Senin, 27 Oktober 2014

Sunday Sharing 8: Tip Mendongeng yang Keren Ala Bunda Reni


“Mendongeng bukan hanya tentang membunyikan aksara atau belajar membaca. Mendongeng adalah pengalaman membentuk ikatan kuat antara orangtua dan anak. Tidak ada yang lebih menenteramkan bagi anak selain merasakan kedekatan yang timbul saat orangtuanya mendongeng. Mendongeng adalah alat fantastis yang bisa digunakan oleh semua usia untuk memicu imajinasi dan menjelajah bahasa. Mendongeng membantu anak terbiasa dengan buku dan cara bercerita. Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang tidak memiliki banyak pengalaman dengan buku di usia sangat muda, biasanya menghindari buku saat mereka dewasa. Mendongeng bisa digunakan untuk memperkenalkan buah hati dengan situasi menakutkan seperti kematian, pindah ke lingkungan baru, dst. Yang paling dahsyat, mendongeng dikatakan dapat membentuk karakter anak sejak dini. Betapa pentingnya arti mendongeng!”


Kalimat di atas saya kutip dari beberapa bab di buku Reading to Your Baby karya penulis Alison L R Davies. Saya jadikan ucapan pembuka di acara Sunday Sharing 8 Blogdetik di Aldevco Octagon Building (31/8), Jakarta. Kebetulan saya mendapat kepercayaan menjadi Ketua Kelas Sunday Sharing 8 dari Husin Peng, Ketua Kelas Sunday Sharing 7. Estafet, nih, ceritanya. Pastinya acara ini enggak akan terwujud tanpa bantuan Nurul Musyafirah (Wakil Ketua Kelas) dan Gajah Pesing-Veira Christina-Karel Anderson dari Blogdetik. Makasiiiy! Makasiy juga buat Shintaries yang sudah bantuin bikin banner tjantik.

 Alhamdulillah, senang hepi hepi yeay waktu tahu Reni Rudiyanto (Bunda Reni) mau jadi pemateri. Soalnya saya paham banget kesibukan beliau sebagai pendongeng andal sekaligus pendiri sekolah dan taman bermain gratis Lilbee di Bekasi. Kami pertama kali bertemu waktu sama-sama menjuri di Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2013.


Acara dimulai pukul 11.00 teng. Namanya juga pendongeng, Bunda Reni memberi salam dengan sangat bersemangat, kocak, dan fun! Bukan hanya itu. Kami diminta bertatap mata, berjabat tangan, berpelukan, sambil bernyanyi wkwkwk. Eits, pastinya perempuan sama perempuan dan laki-laki sama laki-laki. Cuma sesama mahram, yaaa. ^^


“Pendidikan karakter anak sejak dini amat penting. Soalnya, kita enggak mungkin mengubah karakter anak ketika mereka kadung tua. Sayangnya, kebanyakan dari kita melakukannya dengan cara berkhotbah, menggurui, bahkan emosi. Padahal, mendongeng selama 7 menit setiap hari saja sudah cukup,” kata Bunda Reni bijak.

Percayakah, Teman-teman? Satu dongeng bisa mengembangkan 9 kecerdasan majemuk anak. Melalui dongeng, kita mengajarkan logika matematika. Enggak perlu pakai bentakan. Wew! Melalui dongeng, kita mengajarkan musik. Enggak perlu pakai melatat-melotot. Duh! Dst, dst, dst.

Saya share tip mendongeng dari Bunda Reni:
1. Kalau belum mampu membuat dongeng sendiri, silakan pilih cerita dari buku-buku dongeng. Sesuaikan cerita dengan usia anak. Untuk anak usia 2 – 3 tahun sebaiknya pilih cerita fabel.

2. Sudah bisa membuat dongeng sendiri? Yuk! Tokoh boleh hewan, benda, dll. Bebas saja. Yang penting alur cerita masuk akal sesuai karakter tokoh masing-masing.

3. Susun indikator pencapaian. Karakter baik apa yang ingin Teman-teman tanamkan kepada anak? Misal, sopan santun. Teman-teman ingin anak mengenal kata ‘terima kasih’, ‘tolong’, dan ‘permisi’. Sampaikan ketiga kata ini berulang-ulang dalam alur cerita menarik.

4. Putar musik yang kira-kira cocok sama dongeng yang akan kita sampaikan.    

5. Kuasai minimal 2 karakter suara yang signifikan, yakni suara kecil dan suara besar. Misal, karakter suara kecil itu seperti suara Kancil, sementara suara besar seperti suara Harimau. Oiya, suara karakter ini cukup efektif dipakai saat membujuk anak yang lagi ngambek atau menangis. Perhatian mereka langsung teralih. “Hai, aku Kancil. Aku melihatmu menangis. Kenapa kamu menangis? Kamu lagi sedih?” Coba aja.

6. Atur tinggi rendah dan volume suara. Waktu pembuka jangan pakai suara tinggi. Anak dijamin takut dan kabooor. Sesuaikan dengan percakapan dan keadaan tokoh.

7. Artikulasi jelas. Jangan mendongeng sambil kumur-kumur, ya. Brrrb … blluuuub … brrrb …. Auk ah eyaaap ....

8. Gunakan mimik, misal menyeringai saat jadi Nenek Sihir atau memelas saat jadi Capi capung yang tertangkap musuh.  

9. Porsi dialog 70% dan narasi 30%. Kalau dialog berarti tokoh dongeng yang ‘berbicara’. Kalau narasi berarti kita yang berbicara. Anak-anak lebih suka mendengar tokoh dongeng yang ‘berbicara’.

10. Lakukan percakapan dua arah. Libatkan anak. Tidak harus orangtua yang banyak bicara. Kalau anak memotong di tengah-tengah cerita, misalnya, “Ma, aku, kan, pernah ke sana!” Nah, apa yang Teman-teman lakukan? Perlu diingat, jangan menyuruh anak diam agar kita dapat melanjutkan cerita. Anak sedang berimajinasi. Ayo, bantu mengembangkan imajinasinya. Tanyakan, “Oiya, Kakak pernah ke sana? Naik apa?” Minimal ajukan 5 pertanyaan.

11. Hindari cerita mistis. Cerita-cerita mistis biasanya mengajarkan anak untuk tidak mau berusaha. Semua didapat dengan mudah a.k.a instan. Lha, mi instan aja enggak instan. Pegimana, yak.

12. Jangan tuntaskan dongeng saat itu juga. Tujuannya untuk melatih imajinasi anak. Biarkan anak penasaran. Lanjutkan keesokan harinya.




Acara dimeriahkan kuis berhadiah buku dongeng dan voucher belanja. Selamat buat para pemenang! Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas Sunday Sharing 9 estafet ke Riski Fitriasari dan Tri Sapta. Waaah, enggak terasa sudah pukul 14.oo. Asyik banget menonton Bunda Reni mendongeng. Beliau bisa menirukan suara kuda dan helikopter! Kami aja yang udah tuwir-tuwir ini senang, apalagi anak-anak, ya? *kyaaa* Dongeng bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Orangtua yang jago mendongeng biasanya jadi idola anak-anaknya, lho! Kalau anak mengidolakan orangtuanya sendiri, insya Allah anak jadi lebih mudah dididik. Mulai sekarang mari membiasakan mendongeng untuk kebaikan anak cucu kita! [] Haya Aliya Zaki

Foto-foto milik Blogdetik


45 komentar:

  1. harus belajar mendongeng nih aku mbak, biasnaya membacakan buku aja. Harus mencari bahan dulu ya sebelum mendongeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh pilih dongeng yang dari buku, Mak Lidya. :)

      Hapus
  2. Kadang mendongengkan sebelum tidur tapi belum kepikiran nyusun indikator pencapaiannya. Makasih sharingnya cikgu ^^

    BalasHapus
  3. Hihihi...
    Berkat bu Reny, saya punya ilmu mendongeng :)

    BalasHapus
  4. Wuuiihh mantab dongeng aja pake indikator pancapaian... tapi memang dongeng sudah terbukti banyak bgt manfaatnya. Thanks cikgu sharingnya..langsung ntar malem praktekin dongeng buat nadia... udh lama ga bacain dongeng jg nih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, mari kita mulai. Setiap hari 7 menit aja cukup. :)

      Hapus
  5. Tahu nggak Mak, suami saya pernah tertidur waktu saya tiba-tiba belajar mendongeng bareng dia... :)
    Seru juga, tip dari bunda Reni. Soalnya suami saya saja sampai protes pas karakter suara saya untuk lakon A tiba2 berubah. Ternyata bukan hanya anak kecil saja yg suka dg dongeng, orang dewasa kadang jg menyukainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, buktinya kiya seneng waktu nonton Bunda Reni mendongeng. :))

      Hapus
  6. hihihii..makasih cikgu sharingnya. Faris anak keduaku seneng sekali dibacakan buku cerita sembari emaknya berdialog ngikutin buku itu. Kadang jadi paus galak, kadang jadi dewi sri yang lembut, kadang jadi kancil yg pintar. Hehehee... emaknya jadi harus belajar banyak juga nih ;)

    BalasHapus
  7. Masih belajar terus mendongeng, karena rasanya susah banget :D
    Tapi kalau bacain dongeng buat Tio, Alhamdulillah masih lancar, walau mulut suka jontor karena terus menerus diulang ceritanya :)))

    BalasHapus
  8. Thankiss buat sharingnya Mak Haya... saya emang lagi ngilmu buat doneng.. soalnya saya pengen banget jadi pendongeng buat banyak anak. Harapan saya dengan mendongeng bisa menumbuhkan minat baca untuk eksplor cerita lebih banyak.

    Lain kali tolong diadakan di Surabaya dong... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, nanti disampaikan ke Bunda Reni, ya. :)

      Hapus
  9. mau banget bisa mendonggeng dg bagus tanpa perlu berpeluh peluh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya berpeluh, sambil lari-lari, Mak? :))

      Hapus
  10. Sejak acara Sunday Sharing yang ini, aku mulai mendongeng dengan berbagai suara..
    Anak-anak langsung heran." Wah, mama sekarang hebat bisa ganti-ganti suara.."
    Senang rasanya dipuji anak-anak.
    Terima kasih untuk acara bermanfaatnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, keren. Langsung dipraktikkan, ya. :D Makasih udah dateng, Mbak Waya. :)

      Hapus
  11. Uhuuuk...tes tes...mule mendongeng lagi yuuuuk. Maaaak seru banget sunday sharingnyaaaa.

    BalasHapus
  12. AKu harus belajar iniih. Seringnya kalo mendongeng, malah aku ketiduran duluan, ceritanya jadi ngga karu2an hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw gantian anaknya yang dongengin emaknya. :))

      Hapus
  13. tips yg no 12 blum pernah dcoba, cobain ah...
    makasih sharingnya mak :)

    BalasHapus
  14. perlu dicoba ah, semoga berhasil.. :)

    BalasHapus
  15. tipsnya boleh juga hehehe.pertama kai dongengin anak2 waktu ngajar Playgroup,seru banget pokoknya...^^
    tfs mak

    BalasHapus
  16. Yang lajang kudu siap-siap bekal biar bisa mendongeng, nih, Mak.
    Trims untuk sharing-nya :)

    BalasHapus
  17. Huaaaa..aku paling malas mendongeng, mungkin harus mulai merubah haluan :)

    BalasHapus
  18. Aduuuuh....acaranya keren bangeeeet ya maaakk...aku kalau mendongeng suka heboh sendiriii. .tapi memang benr anak2 jadi seneng...tips nya keyeeen...TFS mak..

    BalasHapus
  19. Keren banget sharingnya cikgu, harusnya aku ikutan nih soalnya sean suka ngajak ngobrol trus minta diceritain kalau mau tidur. Bosen cerita pertemuan ayah dan bundanya aja yg diceritain :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha cerita nostalgia mama dan papa kasmaran mulu, ya. v:

      Hapus
  20. sharing Mbak Haya menggugahku untuk kembali mendongeng. dulu akurajin ngedongeng buat anak-anak Mbak. tapi lambat laun jadi malas. sampai anak-anak bilanng kangen pengen didongengin bunda, eh tapi tetep aja malas. tulisan mbak menyentakku lagi, apalagi ditambah tipsnya yang bermanfaat banget. mudah-mudahan akunya enggak malas-malas lagi setelah tahu tips keren ini

    BalasHapus
  21. aku jadi penasaran gimana ekspresi bunda Haya kalau lagi mendongeng.. hihi
    coba bun tiruin nenek sihir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw eh ada lho fotoku yang ceritanya mau jadi nenek sihir, eh, malah jadi cakep kayak ibu bidadari. *kasih kantong kresek* Ini link-nya, Mbak. :D
      http://www.hayaaliyazaki.com/2014/06/film-maleficent-kasih-ibu-tak-terperi.html

      Hapus
  22. Sepertinya postingan ini khusus kaum hawa saja, ya? Kok yang komentar mak-mak semua, he-he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal bapak-bapak kudu mendongeng juga, kan, ya. *_*

      Hapus
  23. Aku belum telaten juga mendongeng, apalagi kalo yang dibacakan dongeng mulai banyak tingkah alias ga bisa diam kata Alkisah :v

    BalasHapus
  24. saya merasakan banget manfaat dari membiasakan mendongeng untuk anak-anak hampir setiap malam. Walopun kemampuan mendongeng saya mungkin biasa aja hehe. Setelah baca ini ternyata manfaatnya lebih banyak lagi. Makin seneng aja deh jadinya ^_^

    BalasHapus
  25. seru ya acara Sunday Sharing-nya. Temanya bisa ganti-ganti setiap minggu, ya?
    btw dulu waktu anak2 masih kecil, saya suka mendongneng, kadang dari buku kadang ngarang cerita sendiri. Sekaranag, anak2 sudah gak mau lagi didongengin ibunya heheh ... maklum sudah kuliah dan kelas 1 SMP. *eh ketahuan tuanya si aku heuheu

    BalasHapus
  26. eh ... apa saya salah pilih tempat ngetik, ya?
    adu duh ...maaf *jadi malu

    BalasHapus
  27. Waktu kecil aku suka didongengin sebelum tidur malam. Anak-anakku juga suka klo kudongengin, apalagi jika pakai boneka2 dan suara diubah-ubah sesuai karakter tokoh :)

    BalasHapus
  28. Oooh, kalo mendongeng harus banyak dialog ya *noted* *langsung praktik* :D

    BalasHapus
  29. asyik sekali kalo mendongeng ada pelatihannya kayak gini ya
    pingin ikutan,
    kadang aku sering kehabisan akal mendongeng buat anakku

    BalasHapus
  30. Kapan ya ada pelatihan spt ini lagi ?

    BalasHapus
  31. Tengkiu tipsnya mbak...lg belajar mendongeng nih, buat si kecil dulu, percobaan..hehe

    BalasHapus
  32. bookmarked! hehe
    makasih mbak, tips2 dongengnya mau dilaksanakan aah :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan