Jumat, 20 Maret 2015

Jalan-Jalan ke Singapura: Melihat Stadion dan Museum Olahraga di Singapore Sports Hub


Jalan-Jalan ke Singapura: Halo, Singapura! bisa dibaca DI SINI


Jalan-Jalan ke Singapura: Medical Checkup di Paragon Medical bisa dibaca DI SINI

Jalan-Jalan ke Singapura: Hydrafacial di Paragon Medical bisa dibaca DI SINI


Jalan-Jalan ke Singapura: 9 Tip Berobat ke Singapura bisa dibaca DI SINI


          Salah satu tempat yang akan saya, teman-teman #HappyBloggers, dan tim Reader’s Digest Indonesia (RDI) kunjungi adalah Singapore Sports Hub. Beberapa hari sebelumnya saya sudah googling tempat ini, tapi masih belum dapet clue yang oke. Ya weslah, nanti lihat sendiri aja kayak apa tempatnya.

            So, is everyone  fit to walk?” tanya Agnes semangat.

            Yeeesss!” jawab kami serempak.

Agnes, gaet Singapore Sports Hub, bakal mengajak kami keliling-keliling Singapore Sports Hub selama lebih dari satu jam! Wohooo … dijamin langsung kebakar dah tuh yaaa semua kolesterol nasi padang Hjh. Maimunah Restaurant, makan siang kami barusan. Plus, cuaca siang ini lumayan hot. Bulan Januari di saat Jakarta hampir setiap hari diguyur hujan, cuaca di Singapura justru cerah ceria merah merona. *heh?!*


Atap Singapore Sports Hub bisa terbuka dan tertutup otomatis! (foto milik: www.sportshub.com.sg)



Hidup selfie ... ihiiiy!

          Singapore Sports Hub adalah kompleks olahraga yang terletak di Kallang, Singapura. Sungai Kallang, sungai terpanjang di Singapura, terbentang di sekitar Singapore Sports Hub. Sungai ini sering digunakan untuk macam-macam pertandingan olahraga air. Singapore Sports Hub launching sekitar bulan Juni 2014. Pertandingan sepak bola antara tim Singapura dan Juventus memeriahkan acara launching. *inget Juventus langsung inget mantan (Zinedine Zidane)* *eaaa* *dikepruk gayung bocor* Luasnya? Amboooiii … 35 hektar! Jujur, luas persisnya ini saya cek di Google bwahaha! Waktu kami tanya Agnes, Agnes enggak jawab pakai angka. “If you can imagine, four big airplanes can park side by side inside here!” begitu kata Agnes. Wow ….

Kabar gembira untuk kita semua, Singapore Sports Hub terbuka untuk umum, lho! Senangnya warga Singapura punya fasilitas olahraga yang komplet dan bersih kayak gini. Tempatnya interaktif banget. Masyarakat umum bisa pesan fasilitas dan tempat untuk ajang kompetisi olahraga antarkomunitas, antargrup, dst. Menurut Agnes, hare geneee warga Singapura sedang “tergila-gila” sama olahraga bersepeda. Mereka bisa bersepeda sepuasnya di seluruh arena Singapore Sports Hub. Setiap hari! Asyiknya!

Tuh, kelihatan, kan, Sungai Kallang-nya?

Bukan sekadar menyediakan fasilitas olahraga kelas dunia, di Singapore Sports Hub juga ada pusat belanja Kallang Wave Mall. Setelah olahraga, mau jalan-jalan, makan-makan, atau nonton? Hayuk! Ada Singapore Sports Museum, Sports Hub Library, OCBC Aquatic Centre, Water Sports Centre, dll. No wonder keren, pembuatannya udah sejak 2011. Persiapannya matang pastinya. Pengin ke sini? Gampang, Kakaaa. Singapore Sports Hub accessible untuk semua angkutan umum, terutama MRT dan bus. 

            Kami diajak Agnes masuk ke National Stadium. Aciiik … aciiik …. Stadion gede dan adem ini berbahan steel recycle. Eco friendly building. Dengan bangga Agnes menjelaskan bahwa warna kursi penonton yang berkapasitas 55 ribu orang adalah merah putih, warna bendera negara Singapura. Pattern-nya sengaja dibikin digital untuk “menipu” mata. Meski penonton sepi, tetap aja kelihatannya rame. Ada empat pertandingan yang biasa dimainkan di National Stadium, yakni sepak bola, rugby, cricket, dan atletik. Oiya, kursi bermesin hidrolik. Kursi penonton yang baris depan bisa dimajukan mendekat ke arah lapangan (moveable seats). Aiiih … makin jelas aja ngelihat muka pemain sepak bola yang kece-kece ntu, yeee. Selain untuk olahraga, National Stadium juga bisa untuk konser arteees! Desember 2014 lalu, artis beken asal Taiwan, Jay Chou, manggung di sini! Alamak kebayang hebohnya!

National Stadium

Kursi penonton

Tadi saya sebut-sebut kalau National Stadium ini adeeem. Kok, bisa? Pan udara Singapura gerah? Pengin tahu sistem pendingin udaranya? Nah, sistem pendingin udaranya unik dan inovatif, Teman-teman. Udara dingin mengalir masing-masing dari bawah kursi penonton. Penjelasan ilmiahnya saya kurang paham, tapi kesimpulannya: canggih. Satu lagi, rumput lapangan sebagian asli sebagian sintetis. Mesin putih yang ada di atas rumput berfungsi untuk memberi cahaya agar rumput-rumput tetap hidup. Pasalnya, kalau kena cahaya matahari langsung, rumput bisa rusak. Jangan khawatir, rumput enggak bakal lepas waktu ditendang oleh pemain sepak bola, misalnya. Bagian bawah rumput ada kait khusus. Dijamin rumput enggak beterbangan selama pertandingan. Butuh dana sekitar 12 triliun rupiah lebih untuk membangun gedung ini. Baidewei, di sini tak boleh pakai selfie stick alias tongsislah, yaaa. Tongsis dideteksi *halah bahasane* dapat mengganggu kenyamanan penonton yang lain hihihi.


Dari National Stadium, kami diajak melihat lapangan basket indoor. Kapasitas penontonnya ribuan. Kursinya hidrolik juga. Kalau ada pertandingan, kursi otomatis digerakkan keluar untuk tempat duduk penonton. Begitu pertandingan selesai, kursi “disimpan” lagi. Hemat tempat, ya?  


Kursi "disimpan"

Sekarang mareee ke Singapore Sports Museum! Yeay! Museum ini adalah museum olahraga pertama di Singapura. Museum dibangun dan didedikasikan untuk para atlet yang telah berjasa mengharumkan nama negara. Buka setiap hari pukul 10.00 - 20.00. Khusus weekend buka pukul 10.00 - 21.00. Cocok banget ngajak keluarga main ke sini, apalagi anak-anak. Anak-anak makin cinta sama olahraga dan menghargai para pahlawan olahraga. 

Mejeng di pintu masuk Singapore Sports Museum

Bukan nama atlet, foto, dan medalinya aja yang dipajang. Mulai dari kaus, cangcut (maaf), sampai perlengkapan olahraga lainnya saat bertanding juga dipajang. Segala peralatan olahraga dari yang jadul sampai modern ada. Enggak nyangka, saya nemu properti Michael Jackson di sini. Eike fans beratnyaaah huaaa …. Ternyata, waktu saya masih remaja muda belia (sekitar 1993) Michael Jackson pernah konser di stadion lama di Singapura.


Bisa nonton dan mendengarkan kisah para atlet

Lintasan atletik zaman baheula

Speaker kuno

Me and Michael Jackson (foto milik: www.natalixia.com)

Aneka sepeda disimpan di laci raksasa

Tarik laci raksasa dan tadaaa ... tampaklah sepeda!

Penjelasan tentang sepeda ada di "tutup" laci



Di postingan selanjutnya saya akan cerita tentang pemeriksaan Colposcopy di Gleanegles Hospital. Apa dan bagaimana Colposcopy, serta manfaatnya untuk ibuk-ibuk, silakan baca di postingan saya nanti. Tungguin, ya! ^^ [bersambung] Haya Aliya Zaki


24 komentar:

  1. stadion besar dan megah yaaa...fasilitasnya pun lengkap, pantesan kalau sering dipakai untuk konser dan acara besar..keren maak :)

    BalasHapus
  2. uwaaa megah banget ya stadionnya,ada musiumnya pula...keren emang Singapur^^

    BalasHapus
  3. Yang paling membuatku kagum sama Singapura adalah konsep penataan bangunan dan konsep gedung2nya itu super keren... Idem sama Mak Indah Nuria, pantesan aja sering digelar acara tingkat dunia di sana...

    BalasHapus
  4. Serba modern ya mbak. Suka banget lihat kursi penonton yang bisa di lipat jadi menghemat tempat. Mereka sampai memikirkan Pattern tempat duduk segala ya, yang ga terpikirkan oleh banyak orang.

    BalasHapus
  5. kalo kapasitas National Stadium itu dibanding GBK relatif kecil ya mbak
    tapiiiiiii, di s'pore lebih canggih, tertata, dan ga ada sampah secuil pun
    waktu saya ke sana takjub juga pas bandingin sama GBK

    selfie-nya kayak topi sombrero meksiko :)
    cihuyyyy

    BalasHapus
  6. Hasil jepretannya mantap. Kapan yah... Indonesia bisa seperti di Singapura penataan kotanya.

    BalasHapus
  7. stadionnya kece, bersih, rapi, indah banget diliat, gak bosen, artistik aaaaahhh lengkap :D

    mampir2 ya Mba :)

    BalasHapus
  8. wow, stadionnya megah banget mak. Tambah terkagum-kagum liat foto kursi penonton yg bisa dilipat itu. Btw baru tau loh mak Haya pengagum berat MJ :)

    BalasHapus
  9. wkwkwk *puk puk untuk pembawa tongsis* :p

    Saya tertarik banget pengen lihat koleksi sepeda. Kayaknya bakal betah berlama-lama di sana :)

    BalasHapus
  10. Megah nian stadionnya cikgu.... *nganga 😄

    BalasHapus
  11. Ahhh...terjawab sudah ya kenapa artis internasional lebih memilih utk ngadain konser di Singapura ketimbang di gelora bung karno yg gerah dan sumek atau JCC yang parkirnya selalu ribet. Atau sentul yg transportasinya susah atau ancol yg kapasitasnya kecil.
    Huff...kenapa aku malah kecewa ma produk dalam negeri? Hehehehhe

    BalasHapus
  12. Huaaaahhhh kuereeeeennn pisaaaannn.kpn indo punya kyk begituan ya :)

    BalasHapus
  13. Kerennn ya...aku padahal nginep deket sana dilavender cuma lewat ini lapangan mbak...
    Ternyata dalemnya bagus yaaa.....
    Jadi kapan kita kesana lagi :D

    BalasHapus
  14. waaaaaaaaaaa Fans MJ ya. Sama donk
    Saya malah sedang belajar gerakan SPIN MJ yang terkenal susah itu. Tau kan SPIN Michael Jackson?

    BalasHapus
  15. Bener2 keren abis!
    Itu kursi2 berwarna ya merah putih :D
    Infrastruktur nya mumpuni banget...dari negara pelabuhan kecil jadi negara yang diperhitungkan di dunia....Oh SGP

    BalasHapus
  16. Duh beberapa kali ke Singapura malah belum main ke stadionnya. Dan kece pulak. Mudah-mudahan stadion di Indonesia mulai berbenah juga

    BalasHapus
  17. Kereeeen dan canggih banget deh Singapure ini.

    BalasHapus
  18. Waah mupeng jadi pengin jalan-jalan ke Musium Sport nya

    BalasHapus
  19. Masuknya bayar berapa mba, whoaa, wiken ini aku spore, tp mau cari tmp wisata yg gratis2 aja. :D

    BalasHapus
  20. Itu yg penyimpanan sepeda keren sangaaaattt.... jadi pengin selfie di situ euy ;)

    BalasHapus
  21. Oh HappyBlogger kemarin itu ini..
    Sempet lewat di timeline hastag ini, kirain apaan :D

    BalasHapus
  22. Stadionnya keren sangat.. Sukses bikin aku melongo ^^
    kapan ya, kita punya stadion kayak gitu?

    BalasHapus
  23. Huaaah Mbak Haya ini di Singapur gak pulang-pulang :D
    Stadion kelas dunia Mbak, berasa kayak mall aja interiornya :D

    BalasHapus
  24. Itu ya, yang segitiga warna item ituu apa ya? *trus disambit cikgu* :v :v

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan