Minggu, 20 Juli 2014

Perjalanan Panjang Pengusaha Sukses Asal Kalimantan

Judul: From Borneo to Bloomberg, A Comeback Story and 13 Principles for Success
Penulis: Iwan Sunito
Ukuran buku: 11 x 15 cm
Tipe: hard cover
Tebal: 270 hal
Bahasa: Inggris
ISBN: 978-0-646-92202-7




Begitu banyak buku yang mengisahkan sosok ‘from nothing to something’, namun kita seolah tidak pernah bosan membacanya. Kenapa? Karena setiap membacanya, kita yang sedang down atau putus asa, biasanya akan semangat lagi. Juga, karena setiap tokoh memiliki cara unik untuk bangkit. Mereka menginspirasi. Kisah-kisah senasib yang mereka tulis membuat pembaca di belahan bumi mana pun merasa tidak sendiri dalam melarung kesedihan dan kegagalan. 
  
Buku From Borneo to Bloomberg hadir menambah deretan jenis buku-buku tersebut. Adalah Iwan Sunito, pria kelahiran Surabaya dan besar di Pangkalan Bun, Kalimantan (Borneo). Perjalanan Iwan sebagai anak miskin hingga menjadi pengusaha properti sukses di Australia diceritakan di beberapa halaman pertama. Fyi, usia Iwan saat ke Sydney masih sangat muda, yakni 18 tahun. Bukan hal mudah menaklukkan Kota Sydney bagi seorang remaja. Sendirian! Catet! Tanpa malu-malu, Iwan menceritakan kendala yang dia alami di sana, antara lain soal bahasa. Contoh, Iwan bingung ketika teman-teman Australia bertanya, “How are you today?” karena dia mengira mereka bertanya, “How are you to die?”. Pegawai bank terbahak-bahak ketika Iwan menyebutkan ‘suku bunga’ sebagai ‘flower’. *ikut ngikik*

Keberadaan Iwan di Sydney menjadi turning point dalam hidupnya. Di kampung halamannya, Iwan biasa diajari nrimo dengan semua pemikiran para pendahulu. Di Sydney, Iwan belajar dengan pola pikir yang berbeda. Dia berhasil menyelesaikan pendidikan di University of New South Wales di Sydney dan meraih dua gelar sekaligus; Bachelor of Architecture dan Master of Management Construction.

Empat tahun setelah lulus kuliah, Iwan membangun Crown Group bersama partner bisnisnya, Paul Sathio. Segala sepak terjang Iwan di bidang properti, bisa disimak di buku ini. Kini, Crown Group sukses luar biasa di Sydney. Sebelas proyek telah selesai dibangun, yakni perumahan di Bondi, Bondi Junction Ashfield, Epping, Eastwood, Strathfield, Five Dock, Homebush, Pennant Hills, dan proyek Sanctum by Crown yang merupakan proyek bernilai Rp1.15 triliun, yang terletak di Rhodes dekat Sydney Olimpic Park. Berbagai penghargaan bergengsi bertaraf internasional pun telah diraih. Wow, sebagai orang Indonesia, saya sangat bangga!

The Crown Group

Iwan Sunito di media luar negeri

Meski sukses, Iwan tidak lupa melihat ke bawah. Dia aktif menggalang dana untuk organisasi Sydney Children Hospital, John Fawcett Eye Foundation di Bali, dan berbagai panti asuhan di Indonesia. Sekarang Iwan tinggal di Sydney bagian timur bersama Liana (istri) dan tiga anaknya. 
  
Selebihnya, From Borneo to Bloomberg menyajikan foto-foto. Orang-orang bilang, a picture speaks louder than words. Foto mampu berbicara banyak. Menelaah foto-foto klasik milik Iwan, saya serasa mendengarkan Iwan bercerita, mengikuti perjalananan Iwan dari waktu ke waktu.


Buku ini juga memuat quotes, baik milik Iwan sendiri maupun tokoh kesohor lainnya. Berikut beberapa quotes yang saya suka.












Meski berbahasa Inggris, buku ini cukup mudah dicerna. Pastinya asyik dibawa ke mana-mana. Mungil, sih. Tidak mudah rusak karena hard cover dan jenis kertasnya seperti kertas ciamik dalam buku-buku katalog. Kalau sedang bete, saya tinggal buka untuk baca-baca quotes-nya. Selain itu, saya menarik makna lain dari buku From Borneo to Bloomberg. Di balik sosok Iwan yang sukses, pasti ada sosok keluarga (terutama istri) yang sangat mendukung. Keluarga pula yang tulus mendoakan dan mengingatkan Iwan agar selalu berada di jalan yang lurus.  




From Borneo to Bloomberg berisi perjalanan seorang Iwan Sunito dan 13 kunci sukses serta quotes bermakna yang mengubah hidupnya. Iwan salah satu sosok yang memiliki kehidupan ‘tidak sempurna’, namun mampu memperbaikinya. Di akhir bukunya, Iwan menulis, “After seeing first hand the transformation of people from all walks of life, I am confident that if we set our hearts and minds on making the most of the path ahead we can all help one another so that every zero can be a hero.” Melalui From Borneo to Bloomberg, Iwan berharap dapat melecut semangat mereka yang ingin meraih mimpi di tengah keterpurukan. Pengin punya? Silakan beli di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia harga Rp100 ribu atau di Gramedia online book store harga Rp85 ribu (diskon 15%). [] Haya Aliya Zaki





24 komentar:

  1. Saya pernah nonton sebuah acara televisi yang menampilkan sosok Pak Iwan, Mak. Keren abis deh sepak terjangnya. Selaku orang Indonesia, saya sangat bangga dan kagum padanya. Luar biasa.

    Kalo membaca bukunya ini, belum pernah. Pinjem donk, Mak! Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, aku malah baru tahu dari buku ini, Mak. Memang keren abis. Prestasinya banyak bingits. Hayuk, mampir ke Gramedia. Atau, langsung ambil ke rumahku sini, Mak xixixi.

      Hapus
  2. Wow, perumahannya banyak banget, mak? Kalo dibaca sama anak muda sekarang, bisa jadi motivasi ya. Apalagi pencapaiannya luar biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak, Ila. Beliau dijuluki raja properti di sana. Semoga bisa memotivasi anak-anak muda Indonesia lainnya. :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Ayooo ayooo dicari di Gramedia. :v

      Hapus
  4. Suka deh, sukses karir dan cinta keluarga.. huwaaa pria hebat \o/

    BalasHapus
  5. Trims mak ngupas bukunya. Beberapa hari lalu aku baca sekilas judulnya. Eh ada ulasan dari Mak Hayya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Bukunua udah beredar di seluruh tobuk Gramedia di Indonesia. ^^

      Hapus
  6. saya pernah lihat sosoknya di acara Sarah Sechan, Net TV. Sekalian promo bukunya yang ini kalau gak salah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti kelewatan aku, Mak. Padahal, aku selalu nonton Sarah Sechan. Soale host-nya heboh qeqeqe.

      Hapus
  7. Jadi penasaran pengen tahu lebih banyak tentang Iwan Sunito

    Selamat Idul Fitri 1435H, mohon maaf lahir dan batin ya Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir batin juga, Mak Reni. :)

      Hapus
  8. Tes..tes...
    Balik lagi, baru nyadar theme blognya sdh berubah, feminin banget. Cantik :)
    *Eh komenku yg sebelum ini kok ilang, dimoderasi ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, makasih, Mak. Ini yang desain Mak Shinta. Komen Mak Lianny yang sebelumnya ga ada. Mungkin pas lagi send, eror, Mak.

      Hapus
  9. foto-foto nuansa hitam putihnya keren... selain kata-kata inspiratifnya.
    memang nggak bosen, ya, Mbak, baca buku biografi.
    makasih sharing-nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ini buku semi autobiografi gitu, Mak. Lebih cocok disebut buku motivasi. Boleh coba dicari di toko buku. :)

      Hapus
  10. Memang sosok yang sukses beliau..dan rasanya, melihat betapa kerja keras selalu ada hasil yang manis, membuat kita tidak boleh patah semangat. Thanks for sharing it mak..byw, tampilan baru blognya imuuut ;)...cheers...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak Indah. Seimyut orangnya, kan .... *dielus bakiak*

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan