Kamis, 26 Maret 2015

Jalan-Jalan ke Singapura: Pemeriksaan Colposcopy di Gleneagles Hospital

Rabu, 28 Januari 2015, adalah hari terakhir saya dan teman-teman #HappyBloggers di Singapura. Seperti yang saya ceritakan di postingan INI, saya pernah mengalami pendarahan di bulan November dan Desember 2014. Badan lemaaas bawaannya pengin merem terus di kasur.

Alhamdulillah saya mendapat kesempatan cek colposcopy dengan Dr. Chia Yin Nin di Gynaecology and Oncology Specialists, Gleneagles Hospital. Tempatnya bernuansa ungu dan feminin banget. Nyaman dan bersih. Perawat paruh baya menyambut ramah. Saya antre di ruang tunggu bersama pasien keturunan Arab dan Tiongkok. Menurut Lynndy Lee, Manager Marketing Communications Parkway Hospitals, banyak pasien mancanegara yang memercayakan penanganan kesehatan mereka di Singapura. Apalagi, dokternya wanita kayak Dr. Chia. Masalah kewanitaan memang sensitif, baik bagi pasien ibuk-ibuk maupun para suami.




Ada yang unik, di ruang tunggu saya dikasih tisu basah. Eiiit sebentar, bukan soal tisu basahnya. Saya mah udah sering pakai tisu basah. Tapi, kemasan tisu basahnya ini, lho, yang unik. Ada penjelasan tentang macam-macam metode kontrasepsi. Wah, kreatif. Edukasi bisa melalui benda apa aja, ya. ^^ 

Kemasan tisu basah yang unik (depan)

Belakang

Apa itu colposcopy?
Colposcopy adalah pemeriksaan leher rahim, apakah ada tumor atau kanker di leher rahim dan di sekitarnya. Dengan colposcopy, letak persis tumor dan kanker bisa diketahui. Alatnya bernama Colposcope.

Kenapa colposcopy perlu dilakukan? Wanita yang sudah menikah atau melakukan hubungan seksual harus rutin pemeriksaan papsmear setahun sekali. Jika hasil papsmear menunjukkan ada masalah, pemeriksaan dilanjut dengan colposcopy. Tapi, kalau tidak, pemeriksaan colposcopy tidak perlu dilakukan. 

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan colposcopy.
1. Pasien tidak sedang dalam masa menstruasi.
2. Pasien tidak melakukan hubungan seksual minimal 24 jam sebelum pemeriksaan colposcopy.
3. Pasien tidak memasukkan obat-obatan ke vagina.

Sebenarnya, saya agak kaget waktu pertama kali ketemu Dr. Chia. Orangnya cantik, modis, dan tampak masih muda banget! Suer! Padahal, prestasi dan sepak terjangnya udah seabrek-abrek. Dr. Chia lulusan National University of Singapore, Royal College of Obstetricians & Gynaecologists London, dan Royal Australian New Zealand College of Obstetricians & Gynaecologists. Beliau memilih profesi Onkolog karena sebagian keluarganya meninggal karena kanker hiks. Dr. Chia ingin mengabdikan diri di dunia kesehatan dengan mengobati para pasien kanker. Niat yang sangat mulia ya, Teman-teman? Oiya, saya baru tahu kalau dokter yang memiliki moto hidup Orang yang Bahagia adalah Orang yang Sukses ini juga desainer pakaian. Aih, pantes cantik dan modis! ^^

Dr. Chia Yin Nin (foto milik: medicalgrapevinesia.com)

 Balik ke colposcopy. Dr. Chia menanyakan kondisi saya dan saya menceritakan semuanya. Curhat pol-polan, deh, pokoknya. J Kemudian, dokter menjelaskan kemungkinan penyebabnya secara detail dengan bantuan gambar dan alat peraga kesehatan berbentuk rahim.




Sebenarnya saya agak takut menjalani pemeriksaan ini. Meski sudah 12 tahun menikah dan punya 3 anak, saya belum pernah sekalipun papsmear. Berhubung ada pendarahan, saya disarankan langsung colposcopy. Dengan bujukan, penjelasan yang lembut dan hati-hati, dokter berhasil meyakinkan saya bahwa colposcopy sama sekali tidak sakit. Salut sama kesabaran Dr. Chia. Sepertinya, selain harus punya skill, dokter juga harus punya ilmu psikologi agar bisa menenangkan pasien.


Colposcope

Saya diminta berbaring dan membuka kedua paha. Pemindai dimasukkan ke liang senggama, lalu rahim saya “diteropong”. Dr. Chia benar. Rasanya tidak sakit, hanya kurang nyaman. Kalau saya, sih, tidak perlu minum obat penghilang rasa nyeri. Wong enggak sakit. Saat “periksa dalam” ini saya bisa melihat rahim saya dengan jelas melalui monitor. Alhamdulillah, kata Dr. Chia, rahim saya “bersih”.

Berikutnya, pemeriksaan pendukung, transvaginal ultrasound. Pemindai yang sudah dioleskan gel dimasukkan dengan jarak pendek saja ke vagina. Saya merasakan sedikit tekanan di dalam. Rahim saya terlihat melalui monitor. Pemeriksaan transvaginal ultrasound dilakukan jika pemeriksaan abdomen ultrasound dianggap belum cukup memadai. Fyi, abdomen ultrasound itu USG yang biasa dipakai saat bumil periksa kehamilan. Alhamdulillah semuanya sehat. Kemungkinan pendarahan karena stamina tubuh yang sedang menurun (hipotensi) bereaksi dengan alat kontrasepsi saya pakai sekarang. Yang paling penting dari dua pemeriksaan ini adalah kita HARUS RILEKS. Tubuh dan pikiran jangan tegang. Pemeriksaannya sebentar banget. Apalagi yang transvaginal ultrasound, cuma beberapa detik.


Transvaginal ultrasound
Hasil pemeriksaan colposcopy dan transvaginal ultrasound

Bumil aman melakukan colposcopy dan transvaginal ultrasound jika dibutuhkan. Oiya, saya mendapatkan hasil colposcopy dan transvaginal ultrasound hari itu juga.  Tidak perlu bolak-balik keesokan harinya atau menunggu sampai beberapa hari kemudian. Kesimpulannya, tidak ada masalah di dalam organ reproduksi saya. Saya hanya diberi obat untuk menjaga keseimbangan PH vagina.       




Satu hal yang benar-benar saya pelajari dari rangkaian kunjungan medis ke Singapura adalah setop menyepelekan gejala atau keluhan apa pun pada tubuh kita. Bahkan, saat kita merasa tubuh selalu fit, kita tetap WAJIB checkup kesehatan ke klinik atau rumah sakit. Saya teringat percakapan saya dengan seorang ibu penderita kanker rahim di sebuah rumah sakit. Waktu itu saya sedang menemani ibu mertua saya berobat radioterapi. 

        "Saya nyesal baru berobat. Seharusnya saya berobat dari setahun yang lalu, saat saya mulai pendarahan. Tapi, saya abai. Sekarang stadium kanker sudah tinggi ...," kata sang ibu sedih.

        Pemeriksaan dini membuat hasil pengobatan lebih efektif. Jangan tunggu sampai penyakit parah baru berobat. Pastinya kita ingin terus sehat dan menghabiskan sisa umur kita bersama anak cucu. Akur, Teman-teman? [TAMAT] Haya Aliya Zaki

Parkway Hospital's Patient Assistance Centre (Indonesia)
Suite 908 Tamara Centre
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 24
Jakarta 12920, Indonesia
24 hour helpline: (62) 811 942 720
Telp: (62) 21 520 7773
Fax: (62) 21 520 7774
E-mail: info@parkway.co.id

37 komentar:

  1. Dokternya cantik bangeeet! O_o
    Sayangnya, pemeriksaan lanjutan seperti ini masih mahal di Indonesia, ya. Akhir tahun lalu ada saudaraku di kampung meninggal akibat kanker rahim. Ketahuannya udah stadium lanjut dan gak punya cukup uang untuk berobat. Akhirnya keluarganya pasrah aja dengan pengobatan seadanya :(

    BalasHapus
  2. Colposcopy sama kayak pap smear ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, Oline. Colposcopy ini pemeriksaan lanjutan dari papsmear. Dengan colposcopy kita bisa tahu dengan detail di mana persisnya letak sel kanker atau tumor, sementara papsmear tidak.

      Hapus
  3. Asyiknya bisa cek kesehatan alat reproduksi :)
    Semoga pemeriksaan ini bisa dicover BPJS di Indonesia sehingga perempuan2 Indonesia sehat luar dalam ....

    BalasHapus
  4. Dengan dokter perempuan seperti ini, tentunya mendatangkan kenyamanan tersendiri ya Mbak. Kalau di sini saya harus agak jauh dari rumah melakukannya, sebab dokter kandungan di rumah sakit dekat rumah lelaki semua :)

    BalasHapus
  5. Waaa masalah wanita emang sensitif sekali ya Mak. Dan dokternya cantikkk

    BalasHapus
  6. Ohh...itu rangkaian pemeriksaan setelah papsmear ya Mak Haya? Aku baru tahu nih... Memang sebagai wanita yg sudah menikah sebaiknya kita cek kesehatan organ intim kita ya Mak... Supaya secara dini kita bisa mengetahui apakah ada masalah atau tidak dgn organ reproduksi wanita... makasih ya Mak Haya yg baik hatinya telah berbagi info...

    BalasHapus
  7. Wah baru tau ada pemeriksaaan colposcoly ini.Pap smear aja saya belum pernah.Takut.Btw dokternya cantik banget ya.

    BalasHapus
  8. Dokternya Cantik bgt. Hmm, disana ga wajib pake blazer putih ya? *lospokus hehe

    Tfs, Cikgu

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah papsmear mak, sepertinya perlu diagendakan nih. Oya curhat polpolannya itu pake bahasa Inggris ya mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang aku, pake bahasa Inggris, Mak. Tapi, kalo ga bisa bahasa Inggris, ada penerjemah medis di sana. Jangan khawatir. :)

      Hapus
  10. Duuuuuh....aku juga belum pernah papsmear mbak. membaca ini, aku pengen check up ke rumah sakit itu, Ada mahal gak mbak? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut aku, sih, harganya standar. :)

      Hapus
  11. Membaca ini, saya mendapat dua pelajaran.
    Tentang kesehatan dan ilmu kepenulisan.
    Tetap berbagi, ya, Mba. ^^

    BalasHapus
  12. Mbak Haya ritun ya papsmer? dapat ilmu baru nih, jadi pingin periksa juga

    BalasHapus
  13. kondisi kliniknya mirip pondok indah ya haya.. uni pernah di ruangan seperti itu di RSPI Pondok indah, waktu periksa paska kelahiran kakak billa dan alm miftah. karena khawatir masih ada sisa benda asing atau apalah namanya di rahim uni, karena mengeram mayat selama sebulan.

    uni sering papsmear, sering usg vaginal, tapi baru denger nih perihal colposcopy. itu pemindainya seperti apa ya Haya?

    BalasHapus
  14. Dokternya cantiiik bingits^^
    Beruntung sekali mbak Haya bisa cek kesehatan di sana ya. Ternyata pemeriksaannya gak lama. Ketakutan kita aja yang lebih besar. Padahal gak apa-apa.
    Oke, kalo gitu aku juga harus periksa nih. Harus beranikan diri :)

    BalasHapus
  15. Aku papsmear setahun sekali baru tiga tahun belakangan. Tapi kalau mau papsmear tetep saja deg-degan :D Padahal papsmear nggak lama. Calpocospy itu hanya kalau hasil pasmera ada gejala atau bisa karena indikasi lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Colposcopy dilakukan jika dari papsmear diketahui rahim dan atau leher rahim ada masalah, Fita.

      Hapus
  16. Kalo pemeriksaan seperti diatas di Indonesia ada gak ya cikgu, trus kira2 berapa ya ? sejauh ini saya rutin papsmear :)

    Dokternya modis nian ^_^

    BalasHapus
  17. eek.. dokternya beneran cantik banget yak

    baru tau apa itu colposcopy..btw mbak, kalo pemeriksaan papsmear itu harus rutin dilakukan kah walau gak ada keluhan apa2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Papsmear itu kudu rutin, Isti, walaupun tidak ada keluhan sakit/gejala apa-apa. Kadang pernyakit datang tanpa disertai gejala.

      Hapus
  18. Mbak, aku belum pernah pap smear hehehehe... jadi mau tanya ke Mbak Haya, aku khan baru lahiran sc 8 bulan lalu, bayanganku sih dokter obgynnya liat kondisi rahimku yah, semoga bersih dan tidak ada apa-apa, brarti aku jadwal papsmear setelah 12 bulan pasca melahirkankah, Mbak Hay?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kapan aja setahuku, Mbak, yang penting tidak sedang menstruasi. Silakan konsul dengan obgyn Mbak Fitri.

      Hapus
  19. Aku dah melahirnya 2x tp blm pernah papsmear dll.. Waduh.. Jd pengen papsmear ini, TFS yah mbak :)

    BalasHapus
  20. Dr Chianya cantik bingits, envy deh hihihi. Dapet ilmu baru, nih soal papsmear. Noted ah :)

    BalasHapus
  21. Saya ngebayangin aja udah serem mbak Haya, tapi pengen nih sesekali papsmear, makasih ya info detailnya :)

    BalasHapus
  22. papsmear saya juga masih takut... sama dengan yang lain, masih merasa trauma dengan pasang iud 3 tahun yang lalu dan belum diperiksa ulang sampai sekarang... tapi harus ya... hiks.. harus ngumpulin nyali nih...

    BalasHapus
  23. Dokternya cantiiiiik dan berprestasi, hebat..

    BalasHapus
  24. Semakin lama, teknologi semakin canggih ya mak Haya. Jangan-jangan, nanti ada lagi teknologi baru peepology, bisa langsung lihat ada masalah di mana-mana, sekali intip dua-tiga pulau terlampaui *eeh...

    BalasHapus
  25. aku tu selalu parno kalo liat kursi nya obgyn kak .. ngeri2 gimana gitu... makanya mo papsmear maju mundur cantik terus padahal harusnya rutin yah :(

    BalasHapus
  26. Pengalaman baru baca postingan ini. Rada ngeri juga ya mak. Jadi cewe itu tidak gampang ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalau jadi ibu. Tapi, pahalanya juga ga tanggung-tanggung, Mak. :)

      Hapus
  27. Duhh, klo bayangin tubuh sendiri, ga pernah cek apapun, padahal keluhan banyak -__-

    BalasHapus
  28. Dokternya cantik banget... keliatan muda dan cerdas ^^. Makasih infonya mbak.. wanita-wanita seperti kita memang harus aware sama kesehatan ya mbak.. Eh kemasan tisunya keren.. edukatif lagi ;D

    Semoga sehat terus ya mbak...

    BalasHapus
  29. Dokternya cantik dan modis, memang lebih nyaman kalo dokternya wanita ya :)
    Aku belum pernah papsmear padahal sdh punya anak 3, masih ngeri hiks.

    BalasHapus
  30. Hasil tesnya gimana mbak? Dokternya gaul abis deh mbak.keyenn

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan