Senin, 16 Februari 2015

Jalan-Jalan ke Singapura: Hydrafacial di Paragon Medical


Jalan-Jalan ke Singapura: Halo, Singapura! bisa dibaca DI SINI

Jalan-Jalan ke Singapura: Medical Checkup di Paragon Medical bisa dibaca DI SINI


Paragon

Staf Singapore Medical Group

Selesai pemeriksaan mata, saya masuk ke ruangan konsultasi Dr. Christina Low di Paragon Medical. Nah, sekarang saatnya curhat dan pemeriksaan fisik. Sejak awal, saya senang karena dokternya wanita, nih, Teman-teman. Soalnya lagi pengin banget curhat tentang penyakit yang berhubungan dengan kewanitaan. Masalah kewanitaan memang sensitif, baik bagi pasien ibuk-ibuk maupun para suami.

Latar belakang Dr. Low sendiri sudah enggak diragukan lagi. Beliau dokter lulusan universitas di Irlandia yang memiliki minat di bidang kesehatan keluarga dan upaya pencegahan penyakit (preventive medicine). Selain itu, Dr. Low juga memiliki minat di bidang dermatologi. Aih, pantaslah kulit dokter berwajah oriental ini bagus! Pengalamannya dalam menangani pasien lokal maupun mancanegara sangat luas. Bukan hanya praktik sebagai dokter, Dr. Low aktif di organisasi non-profit UNIFEM dan  AWARE, Singapura.

Dr. Christina Low (foto milik: Singapore Medical Group)

Sebelum sesi curhat pol-polan *hahahaha apa seh* Dr. Low bertanya sesuai formulir riwayat kesehatan yang saya tulis. Kemudian, beliau mendengarkan dan menjawab semua pertanyaan saya dengan penuh perhatian. Hm, jujur, tatapan dan bahasa tubuh Dr. Low membuat saya merasa seperti sedang mengobrol dengan sahabat. Nyaman. Enggak ada kesan terburu-buru karena mengejar praktik di tempat lain atau mengejar konsultasi pasien berikutnya atau mengejar pertemuan dengan sales medical representative atau …, ah, sama sekali enggak ada.

Dr. Low meminta saya berbaring di ranjang pasien. Beliau memeriksa dengan teliti. Saran beliau yang paling saya ingat adalah setiap wanita yang sudah menikah atau berhubungan seksual wajib papsmear setahun sekali dan periksa payudara sendiri (SADARI) minimal sebulan sekali. Catet! Menurut Dr. Low, setelah melihat sikon tubuh saya, ada pemeriksaan lanjutan yang harus saya lakukan selain pemeriksaan fisik hari ini. Saya sedikit khawatir, but, it’s okay. Dr. Low dan Felicia menjelaskan macam-macam hal. Mereka percaya bahwa deteksi dini akan memberikan hasil pengobatan yang lebih efektif. Saya pun kembali tenang. Dari sini saya tambah paham kenapa pelayanan dan cara berkomunikasi tenaga medis di Singapura menjadi magnet bagi pasien-pasiennya.   

Fyi, hasil medical checkup yang saya terima bukan hanya berupa angka-angka, melainkan juga penjelasan tertulis komplet. Bagi saya, ini sangat berarti. Saya bisa mempelajarinya dan membacanya lagi sewaktu-waktu.

Hasil medical checkup

Penjelasan tertulis hasil medical checkup

Are you still in the mood to do skin consultation?” tanya Felicia hati-hati.

Of course!” jawab saya langsung. Justru konsultasi ke dokter kulit Jonathan Yong adalah konsultasi yang paling saya tunggu-tunggu! Hihihi. Dr. Yong juga lulusan universitas di Irlandia. Beliau memiliki minat di bidang perawatan kulit tampak sehat dan awet muda melalui teknik laser, dermal filler, dan botox.

Begitu ketemu, deg-degan banget, deh. Dr. Yong bertanya apakah saya ada alergi obat, sedang sakit apa, sedang berobat apa, selama ini perawatan kulitnya apa, dst. Beliau juga mengamati wajah saya dengan saksama. Ini bukan deg-degan karena dipandangi dokter yang wajah mulusnya mirip sama salah satu aktor favorit saya, Chow Yun Fat, bukaaan. Tapi, saya penasaran banget sama pendapat beliau tentang kulit saya. Kulit adalah organ tubuh kita yang paling luas. Setiap hari kulit terpapar radikal bebas dari polusi, sinar matahari, dan stres. Jadi, kesehatan kulit sangat penting. 

 Menurut Dr. Yong, saya harus rajin minum air putih dan rutin memakai pelembap. Pakai pelembap paling enggak dua kali sehari. Malam dan siang. Kenapa? Sebagian sisi wajah saya kering dan kasar. Ternyata, semakin kering kulit, semakin banyak minyak yang diproduksi. Baru tahu saya. Apa yang terjadi kalau kulit wajah kelebihan minyak? Mau goreng kerupuk tinggal colek pipi! Hadeeeuh.

Mmm .... (foto milik: RDI)

Rupanya, oh, rupanya banyak banget masalah di kulit wajah saya, Teman-teman. Mulai dari kering, kasar, pigmentasi, garis-garis halus di ujung mata dan bibir, sampai pori-pori besar. Pori-pori besar ini jadi tempat bersemayam yang gemah ripah loh jinawi buat jajaran komedo dan teman-temannya. Waktu ditanya kapan terakhir kali perawatan wajah fasial, saya jawab aja tiga bulan yang lalu. Padahal, sih, udah berabad-abad yang lalu hohoho. Trauma fasial, ih. Sakiiiit. Enggak lagi-lagi wajah indah nan memesona ini *siapin kantong kresek gede* ditusuk-tusuk atau dicongkel-congkel pake jarum. Bener kata orang-orang kalau beauty is pain hiks.

Dr. Yong menyarankan Hydrafacial untuk membuang komedo, terutama komedo yang bak bintang bertaburan di area hidung saya. Hydrafacial adalah perawatan spa wajah yang menggunakan alat berteknologi tinggi. Namanya aja “Hydrafacial”, maka tujuannya udah pasti untuk bikin kulit terhidrasi (meningkatkan kadar air). Hydrafacial merupakan perawatan kulit paling populer di Amerika. Fasial ini enggak sakit blas. Cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit yang sedang berjerawat. Ibu hamil pun boleh Hydrafacial. Prosesnya cepat kira-kira hanya setengah jam. Saya pindah ke ruangan sebelah untuk Hydrafacial.

Ruangan Hydrafacial

Berikut langkah-langkah Hydrafacial yang dilakukan kepada saya:
- Sebelum mulai, kulit wajah harus benar-benar bersih. Kulit mati wajah saya diangkat dengan menggunakan pembersih.

(Foto milik RDI)
- Staf medis menyalakan alat vakum. Ujung alatnya bernama “tip”. Ukuran tip berbeda-beda sesuai dengan besar pori-pori. Nanti setelah selesai satu perawatan Hydrafacial, tip dibuang (disposable). Jadi, semua peralatan dijamin steril. Untuk Hydrafacial saya, staf medis menggunakan 3 tip dengan ukuran berbeda-beda.

Tip

Eng-ing-eng alat vakum mulai menyentuh permukaan kulit wajah saya. Rasanya kayak sikat gigi yang berputar, kemudian menyedot-nyedot. Ada uap air yang keluar dari ujung tip. Alih-alih sakit, saya malah nyaman syik-asyik. Enggak ada setetes air mata pun yang keluar seperti saat saya fasial biasa. Kalaupun ada air mata yang keluar, itu adalah air mata bahagia bwahahaha. Wajah kayak dipijit-pijit. Jadi ngantuk bawaannya pengin bobok. Kalau dipijit-pijit gini, peredaran darah jadi lancar, kan, ya? Bagian yang paling lama pengerjaannya jelas bagian hidung. Ya iyalaaah … komedo pada tumplek blek di sini. Guess what, suara alat yang sedang menyedot komedo benar-benar memberikan sensasi puas puas puaaasss bwahahaha! Pergiiii! Pergi kalian yang telah menyumbat pori-poriku selama iniii! *tereak dalam hati* Oiya, saya kurang tahu serum apa yang dimasukkan ke kulit. Selain membersihkan wajah, Hydrafacial juga membuat kulit awet muda.

(Foto milik: RDI)


 - Terakhir, wajah diolesi tabir surya. Kata staf medis, setiap keluar rumah wajib pakai tabir surya. Udah harga mati. “Remember, you have to put sunblock every day, yaaa! You have to puuut!” kata staf medis dengan bahasa Singlish-nya. Siyaaap!


Setelah Hydrafacial, kulit wajah saya memang sedikit merah. Meski merah, sekali lagi, enggak sakit, lho. Soalnya merah ini bukan karena iritasi atau meradang. So, does beauty have to be painful? Nah, untuk Hydrafacial ini udah tahu, jawabannya, kan? Besoknya kulit saya kelihatan lebih bersih, cerah, dan lembut. Aiiih, selfie jadi tambah pede! *eh* Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Hydrafacial diulangi setiap 3 – 4 minggu.

Komedo saya di dalam tabung ini!

Setelah Hydrafacial


Selfie keesokan harinya!

Kata Dr. Yong, ibuk-ibuk seumuran saya ini harus betul-betul memperhatikan perawatan kulit. Kolagen dah elastin semakin berkurang. Belum lagi serangan radikal bebas tadi. Merawat kulit supaya kelihatan sehat dan cantik itu ibadah, ya? Setuju, Teman-teman?

Di postingan berikutnya, saya bakal cerita tentang acara jalan-jalan ke Gleneagles Hospital, Singapura. Intip juga tip dan trik berobat ke Singapura dari saya. Tungguin, ya! ^^ [bersambung] Haya Aliya Zaki

The Wellness Suite An SMG Clinic
290 Orchard Road #13-01 to 06 Paragon
Singapore 238858
Telp: 68361000 Fax: 68368385

55 komentar:

  1. Balasan
    1. Hahahaha dapet payung Hello Kitty. :v :p

      Hapus
  2. Mbak...iya ya itu rada merah...hebat kali komedonya jadi masuk kedalam tabung gitu :O
    Itu agak bentol gitu beneran g sakit ya mbak??? Huaaa...pengennnn biar kinclong...secara tau sendiri kan gimana sakitnya kalau facial..
    Btw....baca tulisan ini aku jadi ngakak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ akhirnya mb haya bisa selfie dengan wajah ciamikk....

    Duh kapan yaaaa...ngiler nyobain

    *note utk papsmear setahun sekali #noted

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran ga sakit, Cha. Aku malah ngantuk berasa dipijit-pijit gitu. :D

      Hapus
  3. Makaaassiii dah berbagi muaahh

    BalasHapus
  4. waaaah....kebayang enaknya wajah mak Haya yang di hydrafacial...
    jadi ikut2an ngantuk..... hihihihi

    jadi, setiap hari harus pake sun block cream gitu ya mak...
    bukan hanya kalau ke pantai aja.....

    terimakasih mak Haya untuk tulisannya yg informatif sangat...

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bun. Kalau keluar rumah pakai sunblock walaupun ga ke pantai. Kalo ga keluar rumah pakai pelembap supaya kulit ga kering (tetap terhidrasi). Makasih juga udah mampir ya, Bun. Jangan bosen ke sini hihihi.

      Hapus
  5. mba Hayaa.. asik nyaa. baru kali ini baca postingan orang ke singapur tapi bukan ke tempat yang mainstream. Melihat singapur dari sisi lainnya.. ah aku jadi ingin facial di tempat iniiiiii... huf huf huf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan-jalan mainstreamnya ada juga, Put. Ntar kapan-kapan diceritain. :D Ayo, Hydrafacial, Put. Uenak banget! :D

      Hapus
  6. jadi inget, saya pengen banget facial buat ngecilin pori-pori. Tapi, kata adekku yang suka facial, rasanya sakit. Hiii... jadinya sampe sekarang ga jadi-jadi. Gimana menurut mak Haya, apa ada cara lain buat ngecilin pori-pori yang ga pake sakit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Hydrafacial sama sekali ga sakit. Soalnya ga pake jarum. Untuk ngecilin pori-pori, mungkin bisa konsul ke dokter kulit, ya. Saya kurang tahu. :)

      Hapus
  7. Wah laporannya komplet, Mbak Haya :)

    BalasHapus
  8. Apalagi aku kali ya kalau ke situ, Hay. Banyak pastinya masalah di wajahku ini. Tfs, ya. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, "diterawang" sama Dr. Yong, Kak Wiek. :D

      Hapus
  9. (((Overweight))) *seneng ada temennya hahaha*
    Pengen banget ngobrol sama Om Yong,
    masih bingung soal kulit kering, kulitku kering tapi berminyaknya di idung jidat doang. Dan katanya itu jelek karena bagusan berminayk... awet muda katanyaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku selain overweight, juga kolesterol dan asam urat berlebih. Gubraaakkk. Harus olahraga dan pantang makan, nih. *_* Kata Om Yong, yang bagus itu kulit terhidrasi (kadar air cukup), Un. Bukan kulit berminyak. Kulit berminyak malah memicu masalah, jerawat, misalnya. Cmiiw.

      Hapus
  10. Aku dulu pecinta facial sampai akhirnya nyerah dan kapok karena yg terakhir aku facial pas lg jerawatan. Tahan berapa lama Mak setelah di facial? Aku pernah sedot komedo pakai tabung itu nggak sakit malah enak di Jakarta di deket rumah malah cuma kulitku tahannya sekitar sebulan aja setelahnya ancur lagi hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uenaknya bikin nagih, ya. :D Sebaiknya memang rutin sebulan sekali ini, Put.

      Hapus
  11. Saya masih males pakai sun block *hiks*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu pake, Mak, kalo keluar rumah. Apalagi kalo terpapar sinar matahari di atas pukul 9 pagi.

      Hapus
  12. Asiknya. Komedoku banyak hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manteb banget ini ngeluarin komedo, Fit.

      Hapus
  13. ini mah keren banget mah haya, jalan2 plus perawatan begini...super keren deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan-jalannya anti-mainstream ya, Mak. :v

      Hapus
  14. wah kayaknya saya juga overweight mak...

    keren dan lengkap liputannya mak

    BalasHapus
  15. Dari semua jalan-jalan karena ngeblog ini adalah yang bikin saya mupeng cikgu,...rangkaian jalan-jalan cikgu ke singapore ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa yang ini yang paling kusuka. :D

      Hapus
  16. memang ya kalau denger kata "facial" itu pikirannya langsung macem-macem hehehe
    gak kuat menahan rasa sakit facial...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya trauma facial akunya, Mak. :D

      Hapus
  17. Waah... aku ya mau Mbak Haya kalo facial kayak begini. Apalagi gratis hihihi
    Oalah... jadi kalo sebelum keluar rumah bagusnya pake sunblock ya. Aku kira cuma pas mau ke pantai doang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo terpapar sinar matahari di mana pun kudu pake sunblock, Hilda. :)

      Hapus
  18. Semoga suatu hari nanti bisa ke sini, ya minimal kumpulin duit lah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Indah kan udah ke Singapur duluan waktu itu. Haya ngekor hihihi.

      Hapus
  19. jadi bersih & mulus tanpa komedo ya mbak

    BalasHapus
  20. wahhhh menarik banget mak liputan facialnya...seandainya ahh seandainya bisa ke sana.:)

    BalasHapus
  21. Berapaan itu biayanya maaaak.mupeng

    BalasHapus
  22. Entar kalau bertemu lagi saya pasti pangling karena makin cantik
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  23. Trus buru2 menabung buat botox ke sini :)))

    BalasHapus
  24. wuidiiiiiihhhh kumplit banget ttg hydrafacialnya :-)

    BalasHapus
  25. Waaa jadi pengen nyobain hydrafacial, nih. Kayaknya enak banget! Satu lagi, papsmear. Hmmm pengen tapi gak jalan2, nih. Ada rasa takut juga. Mbak Haya udah pernah?

    BalasHapus
  26. Pulang dari Singapura jadi makin kinclong ya mbak hehehehe,,,,

    BalasHapus
  27. berarti bakalan sering2 selfie, Mak hahaha

    BalasHapus
  28. Wow kinclong banget Mba wajahnya setelah dilakukan perawatan dan konsultasi, skin care kayaknya saat ini sangat dibutuhkan banget ya Mba :D

    BalasHapus
  29. total biaya perawatan berapa ?

    BalasHapus
  30. Bagus banget ya peralatannya *eh*

    BalasHapus
  31. Hahahah ngakunya facial terakhir tiga bulan yang lalu, padahal sudah berabad-abad, kok samaan sihh

    BalasHapus
  32. Mba Haya kayaknya ga difacial tetep cantik deh. Upss.. enak ya mba keliatannya perawatan di sana. Tapi mahal kali ya...

    BalasHapus
  33. Terakhir aku buang sunblock gegara malas pakai. Ternyata penting banget... oke beli lagi ah pake vocer *oooppsss

    BalasHapus
  34. Wah... Asik banget. Makasih banget sharing pengalamannya.

    BalasHapus
  35. Asyik nya mak haya jadi tambah cantik

    BalasHapus
  36. Perawatan untuk cowok apa ya hahaha #fashionformen

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan