Sabtu, 15 Februari 2014

Launching Mommychi: Untuk 1000 Hari yang Tidak Akan Kembali





Ah, kakaknya juga lambat bicara, kok. Jadi, kayaknya enggak apa-apa kalau adiknya juga begitu.
Sepertinya bisul ini wajar ada. Dulu waktu kecil sepupunya juga sering bisulan tuh.
Katanya, bayi umur satu bulan harus dikasih makan pisang.


Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat ini, ya? Hayooo … ngaku hehehe. Waktu punya anak pertama, saya juga mengalaminya. Saat menghadiri acara launching Mommychi, sebuah aplikasi mobile untuk ibu hamil dan ibu yang memiliki batita, oleh PT. Kalbe Farma. Dari narasumber dra. Herawati, M.A (Pusat Promosi Kesehatan Sekretariat Jenderal Kemenkes) dan DR. Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K) (Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya), saya baru tahu kalau dalam mengasuh anak, kata-kata kayaknya, katanya, sepertinya, kelihatannya, dst, tidak boleh dipakai. Dalam mengasuh anak, kita harus yakin dan pasti dengan kebenaran informasi yang ada. Orangtua tidak punya kesempatan kedua karena waktu tidak akan pernah kembali, terutama pada 1000 hari pertama anak. 


Kenapa 1000 hari pertama anak sangat penting?

Berdasarkan UU No. 23/2002 Perlindungan Anak, definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih berada dalam kandungan. Kualitas terpenting seorang anak dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya atau tidak, 1000 hari pertama ini menentukan masa depan bangsa. Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain, demikian penuturan dra. Herawati.

Dra. Herawati, MA

DR. dr. Ahmad menambahkan bahwa pertumbuhan otak anak sebesar 80% terjadi saat 1000 hari pertama. Wow, kebayang, betapa besar pengaruh 1000 hari pertama ini, ya? Saat anak berumur 2 – 6 tahun, pertumbuhan otak bertambah jadi 95%. Sisa 5% saat anak berusia 6 tahun ke atas.

DR. Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K)

Nutrisi dan stimulasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mengasuh anak. Anak yang cerdas dan berperilaku baik dibentuk dari awal, tidak mungkin instan. Orangtua hendaknya sungguh-sungguh mengikuti perjalanan tumbuh kembang anak. Bisa saja anak yang awalnya tumbuh normal, berkembang jadi tidak normal. Demikian pula sebaliknya. Anak yang kakaknya lambat bicara, tidak mesti adiknya harus lambat bicara. Sebagai orangtua, kita harus tanggap. Kalau sudah di atas 6 tahun, kemungkinan besar masalah pada anak tidak dapat diperbaiki.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya 1000 hari pertama anak, PT. Kalbe Farma, salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan aplikasi Mommychi. Edukasi pentingnya kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak terus dijalankan demi mencapai Millenium Development Goals, kata Vidjongtius (Direktur PT. Kalbe Farma). 

Vidjongtius


Bagaimana dengan ibu hamil yang tinggal di pelosok? Pastinya mereka tidak dapat menikmati aplikasi Mommychi ini,” tanya salah seorang hadirin.


Menanggapi pertanyaan ini, DR. dr. Ahmad menyebutkan fakta mencengangkan. Berdasarkan pengalaman beliau malang melintang sebagai tenaga medis, justru yang kurang peduli pada kesehatan adalah kaum urban! Masyarakat di pelosok malah pada rajin ke puskesmas, buku imunisasi anak selalu terisi, dst. Semoga saja edukasi kesehatan bisa merata, ya, baik di pelosok maupun di perkotaan, dengan cara yang sesuai dengan sikon lokasi masing-masing.

Acara launching yang bertempat di fX Sudirman, Jakarta ini, dihadiri oleh kembaran saya, Dian Sastro. *ditimpuk massa* Dengan gayanya yang santai, Dian mengoprek-oprek aplikasi Mommychi. Baidewei baswei, dari tadi ngomongin aplikasi Mommychi melulu, sebenarnya aplikasi Mommychi ini apa, siiih? Tenang, tenang. Saya akan ulas semuanya di postingan berikutnya di sini.

Narasumber berfoto bersama

Senang sekali bisa hadir di acara launching Mommychi. Banyak hal baru yang saya dapat. Di acara penutup, Dr. dr. Ahmad berkata bahwa media dan blogger bukan sekadar penulis, tapi juga guru. Info yang disampaikan ke masyarakat tidak boleh bias karena masyarakat tidak mungkin mengoreksi. Wah, semoga saya termasuk blogger yang bisa menyampaikan info dengan baik dan benar ya, Dok! Aamiin. [] Haya Aliya Zaki

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan