Kamis, 05 Februari 2015

Jalan-Jalan ke Singapura: Halo, Singapura!

So, this is the day!
Senin, 26 Januari 2015, saya, Natalia Turangan dan Priadarsini a.k.a Dessy #HappyBloggers bersama tim majalah Reader's Digest Indonesia (RDI) berangkat ke Singapura! Yeay!

Natali, saya, dan Dessy (di tengah)

Kami berangkat pukul 08.30 pagi naik Garuda Indonesia. Rada deg-degan karena sebulanan ini Jakarta terus-menerus hujan. Apalagi, sempat ada pengumuman di pesawat bahwa penerbangan sedikit lambat karena lalu-lintas udara sedang padat. *lha, saya baru tahu lalu-lintas udara bisa macet hihi* Tapi, ternyata, kami tetap sampai on time. Cuaca cerah sempurna. Perjalanan di angkasa raya nyamaaan banget. Di pesawat, saya sarapan nasi ayam, membaca koran, dan menonton film The Book Thief sebentar. Semua yang saya khawatirkan tidak terjadi, Teman-teman.



Halo, Singapura! ucap saya dalam hati. Ini kali kedua saya menginjakkan kaki di Negeri Singa. Berarti, ini kali kedua pula saya melihat Bandara Changi. 

Bandara Changi

Hello, Singapore! (foto milik: natalixia.com)

Well, siapa yang enggak jatuh cinta melihat Bandara Changi? Bersih, cantik, berteknologi tinggi. Bandara Changi bukan hanya untuk pesawat mendarat atau lepas landas. Hari-hari libur, masyarakat Singapura bisa jalan-jalan, belanja, dan makan-makan di sini karena banyak pertokoan dan restoran. Bandara ini juga sebagai sarana edukasi untuk anak-anak. Saking kesengsemnya, saya menjadikan Bandara Changi untuk setting novel saya Hilangnya Berlian Pink (novel anak) beberapa tahun lalu. Selain itu, mau tahu? Saya suka pemandangan “tak biasa” yang langsung saya temui di sana. Pemandangan … pekerja berusia lanjut! Kabarnya, ada sekitar 2000 lansia di Singapura yang aktif bekerja. Menyenangkan menyapa para pekerja lansia yang tampak bersemangat ini. J




Kami dijemput tour guide bernama Fern Wong. Orangnya ramah dan murah senyum. Bahasa Indonesianya bagus banget! Mrs. Fern berprofesi sebagai tour guide khusus untuk turis Indonesia dan Cina selama 15 tahun. Ya, selain bahasa Indonesia, Mrs. Fern juga jago bahasa Mandarin. Tidak sembarang orang bisa menjadi tour guide di Singapura, lho. Tour guide harus mengantongi izin resmi dari pemerintah. Mereka mesti memiliki wawasan luas tentang Singapura dan keahlian berbahasa yang baik. Yang menilai keahlian berbahasa Indonesia tour guide seperti Mrs. Fen adalah pihak KBRI Singapura. Nanti KBRI menyampaikan hasil penilaian mereka kepada pemerintah. Di minibus sudah menunggu Mr. Gopal, sopir yang bakal setia mengantar kami menyusuri jalanan di Singapura.


Mrs. Fen menjelaskan tentang Singapura

Pilihan makan siang pertama di Singapura jatuh pada nasi padang nan kondang Hjh. Maimunah Restaurant di Jalan Pisang. Yuk, icip-icip menu serba-pedas. Lomak niaaan haha! Favorit saya sotong masak hitam. Guriiih. Pedaaas. Biasanya kalau masak sotong, saya membuang tinta hitamnya. Tapi, ini, kuah tinta hitamnya malah bikin nikmat! Ada satu menu yang saya baru tahu, yakni siput sedut. Kuahnya mirip lodeh, tapi lebih kental. Tinggal sedot isi cangkangnya! Katanya dua menu ini memang favorit banyak orang. Teman-teman ada yang pernah coba? Jangan lupa pesan teh tarik kalau mampir ke sini, ya. Rasanya jempol! Kata Mrs. Fern, bikin teh tarik itu harus benar-benar tiga kali “ditarik”. Tidak kurang tidak lebih. Catet! Kalau tidak, yang minum bisa masuk angin hihihi. Ada-ada saja.



Ritual sebelum makan haha! (foto milik: RDI)

Sikaaattt!

Siput sedut

Oiya, sempat ada kehebohan sedikit. Rupanya Natali sama sekali enggak tahan pedas!

 “Kayaknya gue satu-satunya orang Manado yang enggak tahan pedas huhuhu …,” kata Natali sambil kipas-kipas mulut dan bolak-balik meneguk air putih. *puk puk Natali*  Natali kebalikan dengan Dessy yang suku Minang dan hobi makan nasi padang. Bahkan, Dessy tahu perbedaan macam-macam nasi padang. Semangkuk sup hangat dan lezat akhirnya menjadi pelipur lara Natali. Di mangkuk supnya ada kata “pedas” dicoret. *canda, Nat hehehe*    

Kenyaaang. Saya dan Dessy salat zuhur di salah satu masjid terbesar di Singapura, Masjid Sultan Singapura, Muscat Street. Masjid ini sontak mengingatkan saya akan kampung halaman, Medan. Jadi kangen! Masjid didominasi warna hijau dan emas. Warna hijau mengembuskan napas Islam, sementara warna emas warna kebanggaan kerajaan Melayu. Rumah-rumah di sekitar situ pun berdesain rumah Melayu kuno. Pemerintah Singapura sengaja mempertahankan bangunan lama di antara bangunan-bangunan pencakar langit di Singapura. Nama “Muscat” sendiri diambil dari nama ibu kota kesultanan Oman yang terletak di utara Laut Arab. Jadi, Masjid Sultan Singapura menggambarkan sejarah masyarakat Melayu dan Arab di negara berpenduduk 5,3 juta ini. Oiya, banyak yang menyarankan saya icip-icip martabak kari di Zam Zam Restaurat di seberang masjid, tapi sayang tidak keburu waktu. Insya Allah lain kali kalau ada rezeki.





Jendela sisir yang khas


Kontras, bangunan lama dan gedung pencakar langit

Kotak surat dan koran tempo doeloe

       Seharian kami menghabiskan waktu jalan-jalan di Singapore Sports Hub dan Garden by the Bay. Kapan-kapan saya buat postingan tersendiri tentang dua tempat ini. Keren dan canggih abeees! *sampai sekarang masih terkenang-kenang* Pangling menatap langit setelah selesai makan malam di Hotel Grand Hyatt. Pukul 7 malam langit Singapura masih terang-benderang seperti pukul 4 sore di Jakarta. Tidak sampai sejam meluruskan kaki di Hotel Jen @Orchardgetaway di kawasan Orchard Road, saya terlelap. Kumpul tenaga buat besok pagi. Siap-siap medical checkup di Paragon, Orchard Road. Pukul 12 malam sampai waktu checkup, saya wajib puasa. *umpetin karung camilan* [bersambung] Haya Aliya Zaki

Berikutnya: Jalan-Jalan ke Singapura: Medical Checkup di Paragon Medical

75 komentar:

  1. Yang bangunan lamanya bentar lagi mau direnovasi tuh Mak. Saya pernah nginap di hostel, melipir agak ke sebelah kiri foto ini, sedang dipugar. Betul saya juga suka banget sama bandara Changinya. Bersih dan modern.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Direnovasi, tapi struktur bangunan lama sepertinya tidak diutak-atik ya, Mak. Yap, setuju. Changi memang canteeekkk. :D

      Hapus
  2. Aaaaahhhhh aku belum pernah ke singapore :( hiks
    Enaknyaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. *puk puk* Moga kita bisa halan-halan bareng someday ya, Put. :D

      Hapus
  3. inspiratif mbak ;)

    artikel ini layak dibookmark untuk menambah wawasan sesama blogger...
    *dua jempol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamaciiih. Senang kalau postingan sederhana ini bermanfaat. :)

      Hapus
  4. Slrrrpp!! Semoga rejeki mak Haya menulari semua emak2 blogger, aaamiiiin :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kayaknya komennya sambil makan siput sedut. "Sluuurp" gitu hihihi.

      Hapus
  5. bandara Changi emang cantik bingits ya, CikGu? Aku baru tiga kali ke negeri singa ituh, dan selalu saja berlama-lama di Changi, rasanya emang asyik banget hangout di situh sih.
    Siput sedut? Belum pernah nyoba, CikGu, takut malah siputnya nanti yang nyeduh lidah kita? Haha...
    Selalu suka dengan tulisan2muh, menginspirasi, dan bikin iri! *tolakpinggang. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaakkk makasih, Mbak. :* Kapan-kapan kita barenglah raun-raun ke Changi. Itu isi cangkang yang disedot, maksudnya. :))))

      Hapus
  6. asiknya bisa jalan2 gratis hehehe,saya belum pernah ke changi,semoga ya tahun ini hehehe aamiin....kayaknya nggak asing sama supir bernama Mr Gopal,kapan hari bewe teman yg ke singapura juga supirnya Mr Gopal,apa jangan2.....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin sama, mungkin juga ada Mr. Gopal 1, 2, 3 .... :))))

      Hapus
  7. Wah asyik jalan jalan ke Singapuranya. Saya sampai habis melahap artikel ini. Namun yang jadi tanda tanya saya apa ini dalam rangka "eksekusi:" Hadiah sebuah competition? Hadiah GA bisa trip ke Singapura?

    Keren eui. Saya aja satu kali aja belum pernah. Namun Alhamdulillah deh bisa liat liat kota Singapura dari foto foto di sini. Soal Menu sepertinya sudah akrab dengan lidah Indonesia ya seperti Sotong. Wah saya juga suka sotong. Baik Sotong Kecap maupun Sotong yang pedas, Kalau di Pontianak ada jenis SOTONG KODOK. HIehiehiehiehiehiee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini undangan dari majalah Reader's Digest Indonesia. :) Menu ini memang cukup akrab. Ini masakan padang ala Singapura. Sotong kodok itu jenis sotongnya atau gimana, ya? Jadi pengin tahu juga. :D

      Hapus
  8. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ..

    اَلْحَمْدُلِلَّهِ Ya lancar perjalanannya. Semoga lancar juga semua aktifitasnya aamiin,sedikit intip2 tadi"moga kesampaian icip2 martabaknya". Nanti posting martabaknya,he he. Biar seseru masakan lain,soalnya saya juga suka martabak indo,kali aja nanti ada di indo yg rasanya mirip kaya di singapura,atau malah ada ya martabak khas singarup di indo? Hmm. Jadi penasaran. Oh ya,banyak juga ya yg minat pengen menghampiri negri singa,moga terwujud yap aamiin.

    Artikelnya memanjakan mata saya,emang dari hati nulisnya ya mba? He he

    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan-kapan mampir cobain martabaknya. Ini nulisnya dengan laptop hahahah.

      Hapus
  9. ngileerr ngileerrr makanannyaaa *slrruppp

    BalasHapus
  10. Emaakkkkk...kpn daku bisa kesituh *mupeng

    BalasHapus
  11. Jadi pengen ke singapore


    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Makasih dah mampir.

      Hapus
  12. Senangnya mbak..... terima kasih ya sudah membagi kebahagiaan di postingan ini.
    Semoga saya bisa ke singapura suatu hari. Aamin..

    BalasHapus
  13. Kerennya, Maaaak! Semoga suatu saat bisa mampir SIngapura. Aamiin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doakan aku juga bisa main ke Negeri 1001 Malam ya hehehe.

      Hapus
  14. ihiiiyyy... siputnya enyak bingits :-P

    BalasHapus
  15. Belum pernah ke Singapura. Semoga suatu saat bisa ke sana.
    Aamiin.
    Makasih Mbak sharingnya

    BalasHapus
  16. Belum pernah ke Singapura
    Makanannya bikin meleleh liur mba, yummy

    BalasHapus
  17. Aku sudah berapa kali ya ke S'pore, tapi belum pernah ngerasin siputnya. Cara Haya menggambarkannya jadi pengin ih. Btw, Changi agak mirip-mirip Kuala Namu ya, Hay. Hihihi... cuma bersih dan tertiban sono banyak. Hahaha.... Btw, kapan ya kita bisa sama-sama berlibur ke S'pore ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, kita berangkat pake uang jula-jula hahaha.

      Hapus
  18. Singapura memang hebat ya negara sekecil itu bisa mengalahkan yang lebih besar, BTW pas saya ke Changi dulu, ada sepasang calon pengantin yang sedang photo Prewed di bandara loh, iyaa. Banyak pekerja India juga, dan pekerja lansia keturunan China. Singapura lebih kecil dari Jakarta

    http://titialfakhairia.blogspot.com/2015/02/kutunggu-kau-di-taman-surga-part-1.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya waktu aku ke sana juga ada yang sedang foto prewed di Changi, Mbak. Soale cakep sih tempatnya. Iyaaa aku senangla ngeliat pekerja lansia ini. Mereka cekatan dan tampak bersemangat.

      Hapus
  19. Singapore, aaah udah 2x beli tiket kesini selalu gagal berangkat. nexttime kalo tante haya mau kesana lagi ajak ajak yah. *SiapJadiTukangPotret :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, kenapa gagal, Tari? Bolehlah kapan-kapan kita berangkat bareng. *langsung berpose* hihi

      Hapus
  20. enaknya yg habis jalan2..dapat ilmu dapat teman dan dapat banyak pengalaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Pengalaman, wawasan, dan teman itu yang ga bakal kebeli. :)

      Hapus
  21. Hihi...jadi ritual sebelum makan foto makanan ya mak...asiknya bisa jalan2 ke singapur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha don't try this ritual at home, yaaa. :v

      Hapus
  22. Ga kolu liat siputnya antara geli tapi penasaran hehe....
    Nyari2 karung camilan sambil nunggu episode berikutnya :p

    BalasHapus
  23. Makasih mak,, informasi tentang Singapura. Dan yakin deh pasti masih banyak lagi yg mau mak haya ceritain deh,, sukka,,jadi besok2 kalo ada rejeki prgi kesono, udah tau dikit2 deh,, heheh,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaak. Udah ada postingan baru itu. Moga bermanfaat, ya. :)

      Hapus
  24. Asyiknya yang halan-halan ke Singapore :)
    Ngakak liat foto ritual sebelum makan haha. Pasang posisinya beda-beda *ngakak lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha itu foto candiiiid. Kami juga ngakak waktu tahu. :))

      Hapus
  25. Aku termasuk penikmat makanan pedassss jadi penasaran sama siput sedutnya Hjh Maemunah Resto :D Semoga bisa balik buat nyobain martabak seberang mesjid ya mbak... Aku juga pingin ke Singapore^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kapan nih duo Haya ke Sing qiqiqi. Pasti seru! :D

      Hapus
  26. senangnya mbak e...
    itu sayang g ke zamzam murtabak....padahl depan masjid... apa kita aja pergi lagi kesana :D
    mbak ditunggu liputan kecantikan hydranya:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. SIyap! Postingan hydrafacial menyusul, ya. :D

      Hapus
  27. Balasan
    1. Yap. Sebelum pulang kami main ke sana. :)

      Hapus
  28. Salam untuk Natali, Hay :) sesama orang yang nggak tahan makanan pedas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa bikin komunitas Anti-Pedas gitu, Mbak Eno hihihi.

      Hapus
  29. Jalan-jalan yang sangat menyenangkan ya, Mbak. Wah, jadi penasaran neh sama Singapore Sports Hub dan Garden by the Bay yang nanti ditulis lebih detail :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah saya tulis. Moga ga bosan baca. :)

      Hapus
  30. senengnyaaa...bisa jalan-jalan ke Singapura, gratis pula :)

    BalasHapus
  31. Ah SIngapura...
    Asyik banget Mbak bisa jalan-jalan kesana.
    Benar-benar bersih dan teratur ya disana, seperti di bandara itu.
    Saya terpesona dengan bagian dalam masjidnya itu. Sejuk sepertinya diruangannya...

    Salam dari saya di Sukabumi,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semua serba-tertib dan teratur, Mas. Ga semrawut. Masjidnya sejuk, apalagi efek warna hijaunya itu, ya. Bikin tambah sejuk.

      Hapus
  32. Mantap...keren banget hasil jepretannya Mak Haya... Singapura memang salah satu destinasi yang keren untuk disinggahi... Akhir bulan ini aku ada rencana ke sana juga.. Tiket sudah dikantongi..tinggal berangkat dan..melancong...uhuyyy...nyusul Mak Haya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa selamat halan-halan! Ikooot! :))

      Hapus
  33. Hahaha iya nih aku memang bernama Manado tapi gak bisa makan pedas, malu-maluin ya :D :D Aku juga sudah tulis tentang Day 1 di blog aku lho, siapa tahu Mbak Haya juga berkenan berkunjung yaa ^^

    http://natalixia.com/2015/02/07/ke-singapura-bersama-happybloggers/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah mampiiiir. Mugi-mugi kita bisa jalan-jalan bareng lagi, ya. :D

      Hapus
  34. Kalau kemarin pas sampai Singapura berarti kali kedua bertemu Changi, berarti pas ke sana pertama pulangnya nggak naik pesawat Mbak? *iseng banget nanya hahaha*
    Penasaran Gardens by the Bayyy... kapan yaaah ke Spore :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahahahahaha Unaaaa ... bikin aku ngakak aja. Tahu ya matematikaku payah hahahaahha. *ngeles*

      Hapus
  35. Subhanallah.. bener-bener rezekinya Mbak Haya ^^
    Fotonya cakep-cakep dan menu makanannya bikin ngiler :D

    BalasHapus
  36. Bandara Changi bagus banget mbak. Itu restoran Hj. Maimunah yang punya orang Indonesia atau bukan ya?

    BalasHapus
  37. Singapura, Negara kecil yang sarat budaya ;)

    BalasHapus
  38. kapan-kapan ajak aku dong Bude hahahahaha.... kmrn sama si abi jadi kepikiran naik pesawat paling pagi, pulang pesawat paling akhir ^^ macem bude sm aba dulu ituh tuhh ^^

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan