Jumat, 21 Maret 2014

Leyeh-leyeh Setelah Pensiun, Bisakah?


Pensiun.

Apa yang kamu pikirkan kalau disebutkan kata pensiun? Sekarang umur masih 35 tahun, ah, pensiun masih lamaaa. Ntar sok ntar sok aja. Kayaknya belum penting dipikirkan.  Saya pribadi termasuk yang masih maju mundur memikirkan soal pensiun. *getok kepala pakai cilok* Penginnya, sih, bisa menulis terus … ngeblog terus … mengajar terus ... sampai nini-nini hihihi. Penginnyaaa ....


Pengin bisa produktif terus sampai tua, tapi ....


Tapiii …, tapiii …, teteuuup dana pensiun kudu dipikirkan dan dipersiapkan. Kita enggak tahu apa yang terjadi pada diri kita dalam jangka waktu 10 atau 20 tahun ke depan, kan? Bahkan untuk semenit kemudian pun  kita tidak tahu. Saya melihat salah satu tetangga saya yang seorang guru, sebut saja nama beliau Ibu Rita, masih sehat dan aktif saat berumur 50 tahun. Setiap hari beliau pulang pergi dari rumah ke sekolah. Sorenya mampir ke pasar untuk belanja, kemudian momong cucu. Menjelang Magrib, baru beliau pulang ke rumah untuk masak makan malam dan beres-beres.  Semua dikerjakan sendiri, tanpa asisten rumah tangga. Mancap!

Saya selalu membayangkan, alangkah senangnya Bu Rita. Saya juga ingin seperti beliau. Tetap produktif di masa tua. Tidak ada kata pensiun! Hanya, takdir berkata lain. Selang sebulan saya berandai-andai, Bu Rita jatuh sakit keras. Biaya pengobatan yang cukup besar, sebagian diambil dari asuransi dan dana pensiun. Keadaan yang berubah 180 derajat ini bikin saya merenung panjang hiks.

Jadi mikir .... (foto dari Fotosearch)

Minimal kita menyiapkan dana pensiun, tanpa punya masalah kesehatan yang serius dan asuransi yang memadai. Setuju enggak? Kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anak cucu, dong. Kalau menuruti kata hati, saya ingin di masa tua nanti tidak merepotkan mereka. Ya kalau mereka bisa membantu menanggung biaya hidup saya. Kalau tidak?

Yuk, monggo melihat tabel ilustrasi dana pensiun di artikel LiveOlive judulnya Hidup Senang Selepas Masa Kerja, Bisa Nggak Sih?. Untuk yang bergaya hidup sederhana saja diperkirakan butuh dana pensiun Rp2,7 miliar! *kayang*

Wow, kaget melihat jumlahnya, ya? *zoom in zoom out* Saya mencoba menghitung sendiri dana pensiun yang saya butuhkan, sekaligus jumlah tabungan per bulan pakai Kalkulator Pensiun. Berikut hasilnya.




Anggap saja pengeluaran saya Rp6 juta per bulan. Maka, dana pensiun yang dibutuhkan nanti sekitar Rp1,4 miliar. Saya harus menabung Rp4 juta per bulan mulai dari sekarang. Wah, enggak nyadar, 18 tahun lagi saya sudah masuk masa pensiun huhuhu. Wong rasanya seperti baru kemarin menikah, eh, sekarang anak sudah mau ABG, yak. Kudu belajar mengelola keuangan keluarga dari LiveOlive juga, nih. Artikelnya seru-seru dan pastinya bermanfaat. Sesuai banget dengan kebutuhan saya sebagai emak-emak menteri keuangan rumah tangga. *tsaaah*

Nah, apakah kamu sudah mencoba menghitung dana pensiun yang kamu butuhkan? Bagaimana usahamu mempersiapkannya? Share, dong. [] Haya Aliya Zaki
      



18 komentar:

  1. Wah, dana pensiunku butuh brp ya? ntar kalo udh di laptop kudu balik ke halaman mak Haya nih, biar bisa full baca dan coba hitung2. Trims, Mak for share.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, Mak Al. Senang kalau info ini bermanfaat. :)

      Hapus
  2. ternyata pensiun juga butuh kalkulator, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Yuk, dipakai buat hitung-hitungan dana pensiun dari sekarang. :)

      Hapus
  3. Mungkin bisa juga dengan investasi ya mbak sedari sekarang, dan memilih investasi ini yang masih galau :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh baca-baca LiveOlive.com, Nophi. Siapa tahu nemu info investasi yang cocok. :D

      Hapus
  4. Ayayaya... mau nyobain ngitung, udah jiper duluan. Tapi buat jaga2 sih, memang segalanya perlu disiapkan ya, mak. Belum lagi estimasi biaya pendidikan anam2 kita 10 tahun ke depan. Bhiik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tul, Mak. Kudu dipersiapkan semuanya dari sekarang, ya. Mudah-mudahan rezeki lancar. Aamiin. :)

      Hapus
  5. Wah, bagus nih artikelnya. Saya (masih/sudah) 22 tahun. Tahun ini rencananya lulus S1. Mudahan langsung dapet kerja setelah lulus. Setelah itu boleh deh saya praktikan ilmu di artikel ini. Gpp kan ya, ngitungnya dari sekarang? hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo. Hayuk dihitung. Semakin dini berusaha semakin bagus. :D

      Hapus
  6. Saya kok ga pengen pensiun ya,..... T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaaa. :))))) Tapi, teteup kudu dipikirkan dan diusahakan. Soal takdir kita ga tahu, kan? :)

      Hapus
  7. Oh ada ya alat penghitungnya.. kalau dipikirkan dari sekarang ternyata ringan ya mbak

    BalasHapus
  8. Mmbak Hay, ini artike penting banget. Buat merencanakan hidup kita di masa-masa pensiun. Salah satunya adalah dengan merencanakan keuangan di masa pensiun nanti. Terima kasih banyah Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Semoga bisa diwujudkan, ya. :)

      Hapus
  9. Pengalaman saya sebagai seorang pensiunan.
    1. Tunjangan pensiun seorang purnawan Jenderal bintang satu seperti saya sekitar 450 USD. Kurs 10.000 lho.
    2. Saya tidak bekerja lagi.
    3. Ada tabungan tapi tidak membuat mata terbelalak.
    4. Ada rumah, kendaraan
    5. Punya sawah di kampung nggak terlalu luas.
    6. Anak-anak sudah berkeluarga.

    Untuk hidup sederhana sudah cukup kok. Apalagi jika kelak saya harus kembali ke kampung mengurus rumah dan sawah.Apa-apa murah donk ya.

    Saran

    1. Siapkan dana pensiun dengan menabung sejak dini.
    2. Ikut asuransi pendidikan untuk anak-anak
    3. Jika tidak bekerja di kantor ya bekerja di rumah yang santai tapi menghasilkan yaitu : MENULIS
    4. Gengsi bukan jamannya lagi.Punya HP 2 sudah cukup
    5. Sholat tahajud, dhuha konsisten. Tentu sholat wajib harus donk

    Semoga tetap sehat, sejahtera dan bahagia. Amin

    Salam hangat dari surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sharingnya, Pakde. Yang terakhir itu nyes banget. :D Oiya, punya HP lebih dari 2 kalau dapat dari lomba blog, boleh, kan? Wakakaka. *canda Pakde*

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan