Kamis, 27 Maret 2014

Jangan Ragu Membicarakan Keuangan dengan Pasangan


Waktu belum menikah, saya sama sekali tidak tahu kepribadian keuangan calon suami. Rasanya, ya, malu juga untuk mencari tahu. Takut disangka matre! Memangnya eike cewek apaan? *lempar poni* Tapi, dalam hati saya selalu berdoa agar dianugerahi jodoh yang pemurah. Aamiin.

Meski tidak berusaha mencari tahu, diam-diam saya mengamati gaya hidup keluarga calon suami. Alhamdulillah, mereka sederhana dan senang berbagi. Ini salah dua faktor yang bikin saya tambah jatuh hati. *halaaah* *kalau suami saya baca, pasti klepek-klepek ini*

Suami manggut-manggut dengar istrinya curhat keuangan wakaka ...

Setelah menikah, barulah saya tahu. Suami hanya menyimpan uang untuk bensin dan makan di luar, secukupnya, di dompetnya. Selebihnya, terserah kepada saya gajinya mau diapain. Mulai dari urusan bayar listrik, telepon, asuransi, SPP anak, tabungan, dst dst, semua saya. Dia jarang sekali tanya-tanya. Yang penting, urusan keuangan keluarga beres. Alhamdulillah, selama ini, pemberian suami selalu lebih dari cukup.

Ini bukan karena terpaksa, kan? goda saya.
Bukan, dong. Ini bentuk tanggung jawab saya kepada istri dan keluarga, jawab suami tersenyum.

Berhubung saya diberi amanah untuk menjalankan misi mulia *duilah* berarti saya harus benar-benar menjaga kepercayaan suami. Kalau mata mulai tergoda sale sepatu, segera alihkan ke gerobak sayur atau tagihan bulanan. Kalau hati mulai terbujuk rayuan tukang daster kreditan, segera alihkan ke catatan cicilan panci yang belum lunas qiqiqi. Sebagai istri, saya sukarela membantu. Kata orang-orang, penghasilan istri ibarat bumbu. Suami sama sekali tidak pernah bertanya fee saya menulis berapa, mengedit naskah berapa, dll. Cuma, doi sering takjubsaja waktu tahu istrinya menang lomba menulis dan ngeblog wakakaka. *abaikan*


Salah satu hadiah lomba blog hihihi

Di satu sisi, saya bersyukur memiliki suami yang tidak cerewet soal keuangan. Namun, di sisi lain, jadi suka bingung sendiri. Baik enggak saya membeli ini? Bagus enggak saya investasi itu? Karenanya, meski diberi kepercayaan penuh, saya tetap berusaha minta pendapat suami. Baru berasa, setelah menikah, diskusi keuangan dengan pasangan itu penting-ting!

Sering saya yang berinisiatif mengajak suami bicara soal keuangan. Sebelumnya, saya lihat dulu sikon suami. Apakah dia sedang santai atau tidak? Fresh atau capek? Sudah makan atau belum? Kalau sedang santai, ngobrol jadi enak. Pikiran pun lebih terbuka. Hindari terlalu banyak kata saya. Sebaliknya, pakai kata kita. Pernikahan ini terdiri atas dua orang, bukan saya sendiri. Setelah mengobrol dengan suami, rasanya saya jadi lebih mudah menentukan prioritas. Lega karena saya tidak sendiri melangkah menggapai tujuan. Tips selebihnya silakan baca di artikel LiveOlive judulnya Tips Berdiskusi tentang Uang dengan Pasangan. Boleh juga ikutan kuis Apakah Anda dan Pasangan Cocok Secara Finansial?. Kalau sudah tahu kepribadian keuangan masing-masing, setidaknya kamu bisa membangun hubungan keuangan yang lebih kokoh.

Nah, bagaimana? Apakah kamu selalu membicarakan keuangan dengan pasangan? Punya tips lain agar pembicaraan nyaman? Share, dong. [] Haya Aliya Zaki
      




25 komentar:

  1. Iya mak, soal keuangan itu penting utk dibahas bersama, apalagi istri yang dipercaya buat mengelola keuangan rumah tangga sepenuhnya, pasti perlu butuh diskusi dg suaminya ya. Dan bagusnya, ini juga bisa buat jadi penambah kedekatan pasangan menurutku. :)
    Nice post mak :)

    (winny widyawati)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Walaupun dikasih kepercayaan sepenuhnya, rasanya kok keder apa-apa mutusin sendiri. Enaknya diskusi dulu, ngobrol dulu. Makasih dah mampir, Mak. :D

      Hapus
  2. Aku...aku....hahahaha... satu satunya keterbukaanku pada suami soal keuangan adalah: mas aku orangnya boros. Jangan aku ya yang megang duit gajimu. Kamu jadi atm ku aja deh mas...wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kalo buat belanja, tagihan bulanan, dll nagih ATM misua dulu ya, Mak qiqiqi.

      Hapus
  3. Salam Takzim
    Tertarik juga nih untuk sesekali membicarakan keuangan sama istri tercinta, siapa tahu bisa leih hemat
    Salam Takzim Batavusqu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, seperti kata Mak WInny, barangkali bisa lebih hemat dan menambah kedekatan juga. :)

      Hapus
  4. hmmm iya ya mak... karena aku blm bersuami... jd aku gak tau mau bicarain keuangan ama siapa, semua sementara aku tanggung sendiri, sudah gak mungkin aku bicara in keuangan ama bapak ibu... bagiku yang penting mereka taunya aku mampu dan tidak memikirkan aku. entah aku jungkir balik kerja cari duit kaya apa hehhehe tak ingin aku membebani mereka... heheheheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, selagi masih bisa berbakti pada orangtua, teruskan, Icha. Nanti kalo dah punya pasangan, soal keuangan boleh dipikirkan berdua. Good luck. :D

      Hapus
  5. karena sudah tidak punya suami, dan uang bulananpun dari anak anak, bunda bisa lebih leluasa menggunakan uang.
    namun begitu, artikel bagus dan bermanfaat ini akan bunda suruh anak anak bunda utk membacanya, agar mereka bisa lebih fair mengenai masalah keuangan dengan pasangannya ...
    ( di bookmark dulu artikel ini)

    Terimakasih ya Mak Haya krn telah berbagi hal yg bermanfaat ini :)


    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih. Semoga bermanfaat ya, Bunda. :*

      Hapus
  6. Ini juga sudah menjadi komitmen tak tertulis kami sejak awal menikah, Haya. Apa pun yang ingin kami beli (yang berhubungan dengan dana keluarga) pasti kami diskusikan. Apalagi suamiku yang bekerja di Bank Sentral, tentulah diskusi soal keuangan akan menjadi bagian komunikasi kami. Aku justru banyak belajar darinya dalam mengelola keuangan. Meskipun sebagian penghasilannya diserahkan ke aku, tetap saja kita harus mendiskusikan jika ada hal-hal urgent yang berkaitan dengan itu. Hmm... jadi pengen sharing juga ni. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, si abang malah pakar keuangan ya, kak Wiek. Pasti seru diskusinya. Ayo dishare, Kak. :)

      Hapus
  7. sama, suamiku juga ga nanya2 soal uang dari blog, karena belum banyak hahaha, masih banyak yang dia beri ke aku *dijitak
    tapi diskusi memang sangat penting :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan dikit-dikit jadi bukit, Mak xixixi. Setuju, diskusi keuangan dengan pasangan memang penting. :)

      Hapus
  8. Setuju dg postingannya bu tor. Diskusi kenangan dg suami salah satu cara agar rumah tangga tetap harmonis. :)

    BalasHapus
  9. Setuju, mak Haya. Kalau aku mah, begitu suami keliatan rileks, langsung deh sodorin catatan keuangan. Seringnya sih doski iya-iya aja hihihi...

    Langsung meluncur ke websitenya, mau ikutan kuisnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kalo suasana santai, insya Allah ngobrol apa pun enak ya, Mak. :D

      Hapus
  10. selamat pagi mak....membicarakan kondisi keuangan dengan pasangan itu harus dan memang mesti terbuka, agar sama2 tahu...aku dan suami juga begitu, apalagi kalau keduanya bekerja...tapi secara detil memang tidak terlalu. Jadi maksudnya, untuk pengeluaran yang besar spt pendidikan anak2 dan cicilan rumah/mobil, selama ini suami yang pegang. Sedangkan untuk belanja dan urusan rumah, biasanya aku.

    Kami biasanya saling melapor, suami dapat bonus kantor dll dan aku dapat dari nulis atau THR dll, selalu saling cerita. Karena sekarang pendapatan PNS sudah jauh lebih baik, aku tidak banyak lagi minta tambahan dari suami. Biasanya kalau ada lebih, kami sama2 dengan anak2 buat rencana keluar kota.

    Sekarang, kami lagi ketatkan ikat pinggang lagi karena si sulung mau kuliah dan ini kami berdua komunikasikan juga ke anak2 agar mereka mengerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Mak Diadjeng share tugas, ya. Senang kalau sama-sama terbuka. Jadi ga ada rasa curiga satu sama lain. Makasih sharingnya, Mak. ^^

      Hapus
  11. Aku selalu ngomongin mak ama suami...^^ tapi saling tahu sih berapa pemasukan bahkan pengeluaran...kan yg penting komunikasi ^^ apalagi penting banget itu ttg uang xixixi...

    harus ada pos2nya ^^ dan saving juga ;)
    Nice share mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, sip. Setuju, Cha. Termasuk pendapatan hasil menang lomba blog dan ngekuis ya xixixi.

      Hapus
  12. Aku juga selalu ngomongin sama suami, apa pun itu. meski kadang lupa, misal saya veli sesuatu yang irgen untuk anak2. Alhamdulilah, gak ada masalah. Suami juga sangat pengertian dan gak rewel...he he...makasih sharenya mbak...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. typo: veli: beli, irgen: urgen. he he

      Hapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan