Kamis, 01 Agustus 2013

Pergolakan Batin dan Pencarian Cinta Seorang Magali




Judul buku : Macaroon Love
Penulis : Winda Krisnadefa
Penerbit : Qanita
Cetakan : I, 2013
Tebal buku : 264 halaman  
ISBN : 978-602-9225-83-9
Harga buku : Rp47.000,00


Apakah Anda punya sesuatu yang sangat Anda benci dalam hidup? Magali punya. Dia sangat membenci namanya sendiri. Nama yang diberikan oleh ayahnya, Jodhi. Baginya, nama Magali terdengar begitu aneh. Dia juga sudah cukup jengah mendengar komentar atau reaksi orang tentang namanya. Dan, kebencian ini seolah menjadi pangkal dari segala permasalahan yang Magali alami di dalam hidup, yakni tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak memiliki sahabat, serta tidak memiliki kekasih sampai dia berumur 24 tahun sekarang.  Satu-satunya tempat curhat Magali adalah Beau, sepupu bulenya yang kere. 


Pertemuan Magali dengan Ammar di resto Suguhan Magali, membuat hidup Magali berubah. Dia mulai menemukan kenikmatan hidup yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.  Bagaimana akhir kisah pergolakan batin Magali? Bagaimana akhir kisah cintanya dengan Ammar? Jreng! Jreng! Jreng! Mending  baca saja novelnya, ya!

Penasaran dengan judulnya, saya pun mencoba mencari macaroon. Jujur, sebelum membaca novel Macaroon Love, saya tidak tahu apa itu macaroon. Kue keping cantik warna-warni nan mencolok ini akhirnya saya temui di salah satu toko kue di bilangan Kota Jakarta. Crunchy dan maniiis. Favorit saya, macaroon green tea. Hanya, Macaroon Love sepertinya kurang pas untuk diletakkan sebagai judul novel. Keterangan tentang macaroon disinggung sedikit sekali pada halaman 137, 249, 250, dan 258.

Macaroon


Macaroon green tea (hijau) favorit saya

Berikutnya, kata “aneh” yang disebutkan berulang kali di dalam novel, terkadang membuat saya ingin berteriak, “Stop it!” Hehehe. But, seriously, keanehan Magali cukup disampaikan dengan teknik show saja, bukan tell. Sikap dan cara berpikir Magali yang dituliskan di dalam novel, sudah cukup mewakili keanehannya tersebut. 


Menurut saya, Mak Winda jeli sekali memilih tema kuliner dengan tokoh utama yang berprofesi sebagai food writer untuk novelnya. Zaman sekarang, mana ada, sih, media yang tidak membicarakan kuliner? Saya juga salut dengan effort Mak Winda dalam melakukan riset. Data-data dan informasi tentang kulinernya sungguh memperkaya wawasan saya.  Tahukah Anda bahwa chef  berbeda dengan cook (koki)? Tahukah Anda bahwa dalam pemilihan kursi dan furnitur sebuah resto, pemilik resto harus memperhatikan sisi psikologi kuliner? Masih banyak lagi pengetahuan yang bisa Anda dapatkan dari novel ini. Semua diselipkan dengan apik oleh Mak Winda.

Meski termasuk novel romance, kisah asmara antara Magali dan Ammar disampaikan secara halus dan tidak terlampau banyak. Demikian pula konfliknya. Wajar saja karena mungkin di sini penulis ingin fokus pada pergolakan batin tokoh utama. Tagline Cinta Berjuta Rasa saya tafsirkan bukan sekadar cinta antara Magali dan Ammar, tapi juga cinta antara Magali dan keluarga, cinta antara Magali dan dunia kuliner. Saya suka dengan gaya bahasa Mak Winda yang lugas, jujur, dan kocak di sini, walau porsi ketawa-ketiwinya kurang jika dibandingkan dengan tulisannya di blog. Spoiler, siapkan tisu saat Anda membaca bab-bab tertentu. Jangan salah, ternyata, selain pandai melucu, Mak Winda juga piawai membuat pembaca melow gary barlow.   


Saya suka banget kalimat ini

And, guess what, resto Suguhan Magali benar-benar ada! Letaknya di Jalan Fatmawati No. 26C, Jakarta. Saya menyempatkan diri mampir ke sana. Sayang, saya tidak bertemu dengan Andrian, sang pemilik resto, yang katanya menjadi sosok inspirasi tokoh Ammar. Hiks! Mewek.

Restoran Suguhan Magali

Sekarang mari kita lihat lebih dekat resto Suguhan Magali sambil mengobrol tentang proses kreatif Mak Winda menulis novel Macaroon Love melalui tayangan video berikut. Akhir kata, saya memberikan 3,5 bintang untuk novel ini. Jelas, saya menunggu sekuel Magali-Ammar dan kelanjutan kisah asmara mereka yang unik. So, jangan lupa kabar baiknya ya, Mak Winda! []

Review 499 kata (tidak termasuk judul dan anatomi buku)
Semua foto adalah dokumentasi pribadi.





73 komentar:

  1. Review yang keren dan informatif. Penasaran deh pengin baca keanehan Magali. Udah punya bukunya cuma belom dibaca. Liat sinopsisnya sih ceritanya asyik :)

    Btw, show, don't tell itu emang mesti terus dilatih ya mak. Kadang masih suka kepeleset 'tell'.

    BalasHapus
  2. Yuk, baca keanehan-keanehan Magali, Mak. Orangnya memang unik, kalau menurutku. :)
    Iya, aku juga masih terus berlatih unuk soal show dan tell ini. Makasih dah mampir, Mak. :)

    BalasHapus
  3. Magali dan ammar...cinta-cintaan hasyekkk...:D kalo diblog emak gaoel kan mak winda berhaha-hihi :D dinovel beda ya :))))


    Eh aku juga baru tau kalo macaroon itu maeman kayak gitu. --" *aku ndak gaul mba..
    Moga menang mak...

    BalasHapus
  4. Hahaha tapi di novel tetap keluar candaan khas Mak Winda, Cha. :)))))
    Iya, aku juga baru tahu macaroon kayak gitu. Manis banget ternyata rasanya. :)
    Aamiin. Makasih, Cha. :)

    BalasHapus
  5. Aku dah baca tapi ga sempet2 bikin review.
    Tapi ya kalo disuruh review begini, saya belum bisa. Seringnya saya review sbg pembaca yang taunya dari segi menyenangkan ato tidak. Nah, review Mak Haya Nambah wawasan saya mereview.

    Overall, reviewnya informatif banget. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang paling ditunggu justru review dari pembaca, Mak. Ayo, nulis review. *pom pom*
      Makasih, semoga bermanfaat, Mak. :)

      Hapus
  6. membayangkan baca novelnya sambil makan macaroon...hhhmmm, Yummi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi sambil dengar lagu yang romantis. Pas banget! :D

      Hapus
  7. Kereenn inih resensinya, disampaikan jujur... bisa jd tambahan referenai contoh resensi kalo aku mau nulis resensi nanti :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi alhamdulillah. Senangnya berbagi. Makasih, Mak. :*

      Hapus
  8. jadi penasaran sama teaser yan diceritakan sama mbak Haya.. Jadi pengen baca novel dan berkunjung ke Restonya.. secepatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, ke Suguhan Magali, Sin. Asli, makanannya enak-enak dan murah! (y)

      Hapus
    2. Jangan lupa, baca Macaroon Love-nya juga xixixi.

      Hapus
  9. Aiihhh.... ini review pertama yg aku baca ttg novel macaroon love nya mak Winda. Dan sukses membuat sy penasaran jd pengen baca novelnya jg. Mak haya sukses menampilkan sisi unik dr novel ini.. beneran y ada kafe/resto magali ini. Jgn2 pemilik resto inspiratornya mak Winda xixixiii...

    Karena baca ini jg saya jd prngen nyobain itu makanan bernama unik #macaroon ;)

    Sukses y mak cantik ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya memang tokoh Ammar terinspirasi dari pemilik resto Suguhan Magali, namanya Adrian, Mak. :))) Makanan di resto ini juga enyak-enyak dan murah, Mak Irma. :D *lho jadi promo makanan*

      Hapus
  10. wahhh, ak juga punya pengalaman soal ga suka sama nama sendiri..hiks2, jadi pgn tau banget nih tentang magaliii, mksh mak, review ny keren:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kenapa ga suka, Mak? Cocok baca Macaroon Love kalau begitu. :D Makasih dah mampir. :)

      Hapus
  11. Apalah arti sebuah nama, tapi faktanya bagi sebagian org nama mempunyai makna dan arti tersendiri. Eh tapi ngmng2 aku blm pernah nyobain kue macaroon :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama adalah doa, katanya, sih. Iya, bagi sebagian orang, sangat berarti. :D Btw, Mak Ani dah nyobain macaroon, Mak. Waktu itu kami makan rame-rame di Blue Bird xixixi. Mak Martha masih di atas, serius nyimak penjelasan radar Blue Bird. :))))

      Hapus
  12. Oh Magali tuh nama cewek ya mbak, kirain nama cowok :-D untung baca resensi keren ini. Moga keturutan pengen baca novelnya mak Winda. Aku enggak gitu suka novel romance tapi kalau diselipin bahasan kuliner jadi penasaran :-)

    Resensinya mantap mak Haya, cuman, mana videonya? hehhee

    Moga sukses ya mak dan jadi juara! Mak winda, sukses ya mak sama macaroon lovenya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak, suka, deh, sama pengetahuan kulinernya di sini. Padahal, katanya, penulisnya enggak doyan masak wkwkw. Berarti risetnya memang benar-benar detail. (y)
      Videonya belum bisa dipasaaaang. *nangis guling-guling*

      Hapus
  13. waduh! salut sama mak haya, keren deh belai-belain moto Magali restoran demi mereview buku ini. BTW setelah baca reviewnya saya jadi pengen makan novelnya, eh baca novelnya dan makan Macaroonnya. ^_^ sukses untuk novel dan lombanya ya emak-emak tjantik. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaaa! Aku kalau udah penasaran, ya, kayak gitu, Mbak. Kudu benar-benar dicoba. Termasuk menu ayam cabe ijo Neng Hela yang ada di novel ini. :)))) :p Makasih doanya, Mbak. Aamiin. :)

      Hapus
  14. owh ini toh macaron yang kemaren dibagiin sama teh ani, enak masih rasanya bikin merinding gara" aku gak suka manis, tapi yang suka banget manis, kudu nih :D,

    mak haya selamat ya novelnya, sukses selalu mak :D salam adekmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa itu dari akuuuh. :))))
      Iya, terlalu manis, ya. Soalnya, kita udah manis, sih xixixi. *ditampol*
      Makasih, Dek. Salam kece. :D *halah*

      Hapus
  15. iya wkt buku ini terbit smpt penasaran jg apa hubungannya dg macaroon kue yg lg trend saat ini dg isi cerita jg dg judunya... smp skrg blm baca buku ini hehe review mb haya ini review yg ada kritikan dan pembuktian fakta adanya resto magali haha... jd penasaran lageee:)

    BalasHapus
  16. Hayaaa... review-nya keren banget. Jadi ngebayangin novel ini pasti kaya rasa dan kaya warna seperti halnya macaroon. Ada sedih, lucu, romance... Aaih, jadi pengen baca...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Novelnya bagus. Apalagi, bagi yang suka kuliner. :D

      Hapus
  17. Aih... Mak Haya bikin penasaran aja nih. Penasaran sama novelnya plus penasaran sama rasa macaroon, hehe kukira dulu macaroon itu makaroni ihh maklum emak kuper :D selalu keren deh review mak satu ini, moga menang ya mak :* *ketjup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw dikau enggak sendiri, Mak. Dulu aku juga mengira macaroon adalah makaroni. -___-
      Aamiin. Makasih doanya. :)

      Hapus
  18. Ga suka sama nama sendiri kayaknya bukan dirasa sama magali aja deh mak

    aku juga ga suka dengan orang yg manggil saya "Mba" karena baca nama belakang saya -__-"

    Sedap sekali kl baca novel sambil makan macaroon nih

    ditunggu novel sama macaroon nya ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kayaknya banyak yang sehati sama Magali, ya. Berarti, cocok banget dibaca sama Alfan, nih. :D
      Ditunggu apanya, Fan? Tak kirim macaroon-nya by e-mail piye? *guling-guling*

      Hapus
  19. Review yang keren dan bikin penasaran sama novel dan macaroonnya. Haya memang juaranya kalau bikin review buku, nggak sekadar lewat, tapi selalu meninggalkan sesuatu buat yang membaca. Gudlak ya, Inang. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terpusi-pusi dipuji, Kak Wiek. Makasih, Inang. Masih terus belajar ini. :D

      Hapus
  20. beberapa kali ke toko kue saya gak pernah tertarik beli macaroon. Tp abis baca ini sy jd penasaran kyk aa, sih, rasanya macaroon :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baru kali ini dengar nama macaroon, Mak. Sengaja mencari di beberapa toko kue gara-gara baca novel Mak Winda. Ternyata, rasanya manis banget. :D

      Hapus
  21. deeuh....cikgu Haya mah jagonya ngereview, jadi penasaran ama novellnyah. btw, mau juga donk buku aku direview hiihihih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa ajeee. *tutup muka pakai gorden* Boleeeh. Buka yang manaaah? :D

      Hapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Review yang bagus, ya? Begitulah kalau yang mengulas seorang penulis juga, jadi ciamik hasilnya, berasa udah baca novelnya aja padahal belum. Btw, baca Magali jadi ingat Magadir (lagu dari timur tengah) Magadiiirrrr.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gubraaakkk, Oneeet! Emangnya Nassar dan Musdalifah? -___-

      Hapus
  25. wow...review yang keren, bisa mancing rasa penasaranku untuk baca Mak...*secara aku kalau beli novel itu nomer sekian he2.
    btw, aku masih bingung, Magali itu cewek ya? kirain laki2 hihihi.

    jadi teringat seorang teman yang sama sekali tak suka dengan namanya, namun berkat pujian sang dosen pada namanya itu, dia sekarang jadi PD dan bangkit. namun, tetap saja dia eksis buka dengan nama aslinya...:-)

    btw, sukses ya Mak...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama perempuan, Mak. Silakeun diburu novelnya kalau penasaran xixixi.
      Wow, syukurlah temanmu ketemu seseorang seperti dosen yang mensuport itu, ya. Dia sukses dan tidak lagi mengeluhkan nama aslinya. Keren. :)

      Hapus
  26. pengen nyobain restonya tapi gak pengen baca bukunya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu mampir ke restonya memang, Kak. Makanannya enak-enak dan murah. Kenapa enggak pengin baca bukunya? Kurang suka novel romance-kah?

      Hapus
  27. Hmmm...novel bertemakan kuliner :D kenyang mata kenyang juga perut, emang lagi musim ya kan mak novel tema kuliner, terakhir baca novel bertemakan kuliner itu novelnya Dee yang Madre dan Filosofi Kopi, waduh mak, sampe ngiler bacanya, hanya saja masih penasaran beneran ada gak ya tu roti dari biang yg namanya Madre?

    Dan setelah baca reviewnya Mak Haya ttg Love Macaroon *beneran yak tulisannya, page up dulu deh hehehe buat ngecek* eh tebalik ternyata Macaroon Love, hmm jadi ingat nama grup band asing, Macaroon Five :O

    Keren reviewnya Mak, gak hanya sekara review tapi juga discovery*bukan discovery channel ya Mak :D* tapi Mak juga nyari objek2 yang ditulis dan dijadikan setting novel, keren Mak *_*, dah lah menanglah ini Mak, gak disangsikan lagi, :D aamiin ya Mak

    Trus di Medan ada gak ya Mak, kue Macaroon nya jadi pengen nyoba, atau ada resepnya gitu Mak *coba daku sekalian nanya ke Ncang Google ya Mak*

    Yang paling penting nih abis baca review Mak Haya, tipe daku pantang di recommended buku keren, langsung dah bakal di hunting ke TB di Medan, *sambil berbisik ke Mak Haya "info lomba reviewnya ada dimana ya Mak?" :D *kabuuurr*

    BalasHapus
  28. Deeeek, jadi ceritanya, review Kakak ini kau review lagi, ya? :)))) *guling-guling* Baik-baik. *elus-elus jenggot*
    DL-nya dah lewa. :( Sering-sering main ke kampungfiksi.com, Dek. Banyak wawasan menarik dan info lomba di sana. :)

    BalasHapus
  29. hah :O masak sih kak? hihihi , maklumlah kak, resensi buku itu addicted jadi kebawa bawa deh di komen blog :P

    huwaaa, makasi infonya kak, ntar daku visit ke situs ntu ya kak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komennya udah jadi 1 review sendiri ya, Dek. :))))
      Oke, silakan mampir ke sana. ^_^

      Hapus
  30. Ninggalin jejak ah mbak, jadi penasaran sama yang namanya Macaroon,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, tuntaskan rasa penasannya, MBak. Makasih dah mampir, ya. :)

      Hapus
  31. Rajin banget sampai nyari restorannya. ^.^ saluut :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Dyaaah. :)))) Soalnya aku hobi makan. Jadi, langsung penasaran wkwkwk.

      Hapus
  32. Keren reviewnya Bund, sampe bener-bener menjelahi tempatnya dan ada videonya lagi :D Aku dari dulu penasaran sama Macaroon ini Bund, di sini susah bener nyarinya >.<" Sama penasarannya sama novelnya mak Gaoel ini.. memangnya Magali itu "aneh"nya gimana sih Bund..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Jakarta ada beberapa toko kue yang menjual macaroon ini, Mom Nieke. Yang terkenal, sih, di Bakerzin. Aku icip-icip yang di sana. :D
      Keanehan Magali? Yuk, silakan baca sendiri novelnya xixixi.

      Hapus
  33. Keren mak.....jadi pengen beli bukunya.sepertinya menarik yah...

    BalasHapus
  34. Mampir aahhh...
    baca reviewnya jadi pengen dateng ke restonya untuk nyobain :)
    Tar kapan2 pas main ke fatmawati aku coba cari dan mampir ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakeun, Oline. Enggak bakalan nyesel, deh. Makanannya enak-enak. :D

      Hapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  36. Aku suka banget reviewnya Mbak... :)
    Semoga menang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak Reni, sudah mampir. Aamiin. :)

      Hapus
  37. Kereeen, sampe nemu resto aslinya Mak? nyesel kmrn udah ke Tobuk tapi menggeser pilihan buku yg akan di beli :( sepertinya harus balik lagi nih buat beli novelnya Mak Winda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Secara, aku juga hobi makan. :))))
      Novel ini cocok dengan seleraku, Mak. Romance-nya enggak banyak-banyak, tapi ' kena ' pas diceritain. Wawasan kulinernya oke banget. :)

      Hapus
  38. Kerenn bangett makk reviewnya ^^
    top bangett, aku belum pernah makan macaroons qiqiqi

    menang lagi ya makk qiqii slamaattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak. Ini Mak Shinta, ya? Kok, namanya berubah jadi cokelaaat. Aku, kan, jadi pengiiin. -___-

      Hapus
  39. keren mak reviewnya
    semoga sukses ya lombanya
    wah lama2 mak haya jadi Ratu menang lomba ini
    pasti dirumah udah menumpuk hadiah dr lomba2 ya, hehhehehehhee
    klo saya banyak kalahnya drpd menang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mak.Alhamdulillah, jadi pemenang favorit. :*

      Hapus
  40. Emak apa kabar maaf aku sebulan off inet :D

    Duh klo resensi itu mak haya jagonya deh, sayang aku gak keburu beli bukunya :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan