Rabu, 29 April 2015

Blogger Harus Melek Hukum



Pastinya masih jelas dalam ingatan kita akan kasus Prita Mulyasari yang terjerat hukum gara-gara mengirim e-mail berisi pelayanan buruk sebuah rumah sakit. Betul apa betul? Prita dituduh melanggar UU ITE dan mencemarkan nama baik. Mendadak netizen parno berjamaah waktu itu, tidak terkecuali saya hehehe. Jadi mikir-mikir banget kalau mau berpendapat dan berekspresi. Berawal dari e-mail komplain, buntutnya ke pengadilan. Duh, siapa yang mau?

Semenjak kasus Prita muncul, saya jadi lumayan tertarik memperhatikan kasus-kasus hukum di medsos. Beneran pengin tambah wawasan. Soalnya pekerjaan hari-hari saya, kan, berkutat di medsos. Belakangan muncul kasus Florence yang dituntut hukuman kurungan 6 bulan penjara karena menghina warga Yogyakarta melalui Path. Siapa sangka status Path Florence menyebar luas ke publik, padahal jumlah pertemanan di Path terbilang sangat terbatas? Kasus ini membuat saya lebih mawas diri.

Status saya di Facebook yang tentang copas (copy paste) beberapa bulan terakhir ini mungkin masih aja berasa anget-anget kuku di antara teman-teman. *geer, ih, sok diperhatiin* Seorang blogger (selanjutnya saya sebut Copaser) copas live tweet saya dan beberapa teman. Ditegur baik-baik di lapangan, eh, besok-besoknya malah postingan materi saya di doc grup Fun Blogging yang di-copas. Ditegur baik-baik lagi, tetap tidak ada permintaan maaf secara tulus, permintaan maaf yang diiringi komitmen tidak mengulangi perbuatan copas tersebut. Malah Facebook dan Twitter saya diblokirnya hingga sekarang. Fyi, “copas/plagiat” berbeda dengan “terinspirasi” dan “mengutip”. “Copas/plagiat” berarti memasukkan kalimat per kalimat persis sama dari artikel orang lain ke artikel yang diakui milik sendiri. Kalau “terinspirasi” bisa jadi benang merah tulisan sama, tapi kalimatnya tidak. Kalau “mengutip” bisa jadi kalimat persis sama, tapi blogger mencantumkan sumbernya. Hanya, saran saya, kalimat yang dikutip sebaiknya diolah lagi dengan kalimat sendiri. Kreatif dikit, gitu. Mengutipnya juga jangan sampai segambreng-gambreng. :p

Sebagian orang berkata, “Ikhlaskan saja. Anggap jadi amal.” Maaf, bukannya tak mau beramal (saya yakin masih baaanyak cara lain untuk beramal hehehe), tapi seandainya dibiarkan, kelakuan Copaser ini akan menjadi preseden buruk untuk blogger lain. Paling tidak, di lingkup kecil pertemanan saya. Bayangkan, hal yang salah lama-lama dianggap lumrah. Bahaya, kan? Lahirlah blogger-blogger lancung berikutnya. Apalagi, copas ini dilakukan dengan tujuan mengambil keuntungan. Copaser copas live tweet, copas postingan blog, dan mencuri foto untuk lomba. Berkali-kali copas, berkali-kali pula dia menang lomba. Teman-teman blogger yang di-copas postingannya hanya bisa mengelus dada *bukan dadanya yang dielus, ya* dan segan menegur. Sementara, Copaser melenggang kangkung tanpa merasa bersalah copas lagi dan copas lagi. Analogi sederhana saya seperti ini. Saya dan teman-teman blogger tinggal bertetangga dengan Copaser. Saya dan teman-teman blogger bercocok tanam sayur di pekarangan rumah. Begitu sayur-sayur kami bersemi, Copaser dengan seenaknya mencuri, kemudian menjualnya ke pasar. Demikian terus-menerus. Ini sangat meresahkan, menurut hemat saya. Lebih dari itu, perbuatan copas jelas melanggar undang-undang hak cipta dan sudah memasuki ranah cyber crime

Di Indonesia, kasus copas jarang dipermasalahkan, boro-boro dibawa ke meja hijau. Maka, saya mengambil tindakan social punishment saja. Bismillah, saya mengangkat kasus ini ke medsos. Minimal Copaser merasa malu dan berhenti ”merecoki” saya dan teman-teman blogger dengan aksi copas-nya yang aduhai. So, saya mengangkat kasus ini ke medsos bukan tanpa pertimbangan, bukan pula karena faktor gegabah atau sekadar marah-marah. Please, deh, ah. Insya Allah saya tidak secetek itu. :p Silakan Teman-teman cek timeline medsos saya. Saya rasa, saya amat sangat jarang sekali menggunakan medsos untuk galau nyinyir nyindir, apalagi marah-marah. 

Saya salut dengan sikap Anggito Abimanyu yang berbesar hati mengakui plagiarisme yang beliau lakukan dan memilih konsekuensi berhenti sebagai dosen UGM. Di luar negeri, kasus copas merupakan persoalan besar. Klavdija Markez mundur sebagai Menteri Pendidikan Slovenia karena tesisnya untuk meraih gelar Master ketahuan plagiat. Dua editor New York Times malu luar biasa dan keluar dari perusahaan karena wartawan mereka ketahuan plagiat berita reportase serangan ke Irak. Drake, rapper Kanada, harus membayar Rp1,1 miliar karena ketahuan meng-copas lirik lagu karya rapper 4-Tay. Betapa berharganya arti sebuah hak cipta.

Kesimpulan saya, blogger harus melek hukum. Di dunia maya, ada rambu-rambu yang tidak boleh diterabas. Di sisi lain, kalau kita buta hukum, kita bakal gampang dipermainkan orang. Beruntung saya mengenal Hukumpedia dan Hukum Online melalui undangan kakanda Anggara Suwahju dan adinda Pista Simamora di Indonesia Jentera School of Law, Jakarta (21/4). Teman-teman blogger pasti udah tahu, dong, beliau-beliau ini? “Bau-bau” hukumnya udah kecium, ya? Wkwkwkw. Menurut Anggara, orang-orang emoh berurusan dengan hukum karena terkesan ribet dan prosesnya berbelit-belit. Bahasa hukum juga masih menjadi “bahasa dewa” yang sulit dimengerti awam. Untuk itulah, Hukumpedia dan Hukum Online hadir. 

Anggara Suwahju *maaaaf, ga sengaja motret perut tampak samping hihihi* 

Pista Simamora

Hukumpedia dan Hukum Online memberikan fasilitas lalu lintas informasi segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum dengan “bahasa yang ramah”. Jangan khawatir, informasinya tidak bersifat searah dan statis. Kita semua bisa terlibat untuk berkontribusi. Oiya, ada layanan Klinik Hukum juga, lho! Kita boleh tanya jawab tentang kasus-kasus hukum. Mudah-mudahan ketemu solusi. Baidewei, besok tanggal 30 April 2015 ada tanya jawab topik Ketenagakerjaan di Klinik Hukum. Yuk, dimanfaatkan! Catat tanggalnya, ya! Apa dan bagaimana Hukumpedia dan Hukum Online akan saya bahas lebih detail dalam postingan saya besok. See youuu! ^^ [] Haya Aliya Zaki

34 komentar:

  1. Setuju! Copy paste emang nggak boleh sembarangan. Banyak yg dirugikan dan emang kudu dikasih hukuman yg setimpal. Baik itu hukuman pidana atau hukum adat dengan bikin mereka malu semalu - malunya.

    BalasHapus
  2. wah keren ini acaranya, di Jakarta sajakah? Atau nantinya ada planning keliling kota Indonesia? :)
    hargailah orang lain jika kamu ingin dihargai ya mak.... #sikap

    BalasHapus
  3. Kreatif dikit lah klo mo ngopi ngopi krna terinspirasi ya kak :)

    BalasHapus
  4. Siap cikgu, akan jadi pembelajaran yang sangat berharga nih soal kasus belakangan :)

    BalasHapus
  5. hukum pedia dan hukum online memang lebih membumi, tidak kaku seperti bahas legal pada umumnya. keduanya jg mencoba menjangkau masyarakat umum yg biasa malesss sm yang berbau hukum hehehe.
    itulah mengapa sy suka setengah hati klo mau nulis soal hukum. kayaknya kurang menarik hikss. walopun org legal tak selalu kaku lhoo *benerin jilbab* - pembelaan wkwkwkw,

    BalasHapus
  6. Hukuman yang pantas untuk peng-copas memang yang langsung keliatan dan terasa begitu, ya, Mbak. Biar jera, juga yang lain pada melek. :)))

    BalasHapus
  7. Kebanyakan orang yang enggan berurusan dengan hukum tapi selalu ada social punishment buat yang melanggar hukum. Tapi kadang orang itu juga gak sadar mbak kalua dia sudah di hukum di masyarakat. Adalah cerita lain soal ini

    BalasHapus
  8. Tentang pelaporan kejadian copas bisa dilayangkan ke pihak panitia penyelenggara. Jika panitia berpikir netral, maka keputusan pemenang bisa dicabut karena adanya laporan yang valid.

    BalasHapus
  9. Setujus ekali mbak, setidaknya kita mengerti sedikit-sdikit lah

    BalasHapus
  10. Yg kasus itu ya mbak? Kadang ada yg mengira hanya status galau ya mbak, padahal pasti ada pertimbangan sebelum push button.

    BalasHapus
  11. kadang copy paste dianggap hal sepele ya mbk

    BalasHapus
  12. Semoga social punishment nya berhasil bikin si copaser jera ya kak dan ga ngulangin perbuatannya lg.nyebelin emang org yg hoby copas itu..tulisan itu kan buah pemikiran kita....ide kita... enak aja diakui tulisan dia.
    Semoga hukum di indonesia lebih tegas lagi utk masaĺah ini

    BalasHapus
  13. Makasih infonya mbak Haya. Bermanfaat sekali buat saya :D

    BalasHapus
  14. Iya sih bener juga ya. Blogger suka atau tidak suka memang kudu melek hukum ya. Apalagi mengingat 'diluar sana' banyak copaser2 nakal.

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah saya selalu mencantumkan sumber jika copas, mengutip, atau terinspirasi, hihihi.. Ayo melek hukum! :)

    BalasHapus
  16. Kemarin-kemarin prihatin dengan kejadian yang Mbak Haya alami, tapi setelah karya saya juga ditiru, baru tau rasa sakitnya! :(

    BalasHapus
  17. Dicopas itu sakitttt, sakitttt bangettt. :'(

    BalasHapus
  18. kalau semua ulah copaser dianggap harus diikhlaskan, rasanya gimanaaa... *Gak rela*

    BalasHapus
  19. Terima kasih sharing nya mba, jadi pengingat nih etika mengcopas tulisan orang lain...

    BalasHapus
  20. Sejauh ini saya insya Allah selalu berusaha utk mencantumkan sumber referensi dalam setiap tulisan. Meski kadang-kadang ada yg lupa juga sih hihi... Tapi tidak copas itu wajib hukumnya. Klo gambar kadang nyomot di google, tapi tetap disertai link sumbernya.

    BalasHapus
  21. Penting nih! tulisan "belum" bagus dan belum pernah menang lomba GPP dah asal nggak copas. Daripada hadianya nggak berkah :) Thanks sudah share mbak Haya :) Harus melek!

    BalasHapus
  22. Mbak Haya, dulu copy paste puisi-puisi bagus sering aku lakukan. Tapi, sejak mulai menulis, rasanya kok hambar kalo copy paste orang lain. Tulisanku seperti nggak punya nyawa. Terima kasih banyak mbak ilmunya :)

    BalasHapus
  23. Biar pun jelek Skripsi ama Thesis aku, yang penting ngga kopas. Miris banget para kalangan terpelajar juga melakukan copas kaya gitu :(

    BalasHapus
  24. Materinya bagus mbak, buat bahan renungan semua, sukses jangan sampai merugikan orang lain

    BalasHapus
  25. Baru tahu kalo netizen jg harus melek hukum. Nice info Mak. Semoga kita termasuk yg menghargai karya diri sendiri dan karya orang lain ^_^

    BalasHapus
  26. Saya memang termasuk orang yg gak suka NGOPI, lebih suka nge-TEH, pasca berhenti jadi perokok berat. Loh gak nyambung ya? hehehe....OK, tulisannya menarik, ditulis oleh seorang penulis, sekali lagi PENULIS, yang kebetulan sering dikopas tulisannya hahaha......semangat mbak Waya....

    BalasHapus
  27. Melek hukum wajib buat blogger soalnya blogger rentan dengan aktivitas2 hukum. Biar gak berisiko dengan hak cipta tulisan, gambar dan lain-lain.
    Ulasan dan info bermanfaat Sist. Thanks :)

    BalasHapus
  28. Yups, seluruh masyarakat wajib melek hukum, termasuk bloger, karena tak ada aktifitas yang terpisah dari hukum

    BalasHapus
  29. Yang nyuruh ikhlas sambil anggap beramal mungkin ngga tau kek mana sakitnya ide kreatif kita dibajak orang, Kak.. :( Dulu pun aku pernah jadi korban copas jugak.. :(

    BalasHapus
  30. hai mbak. salam kenal ya. Emang nyesek banget kalau tulisan kita hasil dari pikiran diri kita sendiri trus ujug-ujug di copy orang. Mungkin mbak bisa daftar DMCA aja mbak. kalau ada yang ketemu ngopy artikel mbak, laporan aja ke google nya. kalau si plagiator itu tetep mbandel kan si google bisa banned website nya dan gak akan bisa tampil lagi selama-lamanya.

    BalasHapus
  31. Copas bukan sesuatu yang 'kecil' karena konsekuensinya besar..harus diperangi sejak dini..btw, hukumpedia bisa jadi referensi bagus..

    BalasHapus
  32. Mau bertanya. "saya menulis sebuah blog yang berisikan perihal panduan, info ataupun tips sebuah destinasi wisata. didalamnya dituangkan dengan gamblang mengenai segi positif dan negatif yang dimiliki destinasi wisata ini. apakah ini melanggar hukum atau dianggap merugikan terhadap pihak2 terkait didalamnya? "

    pernah satu ketika saya coba mengulas satu destinasi wisata, yaitu sebuah pantai. Plus minus pantai tersebut saya tuliskan dalam artikel, tiba-tiba ada salah satu pihak mengirimkan email kepada saya. Isi inti dari emailnya ialah rasa keberatan terhadap artikel saya. Terutama perihal nilai minus ataupun sisi negatif daripada pantai. Ia menganggap, tulisan artikel akan merugikan tempat usahanya yang kebetulan berada di bagian pantai diulas.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan