Selasa, 14 Oktober 2014

Female Daily Blogger Workshop (2): Kiat Menulis Review Produk di Blog


Apa enaknya jadi blogger? Dapat undangan ke acara launching produk? Diajak icip-icip makanan di restoran yang baruuu aja dibuka? Atau, dikirimi produk tergres, yang bahkan di toko pun belum nongol? Tujuan brand tak lain dan tak bukan adalah agar para blogger menulis review produk mereka. Wogh, sebegitu pentingkah posisi blogger?

Jawabannya: iyes! Hari Sabtu (20/9) lalu saya hadir di acara Female Daily Blogger Workshop, di ArtOtel, Jakarta. Setelah selesai sesi Blogger Conference, saya ikutan workshop menulis review produk. Kebetulan, beberapa kali saya mendapat tawaran menulis review produk di blog. Lumayan buat tambah-tambah wawasan. Pematerinya Affi Assegaf, Female Daily Network Bussiness Director. Kalau rajin baca artikel review produk di Female Daily, pastinya udah kenal beliau, dong.


Affi Assegaf

Acara dimulai pukul 16.00. Fifi melempar pertanyaan, “Kenapa orang-orang mencari review sebelum membeli produk?”

Sebelum membeli produk, biasanya kita buka-buka website brand. Tapi, rasanya lebih afdal kalau kita juga membaca tulisan orang lain yang benar-benar pernah memakai produk tersebut. Rata-rata, produk punya kelebihan dan kelemahan. Penjelasan ini akan kita temukan di review produk. Kalau di website brand biasanya iklan doang. Tul enggak? *jawab aja ‘betul’ biar cepet*

Yang perlu diingat, kita menulis review produk bukan untuk jualan, lho, ya. Seandainya pun kita dikirimi produk oleh brand untuk ditulis di blog kita, ini bukan berarti tanggung jawab kita menjual produk tersebut. Pakai produknya, kemudian tulis review secara JUJUR. Apakah produk tersebut cocok untuk kita? Produk tersebut tidak cocok untuk siapa saja? Alasannya? Tidak perlu memuji setinggi langit. Tidak perlu menulis yang bagus-bagus melulu. Nanti pembaca memperhatikan dan pastinya mikir. Pembaca bisa kehilangan kepercayaan kepada kita. Seandainya produk memiliki kelemahan, kita boleh menuliskannya SECARA BAIK. Siapa tahu jadi masukan buat brand ke depannya. Kalau memang tidak ada kelemahan, ya, jangan diada-adain. “Inilah yang membedakan blogger dengan media,” kata Affi.

Hm, saya jadi inget obrolan dengan sahabat blogger, Ani Berta, minggu lalu. Ada blogger yang menulis review produk (blogger membeli sendiri produk tersebut), termasuk menulis kelemahan. Ketika brand tahu, mereka bukannya marah. Mereka sangat menghargai masukan dari blogger. Blogger malah dikasih produk baru untuk di-review. Enggak tanggung-tanggung, produknya gadget, Bok!

Saran saya, sih, sebelum Teman-teman menerima tawaran review produk dari brand, komunikasikan dulu dengan brand bahwa Teman-teman akan menulis review secara jujur. Kadang ada brand yang ingin blogger menulis review yang bagus-bagus aja. Soal kelemahan, mereka minta disampaikan secara langsung, bukan melalui blog. Semacam prinsip Rumah Makan Padang gitu hehehe. Anda puas, beri tahu teman. Anda tidak puas, beri tahu kami. *jadi mupeng rendang* Kira-kira Teman-teman nyaman atau tidak dengan permintaan brand yang seperti ini. Sekali lagi, semua dikomunikasikan dulu, ya.

Tulis review dengan gaya bahasa sendiri. Ada blogger yang tulisannya gokil seru gelaaa, ada yang sendu mendayu-dayu, ada yang blakblakan, ada yang detail banget, ada yang menonjolkan foto-foto keren, macam-macam. Semua punya ciri khas. Kalau merasa belum punya, jangan khawatir. Nanti lama-lama juga ketemu. Yang penting, tetap rajin ngeblog. Semua perlu proses. Akan tiba saatnya, “Oh, kalau yang begini ini pasti review Haya,” misalnya.


Welfieee ....

Ceritakan pengalaman saat menulis review. Contoh, kita akan menulis review sebuah restoran. Yang bisa kita tulis tentu bukan cuma makanannya, kan? Kita bisa cerita tentang suasananya. Apakah saat itu ramai atau sepi? Kita bisa kasih saran kepada pembaca enaknya duduk di sudut mana. Kita bisa jabarkan pelayanan restoran yang cepat atau lambat. Restoran ini cocok buat keluarga tidak? Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Semakin detail pengalaman yang diceritakan, semakin berguna buat pembaca. Jangan lupa jelaskan main benefit produk saat kita menulis review. Kasih rating. Cantumkan harga dan alamat di mana pembaca bisa membeli produk.   

Pesan Affi yang sangat saya ingat, “Sebaiknya kita menulis bukan hanya untuk dibayar dan 'menyenangkan' brand. Jadilah blogger yang punya ciri khas dan integritas.” Mantap!

Goodie bag

Pukul 17.00 acara selesai. Capek, tapi alhamdulillah pulang bawa ilmu. Eh, bawa goodie bag juga! Nah, apakah Teman-teman punya pengalaman menulis review produk di blog? Pernah dapat kendala apa dan punya solusinya? Boleh berbagi di sini. Kita saling menambah wawasan, ya! [] Haya Aliya Zaki


96 komentar:

  1. Waawww.. goodiesnya banyaaakkk... Aku blm pernah menulis review produk. Biasanya review buku aja. Mungkin bisa dicoba mancing dgn cara mereview produk yg kita pk sendiri? Bgmn menurut Mak Haya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa seperti itu, Mbak. Tadi di atas aku udah tulis ttg blogger yang menulis review produk yang dibelinya sendiri. :)

      Hapus
  2. Makasi sharenya Haya. Aku nulis tentang pengalamanku jg di blogku. Sila mampir ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah mampir kok waktu itu, Mbak, hehehe.

      Hapus
  3. Beberapa kali dapet mak, ada yang bayaranya wow juga, fenny juga tuliskan kelemhanannya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eits, keren! Bisikin dong yang bayarannya wow itu wkwkwkw.

      Hapus
  4. Makanya kalo kebetulan aku lagi review produk biasanya bahasnya yg ringan g mendalami banget kecuali lomba :p...
    Menyenangkan brand tergantung loh mb.kebetulan mungkin yg dikirimi gejet itu org pr/sosmednya seleranya gitu...beda2 tiap brand....ada juga yg sensi luar biasa seperti yg aku alami*duh bisikin produk apa dong biar dikirimi gejet juga :p
    a

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, brand memang beda-beda, Cha. Tapi rules-nya sebaiknya yang kita sampaikan itu seimbang, ya. Bukan kelebihannya aja. Aku juga lagi minta bisikan, nih, sama blogger yang dikasih gadget itu. :))))

      Hapus
    2. Btw, walaupun bukan lomba, baiknya menulis reviewnya detail juga. Siapa tahu jadi dilirik brand gadget, terus dikasih gadget. :p

      Hapus
  5. Yang sulit itu kalo ada brand minta direview tapi produknya belum pernah digunakan. Jadinya harus benar2 pintar mengambil keputusan, terima atau tidak. Tetapi kebanyakan sih diterima dan membeli produknya di toko terdekat (kalau yg harganya murmer aja :-) )
    Selanjutnya, yang menjadi kendala saya saat ini adalah bagaimana caranya bisa mendapatkan kesempatan untuk mereview produk yg kontinyu? Jadi gak kebetulan aja dapat alias musiman. Pengennya sih tiap pekan atau bulan ada brand yang meminta direview.
    Kadang juga sempat merasa minder karena kebanyakan blogger di wilayah tertentu saja yg mendapatkan job review produk. Mungkin karena alasan jarak yang terlalu jauh sehingga sulit di biaya ongkir kali yaah sehingga yg jauh sulit mendapatkan kesempatan. Ini pengamatan saya sendiri sih...

    Nah, ada satu yg nempel dipikiran saya, "gaya menulis" menurut mbak Affi disesuaikan dengan diri. Itu dia yang skg msh bikin bingung karena sudah terbiasa dengan bahasa baku (bahkan mgk kaku) jadinya kalau mau ke arah sedikit gokil, gimana gitu... belum ditulis udah ngelu di lidah hehehe

    Btw, sukses terus mak Haya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Sebaiknya menulis review produk yang udah digunakan, Mak. Karena itulah yang membedakan blogger dengan media. Kalau tidak pakai, berarti kita dianggap iklan doang. :D
      2. Soal dapat job review, saya pribadi menganggap itu rezeki. Rezeki sudah diatur Allah. Yang bisa saya lakukan adalah tetap ngeblog. Dibayar atau tidak dibayar, saya tetap ngeblog. Biasanya rezeki ada aja. :D
      3. Kalau ga biasa menulis gokil, terus maksain nulis gokil, malah jadi aneh. Menurut hematku, pakai gaya bahasa sendiri aja, Mak. Palingan diksinya dimainin supaya lebih menarik dan tidak membosankan. :)

      Hapus
  6. ilmu baru, mak.
    pernah beberapa kali dapat job review, tapi malah disuruh cantumin yang baik-baik aja..

    BalasHapus
  7. Makasih mak Hay, dapat ilmu baru di sini, emang blogger reviewnya kudu jujur meski dibayar yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mestinya, sih, ya. Kembali kasih. :)

      Hapus
  8. ehm..asik ! dikasi tips :D hehe

    BalasHapus
  9. Pas bangeeet lagi mau belajar nge-review, dapat ilmu dari Mak Hayaa :D
    Tadinya aku pikir review itu harus yang bagus2 aja, jadi makin mantap nih buat belajar review *kadang masih gak pede buat nge-review*
    makasih banyak yaa mak ilmunya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minggu kemarin juga udah kubahas dikit, Ranii. Semoga bermanfaat, ya. ;)

      Hapus
  10. Saya pernah saya pernah. Kapan lalu sy diminta review forum ibu dan anak. Sebelum review sy dmnt menghubungi call center dan pura2 bertanya sesuatu sebgai user. Ndilalah pas sy telpon call centernya yg konon buka 24 jam gak ada yg nerima. Padahal masih jam kerja. Akhirnya sy email dong yg kasih job soalnya sy gak bs ngerjain review. Sedangkan DL yg dikasih mepet. Akhirnya sy diberi tambahan waktu dan dmnt menulis yg bagus. Klo ada kekurangan boleh ditulis asal dengan bahasa halus.
    Waah mbak Haya nih materinya keren2.. Klo materinya begini rugi gak ikutan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi komunikasikan dulu dengan brand-nya. Soalnya brand beda-beda. :) Insya Allah, penginnya upgrade ilmu terus. Senang kalau bermanfaat buat pembaca blog ini. :)

      Hapus
  11. Nice sharing Mak.
    Aku juga blogger yang hobby nge-review Mak. Biasanya nge-review dalam bahasa Inggris untuk yang berbayar. Untuk free review biasanya aku kerjain kalau aku pikir itu bermanfaat untuk pembaca tau.
    Review berbayar aku juga pilih2 Mak. Karena ada tawaran job review yang tidak sesuai denga konten blogku, kayak poker, fake branded, atau yang berbau porn.
    Kalau blog kita dibiasakan memosting yang berisi informasi yg bermanfaat dan benar biasanya banyak dilirik kaum pembisnis untuk job review atau hal2 bisnis lainnya.
    Gara2 ada salah satu postingan yg bukan review tapi banyak diminati pembaca aku pernah dapat job review senilai $400 per review. Satu bulan pernah penghasilan job reviewku sekitar 15 jutaan dan ini masih kategori tingkat males ya Mak karena kesibukan lain en de el el.
    Kalau di seriusan NgeBlog memang kita sebagai emak2 cocok dengan pekerjaan jadi blogger. Bisa sambil ngulek, Ngepel, momong, de el el.
    Wah seru deh Mak pokoknya NgeBlog, gak pernah Mati gaya kalau NgeBlog ya Mak.

    I love blogging!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jeng Sriiii! Benar-benar sesuatuh! Makasih sharingnya. Konten memang yang utama. Betul banget, jangan terima job review yang ga sesuai sama blog kita, ya. Aku juga menghindari konten-konten yang dirimu sebutkan di atas. Btw, kalau lancar bahasa Inggris, peluang di luar sana lebih gede ya, Jeng. *ngitungin isi dompet Jeng Sri* wkwkwk Ayo, tulis ttg yang tempo hari itu. Aku pengin baca. Ditunggu. :D

      Hapus
  12. Hmmm jd terpikir, keren juga ya jd blogger beneran...termasuk bs dpt job review inih...
    makasih sharingnya mak hayy...btw kalimat terakhirnya Affi itu masih PR banget buat saya "Jadilah blogger yang punya ciri khas dan integritas", ciri khas-ku apa yaa??? integritas juga harus dipupuk dan dipelajari yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walau belum dapet job review, tetap semangat, ya! Boleh coba-coba menulis review produk yang dibeli sendiri. ^^

      Hapus
  13. Duuhh kapan ya di Semarang ada acara keren begini..goodiesnya jg mantabs
    At least dpt ilmu baru dari cikguku yg plg oke nih... semoga aku juga bisa dpt job review someday ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Senang bisa berbagi. Insya Allah rezeki job review nyantol di dirimu ya, Mun. :)

      Hapus
  14. Saya belum pernah sekali pun dapat undangan ke acara launching produk atau icip-icip makanan di restoran baru. Apa (mungkin) harus jadi narablog terkenal dulu, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blogger yang sekarang terkenal, kan, dulunya bukan blogger terkenal. Selalu ada kali pertama untuk semua orang. :D Saya dapat job jadi narsum Bango Idul Adha karena konsisten menulis review kuliner di sebuah website. Tidak saya sangka, tulisan saya dibaca oleh seorang pakar kuliner. Beliau suka. Jadilah saya dapet job. Konsisten aja ngeblog. Insya Allah semua indah pada waktunya. *tsaaah* ;)

      Hapus
    2. Oh, ya. Memang, semua harus dimulai dari nol. Semoga saya dan teman-teman narablog yang lain bisa mengikuti jejak Mak Haya :)

      Hapus
  15. Makasih mbak Haya.kmr baru ngobrol dgn mbak yuni yuniarti masalah review ini.eits, ketambahan ilmu dari sini.

    BalasHapus
  16. nah menulis kelemahan yang sangat wajib karena bisa membodohi konsumen dengan banyak klaim ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau memang ada kelemahan, sebaiknya ditulis dengan cara yang baik. Kalau tidak ada kelemahan, ya, jangan diada-adain.

      Hapus
  17. Bagus banget tipsnya mbak. Jadi memunculkan ide, kapan2 kl cocok pake suatu brand mendong di review aja kali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Saya sendiri suka menulis review kuliner di sebuah website. Review tanpa diminta. Tahu-tahu malah dilirik brand. ;)

      Hapus
  18. Waaa makasih mak haya udah share. Ini workshopnya kita blakang2an ya jadi ngga denger. Berguna bangeet inih :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Dirimu ikut yang workshop satu lagi ya, Mi? Agak beradu suara pematerinya karena satu ruangan. Moga lain kali dpisah, ya.

      Hapus
  19. Mantep tipsnya...
    Tapi sayange belum pernah ngereview produk, ngeblog aja masih kumat2an. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kumat, minum obat qiqiqi.

      Hapus
    2. Saya sudah minum obat racikan Haya. Hasilnya, kumat2an saya sedikit berkurang :D

      Hapus
    3. Hahaha moga cepat sembuh ya, Mbak Eno! :))))

      Hapus
  20. Terima kasih banyak sudah sharing ilmu tentang menulis review. Saya belum pernah menulisnya. InsyaAllah akan dipraktekan. Senang dan bangga sudah pernah bertemu dengan mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang juga bisa ketemu. Moga kapan-kapan kita bisa silaturahim lagi. :)

      Hapus
  21. Tulisan Haya selalu lengkap dan mudah dipahami.
    Setuju, yang penting konsisten menulis di blog, blogwalking dan networking, semua pasti akan ada hasilnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eits, disambangi blogger senior. *tutup muka* Iya, setuju, Kak. Insya Allah rezeki masing-masing udah diatur, ya. :)

      Hapus
  22. belum pernah nulis review2 an produk saya Mak, paling banter ya review buku, itupun kesendat-sendat...:)

    BalasHapus
  23. Jeng Haya emang oke sip markusip, selalu berbagi tips *koq berima yaaa :)
    Aku blm pernah ngereview produk mak, bahasaku di blog sepertinya perlu diperbaiki ya. Ancur2an gak karuan gitu hihihiii... Kebanyakan becandaan, enggak di sosmed, enggak di blog. Kacau nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru itu bisa jadi 'kekuatanmu', Jeng. Tulis review yang gokil, tapi tetap bernas. ;)

      Hapus
  24. pengen banget bisa mereview, tapi kudu banyak belajar nech mak...TFS....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Semoga bisa dipraktikkan. :)

      Hapus
  25. Waahhh, pentiing nih tulisan. Makasih cikgu sharing dan oleh2 ilmunya :)

    BalasHapus
  26. makasih mak, sharingnya, bermanfaat sekali...
    ingin mraktekin, tp thn ini saya blum dapet job review lg, hiks...
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulis review produk yang dibeli sendiri aja dulu, Mbak. Insya Allah job mampir. :)

      Hapus
  27. Dulu saya sering bikin review tentang beberapa produk, tapi kok gak pernah dilirik ama brand tertentu ya? *hiks*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangat! Ngeblog karena senang. Ngeblog karena cinta. ^^

      Hapus
  28. Seneng main disini, jadi nambah ilmu :)
    Nggak ikut workshop, tapi dapat ilmunya, makasih Mbak Haya :)

    BalasHapus
  29. itu majalahnya ada "seks" apa gitu *lospokus*, hehe.

    makasih ilmunya, Mak Haya. tapi belom pernah disuruh review produk, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa baru nyadar juga topik majalahnya. Maapkeun! :))))

      Hapus
  30. uwaaa dapet ilmu baru lagi,sampe sekarang belum ada yg nawarin syaratnya aneh2 masih standar hehehe.makasih mak sharingnya.
    tapi mupeng juga dikasih produk gadget xixixiix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada tawaran review produk yang cocok di hati nantinya, ya hehehe.

      Hapus
  31. Wah ilmu baru niih dan langsung dilakukan deh :D hihi makasih mak cantik

    BalasHapus
  32. wah, makasih sharingnya mba' Hay. Harus terus latihan mereview nih. Kadang muncul rasa nggak pede,.termasuk untuk tulisan di blog. tapi semua tulisan butuh proses, ya. Nggak ada yang instan. Oke, oke..sip! siap untuk latihan terus dan rajin ngeblog, sambil doa semoga dapet job review. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pede aja, Mbak. Tulis dengan gaya Mbak sendiri. Latihan, latihan, latihan. Semangat! ^^

      Hapus
  33. Umm.... gitu ya Mak Haya... kelebihan review produk dari blogger karena dia ditampilkan lebih personal. Makasih banget tips nyaa

    BalasHapus
  34. Pengen belajar juga akh hehehe

    BalasHapus
  35. Kalau dapat undangan icip icip mau juga dong.....tapi kalau disuruh mereview produk belum bisa sih terlebih tepatnya belum mau soalnya format blog saya bukan blog komersial, hanya catatan ringan pengganti buku harian.
    Akan tetapi saya suka berkunjung ke blog yang suka mereview produk untuk sekedar pengetahuan tentang produk itu, apalagi review buku saya bisa tahu isi buku walaupun tidak membelinya....hemat ceritanya....

    BalasHapus
  36. Aku belum pernah ikut acara workshop blogger... pasti dapat ilmu dan banyak keuntungan ya mbak. Setuju, review harus jujur dan juga berbahasa baik. Makasih sharingnya mbak Haya.

    BalasHapus
  37. Ilmu yang sangat bermanfaat.. makasih, ya, Mak Haya..
    Btw, saya pernah dapat job review tapi dari blogger lain, dan bayarannya "cuma" 20 ribu. Tapi dari situ saya bisa belajar mereview, so saya tetep bersyukur. Emang bener, ya Mak, semua berawal dari 0. Semoga suatu saat saya bisa dapet job review yang nilainya lebih besar lagi :) aamiin...

    BalasHapus
  38. saya pemain baru di bidang review, nih, Mak. Tipsnya sip banget. Apalagi ttg menulis kelemahan. Kadang saya masih mikir panjang untuk menulis kelemahan suatu brand hihi

    BalasHapus
  39. aku paling susah klo di suruh review, ga tau ya, apa karena bukan genrenya apa emang skill manulis yang belom cukup. entah lah

    BalasHapus
  40. Paling aman dan nyaman nulis review ya kalau udah nyoba produknya ya, mbak. Kalau belum, bisa tanya2 sama teman yg udah pakai.

    Kalau review produk milik olshop, aku masih suka nyeneng2in brand. Hehehe.

    Makasih sharingnya ya, Mba. Akeh sinau nang kene.

    BalasHapus
  41. Terima kasih tipsnya dari reportse acara kece CikGu ;)

    BalasHapus
  42. Kapan yah, saya dapet job review hehehe... pernah, sih, itupun temen yg minta. Tetep asoy ko, semoga bisa lebih meningkat. hehe

    BalasHapus
  43. Jujur, tapi harus mampu menuangkannya dengan baik ya. Aku suka yg begini.
    Mau coba ah bikin review produk.
    thanks for sharing, Mbak Haya

    BalasHapus
  44. Yuhuuu...,belajar banyak dari sini. Makasih ilmunya Cikgu.. :)

    BalasHapus
  45. Hahaha...baru nyadar sudah pernah komen di sini ;D

    BalasHapus
  46. Ilmu yang sangat bermanfaat, Mbak Haya. Thanks sudah berbagi. Saya pernah ditawari beberapa kali review produk, belum diterima...Nanti mulai mencoba ah :)

    BalasHapus
  47. Mbak Hayaa, terima kasih buat blogpost-nya... Beberapa kali dapat permintaan mereview produk lalu bingung, kalo udah dikasih produknya untuk dicoba, perlu minta bayaran lagi nggak yaaaa hehehee. Seandainya ada guidelines tarif2 ngereview :P

    BalasHapus
  48. I'm newbie, pengen mulai.. Awalnya terinspurasi karena aku sering banget baca review produk, terutama di female daily.. Dan memang reviewnya banyak yang jujur.. Pengen ikutan tapi bingumg mulainya dari mana..
    Ada saran?
    Mbak sendiri kapan mulai nge blog?

    BalasHapus
  49. Maksih atas tipnya mbak. Bulan Ramadhan kemarin saya dapat 3 job review, tapi saya rasa masih kurang untuk memuaskan hasil review saya. Mungkin karena, dari ketiga job tersebut adalah tentang toko online.

    Lewat artikel mbak ini, bisa menjadi inspirasi kedepannya, untuk saya mereview produk/suatu hal dari klien.

    BalasHapus
  50. renyah banget baca tulisan mba ini, hemm

    BalasHapus
  51. Bertandang ke blog ini , semakin banyak pencerahan. Informasi dan tips soal review di bahas lengkap

    BalasHapus
  52. Baru beberapa kali dapat job review produk. Belum punya ilmunya, jadi ditulis begitu saja. Jadi bisa belajar dari postingan ini. Thank you, Haya.

    BalasHapus
  53. Aku masih terus memperbaiki kualitas konten tulisanku terutama saat review, dulu banget pernah coba "niru' ciri khas orang lain tapi ternyata itu bukan solusi sama sekali, semacam "ngga gue banget" jadi ya udah flowing aja sesuai yang bikin aku nyaman, semoga kedepannya bisa ketemu yang "khas nya Hani".

    Seneng baca tulisan ini, thank you Mba ku for sharing :*

    BalasHapus
  54. Mantapp banget, jadilah blogger berkarakter

    BalasHapus
  55. Sayas edang mencoba untuk belajar menulis Mbak Haya, *belajar mulu...(heheee). Memang kalau menuliskan pengalaman setelah menggunakan barang/produk dengan yang tidak menggunakan rasanya beda, susah untuk mendapatkan feelnya. Heheee. Terima aksih sharingnya ya Mbak Haya

    BalasHapus
  56. Baru tau ada yg minta review ala restoran padang, blm pernah dpt yg ala padang gtu.. trus.. yg malah dpt gadget itu sesuatu bgt yaa.. aku pengen jg dong.. xixixixi...

    BalasHapus
  57. Ilmu baru niy..thank you dah sharing ...

    BalasHapus
  58. mba Hayaa, aku lagi butuh ini... Ngga gugling tapi tiba2 nyasar kesini. Ternyata pernah ketemu di 2 acara sebelumnya, fisher price sm lotte choco pie. Aku blum tau mba Haya ituu (cupuu bnr yaq) blogging bener2 belum pernah yg ikut pelatihan menulis dll aku, jadi curhat giniii. Baru sebulan liat TL twitter mba Haya dan follow.. Mau obrak abrik web ini, alias bacaaa ^^ makasih yah mba

    BalasHapus
  59. Ah, serunya datang ke acara ini! Saya pernah beberapa kali menulis review produk, Mbak Haya. Yang cukup menantang dari ini adalah mengkomunikasikan opini kita agar review tersebut tidak sekadar informatif, tapi juga enak dibaca :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan