Senin, 22 Desember 2014

KING SULEIMAN; Cinta, Intrik, dan Perebutan Kekuasaan



           Sebulanan ini santer terdengar *duilah* kalau ANTV akan menayangkan serial baru pengganti serial Mahabharata yang berakhir Januari 2015 nanti. Serial ini berasal dari Turki, namanya King Suleiman (sekarang ganti judul menjadi Abad Kejayaan). Uwouwo … kebayang pemain Turki yang cakep-cakep bingit itu! ANTV memang selalu melakukan terobosan-terobosan dengan menghadirkan program-program baru yang variatif. King Suleiman merupakan serial drama yang sukses di 60 negara. Tadi siang kami para blogger dan teman-teman wartawan diundang untuk menyaksikan skrining perdana King Suleiman di Soraya Intercine Film, Jakarta.   




Sejumlah artis, yakni Fardhan Khan, Tasya Kamila, dan Kimberly Rider, ikut hadir menyaksikan skrining perdana King Suleiman. Rencananya, King Suleiman yang diputar pertama kali oleh ANTV pada 22 Desember 2014 ini tayang nonstop 2 jam tanpa iklan. Khusus untuk episode pertama aja, lho. Asyiiik! Bakal fuaaasss nonton! ^^ Dampak negatifnya, jadi males ke toilet walaupun udah kebelet pipis. Tanggung belum kelar! *hadeeeuh apa seh*  



Berhubung judul serialnya King Suleiman, udah pasti tokoh sentralnya bernama King Suleiman. Cerita King Suleiman berbeda dengan Nabi Sulaiman. Catet! King Suleiman adalah raja ke-10 dari Kekaisaran Ottoman yang berhasil menaklukkan sejumlah wilayah Eropa. Beliau diperkirakan lahir tahun 1494 di Trabzon. Pada umur 7 tahun, Suleiman dikirim untuk belajar sains, sejarah, sastra, teologi, dan taktik militer di sekolah Istana Topkapi di Konstantinopel. Pada umur 16 tahun, Suleiman menjadi Gubernur Kaffa (Theodosia), kemudian menjadi Gubernur Sarukhan (Manisa). Cerita King Suleiman memang terinspirasi dari keberadaan Kekaisaran Ottoman (Kesultanan Ustmaniyyah). Terinspirasi dari sejarah, namun tidak untuk membuktikan apa pun tentang sejarah alias fiksi belaka.

King Suleiman

Cerita diawali dengan naik tahtanya King Suleiman (Halit Ergenc). Selain muda, tampan, dan cerdas, di serial ini King Suleiman digambarkan sebagai sosok yang percaya diri dan bijaksana. Berbeda dengan ayahnya, Selim I,  yang kaku dan temperamental. King Suleiman dapat mengambil keputusan tepat dalam waktu cepat.  Semua keputusannya berpihak kepada rakyat. Rakyat mencintainya.
King Suleiman selalu didampingi Ibrahim (Okan Yalabik). Ibrahim adalah saudara, teman, sekaligus penasihat. Hm, entah kenapa, saya kok melihat Ibrahim ini rasa misterius, gitu. Istilahnya GGM atau Ganteng-Ganteng Misterius hahaha. Jadi penasaran!
Di sisi lain, diperlihatkan kondisi pilu Alexandra (Meryem Uzerli) yang akan dijadikan harem di istana King Suleiman. Seluruh keluarga Alexandra habis dibantai hiks. Perempuan cantik berambut merah ini benar-benar depresi. Sepanjang perjalanan di dalam kapal menuju istana, dia terus-menerus histeris. Teman-teman, Alexandra iki orang Turki tapi kayak bule wajahnya. Soale doi blasteran Turki Jerman – info penting enggak penting.

Alexandra

Di istana, Alexandra juga selalu membangkang. Mungkin karena dia anak orang terpandang di Ruthenia, makanya dia tampak paling cerdas di antara harem yang lain. Dia merasa bahwa tidak ada seorang pun yang berhak memiliki dirinya selain dirinya sendiri. Sayang, sepertinya mission impossible untuk kabur dari istana. Penjagaan sangat ketat. Alexandra pun semakin depresi hingga akhirnya dia mendengar petuah salah satu abdi istana.
 Jalan pikiran Alexandra pelan-pelan berubah. Dia mengatur taktik, berusaha ‘bermanis-manis’ untuk merebut hati King Suleiman. Kalau dia dicintai dan diberi anugerah mengandung anak King Suleiman, dia berkuasa untuk membalas dendam. JEDEEERRR!
Apakah King Suleiman sudah punya istri? Sudah! Namanya Mahidevran (Nur Fettahoglu). Mahidevran cantik dan lembut. Mereka dikaruniai putra lucu bernama Mustafa. Mahidevran dan Mustafa riang gembira menempuh perjalanan panjang menuju istana, hendak melepas rindu dengan King Suleiman. Apa daya, ketika sampai, Mahidevran justru harus sabar (luar biasa) karena suaminya tidak boleh diganggu. Suaminya sedang dihibur oleh tarian dan nyanyian para harem. Sebagai sesama perempuan, hati saya teriris-iris menontonnya. Enggak kebayang, deh, kalau saya ada di posisi Mahidevran. Huaaa … jangan sampeee! *kunyah balok* Yang sangat mengganjal di hati saya, di sini King Suleiman ditampilkan memerintah kerajaannya benar-benar berusaha sesuai aturan Alquran dan hadis. Namun, kenapa beliau memperlakukan perempuan-perempuan harem seperti budak seks? Kontradiktif dengan ajaran Alquran bahwa kedudukan perempuan begitu terhormat dan mulia. Sampai-sampai ada surat khusus untuk perempuan di dalam Alquran, yakni An-Nisa'. Bagaimana pemahaman tokoh King Suleiman tentang ini? Hmmm ....


Mahidevran dan Mustafa

Cinta, intrik, dan perebutan kekuasaan menjadi kekuatan drama serial King Suleiman. Hanya, episode pertama ini sepertinya terlalu mengumbar dunia harem di istana King Suleiman. Semoga pada episode berikut ceritanya lebih meluas. Tidak melulu soal persaingan harem-harem King Suleiman yang tjantik-tjantik dan langsing tiada tara ituuuh hahaha. *bikin sirik*

King Suleiman tayang setiap Senin – Jumat pukul 22.00 wib. Fyi, serial ini khusus dewasa, ya. Akankah King Suleiman menjadi salah satu serial favorit pemirsa di Indonesia seperti layaknya Mahabharata dan Jodha Akbar? Silakan share pendapat Teman-teman kalau sudah menonton nanti! ^^ [] Haya Aliya Zaki

Foto-foto tokoh serial King Suleiman diambil dari akun Twitter @Suleiman_ID

36 komentar:

  1. saya ikutan hmmm... juga, Mak. Kira2 bakal jadi kontroversial gak, ya dibagian itu? Tapi, semakin kontroversi, semakin dikenal biasanya hihihi

    BalasHapus
  2. mak Haya, ini sinopsisnya mengundang banget deh. hahahaha xD. eh aku jadi inget cerita Jung ok Jung, tapi kayaknya ini agak panas sepert cerita The Other Boleyn Girl yah? hihihihi. Kenapa ya kalo nonton beginian itu suka amit-amit gitu jangan sampe tapi tetep aja ditontonin

    BalasHapus
  3. oh, sy kira kisah nabi sulaiman kok gitu pilemnya, eh ternyata tasya cuma sepundaknya kimberly *salah fokus

    coba kalo beneran sesuai sejarah ya mak, pasti bagus dan menginspirasi. bayangin coba umur 7 tahun udh belajar sains, sejarah, teologi, dkayaknya bagus, katanya ada eksplorasi budaya turki juga, sayang fiktif, dan ajaran islamnya cuma setengah2..
    dirumah kami tv gak pernah nyala malam hari. abis maghrib udah tepar semua, jadi gak ada yg minat nonton :)

    BalasHapus
  4. Udah nonton mbak episode pertama. nonton di yutube, xixixiii...
    Memang agak gimanaaaa gitu ya mbak, soalnya ini cerita tentang Sultan yang seorang muslin sementara perilaku sang sultan dalam memperlakukan wanita, agak bertentangan dengan perilaku seorang muslim yang baik, hehee...
    Tapi semoga ceritanya gak fokus ke situ. Soalnya belum nonton habis, cuma baru nonton ep 1 di yutub. di situ, udah nongol semua episodenya sampe habis, blum ada waktu nonton semuanya :D

    BalasHapus
  5. tayangnya malem banget ya... jam segitu biasanya udah ngantuk hehehe... tapi penasaran akan ceritanya :)

    BalasHapus
  6. Film king sulaiman sangat jauh dari cerita sebenarnya. Film tersebut merupakan fitnah, dan telah mendapat kecaman dari saudara saudara muslim.

    BalasHapus
  7. Kontroversialnya iya ya mak, tapi.. Apakah film ini menjadi film spt kisah jaman Nabi dulu kala, mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. King Suleiman bukan cerita nabi, Mbak. :)

      Hapus
  8. Semakin penasaran pengen nonton drama ini,apalagi ada sebagian masyarakat yg menggugat karena dinilai tidak sesuai dengan sejarah King Suleiman yang sebenarnya. Agak jengah melihat kostum pemain wanitanya, kenapa montok2 gitu dadanya ya? :D

    BalasHapus
  9. Cerita ttg sultan kayaknya ƍak bisa dipisahkan dgn kisah cinta mereka berikut harem nya ya... Kebetulan saya baca kisah nyata seorang harem di kesulanan Brunei http://www.unikbaca.com/2012/12/kisah-para-selir-sultan-brunei-dibukukan.html?m=0 ...... Katanya kisah otentik sie ..benar tidaknya ƍak tau.. Tp kisahnya udah dibukukan..

    BalasHapus
  10. tadi selintas liat desasdesus tayangan ini di timeline, tapi cuek aja. yaa kok abis baca ini malah penasaran mau liat tayangannya kaya apa, banyak yg bilang kontroversi yaaaa *kepoaaahhh

    BalasHapus
  11. Hhuuhhh...malangnya aku, gak pernah bisa tuh yang anteng nonton tv. Soale rebutan mulu sama cucu yang mau nonton CARS atau yang lain. Pokoke, si Bunda terpaksa ngalahlah. Tapi kalo yang ini? Gimana caranya ya ngajakin dia bobok sebelum jam tayangnya King Suleiman, qiqiqiiii...#ngarep.

    BalasHapus
  12. Lho, sudah main toh? Saya pernah baca bukunya nih, Mak Haya, judulnya Harem Sang Sultan, karangan Colin Falconer, sampai sekarang resensinya masih duduk manis di draft, ga kelar2, saking 'hm....hm...hm' gegara emosi dan emosi terus membaca ttg kehidupan di harem ini. Saya juga sependapat dengan Mak Haya, Sultan Sulaiman yang begitu taat, kok bisa silih berganti menggilir para harem itu yaaa? Sedih dan miris membayangkan masa2 itu. Hiks...

    BalasHapus
  13. cakep & ganteng mbak jadi gak konsen nonton ya :) aku belum nonton nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, aku juga belum, soalnya film berseri begitu kurang suka, maunya yang ending begitu lebih seru, hmmm..pilihan sih,

      Hapus
  14. saya sudah nonton tayangan awalnya Mak. Keciwa, karena film ini enggak sesuai dengan ekspetasi semula. yang diangkat sebagai tema utama film ini justru tentang sultan dan -wanita-wanitanya, termasuk harem. masalah harem sendiri pun, beda antara apa yang diungkapkan Barat dengan referensi lain yang saya dapatkan. enggak nonton lagi tayangan selanjutnya

    BalasHapus
  15. wah bakalan jadi film hiburan selanjutnya bagi para iubu" ya mbak hehe.... kapan ya ada king angkisland haseehhh hehe... wah yg blesteran jerman saya mau donk mbak di kenalin sam alexandranya haseehh hehe... mantap mbak Haya... jadi namabh pinter meski jarang nonton tipi hehe...

    BalasHapus
  16. Aku belum nonton nih....
    Tapi kayaknya ini bakal jadi favorit ibu-ibu ya. Kecuali yang aku kurang suka soal harem ya....

    BalasHapus
  17. Sebuah tontonan yang digarap secara profesional dengan biaya besar tentunya menarik perhatian banyak pihak. Apalagi di sana sentuhan-sentuhan cinta, apapun bentuknya.
    Di situ juga ada contoh parenting yang layak dicermati utamanya polah tingkah si kecil yang "nggaya" itu.
    Terima kasih ulasannya yang menarik.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  18. Aku belum nonton serialnya. Eh malah duluan baca status2 yang bahas film ini yang katanya membuat buruk citra islam. Eh ngobrol sama Bang Aswi kemarin dan baca statusnya Tutik Hasanah (editornya salah satu buku Tasaro itu, lho) malah jadi punya pikiran beda. nanti malam sempetin nonton ah, penasaran.

    BalasHapus
  19. blum pernah nonton... biasanya jam segitu saya udah tdr :(

    BalasHapus
  20. Belum pernah nonton, dan katanya sudah menuai kontroversi ya mak ?

    BalasHapus
  21. sepertinya menarik nih...kebayang setting, pemain dan propertynya pasti heboooh :)...tapi harus streaming ya mak dari sini :)...TFS..

    BalasHapus
  22. Drama yang menarik tak selalu harus berbau kontroversi ya? Kurang kreativitas kalau hanya bikin geger doang. Sayang banget ya film sebagus ini harus ada intrik yang kurang pas di dalamnya.
    Btw kebenaran memang harus diluruskan.

    Great Post, Haya!

    BalasHapus
  23. bagus ceritanya, akhirnya ANTV menampilkan serial islami

    BalasHapus
  24. Sebel bgt liat si alexandra itu,jadi malas nontonnya.king suleimannya jg jahat amat ama istri pertamanya,gak adil,klo dalam islam semua istri bg yg punya lbh dari satu istri harus diperlakukan adil.disini king suleiman sementang ada yg baru n muda yg lama gak dilihat lg,sbg wanita sakit rasanya hati ini melhatnya,jd gak salah klo permaisuri nonjok si alexandra

    BalasHapus
  25. gila flm ini seru bgt. pantesan aja bisa sukses tayang di 60 negara dan yg pasti ranting nya sangat tinggi..
    kisah nya islami bgt.
    saya harap ''ABAD KEJAYAAN" bisa tayang lebih awal, saya yakin akan lebih banyak peminat nya ..

    BalasHapus
  26. sayang banget . sebenarnya nich pelem ceritanya sich ok bangggeeeeeet. nich pelem nunjukin sisi manusia dari setiap manusia yang tercipta di muka bumi ini. nich pelem memperlihatkan kalo setiap manusia punya sisi positif dan negatif jadi nich pelem natural banget. gak seperti kisah kaisar yang dibuat oleh pelem india itu ..... kalo yang itu gak pinter banget yang bikin cerita karena membuat karakter di salah satu pihak secara monoton (kalo yang namanya seter alias jagoan alias pemeran utama selalu digambarkan sosok yang baik dan positif GUBRAT EWEK-EWEK-EWEK ) tuh stradara india keliatan gak profesional dalam nyeritain kehidupan manusia (emang filem india selalu jual tampang terutama film yang disutradarai oleh orang india sendiri).

    KEMBALI KE FILEM TURKI INI

    namun ada yang nggak cocok untuk eike, yaitu costum yang dipakai para wanita penghuni istana dalam. disitu eike gak bisa bedain antara majikan ama pelayan (setahu eike di pelem itu kalo majikan pake bandana tapi bandananya ugly ).

    en satu lagi ada yang JOMPLANG alias timpang yaitu pemainnya kalo cowoknya sih ok-ok (mayoritas brewok gue like) . sedangkan pemain wanitanya cebleh-cebleh . tapi gak pa-pa kan nih pelem nggak jual tampang.

    BalasHapus
  27. Sebal nonton nya...
    lihat putri hurem yg sombong..dan raja nya juga gk bs adil trhadap istri2 nya..bayangkan kn aja betapa sakit nya mahidevran d gituin.knp juga putri hurem selalu menang pdahal kn dia itu salah...sebagai seorang wanita y wajar dong cemburu ktika suami nya d goda wanita lain..jd wajar aja mahidevran benci lihat hurem.

    BalasHapus
  28. Awalnya sy ta suka krn hny mlht skilas aj...suatu hri krn bete trs tiba" nntn tv dn channel di antv tyng film abad kjyaan....lm" crtny seru dn jd suka...ngga bs wlw shri trlewat.....hihihi jd ktgihan...lma" jd seru crtanya....... pnsaran gmn akhir dr crtnya

    BalasHapus
  29. Cm sy ngga suka ni film kn notabene beragama islam tp dlm film kostum pra wanita alias harem trllu seksi...smpe d blur sgla....ini mngkn bs mnggu masyrakat islam...
    Tp tunggu dlu....d film ini yg pling aku suka adlah karakter playan lk lk " sumbulaga"...hehe lcu bnget sya suka saya suka :)

    BalasHapus
  30. Gak suka sama huren dan suleiman jahat dan pilih kasih suleimannya bencik iat huren

    BalasHapus
  31. Alih-alih mengambil cerita dari buku sejarah, cerita dalam film King Suleiman justru mirip dengan novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer. Bahkan di Timur Tengah, film ini juga diberi judul yang maknanya sama.

    BalasHapus
  32. Gara-gara telenovela ini...aku kalah nonton tivi.

    BalasHapus
  33. Acara TV favorit keluarga nih, :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan