Jumat, 13 Juni 2014

[Film] Maleficent, Kasih Ibu Tak Terperi Sang Peri Kegelapan


Princess Aurora: “I know you’re there. Don’t be afraid.”

Maleficent: “I’m not afraid.”

Princess Aurora: “Then come out.”

Maleficent: “Then you’ll be afraid.”

Bukan lebay, tapi sepenggal dialog antara Princess Aurora dan Maleficent (baca: melafisent) dalam film Maleficent di atas seolah ‘menghinoptis’ saya. Hampir setiap hari saya dan anak-anak menonton trailer filmnya di Youtube. Malah lebih getol saya kayaknya bwahahaha! Saya membaca artikel-artikel terkait film Maleficent di Google. Saya memantau terus akun Twitter Disney luar dan Disney Indonesia. Saya mengganti ava Twitter saya dengan sosok Maleficent. Belum cukup, saya juga membuat kuis di Facebook! Betul-betul tidak sabar menunggu tanggal mainnya di bioskop kesayangan. Well well … saya harus mengakui bahwa saya terkena ‘demam Maleficent’! *uhuk*  

Maleficent tayang di bioskop mulai Kamis, 4 Juni 2014. Jadilah hari Sabtu saya sekeluarga ngacir ke Gandaria City Mall. Kami sampai di XXI pukul 15.00 dan memesan tiket Maleficent yang pukul 16.45. Olala, ternyata habis, Saudara-Saudara! Berhubung saya sudah kebelet banget, suami pun ikhlas memesan tiket yang pukul 19.00. Fyi, bisa dihitung dengan jari kami menonton film malam-malam. Takut ngantuk hihi. Tapi, yang ini pasti beda. Saya yakin nanti saya bakal 100% melek. Yuk, tarik, Maaang!

Udah mirip Maleficent belum? Xixixi


Nah, back to the topic. Kamu ingat dongeng klasik Sleeping Beauty atau Putri Tidur? Yes, cerita dalam film Maleficent merupakan twist dongeng tersebut. Dikisahkan, Maleficent remaja (India Eisley) tinggal di dunia Moors yang indah, dunia yang penuh dengan makhluk ajaib dan berperawakan unik. Maleficent sendiri adalah peri cantik bertanduk kokoh. Sayapnya yang besar selalu ikut terseret setiap dia berjalan.

Maleficent (foto dari sini)

Suatu hari, Maleficent bertemu manusia tampan dari negeri tetangga bernama Stefan (Toby Regbo). Melihat Maleficent, Stefan mengurungkan niatnya mencuri batu permata dari sungai Moors. Dia terpesona dengan kecantikan dan kebaikan hati Maleficent. Singkat cerita, mereka jatuh cinta.   

Setelah dewasa, Maleficent (Angelina Jolie) menjelma menjadi peri yang kuat. Dialah pelindung para makhluk di dunia Moors. Oh my, saya benar-benar terpukau melihat Maleficent terbang gagah di angkasa raya. She is fantastic! Seiring itu pula, jalinan cinta Maleficent dengan Stefan (Sharlto Copley) musnah. Stefan terbakar ambisi menjadi pengganti raja. Bahkan, Stefan memotong sayap magnificent Maleficent demi memenuhi ambisinya ini. Tega!

Maleficent tanpa sayap (foto dari sini)

Hm, dari sini kita baru tahu penyebab Maleficent yang baik hati berubah menjadi Peri Kegelapan. Dia menyimpan dendam luar biasa kepada Stefan. Apalagi, setelah Stefan menikah dengan putri raja dan memiliki bayi Aurora. Seperti cerita di film Sleeping Beauty produksi Disney tahun 1959, Maleficent mengutuk Princess Aurora. Sebelum matahari terbenam, menjelang ulang tahun yang keenam belas, jari Princess Aurora akan tertusuk jarum pemintal, kemudian Princess Aurora tertidur selamanya.

Maleficent mengucap mantra (foto dari sini)
Stefan dan istrinya panik sepanik-paniknya. Mereka menyingkirkan semua jarum dan mesin pemintal di istana. Mereka memercayakan Princess Aurora pada tiga peri kocak (Flora, Fauna, dan Merrywheater) untuk diasuh di hutan. Selama Princess Aurora di hutan, Maleficent terus mengintai. Sulthan dan Shafiyya tertawa melihat Princess Aurora balita (Vivienne) yang lucu. Duilah, wajah Vivienne benar-benar Brad Pitt bingits! Berbeda dengan film Sleeping Beauty, di film Maleficent kita bakal sedikit saja menemukan adegan tiga peri kocak. Ini karena dongeng diceritakan dari sudut pandang Maleficent.

Sikap benci-tapi-kangen Maleficent kepada Princess Aurora (Elle Fanning) menyentuh naluri keibuan saya. Meski Maleficent selalu memanggil Princess Aurora dengan sebutan ‘Beastie’ (monster), dia tidak dapat menyembunyikan perhatian dan kasih sayangnya yang dalam. Meski telah dikhianati dan disakiti, Maleficent tetaplah Maleficent peri yang baik hati. Akhirnya, Maleficent memutuskan untuk mencabut kutukannya. Apa daya, kutukan tersebut berlaku SELAMANYA! Maleficent sungguh-sungguh menyesal.  Dapatkah dia menyelamatkan Princess Aurora? Apakah dia harus mencari pangeran tampan pembawa cinta sejati agar Princess Aurora bisa terbangun? Sementara, di kastil, Stefan siap-siap melancarkan serangan. Pernah menjadi kekasih Maleficent, Stefan amat sangat tahu kelemahan Maleficent. Mampukah Maleficent bertahan?


Princess Aurora (foto dari sini)
  Ending film ini tidak terduga. Dan … saya suka! Saya rasa, inilah film twist dongeng paling berkesan yang pernah saya tonton. Saya pernah beberapa kali menonton film twist dongeng, contoh Snow White berjudul Snow White and the Huntsman yang diperankan Kristen Stewart. Di sini Snow White digambarkan sebagai perempuan perkasa yang pandai bertarung dan berhasil menyelamatkan kerajaannya. Kemarin saya menonton di HBO Hits twist dongeng Snow White berjudul Mirror Mirror yang diperankan Julia Roberts. Di sini pangeranlah yang terkena mantra ratu jahat dan Snow White membebaskannya dari mantra tersebut. Juga masih ada film-film twist dongeng lainnya. For me, Maleficent is the best.

Kehadiran Angelina Jolie membuat film Maleficent tambah istimewa. Terus terang, saya kagum dengan istri Brad Pritt ini. Aktingnya sebagai peri yang penuh dendam, tapi sekaligus keibuan itu ‘dapet’ banget. Kabarnya, semua aksi laga di Maleficent diperankan sendiri. Di luar film, dari majalah CHIC terbaru yang saya baca, Jolie sudah lama dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Akhir tahun lalu, Jolie menerima Academy of Motion Picture Arts and Science Governors Award kelima atas sumbangsihnya di bidang kemanusiaan. Jolie juga mendonasikan satu juta dolar untuk dua organisasi kemanusiaan, yakni Aksi Global untuk Anak-Anak dan Medecins sans Frontieres (Dokter Tanpa Tapal Batas). Most of all yang paling istimewa tentu kiprah Jolie sebagai ibu enam anak dari berbagai ras.

Angelina Jolie dan Vivienne (foto dari sini)
     Film Maleficent recommended untuk ditonton seluruh keluarga. Beberapa website parenting luar yang saya baca memberikan rating PG (Parents Guide) untuk adegan kekerasan dalam film. Adegan perang dan munculnya naga dikatakan agak menakutkan. Tapi, Sulthan (4 tahun) dan Shafiyya (6 tahun) sepertinya tidak tampak demikian. Sesekali saya menjelaskan kepada mereka adegan yang sedang terjadi. Oiya, ada dua adegan kissing, sebentar sekali. Buat Teman-teman yang senang menulis, film ini bisa menjadi bekal menulis twist dongeng yang keren, lho. Ayo, tunggu apa lagi? [] Haya Aliya Zaki



22 komentar:

  1. haduh jadi galau, nonton maleficent dulu atau how to train dragon ya :)

    BalasHapus
  2. jadi pengen nonton nih, mbak. makasih ya reviewnya

    BalasHapus
  3. Makin pengen nonton film ini. Buat anak balita recommended, Hay?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah kutambahkan penjelasannya di atas ya, Fit. :)

      Hapus
  4. wah seru bgt nih reviewnya... mdh2n weekend ini bs keturutan nonton sm krucils

    BalasHapus
  5. waaahh...makin penasaran,,terlebih yg berperan itu adalah aktris sekelas Angelina Jolie yg ga bisa diragukan lagi kemampuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Eike jatuh cintrong berat sama aktingnya.

      Hapus
  6. Jd Maleficent aman buat ditonton kluarga ya mak?pengen ngajak Nadia..aku prnasaran bgt nih...tp jd kya mbak Lidya deh...galau.. maleficent dlu/how to train ur dragon dlu????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soal aman atau ga,udah kutambahkan penjelasannya di atas ya, Mak. Ya uwes, Maleficent ae. :v

      Hapus
  7. Seperti yg kubilang di bbm kita waktu itu Hay, sehabis nonton film ini aku membayangkan kalau cerita-cerita rakyat kita di-twist semacam ini, keren pastinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, tulis, Kak Wiek. Biar lahiran buku lagi.

      Hapus
  8. Aku nunggu2 mo nonton film ini. nunggu anak2 selese ujian.

    BalasHapus
  9. disini juga sudah main....huhu jadi gak sabar ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buruan, Mak! Buruaaan! Xixixi. *kompor*

      Hapus
  10. Wow, reveiwnya kereeen, Mbak.
    Gak sabar pengen nonton

    BalasHapus
  11. Saya juga sudah nonton dan sukaaa banget. Tadinya mikir saya bakal ngantuk deh di dalam bioskop, soalna lagi capek. E ternyata saya melek sepanjang cerita. Sukaaa banget :D

    BalasHapus
  12. Anak-anakku suka film ini, mereka melek (nggak ketiduran) dari awal sampai akhir, dan di rumah antusias membaca majalah Total Film yang membahas behind the scene film ini. Apalagi dikaitkan dengan cerita Aurota, the sleeping beauty. Bagiku, lumayan lah, bukan film yang keren banget, tapi twist yang menyenangkan dari dongeng2 Disney yang mainstream. Hehehe...
    http://bit.ly/1iATA1f

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan