bingo dan Eat Bulaga yang dipandu oleh Doni Nathaniel dari Tokopedia. Hadoh, maafkan saya, ya, yang rada gagap. Biasa main kasti dan tembak kelereng soalnya qiqiqi. Setelah makan siang, perut rada melar acara pun kelar.




Sabtu bersama Tokopedia sangat berkesan. Selain ilmu, pulangnya saya bawa gudibek dan hadiah dorpres hihi. Soal peluang? Hayuk, tunggu apa lagi! Ciptakan peluangmu sekarang! Seperti kata Kyle Chandler, “Opportunity does not knock, it presents itself when you beat down the door.” Agree? [] Haya Aliya Zaki


32 komentar:

  1. Dapat salam dari krupuk Mbak :))
    Btw, kantornya bikin betah yaaaa...

    BalasHapus
  2. Waaahhh kantornya nyaman bangeeett

    BalasHapus
  3. Pingin juga ke kantornya Tokopedia.. keren juga kantornya

    BalasHapus
  4. Acaranya seru, kantor Tokopedia nya cozy...asyik banget ya kemarin.....betah di sana dapat ilmu juga :D

    BalasHapus
  5. Agree! Super kece dalemannya tokped ya Mbak Haya. Dulu saya pikir tokped ini dari luar inovatornya. Eh ternyata startup Indonesia asli. Keren.

    BalasHapus
  6. Kece bangeeet kantornyaa.. mau kesana lagi deh :D

    BalasHapus
  7. Mbak Haya, gak nyangka aku dalamnya Tokopedia sekeren ini. Wah yang kerja apa gak pengen main-main terus yah?

    BalasHapus
  8. Bagus banget ya kantornya. Kapan bisa ke sana ya? *mupeng*

    BalasHapus
  9. waduhhh seru banget, mupenggg mau ke Toped, kantornya nyaman banget, kayanya lembur di sana juga gak bakalan cape deh

    BalasHapus
  10. wah kapan aku bisa ke kantornyanya yahh wkwkkw
    keren banget nih designnya serba hijau ciri khas banget..
    btw mkasih sudah berbagi, salam kenal
    sutopo blogger jogja

    BalasHapus
  11. Sumpah kantornya kece bingits Mbak Haya! Pengen deeh kerja di situ juga. Aku masih muda loh, baru 20. Tapi habis ini nikah. -_____-

    CokelatGosong.blogspot.com

    BalasHapus
  12. Wih mau dong diundang ke kantornya tokopedia :D

    BalasHapus
  13. udah sering mbak belanja di tokopedia hehehe. anak-anak kalau minta apa-apa nyuruh cari di tokopedia

    BalasHapus
  14. Kreatif dan keren.
    Salut buatTokopedia.
    Semoga selalu sukses.

    Nice sharing, Miii...

    BalasHapus
  15. ciptakan peluangmu, tagline yang bener-bener mengajak banget ya, kantornya betaaahin

    BalasHapus
  16. "Membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan Internet" ...mungkin karrna maraknya penipuan dan stigma negatif tentang internet...semoga hadirnya tokopedia membawa citra positif

    BalasHapus
  17. Nyaman ya Mbak kantornya, hijau ^^

    BalasHapus
  18. Aku juga enggak bisa ikutan kerja disitu deh kayaknya.. masih 17 tahun *kaboor

    BalasHapus
  19. keren banget tokopedia...nggak ikutan mimpi kerja disana deh....hihihi...#siapa juga yang ngajak

    BalasHapus
  20. tokopedia getol banget ya ngiklannya. dari yg soft sampe yg hard. di bandung angkot-angkotnya udah banyak yg badan angkotnya dicat ijo & dikasih nama tokopedia. Hwuidiiihh!

    BalasHapus
  21. Kantornya kece banget ya cikgu
    Salut sama tokopedia yang gencar menggandeng para blogger bakalan dicinta sama blogger lah ini dan bakalan makin beken ;)

    BalasHapus
  22. Suasananya nyaman dan didominasi warna yang seger ya, Mbak :)

    BalasHapus
  23. Hmmm... kapan yah nama saya terselip di dokumen Tokopedia trus dipanggil deh office tour juga, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga impiannya dapat terwujud.... :)

      Hapus
  24. Wah baru pertama kali baca mba kalau knalpot Mercedes Benz ada di Purbalingga, berarti knalpotnya produk Indonesia donk. Bangga saya mah.

    BalasHapus
  25. daku baru daftar seller toped ni mba haya, bismillah, ciptakan peluangku....:)

    BalasHapus
  26. wahhh. asyik bangeeet. Itu kereen ciin

    BalasHapus
  27. Hmmm model kantor perusaan TI di Indonesia sekarang banyak meniru model kantor perusahaan TI di luar negeri ya. Hmm emang sih kantor yang nyaman bisa ndukung agar bekerja lebih baik.

    BalasHapus
  28. Tokopedia memang inspiratif. mulai dari ide, tempat kantornya, dan gagasannya mendorong start up baru di Indonesia.

    BalasHapus
  29. Saya gag fokus bacanya, mbak, fotonya beneran bikin ngiri banget :")
    How lucky you are, mbak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan