Kamis, 10 April 2014

Bagaimana Mempersiapkan Dana Darurat?


Enam tahun lalu, suami berhenti dari pekerjaannya. Saya baru menyadari kalau kami tidak memiliki cukup dana darurat. Kebutuhan sehari-hari sebagian besar ditopang oleh dana pesangon. Alhamdulillah, suami segera menemukan pekerjaan baru. Sekadar rasa lega tidak cukup karena seharusnya ada keinginan mengatur keuangan keluarga lebih baik lagi. Mempersiapkan dana darurat masuk ke catatan penting saya.

Sebenarnya, apa, sih, dana darurat itu? Dana darurat adalah dana yang dibutuhkan saat kita mengalami musibah, seperti berhenti dari pekerjaan, sakit, kecelakaan, kematian, dan seterusnya. Kalau dana fasial ke salon atau jalan-jalan ke Bali, bukan dana darurat atuuuh qeqeqe. Seorang karyawan butuh dana darurat berupa tabungan setidaknya untuk biaya hidup 6 bulan. Sementara, wirausahawan atau freelancer, butuh dana darurat untuk biaya hidup 8 bulan. Informasi ini saya baca di artikel LiveOlive berjudul 3 Fakta Mengenai Pentingnya Dana Darurat.


Pakai dana darurat!


Jadi tambah penasaran, nih. Bagaimana tahap-tahap menyiapkan dana darurat? So pasti kita mesti kudu wajib menghitung pengeluaran sehari-hari dulu, antara lain kebutuhan primer, transportasi, SPP anak, dan asuransi. Senangnya, sekarang ada Kalkulator Anggaran untuk menghitung semua rincian.  Tinggal masukkan angka penghasilan dan angka macam-macam pengeluaran. Mudah, kan? Kita jadi tahu perkiraan dana darurat yang akan ditabung.


Kalkulator Anggaran

Oiya, kita bisa memanfaatkan barang-barang tidak terpakai di rumah untuk mengisi tabungan dana darurat, lho! Setiap beberes rumah, rasanya saya tidak pernah tidak menemukan harta karun. Koran bekas, baju kekecilan, perlengkapan bayi, dan lain-lain. Mission impossible barang-barang tersebut dipakai lagi. Kalau dibiarkan, hanya menambah jatah kapling laba-laba di rumah waks. Ya, wes, sebagian saya kasih kepada yang membutuhkan dan sebagian lagi dijual. Biasanya uangnya langsung saya pakai untuk belanja sayuuur *dasar emak-emak*.  Hm, ternyata, hasil dari menjual cangkrang bongkrang (istilah orang Medan) bisa dimasukkan ke tabungan dana darurat juga. Sip, deh. Ide lain monggo dibaca di artikel 4 Tips Efektif Mengumpulkan Dana Darurat. Kuncinya, setiap mendapat gaji atau bonus, langsung simpan sebagian untuk tabungan dana darurat, sebelum membelanjakannya untuk keperluan lain.

Nah, bagaimana dengan Teman-teman? Sudahkah mempersiapkan dana darurat? Bagaimana caranya? Share, dong. [] Haya Aliya Zaki
      




18 komentar:

  1. *mulai beres-beres rumah liat apa yang bisa dijual* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka *naluri emak-emak bergerak*

      Hapus
  2. Benar mak, nabung dulu sebelum belanja, biar nggak terjerumus... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mak. Jangan nunggu sisa, ya. Iya kalo bersisa, kalo ga? Hihi.

      Hapus
  3. dana darurat untuk sementara selain nabung uang ya dalam bentuk emas perhiasan mak...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berhias sambil menabung ya, Mak? Tapi, kalo pas lagi butuh banget, kira-kira repot ga kalo dalam bentuk perhiasan, Mak?

      Hapus
    2. Lagi butuh mendadak banget, maksudnya.

      Hapus
    3. ga repot..kan bisa digadaikan ke pegadaian..cepat prosesnya hehehe pengalaman sy sih

      Hapus
  4. Kayaknya di rumahku banyak sampah duit *brb beberes* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi mari lakukan Gerakan Bersih-Bersih Nasional, Mak. :D

      Hapus
  5. *Lirik gudang. :p Aaah, makasih pencerahannya, Hay. Jujur nih, dana darurat ini selalu terpakai meski udah disisihin. Gimana caranya ya? *tepok jidat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya, dana darurat itu kudu disimpan di tempat yang agak sulit diambil, tapi cukup mudah kalo sedang butuh. Kalo kepakai, berarti Fita memang lagi butuh. Sering-sering main ke LiveOlive.com, Fit. Siapa tahu artikel-artikel di sana membantu. :)

      Hapus
  6. wah ,informasi yang cukup bermanfaat.. walaupun belum berkeluarga tapi kudu ancang-ancang untuk hal ini :)
    salam kenal mbak,mampir ke blog aku dong
    http://muthea.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip. Salam kenal juga. Makasih udah mampir, ya. Insya Allah aku main ke blognya. :)

      Hapus
  7. Iya mak penting banget ini.. Untuk menghindari HUTANG ya kita harus punya uang simpanan :)

    BalasHapus
  8. Ada deposito beberapa biji sama ada barang yg bisa dijual :D *hloh
    Dan ini terbukti pas kemaren sakit...rumah dan mobil amblas hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, diganti sama kesehatan ya, Cha. *peluk*

      Hapus
  9. Oh begitu ..terimaksih infonya ^_^

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan