Minggu, 23 Maret 2014

[Cerpen Kompas Anak] Teka-Teki dalam Bekal Kiki


“Eh, jangan main masak-masakan! Itu mainan anak perempuan!” kata seorang guru TK kepada murid laki-lakinya.

Saya tercenung melihat peristiwa itu. Kenapa anak laki-laki tidak boleh main masak-masakan? Bermain masak-masakan sewaktu balita, tidak serta-merta mengubah perilaku dasar dan orientasi seksual seseorang di masa dewasa bukan? Permainan yang variatif justru akan memperkaya imajinasi anak, termasuk permainan lintas jender. Bahkan, zaman sekarang laki-laki yang berprofesi koki itu keren banget. Tul enggak? :)  

Hati saya terusik. Saya ingin menuangkan kegelisahan saya dalam bentuk tulisan. Maka, jadilah cerpen berjudul Teka-Teki dalam Bekal Kiki yang dimuat di Kompas Anak 16 Maret 2014. Terima kasih   Stella Ernes atas ilustrasinya yang cantik. Terima kasih Mas Benny Rhamdani dan Mbak Veronica Widyastuti, para suhu penulis cerita anak. Belajar bukan melulu soal teori, tapi juga diwujudkan dalam karya. Saya belajar banyak dari teori dan karya-karya Mas Benny dan Mbak Vero.

Teman-Teman yang ingin mengirim cerpen atau dongeng ke Kompas Anak, silakan e-mail ke kompas@kompas.co.id dengan subjek: Cerpen/Dongeng Anak. Panjang tulisan 3-4 halaman 1, 5 spasi. Jangan lupa sertakan biodata. Masa tunggu agak lama. Jadi, harap bersabar, ya. Biasanya, cerpen yang tidak laik muat akan dikirim balik via pos dan disertai alasan. Mantap! 

Nah, ini cerpen saya. Selamat menikmati.



  
“Yah, tidak dimakan lagi,” keluh  Irfan. Nasi berlauk ayam goreng dan sayur tumis kacang panjang bikinan Mbok Isah, terlihat masih utuh di dalam kotak bekal Kiki. Irfan memindahkan makanan itu ke piring. Menjelang makan malam, makanan itu akan dihangatkan Mbok Isah.

Irfan masuk ke kamar. Dia membuka laci dan mengeluarkan buku tebal bersampul biru tua, buku kumpulan resep rahasia miliknya. Irfan memang suka dengan kegiatan masak-memasak. Kesukaan Irfan ini menurun dari papanya yang berprofesi koki.


Sayang, Papa tidak bisa setiap hari memasak di rumah. Sebagai koki di sebuah hotel ternama, Papa sangat sibuk. Kebersamaan mereka terasa ‘mewah’ sekali semenjak Mama meninggal beberapa tahun yang lalu.

Irfan membuka lembar demi lembar halaman buku. Hm, lembar kertas yang tegang dan tebal karena terbuat dari kertas daur ulang, membuat Irfan merasa sedang membuka buku resep wasiat ....

“Bagaimana caranya supaya Kiki mau memakan bekal makan siangnya, ya?” Irfan berbicara kepada dirinya sendiri.

Kini, Kiki duduk di kelas dua SD. Jam sekolahnya lebih lama dibandingkan saat masih kelas satu dulu. Sekolah Kiki usai tepat pukul dua siang. Mau tak mau, Kiki harus makan siang di sekolah. Namun, Kiki paling malas memakan bekal yang dibawakan Mbok Isah. Kalau perut lapar, bagaimana Kiki bisa konsentrasi belajar?  

“Aha, aku tahu!” sorak Irfan tiba-tiba. “Aku punya akal! Mudah-mudahan, besok Kiki mau memakan bekal makan siangnya!
xxx

“Apa ini, Mas?” tanya Kiki. Sebelum berangkat sekolah, Kiki diberi bungkusan plastik pink oleh Irfan. Tanpa disuruh, Kiki membuka cepat bungkusan plastik itu. Sebuah amplop berisi kartu kecil, diikat rapi di atas kotak bekal.

 “Baca kartunya,” ujar Irfan.

Dengan kening berkerut, Kiki mengikuti perintah kakaknya.

Teka-teki. Aku adalah binatang purba yang senang makan sayur. Apakah aku?

“Teka-teki?” kening Kiki tambah berkerut.

“Yap, teka-teki. Setiap hari Rabu, Mas akan membuatkan bekal istimewa dan memberikan teka-teki untuk Kiki. Jawaban teka-teki itu ada di dalam bekal makan siang Kiki. Sebelum waktunya makan siang, kotak bekal tidak boleh dibuka. Kiki dan teman-teman mesti mencoba menebak jawaban teka-teki. Siapa yang bisa menjawab benar, dialah yang paling hebat!” jelas Irfan.

Kiki terdiam sebentar. “Wow, seru! Seru! Teka-teki! Kiki suka teka-teki, Mas!” pekik Kiki kesenangan.

Irfan tersenyum. “Tunggu dulu, ada syarat lain ....”

“Apa itu, Mas?” tanya Kiki.

Rabu Istimewa akan tetap ada kalau Kiki mau memakan bekal Kiki di hari-hari yang lain juga. Bagaimana? Kiki mau berjanji?” Irfan melipat kedua tangannya di dada.

Kiki terdiam sebentar. “Mmm ... baiklah. Kiki janji!” jawab Kiki, akhirnya.

Di sekolah, sesaat sebelum waktu makan siang, Kiki dan teman-temannya asyik main teka-teki.

“Gajah!” Kiki mengawali tebak-tebakan.

“Dinosaurus!” tebak Ryu.

“Wah, dinosaurus? Benar juga. Tapi, dinosaurus, kan, macam-macam. Dinosaurus yang makan tumbuhan namanya apa?” Kiki malah bertanya.

“Kecoa!” tebak Mita.

“Idih, kok kecoa, sih? Aduh, Mita! Mau makan malah ngomongin kecoa!” gerutu Ryu agak kesal.

“Lho, kecoa juga binatang purba! Kalian belum tahu, ya?” ledek Mita.

Kiki dan Ryu serempak menutup mulut mereka masing-masing supaya tidak mual.

Ternyata, jawaban Ryu yang benar! Menu makan siang Kiki adalah nasi putih dengan lauk naget berbentuk dinosaurus lucu. Selain naget, ada beberapa helai sayur selada juga. Kiki makan dengan lahap. Dia membagi sedikit bekalnya untuk Ryu dan Mita.

“Abangmu memang koki cilik yang keren!” puji Mita yang berasal dari Medan. 

Kiki mengangguk kuat sampai-sampai rambut kepang duanya bergoyang-goyang.



Pulang sekolah, Irfan gembira bukan kepalang mendapati kotak bekal makan siang Kiki telah kosong. Keesokan harinya juga. Kiki menepati janji dengan memakan bekalnya. Seterusnya, setiap hari Rabu, Irfan rela bangun pagi-pagi demi membuat kreasi makan siang yang unik-unik untuk Kiki. Tortilla keju sayuran berbentuk amplop, roti isi berbentuk bintang, omelet jamur diolesi saos tomat berbentuk senyum, dan lain-lain. Nyam ... nyam ... nyam .... Tentu saja, satu yang tak boleh ketinggalan ... teka-teki!

Dan, hari Rabu ini, Kiki berulang tahun. Dibantu Papa, Irfan membuatkan bekal makan siang yang istimewa untuk Kiki. Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, Irfan menyerahkan bungkusan plastik pink kepada Kiki.


Teka-teki. Aku adalah putri yang paling disayang Mas Irfan dan Papa. Siapakah aku?

“Putri?” baca Kiki.

“Yap, putri yang cantik dan baik hati,” jawab Irfan seraya tersenyum rahasia.

Di sekolah, Ryu dan Mita berebut menyebutkan nama putri yang mereka ingat.

“Pasti Putri Salju! Putri Salju, kan, cantik dan baik hati. Makanya Ratu yang jahat iri sama dia,” tebak Ryu.

“Kalau aku, Cinderella!” sahut Mita. “Setiap hari Cinderella rajin bersih-bersih rumah walaupun ibu dan saudaranya selalu marah-marah.”

“Wah, putri siapa, ya?” Kiki jadi bingung sendiri.

“Hayo ... kalau kau tidak bisa menebak, bekalmu buat kami, ya!” goda Mita.

Olala, betapa kagetnya Kiki ketika membuka kotak bekalnya. Kiki tak sanggup berkata-kata. Matanya berkaca-kaca karena haru.

Di rumah, Kiki menunggu Irfan pulang sekolah dengan perasaan tidak sabar.

“Mas Irfaaan ...!” Kiki menubruk tubuh Irfan begitu Irfan masuk ke rumah. “Makasih bekal makan siangnya!”

“Sudah kamu buka?” Irfan mengusap rambut Kiki.

“Sudah,” jawab Kiki. Belum sempat Kiki menambahkan kalimatnya, Papa pulang. Rupanya, Papa sengaja pulang lebih cepat karena Kiki ulang tahun.

“Wah, berarti, bekal makan siang hari ini langsung Kiki habiskan, dong?” Papa mengedipkan mata kepada Irfan.

Tak disangka, Kiki malah menggeleng.

“Lho, kenapa? Tidak enak, ya?” tanya Irfan heran. Papa juga.

“Bukan. Kiki sayang makannya. Soalnya, bagus banget ....” Kiki membuka hati-hati kotak bekalnya. Menu makan siangnya hari ini adalah nasi goreng. Nasi goreng dicetak bulat seperti wajah. Kemudian, diberi irisan tomat berbentuk mata dan mulut. Telur dadar berbentuk poni dan kepang dua, seolah-olah menjadi rambut. Ada beberapa nasi goreng yang dicetak berbentuk hati kecil-kecil juga. Di atas nasi goreng, huruf-huruf dari wortel kukus, menghiasi. Mau tahu bunyi hurufnya?


PUTRI KIKI.

Ternyata, Kikilah putri kecil yang cantik dan baik hati, yang paling disayang Irfan dan Papa!

“Kiki mau makan bekal ini sama Mas Irfan dan Papa ...,” kata Kiki lirih.



Papa terharu. “Sebelum makan, kita berdoa dulu untuk Mama di surga,” ucap Papa.

Irfan dan Kiki mengangguk sambil tersenyum. Mereka memeluk Papa erat-erat. [] Haya Aliya Zaki







39 komentar:

  1. keren maak apapun bisa jadi ide cerita ya mak, pengen nyoba jugaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang penting senang memperhatikan sesuatu di sekitar kita. :) Yuk, coba kirim, Mak.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Makasih, Mak. Yuk, kirim-kirim. :)

      Hapus
  3. Duh. Mbak Haya bisa aja, aku jadi terharu bacanya..., kayak Kiki yang terharu melihat jawaban teka-tekinya, hehehe

    BalasHapus
  4. Waah keren Mak, semakin sering dimuat di media karyanya :)
    Moga terus berkarya ya Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Buat penyemangat, Mak. Ayo kirim-kirim juga. :)

      Hapus
  5. halo mak Haya... cerpennya unik... sukaa :)

    BalasHapus
  6. Aku bacanya sampe berkaca2 lho mak Haya :)
    Terharu sama ceritanya.. keren deh mak..

    BalasHapus
  7. Kece bingits CikGu, sederhana tapi mengena (y)

    BalasHapus
  8. keren bgt mak cerpennya, sarat pembelajaran disini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan bukan pelajaran yang menggurui ya, Mak Irma. :)

      Hapus
  9. Bagus mak, langsung punya ide supaya anakku lahap makan:). Salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, kalo ga berhasil, aku jangan dimarahi ya, Mak. :)))))

      Hapus
  10. Aku terharuuuu. hiks2 T.T

    BalasHapus
  11. Wah..
    Boleh dicontek nih ilmunya.. :D
    Salam..

    BalasHapus
  12. Keren ceritanya. Mak Haya bakatnya banyam banget. Penulis serba bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, merasa tersanjung. Makasih, Mak Ade. *tutup muka* Saya menulis karena senang dan merasa tertantang. :D Makasih udah mampir, Mak. :)

      Hapus
  13. Terharu baca ceritanya. Bagus bgt.

    BalasHapus
  14. cikgu keren bangetttt mau ya alamatnya pengen kirim deh jadinya. bisa ga ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, insya Allah. Ayo, coba, Mak. ^^

      Hapus
  15. cerpen saya hampir dua bulan blum ada kabar di kompas. :D
    hhhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang cerpen saya ini 6 bulan lebih dimuatnya. Seandainya ga dimuat, kirim aja lagi. :)

      Hapus
  16. Mantap mba, sayangnya saya belum bisa nembus ke sana :(

    BalasHapus
  17. mak, ada aja sih idenya, jadi pengen sekreatif ma sIrfan nih..

    BalasHapus
  18. menarik sekali jadi cemburu hehehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan