Jumat, 04 September 2015

Ngobrol Seru dan Berkualitas tentang Teknologi UHT Bersama Tetra Pak


          Beberapa kejadian yang menimpa orang-orang di sekeliling saya membuat saya lebih selektif pilah pilih jenis minuman. Ada tetangga yang habitnya minum sirop (sehari bisa bergelas-gelas) sehingga memicu penyakit diabetes. Ada anak teman yang hobi jajan es warna-warni dan efeknya diare berat sampai masuk rumah sakit. Kasus lain, dari berita yang saya baca, sering minum minuman bersoda bisa menyebabkan keropos tulang. Masih banyak kejadian lainnya. Becermin dari semua itu, sehari-hari saya prefer memberikan air putih, jus, dan susu untuk anggota keluarga, terutama anak-anak.   
          Oiya, bicara soal susu, nih, Teman-teman pernah mendengar tentang susu UHT, kan? Atau, malah rutin nyetok di rumah? Jangankan anak-anak, saya aja doyan huehuehue. Cara minumnya praktis, tinggal sedot. Kemasannya travel friendly. Alhamdulillah, bulan lalu saya dan teman-teman mendapat kesempatan dari Tetra Pak dan Mommies Daily untuk visit factory ke pabrik Ultrajaya di Padalarang, Bandung Barat. Kami diajak membahas lebih dalam soal teknologi susu UHT.
Yuk, mari kita kemooon! Pukul tujuh pagi saya dan teman-teman udah pada kumpul di kantor Mommies Daily, Kemang, Jakarta (22/8). Boleh, kan, ibuk-ibuk dikasih cuti sehari buat jalan-jalan sekaligus tambah ilmu? Hihihi. Sekali-sekali urusan rumah dan anak full di-handle para bapake. Meski begitu, obrolan pagi kami di sana teteuuup enggak jauh-jauh dari urusan rumah dan anak! *pengsan*



         Saya, tuh, mikirnya kami bakal tidur sepanjang perjalanan Jakarta – Padalarang. Mana busnya nyaman dan adem. Ternyata, salah besar. Kami atit uyut tak berkesudahan akibat ulah MC yang ngocol! Di bus, MC menantang kami main games Tap n Grow. Yang skor nyampe 5000 dapat hadiah. Semalaman saya udah coba mainin duluan games-nya, tapi skor ogah naik dari 600. Kalah sama Faruq yang skornya 8000 hahaha! Nyerah dweeeh. Teman-teman jangan lupa instal games Tap n Grow di android atau iOS. Ada hadiah keren dari Tetra Pak untuk peserta dengan skor tertinggi setiap minggunya.

Pertanyaan MC yang paling hits, "Mommies, bulu mata saya masih on ga?"

Instal, ya! ^^

        Kira-kira tiga jam kemudian, kami sampai di pabrik Ultrajaya. Wuih, pabriknya gede! Senang banget disambut ramah sama tim dari Ultrajaya. Fyi, Tetra Pak itu suplier kemasan karton yang banyak dipakai oleh Ultrajaya. Ultrajaya merupakan customer pertama Tetra Pak. Begicu.

Here we are!
       Jessica Andrea (Quality Assurance Tetra Pak), memberi penjelasan soal pengawetan makanan. Sebagai orang yang doyan makan (hahaha!), saya paham betul kalau makanan mudah rusak. Bau dan rasanya gampang berubah. Biasanya kita melakukan bermacam acara untuk mengawetkan makanan, seperti fermentation (yoghurt), drying, smoking (pengasapan), curing (kornet dan sosis), salting (penggaraman, bukan salah tingkah, ye), sugaring (manisan), dan pickling (acar). Refrigeration (pendinginan) termasuk cara mengawetkan makanan. Namun, kelemahannya, sulit saat pendistribusian. Biayanya besar, Bok! Canning (pengalengan) juga memiliki kelemahan. Makanan dimasak di dalam botol kaca selama 30 menit pada suhu 121oC. Pemanasan suhu tinggi pada waktu yang cukup lama ini menyebabkan nutrisi makanan rusak. Duh!
       Bagaimana dengan pasteurisasi? Susu pasteurisasi berarti susu yang dipanaskan selama 30 menit pada suhu 63oC (di bawah titik didih air). Biasanya yang mati hanya bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit), tapi tidak demikian halnya bakteri pembusuk. Maka, susu pasteurisasi WAJIB disimpan di dalam kulkas (tidak boleh di suhu ruang) untuk mencegah serangan bakteri pembusuk.
Belakangan ditemukan teknologi aseptis, di mana produk disterilisasi sendiri dan kemasan disterilisasi sendiri (sterilisasi terpisah).  Sterilisasi produk berupa UHT (ultra high temperature) pemanasan selama 1 – 2 detik pada suhu tinggi 141oC. Wow! Pemanasan yang sangat amat singkat sekali ini tidak akan menyebabkan perubahan rasa pada produk (susu). Nutrisi? Amaaan. Bakteri patogen dan bakteri pembusuk wes tewas kabeh. Jadi, susu UHT tidak perlu ditambahkan pengawet dan tidak perlu disimpan di kulkas seperti susu pasteurisasi tadi. Fyi, masa simpan lebih lama, yakni 10 bulan (asal kemasan tidak bocor). Kecuali kalau susu sudah dibuka dan belum habis. Idealnya, susu harus dihabiskan paling lama dua jam setelah dibuka. Kalau belum habis, baru masukin ke kulkas. Eh, tapi, saya, sih, senangnya minum susu UHT dingin. Jadi, begitu beli, susu UHT-nya pasti saya masukin kulkas. :D

Karton Tetra Pak sebelum jadi kemasan susu UHT
Sterilisasi kemasan memakai larutan H2O2 (hidrogen peroksida) panas. Jangan khawatir, setelah sterilisasi, H2O2 akan diuapkan. Tidak ada zat kimia yang tertinggal. Semua sterilisasi dilakukan di aseptic zone. Kemasan susu UHT terdiri atas 6 lapisan. Bayangkan, 6 lapisan! Bahannya 74% kertas, 21% polietilen, dan 5% aluminium foil. Keenam lapisan berfungsi menjaga kelembapan, melindungi dari cahaya, dan mencegah masuknya oksigen (kalau ada oksigen, bakteri hidup). Kemasan sudah teruji mutunya secara internasional. Dan, satu lagi, HALAL.  



Tiba jualah waktunya halan-halan cantik dan terencana ke seantero pabrik bareng Pak M. Muhthasawwar (Plant Manager PT. Ultrajaya). Kami diminta memakai jas lab, penutup kepala, dan sepatu boots karet yang sudah disediakan. Sebelum masuk, kami harus cuci tangan pakai cairan antiseptik. Tujuannya untuk meminimalisir kuman. Beneran ya jadi inget PKL ke pabrik obat zaman masih kuliah Farmasi. Btw, semua prosedur dan peralatan di dalam ruang produksi maupun ruang pengepakan pabrik Ultrajaya sangat confidential, Teman-teman. Jadi, harap maklum kalau tidak ada satu pun foto selama kami di dalamnya, yaaa. ^^ Yang pasti, saya amazed banget karena di dalam pabrik tidak terdapat begitu banyak pegawai. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh mesin dan robot. Canggih!  

Berasa jadi mahasiswi PKL lagi (foto milik nunik99.wordpress.com)

Ruang produksi tampak dari luar

Saya bersama blogger solehah nan baik hatinya, Mba Nunik (foto milik Apikah)

         Akhirnya ... lumayan juga keliling pabrik seluas 12 hektar. Keringetan euy. Hitung-hitung olahraga! Setelah itu, kami bersukacita menuju Hotel Mason Pine untuk menonton demo masak chef Norman Ismail. Huaaa ...! Sudah tidak diragukan lagi sejagat raya gantengnya chef yang satu ini. Mohon tidak suuzon sama modus kami saat berangkat. Kami murni, kok, ingin belajar masakan ala chef. *kalem* Ceritanya chef membuat tiga resep, yakni Overnight Oats, Cabonara, dan Steak. Semuanya memakai bahan susu UHT. Mudah bikinnya. Yum
     Selesai nonton demo masak, kami ikutan lomba masak kelompok. Berhubung kelompok saya penginnya masakan Itali, saya jadi penggembira pasrah aja. Kami pakai resep Mba Dhiny dkk. Alhamdulillah, enggak sia-sia bantuin motong bawang dan nuang susu UHT thok wakakak. Kelompok kami keluar sebagai pemenang! Horeee!  

Pemandangan Hotel Mason Pine dari atas

Chef Norman Ismail *hilang fokus saiah saat demo masak*

Tim pemenang (foto milik Mba Dhiny)

          Makasih undangannya, Tetra Pak dan Mommies Daily! Acara yang menyenangkan dan sarat wawasan. Sebagai ibu, kami memang tidak boleh bosan mencari ilmu dan pengalaman. Resep-resepnya sekalian dipraktikkan di rumah untuk para kesayangan. ^^ [] Haya Aliya Zaki

24 komentar:

  1. ini deket rumah saudaraku, cuma bisa lihat dari luar, Allhamdulillah Mbak Haya bisa punya kesempatan berkunjung ya

    BalasHapus
  2. Mak..tadi di tipi juga ada ulasan tentang UHT ini. Ih, singkat bener ya hanya beberapa detik dah bisa dikonsumsi. Tapi ya itu tadi kalau dah kebuka nggak boleh disimpan lama2 ya Mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksimal tahan 2 jam setelah dibuka. Kecuali kalo dimasukin ke kulkas.

      Hapus
  3. wah berarti steril sekali ya.... jadi tenang kalo begitu... makasih infonya bun....

    BalasHapus
  4. itu chef lucuuu pisaaan hehehehe....asyik ya mak plant tour seperti ini.AKu pernah di Geneve, tapi pabrik keju dan coklaat...sumpaaah wanginya mantaaaap :)

    BalasHapus
  5. Semakin yakin deh konsumsi produk ini Mbak Haya. Info yang dibagi sama bloggers banyak banget dan dari berbagai angle. :D

    BalasHapus
  6. Baca ini saya jadi fokus sama Chef yang katanya cakep sejagat raya hihihi btw, ini membuktikan kalo UHt ngga bikin produk rusak dengan pemanasannya. Jadi yakin deh

    BalasHapus
  7. Wah asyik banget itu acaranya.... selamat ya kelompoknya jadi pemenang lomba masak Mak... hehehe
    Itu MCnya ribet amat ya ama bulmat hahaha.... seruuuu.... :D

    BalasHapus
  8. hadir kak, daku juga nyetok UHT di rumah hihi. Seru kali halan halannya \(^0^)/

    kak tanyain dong gimana cara ngolah sampah kotak susu, klo diloakin gak laku, akhirnya berujung di pembakaran sampah, sedangkan tutup kotak susunya daku kumpulin untuk buat buat DIY hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahuku kotaknya bisa didaur ulang, Zee. Info lebih lanjutnya coba tanya via Twitter @TetraPak_ID. :)

      Hapus
  9. Asyik bisa jalan2 ke Pabriknya eh. Dapat banyak pengetahuan pastinya ya, Mbak. Aku juga masih suka minim UHT. Kalau ke Indomareepp, suka ngambil beberapa. :D

    BalasHapus
  10. Sejak lulus ASI nadia cuma mau minum susu UHT cikgu san favoritnya ya ultra ini.. sampe sekarang aku klo beli ultra sekardus gitu la womg sehari bisa 2-4 kotak.

    BalasHapus
  11. Aku suka susu UHT nya Ultra Jaya, Mak.. palagi yang plain (emang seringnya beli yg ini sih), hehe.
    Eh btw, itu beneran MCnya bilang gitu? Trus emak2 yg lain pada ngecek bulu mata masing2 nggak? hehe... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka yang plain dan moka. :D Iya, MC-nya bilang gitu. Kami ya ngecek bulu mata dialah, bukan bulu mata kami wkwkwkw.

      Hapus
  12. Masak dilihatin chef ganteng begini bikin gagal fokus ngga siiii :)))

    BalasHapus
  13. Anak asuhan saya minumnya susu ini, Mbak
    Nyetok banyak :D

    BalasHapus
  14. hahahaha itu chef yang demo masaknya ganteng banget .. salah fokus bukan ke makanan nya malah ke yang masak :D

    BalasHapus
  15. Ini susu kesukaan anak saya Mak. Sejak 2 tahun minum ini. Habis lebaran sempat langka dan dikasi susu UHT merk lain eh nggak mau. Katanya nggak enak. Mau susu yang gambar moo (sapi), singa sama bear aja.

    BalasHapus
  16. Seru banget yaaa....tadinya cuma minum susunya sejak kecil sekarang bisa ngobok2 pabriknya. Keren :)

    BalasHapus
  17. LOH! baru tau pabriknya di Padalarang. Selama ini kirain saya pabriknya di Pangalengan :D Susu favorit saya nih, juga anak saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peternakan sapinya di Pangalengan. :)

      Hapus
  18. Ckckckc komen2 nyaaaah ?! Btw makasih ya baru mbaca

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan