Senin, 16 Maret 2015

Jalan-Jalan ke Singapura: 9 Tip Berobat ke Singapura

Jalan-Jalan ke Singapura: Halo, Singapura! bisa dibaca DI SINI

Jalan-Jalan ke Singapura: Medical Checkup di Paragon Medical bisa dibaca DI SINI

Jalan-Jalan ke Singapura: Hydrafacial di Paragon Medical bisa dibaca DI SINI




Pukul sembilan pagi, Rabu, 28 Januari 2015, saya, teman-teman #HappyBloggers, dan tim Reader's Digest Indonesia (RDI) berkunjung di Gleneagles Hospital. Gleneagles Hospital terletak di daerah perumahan dan kawasan belanja-belanji yang apik. Guess what, ini rumah sakit enggak ada bau-bau rumah sakitnya sama sekali. Kinclong, terang-benderang, dan cantik! Di sini, kenyamanan pasien memang nomor satu.

Rencananya saya mau tes Colposcopy dengan Dr. Chia Yin Nin, Gynaecology and Oncology Specialists. Apa itu tes Colposcopy, nanti saya tulis di dua postingan berikutnya, ya. Natalia dan Dessy melakukan tes yang berbeda. Namun, sebelum ketemu masing-masing dokter, kami diajak jalan-jalan keliling rumah sakit. Tim Gleneagles Hospital menyambut hangat. Salah satu penjelasan Lynndy Lee, Manager Marketing Communications Parkway Hospitals, yang saya ingat adalah ruangan untuk pasien kanker dibangun tidak jauh dari tempat parkir. Kenapa? Hampir semua orang tahu bahwa pengobatan kanker memiliki efek samping antara lain, rambut rontok dan kulit gosong. Pasien cenderung malu ketemu orang-orang. Pihak rumah sakit memudahkan dengan membuat jarak yang dekat ini. Wah, sampai sebegitunya faktor psikologis pasien diperhatikan, ya. Salut!   

Foto milik RDI
Foto milik RDI

Gleneagles Hospital memiliki 270 tempat tidur pasien untuk berobat dan bedah Oncology (kanker), Cardiology (jantung), General Surgery (bedah umum), Gastroenterology (pencernaan), Orthopaedic Surgery and Sports Medicine (bedah tulang dan kedokteran olahraga), Obstetrics and Gynaecology (kebidanan dan kandungan). Lebih dari 300 dokter bertugas dengan 30 spesialisasi dan sub-spesialisasi. Jadi, satu pasien ditangani oleh satu dokter, bahkan lebih. Sebagai pasien, kita enggak perlu khawatir dinomorduakan atau di-PHP cieee cieee. Dokter-dokter saling berkoordinasi demi kesembuhan pasien. Pelayanan 24 jam mulai dari konsultasi sampai tindakan bedah. Setiap hari staf customer service mengunjungi pasien untuk menanyakan kebutuhan pasien apakah itu rikues makanan nyam nyam atau pengurusan surat-surat penting. Bukan cuma pasien yang di-handle, tapi kebutuhan keluarga pasien juga! Catet!

Sekitar 70% pasien Gleneagles Hospital adalah orang Indonesia. Jangan khawatir soal bahasa. Pihak rumah sakit menyediakan penerjemah medis untuk 19 bahasa seperti bahasa Indonesia, Bangali, Mandarin, Rusia, Vietnam, Arab, dan lain-lain.

Sekarang, yuk, cuci mata lihat-lihat kamar pasien di Gleneagles Hospital yang mirip kamar hotel. Kadang-kadang ada yang suka melesetin “hospitel” (bukan “hospital”) untuk menyebut rumah sakit di Singapura. “Hospitel” maksudnya rumah sakit dengan fasilitas dan pelayanan ala hotel. Gicu.






Tahun 2015 ini Gleneagles Hospital fokus pada Kesehatan Wanita. Kita semua tahu bahwa wanita mengalami kondisi psikis, mental, dan spiritual yang berbeda sesuai dengan tingkatan usia. Betul? Wanita HARUS BERJUANG UNTUK SEHAT saat melewati semua fase itu. Saya yang seorang istri dan ibu penginnya sehat terus supaya bisa mengurus rumah tangga dan keluarga. Kalau saya sakit, anak-anak yang berasa sedih banget. Ini surat yang pernah ditulis Shafiyya (7 tahun) waktu saya sakit.


        Gleneagles Hospital komit 100% mendampingi para pasien wanita segala usia mulai dari pencegahan penyakit sampai pengobatan. Saran para dokter, nih, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, kayak papsmear, mammografi, tulang, jantung dll. Jangan tunggu sampai penyakit parah. Seperti yang sudah saya tulis di postingan Hydrafacial di Singapura, deteksi dini akan memberikan hasil pengobatan yang lebih efektif.



Berikut beberapa tip berobat ke Singapura dari saya:
1. Cari info melalui internet, majalah, koran tentang pelayanan, peralatan medis, jadwal pengobatan, transportasi, dan biaya rumah sakit di Singapura. Cari info juga ke teman atau kerabat yang pernah berobat di sana. Oiya, rumah sakit di Singapura punya 12 kantor perwakilan di Indonesia, yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, Medan, Palembang, Bali, Balikpapan, Makassar, dan Samarinda. Pasien monggo konsultasi terlebih dahulu di kantor terdekat. Apakah pasien butuh dijemput begitu sampai di sana? Sampaikan saja, pihak rumah sakit bisa melakukannya. Gleneagles Hospital punya meet and greet services untuk pasien-pasien mancanegara mulai dari bandara sampai ke hotel dan rumah sakit.

2. Cari info hotel atau apartemen untuk tempat menginap keluarga. Sebaiknya yang paling dekat dengan rumah sakit.

3. Siapkan paspor dan kartu identitas. Pengalaman saya berobat di Singapura, saya selalu diminta untuk menunjukkan paspor. Nomor paspor menjadi nomor identitas pasien. Data pasien digitally connected dengan semua rumah sakit. Jangan khawatir, data pasien terjaga privasinya.  

4. Siapkan tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan. Ini, sih, pastilah, ya. Kan, kita bukan Gatotkaca yang sekali wuuusss wuuusss udah menclok aja di mana-mana. *menclok?!*

5. Siapkan dokumen terkait seperti hasil periksa lab, foto rontgen, dan surat riwayat kesehatan dari rumah sakit sebelumnya. Seandainya diperlukan, bawa obat-obat yang sedang dikonsumsi pasien, termasuk peralatan untuk di perjalanan seperti oksigen portable dan kursi roda traveling.

6. Komunikasi dengan maskapai penerbangan jika pasien membutuhkan penanganan sewaktu-waktu di pesawat.

7. Siapkan uang Singapura secukupnya. Bawa kartu kredit untuk kepentingan darurat.

8. Ajak pendamping yang sehat lahir dan batin. Sebaiknya pendamping memiliki pengetahuan tentang kondisi fisik, pengobatan, dan diet pasien selama ini. Pendamping bisa membantu menjelaskan kepada dokter di Singapura. Hendaknya pendamping support mental dan spiritual pasien melewati hari-hari perawatan. Kondisi psikis yang baik memengaruhi progres kesembuhan, lho.

9. Last but not least, jangan lupa cari info tempat wisata di Singapura. Fyi, 2013 lalu Singapura termasuk salah satu dari 10 World’s Best Hospitals for Medical Tourits by Medical Travel Quality Alliance. Berobat sambil jalan-jalan, kenapa enggak? Jalan-jalan bermanfaat bagi sebagian pasien. Pendamping pun sekalian refreshing. Yuk yak yuuuk.

Tim Gleneagles Hospital dan bloggers (foto milik RDI)

Ki-ka: blogger berwajah keibuan kaki kesebelasan, blogger feminin, blogger sporty (foto milik RDI)

Nah, di postingan berikutnya saya akan cerita tentang acara jalan-jalan ke Singapore Sports Hub. Saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan main ke stadion canggih dan kece! Stadion ini bukan cuma dipakai untuk pertandingan olahraga, melainkan juga konser arteees kesohor. Tungguin, ya, ya, yaaa! ^^ [bersambung] Haya Aliya Zaki

Catatan: foto-foto kamar pasien Gleneagles Hospital diambil dari http://www.gleneagles.com.sg/facilities-services/general-facilities/rooms (fotografer: James Fabian)

- Gleneagles Hospitals
www.parkwayhospitals.com/plan-your-visit/patient-assistance-centres
Central Patient Assistance Centre (CPAC)
Telp: (65) 67355000
E-mail: cpac@parkway.sg

- ParkwayHealth Patient Assistance Centre (perwakilan Jakarta)
Suite 908 Tamara Centre
Jl. Jenderal Sudirman kav. 24 Jakarta
Telp: (62)811942720, (62)(21)5207773
Fax: (62)(21)5207774
E-mail: info@parkway.co.id


33 komentar:

  1. Entah kenapa yg punya penyakit lebih serius kebanyakan berobatnya kesana, mungkin bener kata Mak Haya soal fasilitasnya. Kalo disini baru dikit - dikit udah divonis aja, nyebelin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fasilitas dan pelayanan, Put. Tapi, kalo bisa, jangan nunggu "serius" dulu baru berobat. Saran dokter, rajin-rajin checkup supaya sedini mungkin penyakit bisa ditanggulangi. :)

      Hapus
  2. Salah satu pusat pengobatan di ASEAN itulah singapura, karena memang profesional dan tepat sasaran sih kalau berobat ke singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya senangnya di sana itu ga crowded. Nyaman. Homy.

      Hapus
  3. sekarang ke Singapura semua berobatnya,keren ya. Itu kamar di rumah sakit mak??bener2 kayak di hotel ya,fasilitasnya lumayan bagus...makaish mak tipsnya^^

    BalasHapus
  4. kamarnya baguseee

    mba... itu shafiyya co cuit banget :*
    :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shafiyya itu memang lebih senang curhat pake tulisan, Cha. :)

      Hapus
  5. Itu kamarnya comfy banget siihhh.. seandainya aja Indonesia bisa kayak gitu yaaa...

    Anw, itu foto terakhir kok gayanya kayak gitu mak? Yang kece dikit dong.. walopun kaki kesebelasan. Wakakaka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang gayanya kenapaaah bwahahaha!

      Hapus
  6. Kamarnyaaaa ... beneran kayak hotel :) harga per malamnya berapa itu ya, Mbak? Sebanding lah ya dengan fasilitas pengobatannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk harga boleh langsung hub nomor yang tercantum di akhir postingan. Nik. :D

      Hapus
  7. Cozy banget kamarnya...
    Bener banget ya, perempuan itu punya sensitivitas masalah kesehatan....jadi harus periksa berkala walau tidak sakit.

    Dannnnn itu Blogger keibuan yang kakinya kesebelasan, di foto terakhir pose nya boleh lah :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kasihan pengarah gayanya. :))))

      Hapus
  8. saya termasuk yang meyakini kalau orang sakit itu yang harus disentuh adalah psikologisnya dulu. Bukan berarti obat-obatan gak penting. Obat-obatan penting, tapi psikologis jangan pernah diabaikan.

    Enak banget rumah sakitnya. Walopun saya gak beerharap sakit. tapi bolehlah tipnya saya simpan. Siapa tau membutuhkan. Thx, Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mak Myra. Batin yang dijaga juga kunci kesembuhan. Kembali kasih, Mak. :)

      Hapus
  9. itu rumah sakit apa kamar hotel ya....enaknya...tapi lebih enak sehat ya mak...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dong, Mak. Pastinya lebih enak sehat. :)

      Hapus
  10. kamar hotelnya eh kamar rumah sakitnya nyaman banget ya mbak. Habis sait pingsan lagi gak ya lihat tagihan kamar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa aja, nih, Lidya. :)) Kalo dari data-datanya, masa berobat di sini lebih cepat karena kesigapan tenaga medis dan fasilitasnya. Bisa jadi malah lebih hemat, lho, Lid. :)

      Hapus
  11. enak banget kalo di Indo juga punya yang kayak disana. tapi tapi tapi #yasudahlah :D

    BalasHapus
  12. Kamarnya nyaman banget ya seperti di hotel

    BalasHapus
  13. Kamar rumah sakitnya cakep banget, mbak
    Kayaknya betah ya klo disuruh nungguin org sakit disitu..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mel. Kondisi RS-nya memang dibuat senyaman mungkin untuk pasien dan pendamping. :)

      Hapus
  14. Kamarnya keren banget. Bahkan meski sekamar berempat model bangsal pun tetep aja satu tempat tidur satu televisi. Jadi gak usah takut berebut remote ama pendamping tempat tidur sebelah zxixixix.... mahal gak sih? Aku nungguin spesifikasi harga sih sebenarnya dari rangkaian tulisan lawatanmu. Penasaran... mahal mana ama malaysia punya krn malaysia juga lagi mo bersaing ma Singapura untuk ngasi layanan wisata kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketahuan nih pengalaman sering rebutan remote ya, Mbak Ade wkwkwk. Soal harga, boleh langsung hub kontak yang ada di akhir postinganku ini, Mbak. :)

      Hapus
  15. Kamarnya baguuus, kamar hotel yang pernah kuinepin kalah deh hehehe *ketahuan kalo nginep di hotel seringnya yang kelas melati :p

    BalasHapus
  16. fasilitasnya memang keren banget yaaa...bisa jadi referensi bagus niih :)

    BalasHapus
  17. kalo masuk ke hospitel ini, orang sakit bisa betah kali ya... bagus banget siihhh

    BalasHapus
  18. Kesehatan memang yang utama, trim's tipsnya Cikgu ;)

    BalasHapus
  19. kamar pasiennya bener-bener kayak hotel, Makanya orang -orang Indonesia banyak yang berobat kesana karena memang rumah sakitnya memadai

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan