Sabtu, 25 Juli 2015

[Nusantara Bertutur] Rara Si Laba-Laba

Cerita Rara Si Laba-Laba dimuat di Nusantara Bertutur, Kompas Klasika, tanggal 1 Februari 2015. Ide cerita muncul saat saya melihat hujan dan laba-laba waktu itu. Sekarang musim kemarau. Cerita ini saya masukkan di blog sebagai harapan hujan segera turun di Tangerang. *halaman rumah udah kering-kerontang euy* Cara pengiriman cerita bisa di baca di SINI, ya. Semoga bermanfaat. ^^



Suatu pagi di kawasan Hutan Sancang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Koko Katak memperkenalkan Rara si Laba-Laba kepada teman-temannya sesama katak, Tika, Anggi, dan Kiti. Namun, teman-teman Koko tidak menyambut ramah.
“Hiiiy ... tangan dan kaki teman barumu sangat banyak, Koko!” cetus Tika Katak nyaring.
“Mata kecilnya menyeramkan,” timpal Anggi Katak pelan.
Sementara itu, Kiti Katak hanya mencibir.
Ternyata, teman-teman Koko Katak tidak ada yang mau berteman dengan Rara si Laba-Laba. Beruntung, Koko punya banyak buku cerita. Rara jadi sedikit terhibur saat membaca buku-buku itu.
Kasihan Rara. Semoga dia tidak sedih lagi, gumam Koko dalam hati.
Beberapa hari kemudian. “Hei, Koko! Bangun! Sudah pagi!” Rara mengacak-acak selimut Koko. Koko gelagapan. 
“Hoaaahm ... ada apa?” Koko menguap lebar. Dia terduduk menahan kantuk. “Pukul berapa ini?”
“Selamat ulang tahun!” ucap Rara ceria. Dia menyerahkan kado kepada Koko.
“Wah, terima kasih! Dari mana kamu tahu kalau aku ulang tahun?” Koko tertawa seraya mengucek-ucek matanya. “Dan, kado ini ...?”
“Dua hari yang lalu, aku tidak sengaja mendengar teman-temanmu membicarakan ulang tahunmu,” cerita Rara. “Ayo, buka kadonya sekarang!”
Koko menyobek kertas kado hati-hati. “Baju hangat yang bagus! Terima kasih, Rara!” Koko melompat-lompat kesenangan.
“Aku merajutnya sendiri, menggunakan benang-benang yang keluar dari tubuhku. Sebentar lagi musim dingin tiba,” jelas Rara.
Koko tercenung. Diam-diam dia kagum dengan Rara. Rara sangat perhatian kepada Koko dan teman-teman, meski teman-teman yang lain belum bisa menerima Rara sebagai sahabat.
Sama seperti Koko, teman-teman Koko memuji baju hangat buatan Rara. Mereka juga ingin dibuatkan baju hangat oleh Rara.
“Mana mungkin Rara mau. Kita sering menghinanya,” keluh Tika Katak sambil membetulkan letak bandonya.
“Padahal, kita sangat membutuhkan baju hangat,” sambung Anggi Katak. Kiti Katak mengangguk.
“Teman-teman, lihat ini! Kejutan!” seru Rara tiba-tiba. Wow, Rara membuatkan baju hangat berpita untuk Tika Katak yang centil, baju hangat berwarna cokelat muda untuk Anggi Katak yang kalem, serta baju hangat berkerah untuk Kiti Katak yang selalu rapi dan wangi. Bahkan, Rara juga membuatkan topi, syal, sarung tangan, dan kaus kaki untuk mereka semua.
 “Maafkan kami, Rara!” Anggi Katak mendekap baju hangat miliknya. Bagi Anggi, mata kecil Rara tak lagi menyeramkan.
“Maafkan kami juga!” kata Tika Katak dan Kiti Katak, malu. Mereka menyalami Rara.

         Berkat baju hangat buatan Rara, Koko dan teman-teman dapat belajar dan bermain dengan nyaman selama musim dingin. [] Haya Aliya Zaki

13 komentar:

  1. Seru ceritanyaaa.....Sekar mau bikin cerita kayak Tante Haya katanya :D
    Eh iya ini Kemarau puanasnyaaaaa gak nahan

    BalasHapus
  2. wah menginpirasi bikin cernak nih :) mengikuti jejak cikgu Haya :)

    BalasHapus
  3. Aku selalu salut sama orang - orang yang bisa nulis cerita anak. Iya ya, aku berdoa semoga hujan segera turun. Udah panas banget hawannya gak betah hiks.

    BalasHapus
  4. Kebaikan melembutkan hati yang keras. Rara, laba2 yang baik hati. Nice story, Haya. Jakarta juga panas nih :(

    BalasHapus
  5. Pancoran juga belum ujan, Mak.

    Ah, ceritanya keren.

    BalasHapus
  6. ijin yaa mak, buat aku bacain ke Noofa.. :))

    BalasHapus
  7. Ide itu bisa datang dari mana saja dan dalam kesempatan apa pun ya Mbak Haya... ceritannya bagus.. Kalo beli Kompas Minggu yg dibaca duluan itu halaman TTS dan Nusantara Bertutur, hehe.. Bacanya bareng keponakanku Raffy yang sering minta dibacain ceritanya..

    BalasHapus
  8. Horeee.... Rara mau membuatkan baju yang hangat :)

    BalasHapus
  9. kapan musim dingin mampir ke Bekasi ya

    BalasHapus
  10. ceritanya asyiiik :)
    mudah-mudahan nular bisa dimuat di nusber Kompas Anak

    BalasHapus
  11. nanti kalau udah musim hujan, mau minta bikinin baju hangat ke Rara :)

    BalasHapus
  12. idenya kereeen...mau bacain ke Bo et Obi aaah :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan