Jumat, 03 Juli 2015

MedicTrust, Cara Baru dan Modern Menyimpan Rekam Medis


Untuk urusan simpan-menyimpan surat, sebenarnya saya termasuk telaten. Namun, pernah suatu ketika saya kehilangan dokumen kesehatan paru-paru Sulthan. Hadeuh, sampe keringat dingin mencari, enggak ketemu juga! Sebagai ibu, saya merasa bersalah karena abai untuk dokumen sepenting itu hiks! Nah, soal rekam medis ini, teman-teman saya punya pengalaman lain. Ada yang merasa ribet bawa-bawa seabrek surat-surat kesehatan ke rumah sakit. Risiko tercecer di jalan, katanya. Hm, benar juga, ya. Ada yang menangis tujuh hari tujuh malam karena semua rekam medis keluarganya hancur tersapu banjir. Ada yang kadang-kadang enggak sengaja kebuang. Seperti yang kita tahu, rekam medis sangat diperlukan karena berisi informasi riwayat kesehatan, termasuk obat-obatan yang pernah kita konsumsi. Rekam medis menjadi rujukan tim medis dalam mendiagnosis dan menentukan tindakan selanjutnya terhadap pasien.
 Alhamdulillah, masalah menyimpan rekam medis bisa berkurang berkat hadirnya MedicTrust. MedicTrust adalah aplikasi kesehatan untuk menyimpan rekam medis supaya dokumentasi lebih tertib dan bisa diakses kapan saja di mana saja. Bertempat di MidTown, Senayan, Jakarta (2/6), Katherina Tjin (Co-Founder MedictTrust) menyampaikan lebih jauh tentang MedicTrust. Hari gini mobilitas dan kesibukan semakin tinggi. Masyarakat urban butuh fasilitas yang memudahkan mereka beraktivitas, salah satunya fasilitas menyimpan rekam medis. MedicTrust hadir menjawab kebutuhan ini.

Katherina Tjin, Co-Founder MedicTrust
 
Launching MedicTrust *ada yang sadar kamera* :p

Sharing para pengguna MedicTrust

Cara memiliki MedicTrust gampang! Kita tinggal install MedicTrust di Google Play atau iOS Store. Gratis! Setelah itu, masukkan data dan nomor kontak kita. Jangan khawatir, semua data dijamin aman. Saya pilih sistem offline supaya bisa mengecek rekam medis meski smartphone sedang tidak tersambung internet. Selain nomor kontak kita, kita juga diminta memasukkan emergency contact. Bisa suami, keluarga, atau kerabat dekat lainnya. Emergency contact akan dihubungi jika terjadi hal-hal di luar dugaan. Untuk data-data kesehatan, kita tinggal potret surat-suratnya (termasuk foto rontgen!) dan nanti MedicTrust secara otomatis mengonversikannya ke aplikasi.  Waktu pengonversian bisa lebih dari sehari. Jadi, harap bersabar.




So, MedicTrust, aplikasi penyimpan rekam medis satu-satunya di Indonesia, memang efisien dan layak dipercaya (trust).  
 
Akun MedicTrust saya *please jangan terpaku sama angka berat badannya*



Upload foto hasil lab



Sesudah dikonversikan

Sekarang ini MedicTrust sudah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan praktik dokter di Jakarta Selatan. Meski begitu, saat sakit kita tetap butuh pemeriksaan fisik dari dokter. Kita tidak bisa mengirimkan begitu aja MedicTrust ke dokter, kemudian berharap dokter memberikan resep, tanpa bertemu muka. Harus diingat, MedicTrust hanya aplikasi penunjang. Menurut saya, aplikasi ini cocok banget untuk pasien yang sedang berobat intensif, seperti pasien kanker, pasien penyakit komplikasi, dll.
Oiya, mungkin Teman-teman bertanya, semakin lama bakal semakin banyak dong data yang kita simpan di MedicTrust? Apakah nanti tidak overload? Jawabannya: tidak! Jadi, jangan ragu jangan bimbang untuk memasukkan rekam medis Teman-teman sesering yang dibutuhkan. Mirip seperti Instagram, walaupun kita memasukkan foto atau video terus-menerus, Instagram kita enggak bakal overload kan? Sebaliknya, kalau aktif menggunakan MedicTrust, kita bakal mendapat poin. Reward-nya antara lain: member VIP.  Keuntungan member VIP, untuk satu akun MedicTrust, kita bisa memasukkan lima rekam medis anggota keluarga kita sekaligus. Asyiiik berarti saya bisa memasukkan rekam medis suami, Faruq, Sulthan, dan Shafiyya juga! 

Poin saya

            Berkat memiliki rekam medis dalam genggaman, secara tidak langsung saya jadi terpacu untuk menerapkan gaya hidup sehat. Misal, saya jadi ingat minum jus belimbing dan jus stroberi setelah cek kolesterol di MedicTrust, saya jadi ingat agar tidur cukup, dst. Tapi, enggak afdal rasanya kalau cuma install aplikasi MedicTrust. Silakan Teman-teman like fanpage Facebook dan follow Instagram MedicTrust. Saya senang mantengin ilustrasinya yang lucu-lucu. Banyak tip kesehatan di sana. Cara penyampaiannya ringan dan mudah dipahami.  ^^


Pastinya MedicTrust komit meningkatkan kualitas. Kalau Teman-teman punya saran fitur-fitur apa aja yang sebaiknya ada di MedicTrust, Teman-teman bisa komen di Facebook atau Instagram MedicTrust, lho. Beberapa waktu lalu sahabat saya, Shintaries, menyarankan agar MedicTrust menambah fitur Allergy (Alergi). Menurut Shinta, fitur Allergy dibutuhkan karena sebagian orang memiliki alergi terhadap obat, termasuk dirinya. Daripada kesulitan mengingat nama-nama obat tersebut, Shinta berharap bisa memasukkannya list-nya ke MedicTrust. Fitur Allergy menjadi petunjuk vital bagi dokter dalam meresepkan obat yang rasional untuk pasiennya. Nah, tidak sampai sebulan, MedicTrust mengabarkan melalui e-mail bahwa kini mereka sudah memiliki fitur Allergy. Keren!    
Insya Allah dalam waktu dekat saya akan kontrol kesehatan rahim ke dokter kandungan. Siap-siap sodorin MedicTrust saya ke dokter, deh. Teman-teman yang punya smartphone android dan iOS, jangan sampai ketinggalan untuk install aplikasi MedicTrust. Trust MedicTrust! Senangnya ya teknologi digital semakin memudahkan kita. Yuk, manfaatkan fasilitas terbaaaeeek ini! ^^ [] Haya Aliya Zaki

58 komentar:

  1. Dengan kecanggihan teknologi, sekarang apa pun menjadi serbamudah. Eh, omong-omong foto profilya keren banget! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahaha yang dikomentari malah foto profilnya. :)) *tutup muka*

      Hapus
    2. Wahahah sampai ditutup mukanya
      Saya bantu tutupin apa donk. Masa tutup panci sihhh

      Hapus
  2. Keren aplikasi kesehatan ini. Hanya aplod foto rekam medis langsung bisa dikonversi infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul. Tinggal install, Mba. :)

      Hapus
  3. Saya sepertinya perlu ini aplikasi medic trust ini cikgu,... *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat, Mak Nengnong. Rekam medis jadi ringkes bisa dibawa ke mana-mana. :)

      Hapus
  4. ihhh kece banget yang sadar kamera...
    *lost fokus sama yang pake pp kacamata item :P
    ahhaha

    aku belum oprek2 ini aplikasi...tak oprek2 lagi ah..lumayan kerecord semua ya
    btw, mb katherina ini cantik ya mbak suka liatnya pas kemaren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba Katherina cantik, ya. Masih muda lagi. Udah kepikiran aja bikin aplikasi sekeren ini. *pura-pura ga lihat komen sebelumnya* :p

      Hapus
    2. Wah kalau saya hadir di acara dan yang jadi keynote speakernya bening kaya gini, bisa jadi saya duduk paling depan

      Heihiehieie batal nda ya

      Hapus
  5. ternyata bisa nyimpen record kesehatan kita ya mbak. aku mau nyobain ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, install apps-nya di androidmu, Lid.

      Hapus
  6. g susah nyarinya kayak pakai kertas ntar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa sekarang apa-apa diusahain paperless ya.

      Hapus
  7. wah saya baru tau ada aplikasi begini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting banget ini, Say. Apalagi dirimu hobi jalan-jalan. Siapa tahu suatu waktu dibutuhkan.

      Hapus
  8. Wah...ada layanan baru ya Mbak seputar rekam medis..bahkan bisa diinstal di hape kita... Benar juga Mbak kalo bawa2 rekam medis hasil dari dokter seringkali lupo neroknya bahkan hilang tercecer.. akan menjadi masalah bila kita ingin konsul lagi ke dokternya.. Dulu itu aku byk sekali punya sahil rekam medis krn aku berpulu tahun melakukan pengobatan program punya anak..kebayang kan begitu byknya rekam medis milikku.. Aplikasinya juga keren ya krn fleksibel banget kita bisa menambahkan fitur yg kita inginkan kedalam list-nya... mksh ya Mbak sdh sharing di sini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gampang banget caranya, Mba. Selamat mencoba. Kembali kasih. :)

      Hapus
  9. Tapi...kan kebanyakan catatan medik kita ada di rumkit. Yg kita pegang paling cuma hasil lab sama foto rontgen aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rekam medis itu hak kita, Mba. Kita bisa minta hasil lab, foto rontgen, CT-scan, MRI, sampai kopian obat-obatan yang kita konsumsi dari pihak rumah sakit. Saya pernah membantu merawat ibu mertua yang kena kanker otak. Ibu mertua harus berobat di lebih dari satu rumah sakit karena beberapa tindakan medis hanya ada di rumah sakit tertentu. Juga saat minta second opinion dari rumah sakit satu dan rumah sakit lain. Kami selalu bawa semua rekam medis untuk ditunjukkan ke dokter. Jumlahnya banyak dan ribet bawanya. Nah, saya bersyukur sekarang ada MedicTrust yang membuat dokumentasi rekam medis lebih tertib dan ringkes. Demikian, Mba. :)

      Hapus
  10. Hebat ya sekarang ada Medictrust. Kudu punya nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan install, Nia. Caranya mudah banget.

      Hapus
  11. Baru tahu ada aplikasi ini mak Haya, makasih sharingnya yaa... :)

    BalasHapus
  12. baru tau soal ini, makasi infonya mba :)

    BalasHapus
  13. waah ini berguna banget

    BalasHapus
  14. saya antusias waktu ngikutin acara ini
    tapi, jujur aja, penyampaian materinya terlalu njelimet
    coz, pake bahasa medis, yang sebagian blogger -khususnya saya- kurang paham

    jadi, ketika pulang ya buyar deh :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh, tapi kalo baca postingan ini ga bingung, kan? :D Moga bisa ikut memanfaatkan aplikasi MedicTrust juga ya, Roel. :)

      Hapus
  15. Kaaak, kacamatanya keren. :D

    Bermanfaat sekali aplikasi ini. Saya coba download, ya. Nanti tak praktikkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. E-e-eee Idah jangan salah fokus hahaha. :p

      Hapus
  16. harus download aplikasinya nih... habis itu langsung mulai nyicil input datanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, aku juga masih cicil-cicil input data, nih.

      Hapus
  17. Baru tahu saya ada aplikasi ini Mba Haya, makin keren saja, semua bisa dikontrol hanya dalam genggeman saja, mantaps :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teknologi digital kita makin canggih aja ya, Wan.

      Hapus
  18. malahan saya engga tau ada aplikasi ini mba hehehe sekarang jadi tahu setelah berkunjung ke sini :)

    BalasHapus
  19. ouw, perlu nih secara usia terus bertambah dan makin banyak keluhan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! Silakan dicoba, Mba. Tinggal install. :)

      Hapus
  20. Wah.. informasi ini yang saya dan teman teman survivor perlukan untuk nyimpan data data medis kami mba. Makasih ya mba.. lgs mau coba nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, Mba. Dengan senang hati. Semoga bermanfaat buat teman-teman survivor. :)

      Hapus
  21. Wah... selama ini saya belum pernah sepeduli itu dengan rekam medis saya. Abis berobat apapun kalo sudha sembuh ya sudha buang semuanya.

    Ternyata penting juga ya? Terimakasih banyak sharenya sangat bermanfaat Mbak Haya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting, Ida. Apalagi kalau sedang berobat intensif.

      Hapus
  22. Semakin mudah aja ya, Mba dgn smart phone.
    Terimakasih, Mba infonya.

    BalasHapus
  23. penting nich buat saya yang masih pindah-pindah kemana-mana. Medic Trus enggak kudu bingung dengan tempat penyimpanan dan tumpukan-tumpukan dokumen ya Mba. Cocok nich buat saya yang baru MCU, ada amplop hasil MCU yang kudu disimpan tapi tempat sudah penuh dengan tumpukan dokumen. TF Medic trust

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bisa dicoba ini, As. Moga dokumen rekam medismu jadi lebih tertib dan praktis.

      Hapus
  24. Gimana dengan keamanan dan kerahasiaannya mak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah aman. Udah aku sebutkan di atas, Fan.

      Hapus
  25. Teknologi memang memudahkan banyak hal ya mba, Medic Trus ini, membuat kerja kita jadi simpel
    Coba unduh aplikasinya aah
    Makasih sharingnya mba

    BalasHapus
  26. saya termasuk yang kemana-mana masih suka bawa buku catatan kesehatan anak-anak, Mak. Kayaknya aplikasi ini bagus juga, ya. Jadinya gak perlu bawa buku lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo VIP bisa sekalian bikin akun buat anak-anak kita, Mak Myr. Besok-besok ga usah bawa buku lagi. Tinggal bawa MedicTrust.

      Hapus
  27. Terima kasih mbak Haya Aliya Zaki.
    Tulisannya sangat informatif sekali. Jadi tahu tentang bagaimana rekam medis ini

    BalasHapus
  28. yah mbak, saya baru tau ada aplikasi ini sekarang, coba tau dari dulu waktu saya punya 3 foto rontgen sejak beberapa tahun yg lalu, foto rontgen nya sudah saya buang habisnya besar makan tempat untuk nyimpan, tapi ini jadi masukan buat saya untuk menyimpan foto rontgen Alfi dan riwayat medis Alfi mbak

    BalasHapus
  29. Saya ucapkan terima kasih informasinya, semoga informasi yang Anda berikan bisa menjadi infomrasi yang bermanfaat dunia dan akhirat

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan