Selasa, 25 November 2014

Apa Kabar Bea Cukai Sekarang?



Kata-kata ‘bea cukai’ sebenarnya tidak begitu asing di telinga saya. Cakep-cakep gini *disambit biji duren* saya punya kenalan pengusaha ekspor impor. Cerita seputar bea cukai kerap meluncur dari bibir mereka.  

Pucuk dicinta, nasi ulam pun tiba. Persis seminggu yang lalu (18/11) saya dan puluhan blogger lainnya diundang silaturahim ke Kantor Pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tanggal 9 Desember 2014. Mana mungkin saya menyia-nyiakan kesempatan ini? Konon pula katanya pihak bea cukai baru kali pertama mengundang para blogger untuk tur keliling KPPBC. Psssttt … bocorannya, kami diperbolehkan menyaksikan konferensi pers tentang penggagalan kasus penyelundupan narkoba. Wow, pastinya konferensi pers yang lain daripada yang lain. Penasaran!

Hampir satu jam menunggu teman-teman komplet kumpul di parkiran ITC Cempaka Mas. Mandi sinar matahari pagi lumayan bikin tulang tambah kuat. *apalah* Pukul 08.00 teng bus yang kami tumpangi berangkat dari TKP menuju KPPBC Soekarno Hatta.

Saya dan Desi Namora mandi sinar matahari!

Berangkat!

Aula
Setelah mengisi daftar hadir dan foto-foto, kami diajak ke aula. Awalnya saya pikir suasana bakal formal dan membosankan. Aih, ternyata salah besar! Kami disambut hangat, terus icip-icip enak. Mau tahu sambutan yang paling menyenangkan? Kami dihibur oleh band KPPBC yang suaranya enggak kalah sama penyanyi profesional. Pengin sekalian joget, sih, tapi maluuu … aaakkk …..

Ekspresinya enggak cucok! >.<

Band KPPBC

Sudah tahu apa beda bea cukai dan imigrasi? Bea cukai konsen di barang masuk dan keluar, sementara imigrasi konsen di orang masuk dan keluar. Berbagai kasus ‘aneh’ yang pernah dihadapi, misalnya menemukan barang impor sex toys. Bukannya tidak boleh, tapi ini amat sangat langka. Ada juga tas bermerek seharga 1,4 M (miliaaar, bukan embeeer!), baju-baju baru mihil dari Perancis sampai dua koper, dll. Perlu dicatat, barang-barang penumpang senilai > 250 USD (per orang) dan 1000 USD (per keluarga) per kedatangan harus bayar pajak. Yang ‘aneh-aneh’ tadi belum termasuk barang-barang narkoba, lho, ya. Kita akan bahas di sesi konferensi pers.

Control Room
Dari aula, kami ke Control Room. Control Room termasuk baru, belum ada satu bulan. Gunanya untuk mengawasi area terminal dan udara. CCTV terkoneksi dengan CCTV di PT. Angkasa Pura 2 (868 titik CCTV di semua area). Sayang, di sini kami tidak diperbolehkan foto-foto. Soalnya weri weri secret area. Rencananya di Control Room 10 menit. Tapi, belum sempat lihat-lihat lebih banyak, kami sudah harus brengki.

Konferensi pers
Pukul 11.00 wib kami rame-rame ke tempat konferensi pers. Olala, mendadak saya bergidik. Tepat di hadapan saya ada 5 orang berbaju oranye dan memakai topeng hitam! Semua duduk dengan kepala tertunduk. Bukan, mereka bukan pahlawan bertopeng. Mereka adalah pelaku penyelundupan narkoba. Sumpe, biasanya yang beginian saya tonton di televisi, tapi sekarang betul-betul ada di depan mata!


Lima pelaku

Shabu-shabu lilin dan pelaku dari Iran

 Dari 5 orang pelaku, saya melihat seorang wanita dan si ganteng berhidung mancung. Kepala KPPBC, Okto Irianto, berkata bahwa dalam satu bulan terakhir pihak KPPBC berhasil menggagalkan 7 kasus upaya penyelundupan narkoba. Total barang bukti lebih kurang 13,5 kg metamphetamin yang berpotensi merusak 94 ribu orang generasi muda. Nilainya Rp18 miliar, Saudara-saudara! Pelakunya WNI dan WNA (Cina, Vietnam, Iran). Si ganteng dari Iran membawa 1,6 kg shabu shabu dalam bentuk lilin. Kabarnya, doi berprofesi sebagai guru musik di negaranya. Sayang, ya. *nyesek* Saya, kok, menduga doi cuma korban dari sindikat penipuan. Bukan jahat beneran. Sering korban berkenalan dengan sindikat penipuan hanya melalui internet, kemudian dititipi barang. Waspadalah, waspadalah, terutama para perempuan. Ada yang dirayu, diajak tunangan, padahal cuma diakali buat jadi kurir narkoba.

Selain narkoba lilin, kami juga diperlihatkan narkoba cair dalam wadah guci. Sekilas seperti arak. Hadeuuuh, penjahat sekarang makin kreatif aja. Salut buat kerja keras KPPBC. Beberapa waktu lalu katanya ada pelaku yang menyelundupkan hashish 2 gram di celana dalam dan bahkan ada yang menelan 92 ampul narkoba. Semua ketahuan! Yang jelas, petugas KPPBC harus punya keahlian, salah satunya mengenali gelagat pertama pelaku secara psikologis. Ini bukan hal mudah. 

Dalam perjalanan bus ke Kantor Tukar Pos Udara, saya mengobrol dengan Iwan Agung dari KPPBC. Saya bertanya tentang barang-barang impor yang sering tertahan lama di bea cukai. Menurut Iwan, barang tertahan lama bukan karena kemauan bea cukai. Biasanya pengusaha yang bermasalah di dokumen perizinan. Dokumen perizinan bukan bea cukai yang mengeluarkan, melainkan badan-badan yang bersangkutan seperti kementerian perdagangan, kementerian kesehatan, dan seterusnya.  

Sependek pemahaman saya, di sinilah celah terjadinya korupsi itu. Pengusaha keburu harus produksi, sementara barang belum bisa keluar dari bea cukai. Terjadi ‘transaksi’ antara pengusaha dan oknum bea cukai. Barang pun lolos.

“Bantu kami menjerat oknum tersebut. Kalau kejadian, laporkan ke pengaduan.beacukai@customs.go.id. Dulu ruangan bea cukai berupa kantor kecil. Sekarang seperti lounge dengan dinding dan pintu kaca. Setiap terjadi ‘transaksi’ bakal kelihatan,” kata Iwan tegas.
    
Terminal 2D
Guess what, kami beruntung diajak ke ruang scan barang di terminal 2D. Saya melihat barang-barang seperti diX-Ray. Warna isi koper di layar jadi lucu-lucu. Ada yang hijau, biru, oranye, dll. Warna-warna itu untuk menandakan apakah barang dari logam, bahan kimia, cairan, dst.



Koper-koper di-scan

Pernah menunggu koper keluar dari conveyor yang berputar? Nah, kami juga diajak mengintip apa yang terjadi 'di balik layar’ sebelum koper keluar. Petugas tampak berlari ke sana kemari mengikuti anjing yang sibuk mengendus-endus koper. Anjing-anjing yang kebanyakan berasal dari Australia ini bisa mendeteksi keberadaan narkoba. Mereka dilatih 3 bulan untuk mengenali narkoba. Kalau anjing kelihatan gelisah dan menggaruk-garuk, hm, isi koper kudu dicurigai.   





Mungkin memang banyak berita miring seputar bea cukai yang kita dengar. Namun, pengalaman sehari saya bersama KPPBC membuka mata saya bahwa tugas KPPBC mengurus arus barang masuk dan keluar ini sangat berat dan rumit. Frekuensi penerbangan dan volume penumpang di Bandara Soekarno Hatta terkenal super-duper tinggi. Saya jadi lebih menghargai kinerja mereka. Semoga KPPBC yang sekarang semakin berbenah sesuai janji, terutama janji antikorupsi. Semoga sistem pengamanan semakin fokus dan berdaya guna. Kami dukung! [] Haya Aliya Zaki





42 komentar:

  1. mungkin itulah mengapa proses ekspor impor sangat ribet sekali. Penjelasannya di situ, karena tugas bea cukai memeriksa satu per satu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya diperiksa satu per satu dan yang antre banyak. Selain itu bikin dokumen perizinan sering lama. Makanya SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang) juga lama.

      Hapus
  2. Aku beberapa kali liat foto2 peristiwa di atas wara wiri. Hmm iya, berat sebenernya ya kerjaannya apalagi yg di bagian operasional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, berat, Mia. Bayangkan, narkoba 2 gram di celana dalem bisa ketahuan. Itu hebring banget, menurut aku. >.<

      Hapus
  3. wah..jadi tau sekarang. enak banget ya diundang acara ini dapat ilmu banyak dan pastinya bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Insya Allah saya share kalo kebetulan dateng ke acara. :)

      Hapus
  4. Aku jg dukung mak...xixixiii, gileee ada tas seharga s3kian ember :))) :p

    BalasHapus
  5. foto mandi mataharinya oke bgt kak, hihi

    BalasHapus
  6. pernah lihat filmnya.. kerja mereka memang berat. Bahkan kalau yg custom di lapangan, mereka harus tidak takut mati. Makanya kadang ada berita penangkapan sindikat narkoba internasional. Baik pelaku atau penangkapnya pakai topeng semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, tambah merinding baca komenmu, Ris. Kebayang ganasnya sindikat narkoba internasional. Iya, ya, kudu ga takut mati hiks.

      Hapus
  7. Wahh..asik tuh, dapet foto BECAK nya, saya kelewat, nggak liat! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya fotonya pas detik-detik terakhir mau pulang. :))

      Hapus
  8. wih ikut juga berhadapan dengan para penyelundup, ya?
    pengalaman langka tuh, mak
    btw, Memang berat ya kerja di bea cukai

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Menyenangkan dan menambah wawasan. :)

      Hapus
  10. Mak Haya gak bisa garang ekspresinya wkwkkw

    Pas saya baca tulisan ini, saya baru aja nonton film di HBO. Lupa judulnya apa, nontonnya juga gak dari awal. Tapi filmnya ttg kisah nyata. Jaid kurang lebih ceritanya ttg perempuan liburan ke negara lain.

    Backpackeran trus punya kenalan pas lagi liburan. Perempuan yang lagi berlibur ini dititipi barang sama kenalan barunya. Gak taunya tanpa dia tau isinya itu narkoba. Ketangkap, lah.

    Kata suami, "Pokoknya dimanapun, apalagi kalau lagi liburan jangan pernah mau dititipin barang sama orang yang baru dikenal. Wlaopun kelihatannya orang tersebut baik. Kita kan gak tau barangnya apa." Bener juga, sih. Maksud hati mau menolong dan berbaik snagka, yang terjadi malah kita kena kasus. Ngeri, ya.

    Semoga gak pernah terjadi ke kita. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ga bisa berekspresi garang. :p Aamiin, aamiin. Bener-bener kudu hati-hati ya, Mak Myra. Catet!

      Hapus
  11. pantesan koper kita keluarnya di conveyor ga bs cepet ya mak..eh salah fokus ya

    asik bgt acaranya ya mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi sabar sabar ya, Mak hihihi.

      Hapus
  12. wah,seru banget ya mak bisa langsung pas banget lihat confence pers penyelundup narkoba....

    BalasHapus
  13. Wuah, asyik sekali ya acara khusus ngundang blogger ini. Envy envyyyy.... *malah oot :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga kapan-kapan di kotamu ya, Jeng Tjantik. :D

      Hapus
  14. Hayaaaa, trims for share! Ini artikel keren sangat! Ternyata begitu ya, di sana.... membaca ini, jadi ga sebel lagi deh jika koper2 yang kita tungguin beredar dan keluar dari conveyor itu lama. Rupanya sedang dilacak oleh pasukan anjing2 pelacak. Wow! Duh, andai eikeh di Jakarta, pasti ngotot ingin ikutan kunjungan ini. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seru kali kalo kita pergi bareng-bareng, Mbak. Sekarang aku dah ga pengin ngedumel lagi kalo koper lama keluar. :)

      Hapus
  15. Wah serunyaa, sama kayak mak uniek, akuu cemburuuh *mbok diadakan di Semarang gitu skali-kali hehee

    BalasHapus
  16. Wah, aku kok ya ikut merinding liat foto-foto pelaku. Berasa takut ditandai. Padahal, kenal juga enggak kali ya. Tfs mak, jadi nambah wawasan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sem-sem, Makpon. Mungkin cukup sekali aja ketemu face to face sama pelaku kejahatan begini. *keder*

      Hapus
  17. Wuah, keren bingit blogger menjelajah kantor bea cukai. Saya masih nol kosong soal begituan mbak Haya. Kalo aku ada di acara itu, mungkin yang paling menegangkan saat menyaksikan sidang. Gak tau ya, aura hukum itu sangat menyeramkan bagi saya. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, jangan sampe kita berurusan dengan sidang-menyidang, ya. Kecuali sidang skripsi hihihi.

      Hapus
  18. Moga para petugas bea cukai senantiasa diberi keimanan hahaha.. rentan tuh soalnya pekerjaan mereka dengan duit bocor..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Moga mereka memiliki iman berlapis ya, Mas. Btw, itu FB lagi matik?

      Hapus
  19. Pengalaman seru ya, mak. Makasih sudah mau berbagi. Bisa nitip salam ke si mancung? Eh, gak jadi deh, takuuut :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. E-e-eeee tapi wajahnya selain ganteng, juga innocent banget. Berasa ga percaya kalo doi penyelundup barang haram.

      Hapus
  20. Jadi tahu sekarang alur kerja dinas Bea Cukai Bandara yg memang cukup menantang sekali.

    Trims utk postingannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Menantang banget ternyata. Makasih juga udah mampir.

      Hapus
  21. Aku baru tau kalo bea dan cukai ternyata pekerjaan seperti ini kak. Lumayan juga ya kak, tiap hari ketemuan yang beginian, aku koq merinding ya kak liat yang 'orange-orange' itu. Ya Allah semoga aja kinerja bea dan cukai ke depannya makin mantap jadi kasus-kasus kekgini semakin dibumihanguskan. Aamiin :)
    Btw, yang foto mandi cahaya dan pake pakaian seragam itu ekspresi senyumnya cucok ya kak, hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha cucok apanyaaah. :v *buru-buru pasang kumis yang copot*

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan