Jumat, 10 Juli 2015

Bukber Blogger Reporter Indonesia (BRID): Belajar Menjadi Blogger yang Profesional dan Beretika


        Kapan saya bergabung dengan komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRID)
Hmmm *elus-elus janggut* seingat saya, sih, sekitar akhir 2012. Ani Berta, sahabat saya, yang mengajak bergabung. Kebetulan Ani salah satu admin di BRID. Pertama kali ikut acara BRID (disponsori Indosat) di Museum Asmat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekitar Maret 2013. Yang paling saya ingat, di acara itu saya ikutan lomba twitpic dan sakseis membawa pulang hadiah kamera Sony. :))   
      
BRID dan Indosat ke Museum Asmat TMII
           
           Sebenarnya, dunia reportase bukan dunia yang asing bagi saya. Sejak 1990-an saya rutin menulis reportase untuk sebuah harian lokal di Medan. Senangnya, ketika menjadi blogger, saya nemu BRID, wadah yang pas dengan pekerjaan yang telah saya jalani bertahun-tahun. 
 
Di BRID saya belajar banyak hal positif. Yang utama, jika kita diundang sebagai blogger, bersikaplah sebagai blogger. Tulis reportase acara. Bukan runtang-runtung datang untuk makan gratisan atau sekadar pecicilan numpang ngobrol sama teman. Pihak brand yang mengundang pastinya punya kepentingan. Apa kepentingan mereka? Mereka menginginkan kita menyampaikan event, campaign, atau misi mereka melalui blog dan media sosial. Komit menulis reportase, buah manisnya berdampak pada komunitas dan diri kita sendiri. Kepercayaan, networking, dan peluang akan merapat. Saya pribadi, minimal livet tweet acara, deh. Tapi, kalau undangannya via BRID, teteuuup wajib bikin reportase. :))  
Selain aturan tadi, Founder BRID, Mas Hazmi Srondol, dan para admin menerapkan aturan tidak boleh ujug-ujug datang ke acara tanpa daftar ke admin (enggak etis dan paling rempong nanti urusan konsumsi), tidak boleh cancel mendadak tanpa pemberitahuan atau alasan yang jelas (kasihan dong blogger yang waiting list undangan), tidak boleh mention teman di thread undangan (supaya fair, kan kasihan kalau yang enggak kena mention), dan kudu pakai short code “[ASK], [SHARE], [INFO], atau [IDE] kalau hendak berbagi kabar di grup Facebook. Short code ini untuk memudahkan admin dan anggota mengetahui maksud dari blogger yang berbagi kabar tersebut. Sounds ribet? Awalnya mungkin iya. Bikin hati kembat kembut gimana, gitu. Tapi, di mana pun, peraturan dibuat justru untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Setuju, Teman-teman? Yang bikin saya salut, peraturan di BRID bukan tinggal peraturan. Admin dan semua anggota konsisten menjalankannya. Kalau tidak? Caaaooo! Caaaooo! Caaaooo! :p  Kadang-kadang miskom di grup, sih, lumrah, apalagi sama admin Mas Ahmed Tsar Blenzinky. Secara, bejibun banget anggota BRID yang diurusin Mas Ahmed hehehe.
        Itu tadi sekelumit cerita saya bergabung bersama BRID. Selasa (6/7) BRID mengundang anggotanya untuk menghadiri acara buka bersama (bukber) di Warung Daun, Cikini, Jakarta. Saya sudah mendaftar, tapi giliran mau berangkat … toeeeng! Bus Ciledug – Senen enggak nongol-nongol. Satu jam lebih menunggu, saya menghubungi Ani. Rasanya pengin batal berangkat aja huhuhu. Beginilah nasib punya nyali perantau yang enggak paham-paham daerah Jabodetabek. Ani menyarankan naik bus lain walaupun beberapa kali sambung. “Enggak enak sama yang waiting list, Haya. Usahakan datang, ya,” kata Ani. Saya terdiam. Ani kembali mengingatkan komitmen itu. Alhamdulillah, dengan kekuatan bulan akhirnya saya sampai. BISAAA! 

Celpih sambil menunggu bus

            Di TKP, mata saya berbinar melihat teman-teman blogger yang hadir. Rasanya belum pernah melihat mereka sekomplet ini! Ada Mas Dede Riyanto, penulis di koran Suara Merdeka dan blogger; Mba Novia Syahidah yang kondang dengan novel Putri Kejawen-nya sekaligus Founder Blogger Muslimah; Ipan Setiawan, blogger asal Garut; dll. Ada Mba Amy Atmanto juga! Beliau adalah Best Indonesian Designer 2010. Saya tahu desain baju-baju beliau yang khas dengan taburan permata. Pejabat dan selebritas pelanggan tetapnya. Berikut quote Mba Amy yang terkenal. Sukak! 
 “Tidak ada wanita yang tidak cantik. Yang ada hanyalah wanita yang tidak tahu cara membuat dirinya menjadi cantik.” – Amy Atmanto

Ini baru 1 meja, masih ada meja-meja lain (foto milik: Hazmi Srondol)

Acara diawali pembukaan dari MC, Pak Ulish Anwar, dan testimoni beberapa anggota BRID, termasuk saya. Cerita detailnya ada di video Mas Hazmi, ya. *tutup muka pake serbet* Sayang, admin favorit, Ahmed, berhalangan hadir. Kalau enggak, pasti pada antre yang minta wefie bareng. 


Mas Hazmi Srondol, Founder BRID



           Mas Hazmi menyampaikan kata sambutan seputar dunia blogging. Apa itu blogger sejati dengan segala platformnya. Dari beliau, saya tahu kalau Indosat adalah operator pertama yang bikin kita bisa internetan melalui hape! Bapak Indar Atmanto berperan besar dalam perkembangan dunia internet. Selain untuk silaturahim, acara bukber BRID sekalian untuk mendoakan yang terbaik bagi Bapak Indar. Menyambung kalimat Mas Hazmi, dengan segala kerendahan hati Mba Amy ikut meminta kesediaan teman-teman BRID mendoakan Bapak Indar. Oiya, Teman-teman juga bisa membantu dengan cara menandatangani petisi di www.bebaskanIA.tk
Terakhir, Kang Arul a.k.a Dosen Galau gagah perkasa maju memberi kultum. Asli, tausiyahnya enggak bikin galau mupeng nasi uduk dan jengkol! Beliau memaparkan arti singkatan “BRID” ala beliau, yakni Brave (berani), Respect (menghargai karya orang lain), Inspirative (membuat konten yang menggerakkan pembaca ke arah positif), dan Development (mau terus belajar). “Tidak mudah menjadi blogger yang profesional. Tidak mudah, tapi kita pasti bisa. Blogger bisa menjadi profesi,” tegas Kang Arul. Siyap grak!

Kang Arul

     Tidak kami sangka-sangka, Ibu Yenny Wahid muncul di tengah acara. Huaaa … setelah Mba Amy, sekarang Ibu Yenny? Siapa yang enggak tahu seorang Yenny Wahid? Kang Arul sontak kami cuekin bwahahaha!  *emang enak, Kang* Mba Amy Atmanto dan Ibu Yenny Wahid adalah sosok-sosok beken penganut ilmu padi. Semakin berisi semakin merunduk. Mereka sama sekali tidak sungkan bergabung dengan para blogger. Mba Amy dan Ibu Yenny jalan-jalan menyambangi satu per satu meja kami. Terima kasih kepada BRID dan Indosat yang sudah mempertemukan kami! Benar-benar bukber yang akrab dan hangat. 

Sate kambing batibul, menu kesukaan saya di Warung Daun

       Baidewei, tausiyah Kang Arul tadi mengingatkan saya akan kasus copas yang pernah menimpa saya. Waktu itu, tanpa saya colek atau apa, admin BRID menginboks saya dan bertanya, “Mba Haya, boleh kami tahu siapa copaser itu? Adakah dia di komunitas BRID? Kalau iya, apakah kami bisa mengecek kebenaran cerita Mba Haya terlebih dahulu sebelum kami mengambil tindakan?” Terus terang, saya terkesan, ya. Terbukti respect (menghargai hasil karya orang lain) mereka junjung tinggi-tinggi. Perhatian BRID merupakan pertanda mereka peduli dengan kualitas anggota di komunitas mereka. 

Wefie bareng Mba Amy Atmanto

#BukberBRID (foto milik: Ani Berta)
            Lebih dari tiga tahun saya bergabung dengan BRID dan alhamdulillah tambah betah. Kalau kata pepatah, carilah teman yang membuatmu berkembang dan menjadi lebih baik. Insya Allah admin dan anggota di komunitas BRID demikian adanya. Minat bergabung? Cek grup Facebook Blogger Reporter ID. Selamat belajar menjadi blogger yang profesional dan beretika! ^^ [] Haya Aliya Zaki

38 komentar:

  1. BRID itu emang komunitas yg luar biasa ya Mbak Haya. Sekalipun saya jarang ikut kopdar, ya tetap merasa bagian dari keluarga. Mungkin para founder dan adminnya yang baek-baek itu kali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Admin WB juga baek-baek. Aku juga betah di WB. :D

      Hapus
  2. Mantap sekali reportasenya.... foto yg kmrn ga dimasukin mba? Hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maluuuuw hahaha. Kebanyakan foto narsis ntar. Btw, makasih fotonya, ya. :v

      Hapus
  3. Bahagia dan beruntung rasanya gabung dengan komunitas sepassion. Saya pernah ketemu sekali sama Mas Hazmi Srondol di suatu acara. Waktu itu saya blm aktif ngeblog. Coba kalau udah ngeblog, pasti Mas Hazminya udah taktodong macem-macem hahaha...

    BalasHapus
  4. Maakkk hayaaaa... aku jg makin cinta sama brid nih. Bikin saya yg gk tau apa2 soal etika nge blog jd tau banget dan disiplinnya ituuuuu mantapppp. Sayang gk sempet dateng krn hana gk ada yg jagain pdhl pengen bgt. Semoga pas halal bihalal bisa ikutan dehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul. Disiplinnya hebring, ya. Kemarin tuh full house banget, Fie. Khawatir anak-anak juga ga nyaman. Next ada halalbihalal BRID. Moga bisa ikutan. :)

      Hapus
  5. Gue CAAOOOO ajaa dehh *telatttt wkwkwk
    Komunitas blogger paling keren deh BRID ini ^^b

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak pasti macet di Brother Land (Tanah Abang). *asal nebak* Embyer BRID memang keren.

      Hapus
  6. Ya ampun, aku lupa foto bareng Mbak Amy! Wah, kapan ketemu lagi, ya...

    BalasHapus
  7. Acara seperti ini tentu sangat bermanfaat.
    Selain silaturahmi juga bisa menyerap ilmu, syokur jika ada hidangan yang bergizi.
    Mantap Jeng
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ilmu, silaturahim, hidangan, komplet semuanya, Pakde. Makasih udah mampir.

      Hapus
  8. dan yang jelas BRID bikin kita lebih rajin untuk nulis blog biar ngga numpuk PR nya. hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak mati gaya ga bisa nunda peer. :p

      Hapus
  9. entah kenapa, baca artikel ini kok jadi konsentrasi ke foto Sate kambing batibul :)
    *gagal fokus *hus, puasa-puasa

    #eaaaa

    BalasHapus
  10. setuju ,....salah satu bentuk profesional seorang blogger kontennya bukan copas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba. Blogger kudu punya integritas, ya.

      Hapus
  11. BRID luaaaarrrr biyasaaa!
    Awal2 emang mas Ahmed Tsar ini kenapa siiik, "ganggu" banget hahaha. Tapiii, makin ke sini, saya malah sukaaa dengan beragam T&C yang ada di BRID.

    BalasHapus
  12. Aih,seru banget acaranya mak...pingin bangettt dapet undangan sebagai blogger gitu diacara2,tapi sayang di pelosok hehehe. Sekali pernah,itupun diundang individu karena dia tahunya saya sendiri blogger yg ada di Siak hehhe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting tetap ngeblog ya, Mak. Aku suka baca postingan-postinganmu. Cemungudh! Moga suatu saat kita bisa ketemu, ya. Aamiin.

      Hapus
  13. ada foto seplih nunggu bus, tau gitu aku foto candid pas malam nunggu jemputan ya mbak :)
    Masu brid buat mbak haya sih emang udah bidangnyanya tulis menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iiii kenapa dikau ga jadi kendid akoooh. *lho?* Wakakak.

      Hapus
  14. untung pas mbak haya ngomong "cao" kerekam. Videonya jadi lebih hidup dan kocak ama gaya mbak haya. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiakakakak bisa aja ini admin BRID pada. :))

      Hapus
  15. Alhamdulillaah Pricess Frozen sampai alamat tujuan juga, ya. :D
    Iyeees, semoga saya bisa menjadi Blogger profesional. *cieeee* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, kalo Idah mah udah khataaam. :D

      Hapus
  16. Tante Hayaaa, foto paling ataaaas kiyut banget. masih tirus ^^ *dijitak pake mukenah*
    nexttime, adik mau selfieee ah sama kamyu :)

    BalasHapus
  17. Selalu suka sama tulisan Mbak Haya. Btw galau mupeng pengin nasi uduk plus jengkol piye ya rasane? :D

    BalasHapus
  18. bukbernya akrab banget ya mbaa, aku baru gabung di BRid dan memang seru, kemarin pas acara safir senduk akhirnya bisa ketemu pentolan2 BRid hihihi...

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan