Senin, 18 Agustus 2014

Ira Koesno: Kita Semua Adalah Brand Ambassador (#SahabatJKN part 1)




Pernah mendengar istilah 'brand ambassador'?

Mungkin pernah, ya. Kalau disebutkan brand ambassador, saya jamin, kita langsung membayangkan public figure terkenal yang mewakili sebuah brand terkenal pula. Betul begitu? Eits, eits, eits, ternyata, tidak. Sekarang ini, sadar atau tidak, kita yang berkecimpung di dunia blogging telah bertindak sebagai brand ambassador untuk banyak produk dan jasa. Kita dengan sukarela mereview sebuah produk atau jasa melalui blog atau media sosial karena produk atau jasa tersebut kita anggap oke. Sebagai individu, informasi diberikan berdasarkan pengalaman, tanpa memihak. Jadi, mengapa kita tidak berusaha melakukannya dengan lebih baik lagi?



Saya pribadi cukup sering melakukannya di blog dan/atau Twitter. Kali ini, saya merasa terhormat bisa menjadi 'brand ambassador' Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau istilahnya #SahabatJKN. Blogger #SahabatJKN membantu menyosialisasikan JKN, meliputi perkembangan isu, aplikasi di lapangan, membantu mengawasi pelaksanaan (terutama di daerah). Blogger tidak hanya dituntut untuk bisa menulis di blog. Sedikit banyak, blogger juga mesti mampu menyampaikan hal yang diketahui secara verbal kepada masyarakat. Ehm! *benerin kerah* *sasak konde* *lho?!*

 Beruntungnya saya jadi #SahabatJKN karena mendapat banyak materi kece badai, salah satunya dari narsum Dwi Noviratri Koesno atau akrab disapa Ira Koesno. Wah, siapa yang tidak kenal Ira Koesno? Itu, lho, sosok cantik energik, mantan penyiar Liputan 6 SCTV yang kesohor ituuuh.


Pukul 19.00 wib bertempat di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, acara dibuka oleh Mas Anjari Umarjianto, Kepala Opini Publik Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan, sekaligus kepala suku kegiatan #SahabatJKN 13 – 14 Agustus 2014. Dengan gayanya yang luwes dan pede, Ira pun memperkenalkan diri. "Ironi komunikasi adalah sebagian besar orang hanya mendengar separuh dari omongan orang lain dan mengingat serta memahami separuh dari yang mereka dengar," Ira membuka percakapan. Lalu, apa yang salah? Nah, yuk yak yuk simak penjelasan Ira yang sudah saya rangkum.

Sebelum berbicara di depan publik, mari kita taati *halah, opo iki bahasane* prinsip-prinsip dasar public speaking:

1. Pahami subjek
Biasanya, ketika akan mewawancarai seorang tokoh, Ira mencoba mencari tahu tentang tokoh melalui buku atau media. Jangan sampai bertemu tokoh dalam keadaan blank. Seperti kami para #SahabatJKN, tentunya kami harus benar-benar memahami tentang JKN sebelum menyampaikannya kepada publik.

2. Punya pesan atau tujuan yang jelas untuk disampaikan
Kudu punya PESAN KUNCI. Catet! Cukup 2 – 3 kata, tergabung dalam 1 – 2 kalimat. Konsentrasi audiens biasanya semakin turun. Jadi, pastikan pesan kunci disebutkan di awal, tengah, dan akhir materi. Contoh pesan kunci: JKN harapan baru untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

3. Pahami karakterisitik dan jumlah audiens sebelum menyiapkan materi
Apakah audiens kita satu kelompok atau campuran? Kebanyakan laki-laki, perempuan, atau seimbang? Bagaimana karakter mereka? Mereka tinggal di kota atau di desa? Ira terus terang 'tidak berani' mengajar anak SMA karena tidak memiliki keterampilan menghadapi anak SMA. Jadi, persiapan menghadapi audiens ini sangat penting. Oiya, perlu juga mengetahui apakah audiens yang kita hadapi baru selesai makan siang atau makan malam. Setelah makan, biasanya konsentrasi menurun karena energi dipakai untuk mencerna makanan. Itulah sebabnya Ira bertanya kepada kami apakah kami mengantuk atau tidak setelah makan malam pukul 19.00. Kami kompak menjawab, "Insya Allah tetap semangat soalnya yang ngasih materi Ira Koesno hahaha!"


Tampang-tampang kekenyangan

Tuh, semua konsentrasi penuh, kan?

4. Apakah memang kita yang seharusnya memberikan presentasi atau hanya jadi pengganti?
Kalau memang kita yang diminta memberikan presentasi, pastinya asyik-asyik aja, dong, ya. Tapi, bagaimana kalau tiba-tiba kita diminta menggantikan presentasi orang lain? Tips dari Ira, sesedikit apa pun waktu yang kita punya untuk persiapan, manfaatkan. Baca ulang materi dan ubah (kalau perlu) dengan kalimat yang mengandung makna sama, namun dengan gaya khas kita.

5. Bagaimana ketentuan presentasi?
Sebelum presentasi, kita harus memiliki jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: berapa panjang presentasi? Ada permintaan khusus soal durasi? Alat-alat apa yang akan membantu kita dalam menyampaikan pesan (contoh, grafis, animasi, video, audio, dll)? Apakah ada tanya jawab (termasuk persiapan menghadapi resistensi)?

6. Siapkan penampilan
Jangan sampai saltum alias salah kostum. Ira pernah melihat pemateri yang memakai rok mini saat presentasi. Kalau tidak salah, audiensnya duduk lesehan. Pemateri tersebut bolak-balik menarik rok mininya sehingga mengganggu konsentrasi audiens.

Hal wajib dikerjakan sebelum public speaking:
1. Atur napas dan minum air putih hangat. Ira menyarankan rajin berolahraga agar napas stabil dan tidak mudah terengah-engah saat public speaking.

2. Kuasai materi. Hindari menghafal mati! Bikin poin-poin dan catatan saja agar suasana hidup. Terus berlatih, apalagi kalau pemula. Gunakan perekam dan kamera untuk evaluasi. Minta masukan dari teman yang mumpuni dalam hal ini.

3. Selalu cek dan ricek peralatan yang akan digunakan. Bersiaplah menghadapi hal-hal tak terduga.

4. Lihat mata audiens saat berbicara. Grogi? Lihat kening mereka. Jangan terus-menerus menunduk atau memandang ke arah lain. Hmmm ... saya jadi inget salah satu dosen saya yang selalu memandang pintu saat memberikan kuliah. Huaaa ... rasanya pengin gigit meja!

5. Berlatih berbicara dengan intonasi dan kecepatan yang berbeda-beda.
Saat berbicara, jaga agar tidak terlalu lambat atau terlalu cepat. Buka mulut supaya audiens bisa menangkap jelas apa yang kita bicarakan. Kalau malas membuka mulut, kalimat kita hanya menjadi noise (gumaman). Sebaliknya, kalau belum apa-apa sudah buka mulut, kita akan cenderung mengucapkan "Eee ... eee ... eee ...." Otak masih memikirkan kalimat apa yang akan diucapkan, sementara mulut sudah membuka. Jadinya, ya, seperti itu. Ira 'mengharamkan' menyebutkan "Eee … eee … eee…." Sekali dua kali, sih, boleh. Kalau terus-terusan, ini sangat mengganggu. Tipsnya, kalau belum bisa mengucapkan sesuatu, mulut jangan dibuka. Satu catatan lagi dari Ira: gunakan JEDA.


6. Manfaatkan tangan!
Manfaatkan tangan untuk membuat gerakan menggarisbawahi, menekan, menunjuk, dll. Sebaliknya, dilarang memasukkan tangan ke saku, melipat di dada, dipakai untuk garuk-garuk, dll. Kelihatan banget groginya, ye. Yang wajar-wajar ajeee.


Materi public speaking dari Ira berlangsung sangat cair. Jangan salah, walau pakai high heels, Ira lincah berjalan ke sana kemari menyapa ramah para #SahabatJKN. Seru, penyiar yang terkenal dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tajam untuk narsumnya di televisi ini, meminta #SahabatJKN (termasuk saya hehehe) langsung praktik berbicara dan mengoreksinya di saat itu juga. 

Latihan! Latihan! Latihan!

"Jangan maksa melucu kalau tidak bisa melucu, " pesan Ira kepada kami semua di akhir acara. Sebagai ice breaking, kita bisa mengajak audiens berdialog tentang hal-hal yang dekat dengan keseharian mereka, tapi nyangkut sama tema presentasi. Melempar games juga boleh banget. Meski mengaku tidak bisa melucu, kami merasa terhibur dengan penampilan perempuan penggemar traveling ini. Nah, sudah bisa menebak kegiatan pamungkas kami, kan? Foto selfieee!

Selfie lumayan manis *dikepret*

Selfie ngawur

Selfie makin ngawur


 Jadi, bicara di depan publik? Blogger juga bisa, kok! Mari terus berusaha lebih baik dan lebih baik sebagai brand ambassador, melalui tulisan di blog maupun lisan. Pengin tahu apa dan bagaimana JKN? Juga, tur ke puskesmas dan RS yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan? Simak postingan saya berikutnya, ya! [] Haya Aliya Zaki

43 komentar:

  1. Balasan
    1. Tadi waktu saya berkomentar yang tampak hanya judul di atas dan kotak komentar ini. Mungkin karena jaringan internetnya sedang lemot, jadi artikelnya enggak kelihatan.

      Terus bagaimana tanggapan Mbak Ira atas penampilan (praktik berbicara) Mak Aliya di atas?

      Hapus
    2. Katanya bicara saya agak lambat. Saya perbaiki dan sudah oke. :)

      Hapus
  2. kalau berbicara didepan banyak orang saya suka keringetan dan BLANK yang ada diotak ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai catatan, Mak. Kata Ira, boleh sesekali lihat catatan atau atau kalau lupa, tanya audiens: Sampai di mana saya tadi? :D

      Hapus
  3. Wah keren nie mbak materinya sudah saya bookmark habis sholat baca dan renungi lagi makasih mbak ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. nice post mbak sudah saya renungi heheh...

      Hapus
    2. Mudah-mudahan bisa kita praktikkan, ya. :)

      Hapus
  4. keren bahasannya, baru liat juga mak haya ketawa lebar hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha kelihatan gingsulnya. :)) *tutup muka*

      Hapus
  5. Bookmark, ini lengkap bingittss aku ngga ush nulis ah hahaha

    BalasHapus
  6. Ihiiiir.... semoga JKN dapat mengcover seluruh WNI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Targetnya tahun 2019 tercover semua, Mas. :)

      Hapus
  7. Makasih sharingnya mak Haya.

    BalasHapus
  8. Waduh...saya kok kesontrek pas lagi mangap. Hi...7x.

    BalasHapus
  9. Yey..dpt wawasan lg dr mbak Haya nih..hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, saling berbagi. Kebetulan saya hadir di sana. Jadi, saya share. :)

      Hapus
  10. Sharing blog mak Haya selaluuuu sarat ilmu. Suka, suka, sukaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, salah satu fans Ira Koesno, nih. :D Makasih dah mampir, ya. :D

      Hapus
  11. Ira Koesno masih cantik ya? dan .. langsing *perempuan itu kalo liat perempuan lain, sebenarnya seperti laki2 melihat perempuan ya, lihat tampang dan kelangsingan* ups maaf fokus sedikit bergeser.

    Ini tip2 keren. Kayaknya saya perlu belajar sedikit2 karena suka gagapan kalo di depan orang. Jangankan di depan banyak orang, di depan satu orang saja bisa gagap *payah* :D

    Jadi ingat senior di kampus. Setahun di atas saya. Orangnya pintar jadi cepat jadi dosen. DIa masih ngajar beberapa orang teman setingkat saya (mereka mengulang mata kuliah yang dipegangnya). Sama salah seorang teman, di grogi setengah mati, katanya begini sama teman saya, "Kalau saya mengajar, kamu tidak usah masuk, nanti saya kasih nilai A."

    Teman saya berduka karena dia pengen dapat ilmunya bukan pengen asal lulus hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ira Koesno teteup cantik. Iri sama langsingnya. :D
      Itu seniornya mungkin karena teman sebaya jadi grogi gitu ya, Mak?

      Hapus
  12. Balasan
    1. Kepala suku harus disenggol, dong. :v Makasih suadh memfasilitasi ya, Mas. :)

      Hapus
  13. Kompliiit! Jadi mak Haya sekarang ngomongnya tepat ya, ga kelambatan, ga kecepetan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, kita sama-sama belajar, Mak. :)

      Hapus
  14. makasih mbak sudah berbagi,,,

    BalasHapus
  15. makasih mak sharingnya :)
    setuju banget,kalo nggak bisa ngelucu,jangan ngelucu,daripada garing kan tambah malu2in hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, persis kayak yang dibilang Ira. Nanti malah jagi garing hehehe.

      Hapus
  16. Pertama, sedih karena nggak tau ada info acara ini. Mungkin pas aku lagi sibuk sama urusan cat di rumah, jadi nggak online (*suruh sapa) hahaha. Kedua, materinya keren, makin nyesel nggak bisa ikutan. Ketiga, surprise liat dirimu lebih sehat mak (baca, lebih berisi), hahahaha *kaboor ah. Anyway, TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha dasar Makpon, jangan terlalu fokus di bodi aye, Mak. :)) *tutupin pake anduk* wkwkwk. Btw, ini undangan terbuka via Twitter dari Mas Anjar. Siapa yang mau dan bisa, langsung daftar. Gitu, Mak. Ini kami juga ga tahu bakal ada Ira Koesno. Soalnya di jadwal tertulis pelatihan menulis dan ga ada nama blio. Rupanya pelatihan menulis ga jadi. Gitu, Mak. Moga-moga ada lagi acara kayak gini. Kita kumpul-kumpul bareng sambil nimba ilmu. ;)

      Hapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Rangkuman nya berguna banget nih, Mak. TFS. Lgsg praktik ah!

    BalasHapus
  19. wah klo selain di kelas agak grogi klo harus ngomong di depan banyak orang saya mbak :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan