Sabtu, 20 Desember 2014

VLOGGER GATHERING: Mari Bijak Menggunakan Media Sosial



Hampir sebulanan ini bodi kurang fit. Dua minggu blas absen mengisi blog. Alhamdulillah, begitu fit dikit, langsung capcus ke acara Vlogger Gathering yang diadakan VIVA.co.id di resto Boka Buka, Pondok Indah Mall, Jakarta (16/12). Pengin banget datang karena materinya menarik, yakni tentang blog dan media sosial yang mengubah kultur masyarakat kota. Sekalian mau silaturahim sama Puput Utami, salah satu admin VIVAlog dan fashion blogger beken. Huhuy! Kebetulan saya dan Puput pernah sama-sama menjadi narsum tentang media sosial di majalah NooR.


Resto Boka Buka

Saya dan Puput Utami

Sekarang ini VIVAlog sudah menjadi blog agregator paling besar di Indonesia. VIVAlog merupakan platform VIVA.co.id yang bertujuan mempromosikan blog. Kolaborasi yang cantik dengan para blogger. Moto VIVAlog adalah share your blogs, boost your traffic. Saya salah satu blogger yang setia submit link postingan blog di VIVAlog. Berkat VIVAlog, traffic blog saya tambah rame. Alexa mengempis sampai 300 ribuan. Ciyus! Sila Teman-teman coba. Tapi,  yang paling penting bagi saya, traffic semakin rame juga berarti semakin banyak pembaca yang merasakan manfaat dari blog saya. Aamiin yaa Rabb.
Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-6, VIVA.co.id memberikan kado istimewa buat teman-teman blogger. Desain baru VIVA.co.id lebih menarik, minimalis, dan cepat diakses. Ke depannya bakal sering-sering diadakan acara kopdar blogger. Wah, wah, ini VIVA.co.id yang ulang tahun, kok, malah kita yang dikasih hadiah, ya? Baik sangaaat! 
 
Tampilan lama VIVA.co.id


Tampilan baru VIVA.co.id

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Vlogger Gathering diadakan di resto Boka Buka. Fyi, ‘Boka’ berasal dari bahasa Spanyol 'Boca' artinya ‘mulut’. ‘Buka’ artinya ‘buka’. Jadi, Boka Buka berarti buka mulut. Pemilik resto ingin pengunjung ‘buka mulut’; mengobrol bercanda haha hihi dan makan di sini. Intinya, resto tidak hanya menawarkan makanan lezat, melainkan juga suasana yang menyenangkan. Tidak saya sangka, pemilik resto ini dua perempuan cantik dan … muda! Salut, deh, sama orang-orang young on top begini. Mereka adalah kakak adik Ratria dan Sandria.


Ratria dan Sandria

 Boka Buka berawal dari sebuah resto kecil yang menjual belgian waffle bercitarasa unik pada tahun 1999. Kini Boka Buka berkembang menjadi resto homy ala Prancis yang menyajikan makanan-makanan home cooking. Menu andalan escargots de bourgogne, makanan lezat kaya vitamin dan mineral. Escargots dilapisi butter, garlic, dan bumbu-bumbu rahasia lainnya. Tapi, kali ini bukan menu tersebut yang disajikan. Kami menyantap menu lain yang tak kalah lezatnya. Selain di Pondok Indah Mall, Boka Buka juga ada di Cipete Raya no. 1, Jakarta. 


Escargots de bourgogne

Boka Buka salad

Beef fillet brown sauce

Pancake with vanilla ice cream

Di acara puncak, tampil narsum Banyumurti, seorang food blogger kondang, relawan TIK, dan aktif di media sosial. Ini dia materi yang ditunggu-tunggu.   
Banyumurti mulai ngeblog di banyumurti.net tahun 2007. Mulanya karena ikut-ikutan. Kebanyakan temannya menulis curhat di blog, sementara doi enggak bisa seperti itu karena doi sosok yang introvert. Jadi bingung. Mau nulis apaan di blog, yak?
Voila! Kuliner! Hobi Banyumurti yang suka menjajal kulinerlah yang disalurkan melalui blog. Doi hanya sharing makanan A ada di tempat X di blog. Sesimpel itu. Ternyata, prospek blog kuliner cukup bagus. “Biasanya blog saya tambah rame pas bulan puasa. Kurang tahu kenapa,” kata Banyumurti setengah tertawa. Menyadari hal ini, semakin hari Banyumurti semakin memperbaiki kualitas tulisan. Semakin lama tulisannya semakin terstruktur. 


Paling kanan: Banyumurti

Teman-teman, pengguna internet di Indonesia didominasi kalangan berusia belasan hingga tiga puluhan. Rata-rata per harinya menghabiskan waktu berinternet 5,5 jam via desktop dan 2,5 jam via mobile. Sekitar 95% yang dikunjungi adalah … media sosial! Bukti bahwa orang Indonesia cinta abeees sama media sosial. *tsaaah* Orang lebih memilih membaca info dari Google tentang mesin jahit daripada mempelajari sendiri mesin jahit yang ada di depan dia. Sebagian orang merasa hebat setelah sharing berita pertama kali di media sosial. Kita enggak perlu menjadi wartawan atau reporter media cetak atau elektronik untuk bisa sharing berita. Selfie udah jadi tren. Referensi produk dari blogger lebih dipercaya daripada iklan biasa. Hare gene blogger begitu bernilai. Ini fakta. Begitu tergantungnya orang-orang sama internet, terutama masyarakat kota. 
Satu hal, masih menggunakan media sosial untuk iseng? Mari kita lihat video di bawah ini.  




Banyak orang berpikir bahwa mentang-mentang akun media sosialnya adalah akun sendiri, maka dia bebas bablas menulis apa saja. Sebenarnya, tidak begitu. Media sosial adalah ruang publik. Akan ramai orang wara-wiri membaca tulisan kita. Berbahaya jika kita terus-menerus merasa bahwa ruang publik adalah ruang pribadi. Apalagi, kalau kita menulis tentang sesuatu yang terkait instansi atau perusahaan. Hati-hati. Hati-hati tersangkut masalah hukum. Kasus Ervani Emihandayani dan Florence Sihombing bisa menjadi pelajaran.


           Nah, semua sudah sepakat kalau blogger termasuk salah satu makhluk *kyaaa ... makhluk* yang paling dicari oleh brand, kan? Berikut tip dari Banyumurti untuk jadi blogger keren.
1. Dengar
Feliiis, no way jadi blogger kudet. Cari tahu ‘keriuhan’ apa yang sedang terjadi di luar sana. Jangan sampai pas kita ngomong, orang komentar, “Idih, itu berita zaman kapan, ya?” Berita-berita yang sedang hangat dibicarakan, bisa jadi bahan postingan, lho.
2. Fokus
Kita boleh menulis apa saja di blog, tapi fokus akan menjadi nilai tambah. Misal, kita fokus jadi food blogger. Kalau orang-orang mau mencari info tentang makanan, maka yang langsung terpikirkan adalah blog kita. Hm, saya pribadi sepertinya tetap bertahan di blog goda-gado ini bwahahaha. Saya senang menulis macam-macam. Berbagai peluang dari brand menghampiri karena banyak hal yang bisa saya tulis di blog ini. Tapi, suatu saat saya ingin membuat blog khusus kuliner. Ada passion terpendam di bidang yang satu ini. *tukang makan* 
3. Konsisten
Wew, percaya atau tidak, sepertinya ini yang paling sulit, ya. Enggak ada cara lain selain harus ‘memaksakan diri’ untuk menulis di blog.
4. Berbeda
Cari sesuatu yang membuat blog kita berbeda dengan blog orang lain. Kalau mau jadi blogger kocak, sebaiknya jangan menjiplak plak plek gaya Raditya Dika atau Bena Kribo. Cari gaya lain. Yang penting, terus ngeblog. Lama-kelamaan Teman-teman akan menemukan gaya sendiri. 
Pesan pamungkas dari Banyumurti, jadilah blogger yang tulus dan jujur berbicara sesuai pengalaman. Tulisan blogger tidak sama dengan iklan biasa. Pertahankan itu. Siyap! ^^


Finally, wefie! (foto: VIVA.co.id)

Boka Buka, boleh saya pinjam motornya buat pulang? Hihi.

Alhamdulillah, selain tambah ilmu dan sambung silaturahim, di acara ini saya memenangi live tweet terbaik. Terima kasih, VIVA.co.id! Selamat ulang tahun! Sukses dan teruslah menjadi partner hebat para blogger! ^^ [] Haya Aliya Zaki




38 komentar:

  1. uwoww.. ada foto aku ada foto aku hahaha makasih mba Haya udah datengggg. terus submit artikel di vivalog yaaa #promosiberbayardarikantor :p

    BalasHapus
  2. Duh...Mak Haya selalu beruntung ya...kali ini kembali menang live twit terbaik... Mungkin karenan Mak Haya orang baik ya selalu mau membagi ilmunya kepada yang lain...mantap.. Sukses terus ya buat Mak Haya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaa Rabb. Sukses buatmu juga, Mak.

      Hapus
  3. Menjadi blogger yang fokus. Waduh, belum bisa. Baru bisa blog gado-gado :(

    BalasHapus
  4. Seruuuu acaranya, keren materinya juga ih :)
    Btw itu pipi tambah cemunal munil aja yaaaa wkwkwkwk.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woiii aku udah turun 3 kg, nih. Tapi, kalo dibandingkan sama pipi Puput, udah pasti pipiku cemunal munil tiada tara wakakaka.

      Hapus
  5. Nggak kebayang Haya pulang naik motor itu :)

    "jadilah blogger yang tulus dan jujur berbicara sesuai pengalaman." Kok pengen senyum2 ya pas baca ini :D Tapi sebagai orang jujur :p yang paling susyeh itu konsistensinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Mbak Eno bisalah itu. Paling ga ngeblog seminggu sekali. :D

      Hapus
  6. ngelirik bekicotnya, kira2 renyah gak ya...hahaha gagal fokus ama acaranya nih mak gegara tampilan makanannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kirain gagal fokus gara-gara lihat mamas Sander, Mak. :))

      Hapus
  7. Konsisten ... itu yg masih susah untukku cikgu.. padahal aku pengen bisa kaya cikgu yg udah membhahaaanaa seantero Indonesia :(
    Harus lebih rajin nulis ni kyanya... tfs cikgu :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaa aku malah pengin kayak Muna bisa traveling ke mana-mana dan pengalamannya dishare ke blog. :)

      Hapus
  8. betul mak, tulisan di blog tdk sama dgn iklan biasa. jadi menulis dgn jujur adalah penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo blogger 5W + 1H + experience.

      Hapus
  9. Masih blogger gado2, belum bisa full fokus & konsisten, tapi udah buat 1 blog yg memang khusus bahas kuliner karena suka makan-makaan ;) #ehhh

    BalasHapus
  10. wadugh escargotnya bikin enggak fokus nih...btw makasih liputannya mak...manfaat bangets

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doyan escargot ya, Mak? Sama-sama. :)

      Hapus
  11. Konsisten, pengin banget bisa konsisten. Hehehe
    Mbak, emang bisa naik motor model gitu? Qiqiqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal manggil Nchie Hanie buat bonceng qiqiqi

      Hapus
  12. makasih kak share ilmunya, medsos memang harus diperlakukan dengan benar dan sesuai aturan ya kak :) syafakillah kak

    BalasHapus
  13. Tx 4 sharing maak..nanti posting k vivalog ah. Haseek..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo ... share your blog, boost your traffic. :D

      Hapus
  14. Makasih tante atas sharing ilmunya. Mulai sekarang salsa bakal gunain socmed dengan bijak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo lagi di sekolahan, jangan medsosan tapi ya, Salsa hehehe.

      Hapus
  15. Kalau soal baca masih bisa konsisten, tapi kalau soal nulis........susaaaaah buanget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp, minat menulis tumbuh diawali dari kegiatan membaca. Kata Ayu Utami, 60% pekerjaan penulis adalah membaca. :)

      Hapus
  16. Duh, jadi malu ngomong di depan blogger kondang kaya mbak Haya... Kebalik harusnya. Makasih postingannya yah mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiiiik disambangi Mas Banyumurti. :)))) Mas Banyu blogger kondang, saya blogger kondang (an). :D Materinya sangat bermanfaat. Sama-sama, Mas. Makasih juga. :)

      Hapus
  17. Buka mulut enak sambil dapat ilmu ya Mbak. Semoga para blogger tambah keceh dan isi blog mereka tambah manfaat untuk orang banyak, seperti blog Mbak Haya ini. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, sama-sama. Blog Mbak Evi juga pastinya. Makasih dah mampir, Mbak. :)

      Hapus
  18. wah mantap mbak saya jadi nambah ilmu nih mbak josh keren amittt....semoga konsisten mbak dan rejeki ngalirr amiin....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Dikau juga, yaaa. Ayo, semangadh! ^^

      Hapus
  19. sekarang banyak yang merasa kalau ini adalah zaman kebebasan berpendapat. Tapi gak bisa membedakan mana yang bebas bertanggung jawab sama bebas seenaknya

    BalasHapus
  20. uni pengen bisa fokus ngeblog. tapi tidak tahun ini..:(

    tapi dengan baca2 postingan haya, ada banyak info keren yang uni dapat.

    makasih yaaaa

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan