Rabu, 12 November 2014

Pahlawan Pariwisata Itu Bernama Travel Blogger

“Pahlawan adalah seseorang yang bisa mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.” – anonim

Pahlawan bukan hanya mereka yang terjun ke medan perang. Pahlawan bukan hanya mereka yang bergerilya dengan wajah coreng-moreng belonteng. Pahlawan bukan hanya mereka yang berani mengangkat senjata sambil berseru, “Merdeka!”.  Saya setuju.    

Tanpa bermaksud mengecilkan keberadaan pahlawan zaman dahulu, lalu, siapa? Siapa pahlawan masa kini menurut Teman-teman? Kebetulan saya membaca artikel menarik di Republika Online edisi April 2014. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkata, “Blogger (khususnya travel blogger) adalah pahlawan pariwisata. Kami sangat berterima kasih kepada blogger. Mereka mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia secara masif dan efektif di blog.”

BRAVO! Tidak sekadar mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia kepada turis domestik maupun mancanegara, travel blogger juga membantu pembaca dengan membuat panduan wisata komplet sesuai pengalaman masing-masing. Keren banget, ya!

Dalam rangka Hari Pahlawan, saya pun mewawancara beberapa travel blogger perempuan. Kenapa mereka memilih menjadi travel blogger? Apa suka duka menjadi travel blogger? Bagaimana menulis kisah traveling yang oke? Pengin tahu, kaaan, kaaan?

Muna Sungkar
“Setahu saya, belum banyak travel blogger yang membahas tentang traveling bersama anak. Jadi, saya mengambil spesialisasi itu dan menuangkannya di momtraveler.com. Namun, alasan utama, saya ingin menularkan ‘virus’ traveling bersama anak kepada pembaca,” Muna membuka percakapan dengan semangat.

 Traveling bersama anak tentunya butuh persiapan ekstra. Selain orangtua kudu siap mental, segala perlengkapan yang dibutuhkan anak juga perlu dibawa. Belum lagi menyesuaikan jadwal dengan jam biologis anak. Ya, selama ini traveling bersama anak identik dengan repot. Apalagi, buah hati Muna, Nadia, menderita asma. Meski begitu, Muna tidak gentar. Ibu muda yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen ini ingin membuktikan bahwa anak penderita asma saja bisa naik gunung, kenapa anak normal tidak?


Muna Sungkar dan keluarga di Bromo, Jawa Timur (sumber)

Banyak manfaat traveling untuk anak, yakni memperkenalkan ciptaan Allah yang luar biasa indah, menumbuhkan rasa cinta pada alam sekitar, menunjukkan keberagaman yang ada di dunia, mengasah kemandirian serta keberanian, dll. Di atas itu semua, senyum Nadia saat traveling mengalahkan segala lelah dan kerepotan tadi.

Mengingat tidak semua orang bisa mengakses internet, Muna menyajikan cerita traveling bersama anak dalam bentuk buku berjudul Mom Traveller’s Diary. Buku ini dilengkapi tip dan trik mengajak anak traveling. Mata pembaca pun bakal dimanjakan foto-foto ciamik full colour koleksi pribadi Muna.

Kembali ke blog. Bagi Muna, cerita-cerita travelingnya di blog adalah kolase memori buat Nadia. Main ke pantai, naik gunung, membangun tenda di alam terbuka, serta menatap bintang gemintang. Ilmu dan pengalaman, semua priceless. Insya Allah ingatan ini membekas seumur hidup. Seperti halnya Muna yang selalu terkenang masa-masa travelingnya bersama sang papa di Vancouver, Kanada. So sweet! *aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin ya, Mun! ^^*

Shintaries
Berawal dari hobi traveling dan ngeblog, Shintaries memilih mengabadikan cerita travelingnya di Shintaries.com. Selain itu, sebagai pengingat juga. Maklum, Shinta mengaku pelupa. Sayang, kan, kalau semua cerita menguap begitu aja seiring berjalannya waktu? Yang tak disangka-sangka, postingannya tentang traveling selalu meraih jumlah views tertinggi di antara postingan bertema lain. Pembaca rupanya senang dengan detail info traveling dari blog Shinta.

“Menulis semua yang pembaca butuhkan, itu prinsip utama saya sebagai travel blogger. Pembaca merasa terbantu dengan sharing saya di blog. Bahkan, ada yang sampai semacam ‘konsultasi’ via japri tentang destinasi traveling mereka. Itu sesuatu yang tidak ternilai bagi saya,” kata Shinta. Belakangan, Shinta fokus menulis cerita travelingnya di blog TarikKoper.com


Shintaries di Tanakita, Sukabumi (sumber)

Prestasi sebagai finalis Dream Destination Japan (event kerja sama DetikTravel dan Skyscanner) yang disabet Shinta beberapa waktu lalu, tidak membuatnya tinggi hati. Padahal, Boook, Boook, pesertanya ribuan! Catet! Mendapat kepercayaan menjadi kontributor salah satu website traveling ternama, membuat ibu 2 anak ini semakin mantap melangkah. Shinta terus berusaha memperbaiki kualitas diri sebagai travel blogger. Dia pengin mengikuti jejak travel blogger profesional Yudasmoro, salah satu travel blogger yang dia kagumi.

Apa pengalaman yang paling berkesan selama traveling?

“Henpon saya kecebur di Phi Phi Island Thailand dan saya harus menyelam untuk mencari!” spontan Shinta menyahut. Pencarian heboh ini sampai melibatkan kru dari kapal lain. Gubraakkk. Alhamdulillah, masih rezeki. Henpon cantik itu ketemu juga, masih terbungkus cantik dalam plastik khusus. *puk puk Shinta* Mau tahu keseruan cerita lengkapnya? Hayuk, baca di TarikKoper.com!

Cerita Eka
Saya suka cara bertutur travel blogger yang satu ini. Mengalir dan ceria, sesuai dengan kesehariannya yang memang ramah dan mudah akrab sama siapa aja. Yap, dialah Cerita Eka. Sejak tahu blog Ceritaeka.com di tahun 2011, saya hampir tidak pernah absen mampir. Berkat kreativitas, keunikan, dan konsistensinya sebagai travel blogger, Eka dianugerahi predikat Nominasi Blogger Wanita Terbaik oleh Skyscanner (semacam Oscar-nya dunia travel blog). Belum lama, perempuan keturunan Batak ini meluncurkan novel Labirin Rasa dan buku kompilasi DestinASEAN. Seting tempat Labirin Rasa benar-benar kaya rasa. Semua sudah pernah dikunjungi Eka di dunia nyata. Sementara, DestinASEAN berisi cerita perjalanan Eka dan teman-temannya di negara-negara ASEAN. Eits, jangan salah. DestinASEAN bukan cerita perjalanan biasa, lho. Ada aneka kejadian tak terduga di balik setiap cerita. Penasaran? Hayooo … bacaan wajib para traveler, nih.  
  
Saking cintanya sama dunia traveling, saat hamil pun Eka tetap traveling! Pastinya traveling yang berisiko minim, ya. “Happy mom will have a happy baby! Traveling membuat saya bahagia. Lagian, kalau lama enggak traveling, saya bisa sakau!” Eka tertawa.


Cerita Eka di Mangkunegaran, Solo (sumber)

Eka berbagi tip menulis cerita traveling yang oke. Pertama, berikan personal touch pada setiap cerita. Kedua, jangan hanya menulis apa yang dilihat, tapi juga didengar dan dirasa. Ketiga, cantumkan info bermanfaat untuk pembaca, seperti harga tiket, jam buka museum, dll. Hingga kini, Eka masih menyimpan mimpi menjelajah sebuah surga di Timur Indonesia. Apa lagi kalau bukan Raja Ampat! “Who can deny the beauty of Raja Ampat?” demikian Eka beretorika. *kalo jadi ke sana, ajak aku, Kaaakkk! Feliiiis!*

Vira dan Mumun
“Indonesia bukan cuma Bali. Masih banyak tempat indah lainnya, tapi infonya sulit didapat, terutama info tempat yang di pelosok-pelosok,” papar Vira di acara Female Daily Blogger Workshop bulan lalu. Bersama Mumun, temannya, Vira berinisiatif membuat blog traveling berbahasa Inggris bernama indohoy.com. Kenapa berbahasa Inggris? Tujuannya agar turis asing bisa mendapat info segambreng-gambreng tentang Indonesia. Sekitar 90% konten indohoy.com tentang tempat-tempat wisata di Indonesia.  

Vira berbagi kisah seputar mengelola indohoy.com. Dia dan Mumun banyak belajar dari travel blogger luar negeri. Mulai dari memasang iklan di blog, menulis e-book, sampai menjadi gaet. Mereka proaktif menawarkan diri menjadi kontributor website dan majalah-majalah traveling. Semua tulisan tetap berbahasa Inggris. Asyiknya mendapat honor dan jalan-jalan gratis berkat ngeblog! Cihuuuy!


Mumun dan Vira di Sungai Embaloh, Borneo (sumber)

Begitulah cara Vira dan Mumun mewujudkan passion mereka. Kalau ngeblog tanpa passion, Vira yakin, blog tak akan bertahan lama. Tanpa Vira sadari, passion ini membuat mereka tambah peduli sama alam. Contohnya waktu Vira ke Kepulauan Derawan. Di sana Vira mengusap-usap penyu. Wew, ternyata, enggak boleh! Penyu akan stres dan sakit. Pengetahuan-pengetahuan seperti itu disampaikan Vira dan Mumun di blog mereka.

“Jangan lupa, modal utama travel blogger adalah kemampuan menulis dan fotografi. Mari terus belajar,” Vira menutup presentasi.

Marischka Prudence
Siapa bilang penampakan travel blogger kudu kucel? Yuk, kenalan sama travel blogger Marischka Prudence (Prue) yang cantik dan gaya! Senang pake banget mendapat kesempatan bertemu Prue di acara Female Daily Blogger Workshop. Barusan saya intip postingan terbarunya tentang komodo di marischkaprudence.blogspot.com. Wiiih, foto-fotonyaaa! Salut melihat nyali doi berpetualang di daerah penuh spesies kadal terbesar di dunia itu.

Teman-teman jangan kaget. Polos binti jujur Prue berkata bahwa dia bukan warga nasionalis, bukan penggemar batik, dan pesimistis sama negerinya sendiri, Indonesia. Pekerjaannya sebagai jurnalis hard news membuatnya harus bergumul dengan berita politik setiap hari. Indonesia rusuh. Indonesia karut-marut. Indonesia kacau balau. Meski sebagian politisi berada di jalur yang benar, sih.


Marischka Prudence di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (sumber)

Sampai akhirnya Prue ‘terpeleset’ di dunia traveling. Dia ‘dipinjam’ untuk program traveling Indonesia. Semenjak itu, Prue punya kacamata baru tentang Indonesia. “Indonesia itu indahnya keterlaluan,” puji Prue tulus. Bulan September 2012, Prue memutuskan berhenti sebagai jurnalis hard news. Sebuah keputusan besar. Banyak yang mencemooh. Meski pekerjaan yang sekarang selalu dianggap seputar pekerjaan ‘senang-senang belaka’ dan ‘tidak berbobot’, tak apa. Prue yang aktif di aksi Tolak Perburuan Hiu ini tak pernah peduli.

Sadiiieeez, ‘merinding’ membaca blog para travel blogger! Entahlah, mungkin karena saya terpesona dengan ruh dalam setiap cerita. Meski destinasi sama, misalnya, masing-masing blogger punya sudut pandang dan pengalaman berbeda. Melalui blog, para travel blogger telah berjasa mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia, khususnya. Mereka mengajak kita jatuh cinta terus-menerus pada indahnya lukisan Sang Maha. Cinta, pula berarti menjaga agar kelak alam dapat dinikmati oleh segenap anak cucu. Maka, rasanya tidak berlebihan kalau saya berkata, “Terima kasih, Pahlawan Pariwisata-ku! Jangan lelah bertualang dan berbagi melalui blog!" [] Haya Aliya Zaki    

Catatan: sebagian info tentang Marischka Prudence diolah dari postingan Why I Became A Traveller.


70 komentar:

  1. emang bener sih mereka berjasa mempromosikan, tapi pada dasarnya para travel blogger itu sebenarnya sangat sangat menyebalkan bagi saya. Karena mereka sangat sukses mengiming ngimingi saya untuk melakukan wisata seperti mereka. heehehhee...

    mereka hebat hebat, bisa mempresentasikan indonesia sampe bikin ngiler pembacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha minta pertanggungjawaban sama travel blogger, nih! :))))

      Hapus
  2. Makasih ya mak sudah masukin profilku..jadi tersipu2 nih betsanding dengan para travel blogger kondang ;)
    Setuju bgt.. Indonesia itu ga ketulungan indahnya..so kalo bukan kita siapa lagi yg mempromosikan keindahan ini pada dunia? Srbentuk tanda cintaku utk Indonesis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mau kuwawancara, Mun. Filosofi traveling bersama anak darimu keren banget. Menginspirasi. :)

      Hapus
  3. hehehe... mau jadi travel blogger ah. Ambil andil dalam kemajuan pariwisata Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, Mbak Donna udah punya 'modal'. Tinggal merealisasikan. :D

      Hapus
  4. mengulik setiap tempat wisata sepertinya memang mengasikkan, setiap orang punya cerita berbeda walau di destinasi wisata yang sama. Pahlawan travel dari cowok2nya kok nggak ada Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo cowok-cowoknya, aku nunggu Mas Ahmed yang nulis xixixi.

      Hapus
  5. Iya mereka keren2 ya. Sama kerennya sama dirimu, Hay....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dirimu juga keren, Dwina! Kapan-kapan dikau mau ya jadi 'korban' untuk topik mom hijabers atau gaya hidup sehat? :D

      Hapus
  6. Jangan malah habis itu PNS-PNS di Kementrian Pariwisata jadi malah lebih senggang karena tugas promosi diambil alih sama travel blogger. :p

    BalasHapus
  7. Keren emang para travel blogger, jadi pengen kayak mereka jugaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Mak Irits, cari sponsor supaya bisa traveling ke mana-mana. :D

      Hapus
  8. Hehee, travel blogger ya~ pahlawan tanpa tanda jasa yang lebih sering diundang negara lain dari pada negara sendiri #lho~ nice writing dan salam kenal ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penghargaan justru datang dari negara lain, ya. ^^ Makasih udah mampir. Salam kenal juga. ^^

      Hapus
  9. Lagi mengajukan diri nih ke kemenkraf wkwkwk
    kebetulan misua abis kerja bareng kemenkraf, aku siap bangett jelajah Indonesia qiqiqi
    doakeun yaa amiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Go go Shinta! Semoga terwujud! Jangan lupa menjelajah kota kelahiranku. Banyak makanan enak di sanaaa. :))))

      Hapus
  10. I love their blogs....soon will become one as well hehehe..makasih sudah sharing mak..salam kangeeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kangen juga, Mak Indah. Kembali kasih. *peluk seerat-eratnya*

      Hapus
  11. wah mbak" di atas emng jagoan dan inspirator saya dah saluuttt hidup travel blogger heheh pizz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay! Salut buat travel blogger, termasuk dirimu! :D

      Hapus
  12. Saya setuju banget sama pendapat Vira. “Indonesia bukan cuma Bali. Masih banyak tempat indah lainnya, tapi infonya sulit didapat, terutama info tempat yang di pelosok-pelosok,” papar Vira

    Indonesia memang indah banget. Yuk, ah para traveler lebih eksplore lagi keindahan pariwisata di Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuuk, tapi aku jangan diajak tubing, Mak! :)) *tring!* *langsung menghilang*

      Hapus
  13. Kapan Mak Haya mengikuti jejak mereka? Ditunggu ceritanya, pasti seru ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahaha pegimana eike mau jadi travel blogger? Disuruh arung jeram aja atuuuttt! *guling-guling gelundungan*

      Hapus
    2. Kan gak harus yang ekstrem seperti itu. Bisa juga seperti wisata kuliner atau ... wisata shopping, he-he.

      Hapus
    3. Kalo itu sih mau banget hihihi.

      Hapus
    4. Wah kalau kuliner dan belanja mah wisata minat khususku juga Mbak :P

      Hapus
  14. Wahhhh para blogger traveler-nya keren-keren mbak... ^^d Jadi pingin sering-sering ngunjungi blog2 mereka. :)

    BalasHapus
  15. Tersentuh membaca ungkapan Kementrian Pariwisata. Baru beberapa hari lalu saya menemukan berita di harian pagi bahwa museum House of Sampoerna bisa mendunia berkat postingan blog! Makin bangga jadi blogger :)

    BalasHapus
  16. Hwa.... pengen juga mak jd travel blogger.
    Kadang udah diniatin, potret sana sini.
    Eh, pas nulis... stuck! Ga ada kata2...
    Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu Cerita Eka kasih tip menulis cerita traveling. Kalo bisa, selesai traveling langsung ditulis. Mumpung ingatannya masih fresh.

      Hapus
  17. Dari dulu pengwn banget jd travel bloggers. Tapi disayangkan krn keterbatasan waktu, materi dan sikon *halaah* jadilah gagal :)))
    Berkat postingan2 mereka bikin aku makin cinta dgn Indonesia. Jd pengen banyak menjelajah di pelosok2 Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo soal materi, bisa ngikuti cara indohoy.com, Line. Cari-cari sponsor. :)

      Hapus
  18. asyik ya jadi travel blogger. Saya cukup jadi penikmat blog mereka dulu...:)

    BalasHapus
  19. Keren-keren kalii Mak. Sebagian aku udah tau :D sebagian lagi, baru tau karna baca postingan ini. Kalo jadi travel blogger harus totalitas ya, gak bisa setengah-setengah mengandalkan waktu luang jalan-jalan disela perjalanan dinas dari kantor, qiqiqi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya di sela-sela dinas, lama-lama ketagihan jadi tiap minggu haha! :v

      Hapus
  20. jd mupeng pengen kek mrka.. huhuu
    awal2 ngeblog sih pengennya jd travel blogger, eh ternyata makin kesini makin jarang jalan2, jdlah blogku campur2 gt, drpd ga da isinya.. hahaa
    eh aku punya buku destinASEAN loh.. :D

    BalasHapus
  21. sebel mak, liat blognya mereka... bikin mupeng hihihi...
    wkt di makassar pernah ktemu sm prue, cantik & ramah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cantik dan ramah. Senang pas ketemu doi. Diajak foto beberapa kali mau-mau aja. Ga bete sama sekali. :)

      Hapus
  22. karena tulisan-tulisan blogger ini pembaca jadi tau tempat wisata yang menarik

    BalasHapus
  23. Surga banget kerja sebagai travel blogger, jalan-jalan, dapat senang, mata dimanjakan oleh keindahan pemandangan dan yang terakhir di bayar pula. Patut di contoh setiap udah jalan-jalan ditulis biar nggak lupa, kenangannya biar ada biar nggak nguap begitu saja.

    BalasHapus
  24. Enaknya jd travel blogger itu bikin nyandu.
    pengennya jalan2 terus..hihi

    BalasHapus
  25. ah,,,pengen banget itu jadi travel blogger tapi apa daya tangan tak sampai, haha.

    makasih infonya, CikGu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalo isi kantong, sampai kan. :D

      Hapus
  26. Beneran keren deh mereka, Mak Haya. Asyik tiap kali baca kisah2nya Jeng Muna dan Jeng Shinta. Merapat juga aaaah ke blog2 yg lain.

    BalasHapus
  27. Aku tak pernah melewatkan membaca setiap postingan Marischa Prudence. Dia blogger yang antimainstream plus ekstrim, menurutku, xixixixiii...

    BalasHapus
  28. mereka memang keren
    smoga pariwisata indonesia makin maju dan tetap lestari

    BalasHapus
  29. salut sana mereka,kl baca blognya para tb jadi mupeng banget pingin jalan2,apalagi gratis hahaah

    BalasHapus
  30. Usul deh, kapan-kapan menteri pariwisatanya seorang travel blogger *lho? :D
    Dari list di atas, aku juga suka update ceritaeka.com. orangnya cihuy dalam mengolah kisah travellingnya ke dalam bentuk tulisan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha boleh juga tuh usulnya. Jadi, kerjanya sesuai passion, ya. :v

      Hapus
  31. walaupun udah baca sejak kemaren, tapi gak afdol kalo pas ol komputer gak ninggalin jejak di sini..
    heheheh


    terima kasih yaa para emak2 traveller blogger yang sudah berbagi ceritaaaa dengan kamiii

    BalasHapus
  32. walaupun udah baca sejak kemaren, tapi gak afdol kalo pas ol komputer gak ninggalin jejak di sini..
    heheheh


    terima kasih yaa para emak2 traveller blogger yang sudah berbagi ceritaaaa dengan kamiii - See more at: http://www.hayaaliyazaki.com/2014/11/pahlawan-pariwisata-itu-bernama-travel.html?showComment=1415957966909#c2290479695161152713

    BalasHapus
  33. nurulnoe kagak dimasupin mak?
    Atau, si mak olenka yang ngehittsss ituh?

    Tapi emang nama2 yang ada di postingan ini super-duper bikin kita envy sekaligus pengin mengikuti jejak mereka. Termasuk, si empunya blog ini dong *towel dagu mak Haya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga semua dimasukin, Mak. Nanti kepanjangan postingannya qeqeqe. Mereka semua istimewa, kok. :) *elus-elus janggut*

      Hapus
  34. senang baca travel bogger. tapi kenapa saya sendiri tidak senang dengan jalan2. aneh ya. soalnya saat di jalan saya suka mengeluh ingin pulang saja. tidak tahan dlm perjalanan baik dgn kereta, pesawat atau kendaraan lainnya dan seringnya sampai tujuan saya bilang. cuma begini aja. jd ga cocok kali ya jadi travel blogger. tidak punya passsion. padahal sih klo liat orang liburan dimana, pingin juga. hiihihi.

    BalasHapus
  35. Salut sama mbak Marischka Prudence .. cantik dan enerjik .. hehehe
    pengen diajakin jalan2 dong...

    BalasHapus
  36. Para perempuan di atas macho banget ah. Cool. Hihihi Suka banget baca2 tulisan tmen2 Travel Blogger perempuan. Rasanya lain ajaa. :)

    BalasHapus
  37. Keren banget!
    Jadi pengin bikin blog yang khusus bercerita tentang perjalanan ih. Tks, Haya. :)

    BalasHapus
  38. baca artikelnya blogger travler enak sih, jadi tau pemandangan sana sini tapi ujung2nya bikin sirik. soalnya kepingin pergi ke sana juga tp ga kesampean :"(

    BalasHapus
  39. Aku juga suka kepoin blognya para travel blogger, Mak. Mungkin ada hasrat terpendam meniru jejak mereka. Hueeee cuma belum bisa nulis semaksimal begitu. Tulisan mereka santai tapi informatif :)

    Makasih ya, Mak. Mencerahkan :)

    BalasHapus
  40. Huaaa aku juga ngefans sama Om Yudasmoro, sejak jaman di Multiply, hihihi... Suka juga blognya Marischka, fotonya apik-apik, bikin mupeng!

    BalasHapus
  41. setuju!! blogger traveling emang pantas disebut pahlawan pariwisata! :D

    BalasHapus
  42. Bener Mak Haya! Saya setuju banget. Indonesia indah dan senang rasanya banyak travel blogger yang mengangkat itu. Seringkali prihatin sama blogger-blogger yang menulis jelek-jelek tentang Indonesia padahal bagaimana pun kita yang harus mulai dari diri sendiri. Susah pingin ngerubah bangsa kalau cuma bisa mengeluh

    BalasHapus
  43. aku suka pruu... photo-photo nya bikin iriii.. hihihi
    pengen bannget kayak mereka, jalan-jalan teruuuss..

    BalasHapus
  44. Cerita Eka, tiap minggu selalu aku mengintip website nya ditambah mbak tranity juga. selebih nya yang diatas belum pernah ku lihat website nya.. enak nya memang berlibur sambilan kerja...

    BalasHapus
  45. Semoga saya bisa seperti mereka. Saat ini masih fokus pada peningkatan kualitas tulisan, kalau fotonya masih belum. Soalnya belum punya kamera selain HP. Jadinya masih belum maksimal isi blog saya sekarang. moga-moga lewat blog saya bisa mengikuti jejak mereka, jalan-jalan keliling Indonesia.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan