Jumat, 21 Juni 2013

Nyinyir atau Nyindir? Lajur atau Jalur? Amblas atau Ambles?


Beberapa waktu lalu, saya memperhatikan tulisan dan status teman di media sosial. Ada yang menulis kata runut, padahal kata yang seharusnya digunakan adalah runtut. Ada juga yang menulis kata nyinyir, padahal seharusnya nyindir. Sekilas, kata-kata ini memang terdengar mirip. Wajar kalau tertukar penggunaannya. Atau, mungkin juga karena penulis belum sepenuhnya paham arti dari kata masing-masing. Berikut saya rangkum kata-kata yang terdengar mirip dan memiliki makna berbeda. Definisi dan beberapa contoh saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat.


Amblas atau ambles?
Amblas artinya hilang, lenyap, tidak muncul-muncul lagi.
Contoh Hartanya amblas di meja judi.
Ambles artinya turun (ke dalam tanah), tenggelam.
Contoh Bandung macet total karena ada jalan yang ambles sedalam tujuh meter.

Bilur atau bulir?
Bilur artinya luka panjang pada kulit (bekas kena cambuk).
Contoh Apakah bilur di tanganmu itu bekas pukulan?
Bulir artinya tangkai beserta buah (bunga) majemuk yang terdapat pada tangkai itu, tipe susunan rangkum bunga dengan satu sumbu utama yang tidak bercabang, tempat melekat bunga yang tidak bertangkai pendek.
Contoh Bulir-bulir padi mulai menguning.

Jalur atau lajur?
Jalur artinya
1. kolom yang lurus, garis lebar, setrip lebar
2. ruang di antara dua garis pada permukaan yang luas
3. ruang memanjang di antara dua deret tanaman
4. rel
5. ruang memanjang antara dua garis batas lurus; ruang antara garis permainan tunggal dan garis permainan ganda.

Lajur artinya
1. deret beberapa benda atau orang yang merupakan baris
2. kolom (di surat kabar)
3. baris tebal memanjang pada kain.

Dalam konteks lalu lintas, jalur adalah bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan. Sementara lajur adalah bagian jalur yang memanjang dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor. (sumber: Facebook Bahasa Kita – Bahasa Indonesia)


Foto dari sini

Lengang atau lenggang?
Lengang artinya sunyi, sepi, tidak banyak orang.
Contoh Jalanan di Jakarta hanya lengang saat Lebaran.
Lenggang artinya gerakan tangan terayun-ayun ketika berjalan.
Contoh Kalau datang ke rumah orang, jangan melenggang saja. Bawalah sedikit oleh-oleh.

Pijat atau pijit?
Pijat artinya pencet, urut.
Contoh Dia memijat tombol itu.
Pijit artinya urut.
Contoh Aku ingin dipijit supaya otot-otot lemas dan peredaran darah lancar.
Jadi, pijat (memijat) memiliki dua makna, yaitu memencet dan mengurut, sedangkan pijit (memijit) hanya memiliki satu makna, yaitu mengurut. (sumber: Ivan Lanin)

Runtut atau runut?
Runtut artinya selaras, bersesuaian.
Contoh Sebagai sutradara baru, dia mampu menghadirkan gambar yang runtut dan enak ditonton.
Runut artinya jejak (bekas tapak kaki), alur di tanah (bekas roda pedati).
Merunut artinya mengikuti jejak, mengusut perkara, menelusuri kembali.
Contoh Polisi merunut perkara pembunuhan.

Sauh atau sawo?
Sauh artinya alat berkait dan berat, dibuat dari besi yang dilabuhkan dari kapal ke dasar laut supaya kapal dapat berhenti (jangkar).
Bersauh artinya berlabuh, singgah.
Contoh Awak kapal melempar sauh ketika kapal kami sudah tiba di tujuan.
Sawo artinya pohon, tinggi mencapai 20 m, bercabang rendah, kayunya berat awet, teras kayunya berwarna merah kecokelat-cokelatan, buahnya berwarna cokelat berbentuk bulat telur,  dan manis rasanya.
Contoh Selain enak, ternyata buah sawo bisa menyembuhkan berbagai penyakit.


Sauh (foto dari sini)

Buah sawo (foto dari sini)

Nyindir atau nyinyir?
Nyindir berasal dari kata dasar sindir. Sindir artinya mencela, mengejek secara tidak langsung atau tidak terus terang.
Contoh Dia bisanya nyindir saja. Mana berani ngomong langsung.
Nyinyir artinya mengulang-ulang perintah atau permintaan, cerewet.
Contoh Aku malas datang ke rumahmu. Nenekmu nyinyir banget.


Nyindir, nih, yeee ....

Nenek jangan nyinyir, ya, Nek ....


Segitu dulu, Teman-Teman. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan. Saya tahu, mungkin tidak semua orang peduli tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bodo, ah, menulis, ya, menulis saja. Duluuu saya juga merasa seperti itu. Sampai akhirnya saya melihat kritikan beberapa pembaca tentang penggunaan bahasa yang salah. Eiiits, pembaca kita cerdas-cerdas ternyata! Kesalahan penggunaan bahasa bisa mengubah makna dan tulisan pun jadi tak nyaman dibaca. Seperti kata Theodore Sturgeon, menulis adalah berkomunikasi. Ya, bukankah memang pada akhirnya untuk pembacalah kita menulis? [] Haya Aliya Zaki

39 komentar:

  1. Keren mak....makasih ilmunya yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  2. Kadang terkesan sepele ya mak, tapi kalau jadi salah arti kan jadi lucu. Makasih infonya mak Haya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak, benar. Sepele, tapi mengubah makna. Kembali kasih. :)

      Hapus
  3. Mantap Mak..Makasih ilmunya ya..

    BalasHapus
  4. Selalu suka dengan update artikel Mak Haya baik di KulTwit sama di blog, siap2 di bookmark :) Thks ya Mak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe makasih, Mak. Aku juga suka baca blogmu. Meskipun kadang ga komen. Banyak informasi di sana. :)

      Hapus
  5. Owalah...
    baru tahu aku..
    makasih infonya :)

    Salam Blogging ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Happy blogging. Happy writing. :)

      Hapus
  6. Terima kasih, buat informasi yang berguna ini.
    Saya termasuk orang yang peduli akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, biar gak as-bun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali. Senang mendengarnya. :)

      Hapus
  7. thks for share mb Haya, informasi yg sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Blog sebagus ini sayang sekali bila tidak didaftarkan ke direktori blog Indonesia.. gabung yuk.. biar lebih banyak pengunjung yang bisa menikmati kekayaan konten blog Write Your Diary

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah daftar barusan. Sepertinya sedang menunggu konfirmasi. Trims atas infonya. :)

      Hapus
  9. Entah sengaja atau tidak, tahu atau memang belum tahu, kadang memang suka meleset ucapannya ya, Mba.
    Saya baru tahu untuk yang Pijat dan pijit, Mba. . . :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tulisan ini membantu supaya tidak kepeleset lagi hehehe.

      Hapus
  10. Aku suka ketuker antara jalur dan jalur itu, Mak. Makasih ilmunya. Suka dengan gayanya Mamak Tor berbagi ilmu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak Sari. Mamak Tor itu mamak-mamak yang senang nari Tor Tor ya? Xixixi.

      Hapus
  11. Makasih infonya, Bun.

    Beberapa hari lalu belajar #elipsis dari kultwitnya. Skarang belajar kata.
    Wah, jadi makin banyak ilmu menulisnya nih.

    Kalo belajar dialog yang benar sudah dibahas di sini belum, Bun? *belum searching disini* hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentang dialog saya belum nulis. Insya Allah berikutnya. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  12. Selalu bawa oleh2 kalau datang kesini makasih ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak Hana. Gantian ntar aku dibawain rantang, ya. :))))

      Hapus
  13. Sip, info yg bermanfaat.
    www.airlimbahku.com

    BalasHapus
  14. maklum banyak penulis dadakan yang masih belum mengerti kosa kata yang baik dan benar,saya contohnya... heheh salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak apa-apa. Yang penting mau belajar. Saya pun masih belajar. Salam kenal kembali. :)

      Hapus
  15. Horeee.. ternyata aku udah bener make kata-katanya selama ini. Hihii, tadi iseng banget hitungin :D Cuma yang Sauh sama Sawo itu aja yang enggak, soalnya aku malah barutau ada kata Sauh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeee keren! :D Yang sauh dan sawo itu kadang-kadang orang suka nyebutin buah sawo dengan buah sauh hehehe.

      Hapus
  16. Makasih banget utk sharingnya Mak... BTW terimakasih udah jelasin tentang ngilu dan linu kemarin itu. Eh, aku kok sudah lupa lagi ya? Hadeeehhh... dari dulu aku paling susah bedain 2 kata itu Mak... #tepokjidat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ... sama-sama, Mak. :) *usap-usap jidat Mak Reni*

      Hapus
  17. kelihatannya hal sepele ya,,ternyata banyak yang salah kaprah..

    BalasHapus
  18. Daku paling seneng nih, jadi belajar mana yang benar penggunaannya. Daku pantau trus pastinya. Makasih mbahay!

    BalasHapus
  19. Hoalaaaaahhhh, berarti status FB itu NYINDIR, bukan NYINYIR yak :)

    BalasHapus
  20. Jadi selama ini orang2 yang pada nyinyir karena mereka cerewet yaak .... *manggut manggut baru paham*

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan