Sabtu, 29 Juni 2013

Talkshow Lika-Liku Buzzer: Seni menjadi Buzzer


Foto dari sini


Buzzer.
Pernahkah Teman-teman mendengar istilah ini? Di media sosial (terutama Twitter), istilah Buzzer sangat familiar. Buzzer adalah seseorang yang mempengaruhi followers-nya atau pembaca blognya sehingga memberikan efek buzz di media sosial. Bisa mempengaruhi dalam aspek informasi, tren, dan aspek-aspek lainnya yang akhirnya diikuti oleh followers-nya atau pembaca blognya. Nah, apa dan bagaimana Buzzer ini, lebih lanjut dibahas dalam talkshow Lika-Liku Buzzer #NgopiNet #BloggerBicara di Anomali Coffee, Plaza Indonesia, Jakarta (28/7).

           Acara yang dimulai pukul 19.00, menghadirkan Lucy Wiryono (Owner Steakholycow), Kemas M. Fadhli (Head of Digital Media Department Telkomsel), dan Dian Adi Prasetyo (Blogger Semarang) sebagai narsum. Menurut para narsum, dewasa ini, Buzzer dibutuhkan untuk mempromosikan produk melalui media sosial. Buzzer harus mampu men-drive followers-nya untuk ikut membicarakan produk yang sedang dibicarakan Buzzer. Lucy sendiri mengakui bahwa dia memakai Twitter sebagai salah satu strategi promosi usahanya. Soal materi, sepertinya semua narsum kompak untuk tidak menyebutkan nominal fee Buzzer secara gamblang hehehe. Tapi, diperkirakan, 10% bujet marketing perusahaan dipergunakan untuk membayar Buzzer.  Ngileeerrr ....

Oiya, omong-omong, sebelum acara dimulai, saya menonton teaser persepsi masyarakat tentang Buzzer. Ternyata, sebagian besar masyarakat menganggap Buzzer ini pengganggu. Hiks! Padahal, kehadiran Buzzer bukan sesuatu yang buruk. Justru Buzzer bisa memberikan pengetahuan positif. Untuk itu, jadi Buzzer pun harus ada seninya. Catet! Berikut beberapa hal penting seputar Buzzer yang saya rangkum.

Siapa saja yang bisa menjadi Buzzer?
Jawabnya, semua pengguna media sosial bisa menjadi Buzzer. Tidak harus mereka yang followers-nya banyak atau seleb. Followers banyak memang penting, tapi bukan yang utama. Followers banyak, tapi saat nge-buzz enggak ada followers yang menimpali, ya, sama saja bohong. Jadi, jangan minder kalau followers Teman-teman sedikit. Kesempatan menjadi Buzzer tetap ada.

MC kocak Karel Anderson

 Bagaimana supaya bisa menjadi Buzzer?
Sering-seringlah nge-tweet hal yang bermanfaat, misalnya sharing ilmu, menceritakan pengalaman berkesan, atau quotes-quotes inspiratif. Kalau tweet kita hanya berisi, “Folbek ya, Kakaaakkk ....” atau status galau tak jelas, jangan harap bakal dilirik sebagai Buzzer oleh agensi. Capek, deh ... xixixi.

Kuasai product knowledge dengan baik
Jangan sekadar membaca informasi produk dari brosur. Pakai produknya. Jadi Buzzer bukan hanya online, tapi juga offline. Bagaimana mungkin kita bisa menjawab pertanyaan dari followers jika kita sendiri tidak memiliki pengetahuan yang optimal tentang produk yang kita bawa? Bekerjalah dengan serius dan sepenuh hati. Iiisssh, bahasanya enggak kukuw.   


Hazmi Srondol dari Blogger Reporter Indonesia mengajukan pertanyaan

Buzzer kudu kreatif
Kreatif hanya dengan 140 karakter. Caranya? Mulailah tweet dengan mengangkat pengalaman sehari-hari. Pancing respons followers dengan pertanyaan. Masuk secara pelan-pelan. Kalau sebelumnya Teman-teman nge-tweet tentang banjir, tweet berikutnya jangan membahas sesuatu yang tidak nyambung sama sekali. Kemas konten tweet semenarik mungkin dan sesuaikan dengan rata-rata segmen followers kita. Misal, kita membawa sebuah merek produk susu pertumbuhan anak. Tweet-lah hal-hal bermanfaat yang menyangkut produk tersebut. Tentang manfaat susu, tip-tip menstimulasi kecerdasan anak, resep mudah serta unik yang menggunakan susu, dan lain-lain. Jangan hard selling atau kelihatan banget jualannya seperti, “Susu ini buaguuus banget!” atau “Susu ini enaknya luar binasaaah, eh, luar biyasaaah!” *halah* Tweet kita akan mengganggu followers. Bisa terkena risiko di-unfol rame-rame. Huaaa ... kacau dunia persilatan!

Jangan jadi Buzzer pelit
Biasanya Buzzer menandatangani surat perjanjian sebelum bekerja. Di dalam surat perjanjian tercantum jadwal nge-tweet kapan saja dan jumlahnya berapa kali. Kalau dalam sehari jadwal Teman-teman nge-tweet dua kali, ketika followers bertanya, jangan mingkem saja. Mentang-mentang sudah nge-tweet dua kali, berarti sudah cukup. Lebih dari itu, tidak mau. Bukan seperti itu. Kalau memang kondisi mengharuskan kita nge-tweet lebih, ya, kerjakan. Imbalannya, kontrak berumur panjang. Senang, kan? Ihiiirrrr.

Narsum menerima piagam

Buzzer harus ghaoel
Jaring pertemanan yang luas dari kalangan blogger maupun kalangan lain. Minta dukungan mereka. Sebaliknya, jika kita pemilik sebuah usaha, boleh minta jasa teman-teman yang suka nge-tweet (atau ngeblog) untuk nge-buzz produk kita. Kirim, dong, produk kita gratis-tis-tis kepada teman-teman Buzzer ini. Ehm, saya enggak nolak, lho, dikirimin, apalagi kalau produknya makanan wkwkwk.    

Talkshow Lika-Liku Buzzer tidak hanya sarat wawasan, tapi juga bertabur hadiah dan pastinya ada suguhan kopi serta snack yang yummy dari Anomali Coffee. Acara ini terselenggara berkat sponsor yang keren-keren, yakni DetikInet, Blogdetik, Trans7, dan DetikTV. Nah, bijimana? Bijimana? Siap memasuki dunia pekerjaan yang cukup menjanjikan ini? Lumayan banget, lho, buat menambah kocek. Yuuuk! [] Haya Aliya Zaki

Sumber foto: Blogdetik

50 komentar:

  1. Makasib mb haya.. Jadi lebih tau nih apa sih profesi buzzer..:) tulisan ini postingan yg pertama dr peserta talkshow td mlm yah :) hebat.. Cepet bgt nulisnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Iya, Mak, kayaknya pertamax hihi. Soalnya aku enggak bisa tidur tadi malam. Jadi, langsung nulis aja. :D

      Hapus
  2. Tantangan lain menjadi buzzer adalah sindiran dari teman atau followers yang memang sengaja memancing. Hal ini pernah saya alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih infonya. Boleh dishare link/posting pengalamannya sebagai Buzzer? Pengin belajar lebih banyak. :)

      Hapus
    2. Saya belum pernah menulis pengalaman menjadi buzzer.

      Hapus
  3. Tulisannya keren mbak...
    Jadi pengen belajar banyak mengenai Buzzer :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Terima kasih atas undangannya. Jangan kapok. :)

      Hapus
  4. Keren reportasenya haya. jd ngeh dgn istilah buzzer. Makasih yaaa.

    BalasHapus
  5. Ternyata, banyak banget ya yang harus dipelajari. Jadi bukan cuman asal bisa "compose a tweet". Wow, lagi nih yang harus di print buat pelajaran sebelum bobo. Btw, bunda blom tau tuh apa artinya "kultwit" ya, Haya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kultwit itu setahu saya kuliah tweet, Bunda. Kultwit ini sederetan tweet yang membahas sebuah topik. Biasanya diberi hashtag. Diberi nomor juga biar followers enggak bingung. Misal, kultwit ttg #ResensiBuku. Berarti tweet-nya membahas tentang resensi buku. Jumlahnya ada 25 tweet. Kira-kira seperti itu, Bunda. IMHO. Saya juga masih belajar xixixi.

      Hapus
  6. mau dong kakaaaaa jadi buzzer....:D

    BalasHapus
  7. masih gaptekk buzer nih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi saya juga masih belajar. :)

      Hapus
  8. oooh makasih nih info pentingnya. Soalnya baru sadar ternyata gitu ya kerjanya buzzer. Ada info lain gak yaa, seperti masalah mention itu gimana, hehe

    aku salah satu pengelola salah satu produk mbak, boleh gak aku follow? tapi produk popok cuci ulang :D

    BalasHapus
  9. saya ngga cocok nih jadi buzzer masih takut takut qiqiqi

    BalasHapus
  10. keren,,,sudah menambah pengetahuan saya..thanks

    BalasHapus
  11. Oke mak..........aku ambil tengahnya deh tentang buzzer,.....jadi diri sendiri. yang bercita-cita bermanfaat u orang lain....siap! ...oke akan aku coba deh...mudah2an gak Labil" hikkss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, Mak, belajar-belaja aja dulu. :D

      Hapus
  12. jadi pengin belajar Twitter, selama ini saya cuma fokus di FB

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, mulai terjun ke Twitter, Bang Fani. Di Twitter banyak peluang. :D

      Hapus
  13. Dunia persilatan online ini meuni asik begini, yah.

    BalasHapus
  14. jadi yg followernya sedikit kayak aku ga usah berkecil hati ya mbak.?

    BalasHapus
  15. Thanks Mba Haya ilmunya ^_^ Baru tahu istilah buzzer. Hihi pertanyaanku sama kayak Mbak Lubena

    BalasHapus
  16. wakz,10%??sluurpttt....asik kayaknya ya jd buzzer,kayaknya hehehe.tfs mak ^^

    BalasHapus
  17. Naah, ini dia ilmu baru yang lagi saya cari-cari. Trims, Mak Haya :)

    BalasHapus
  18. Mau dunk jadi buzzer! Trims untuk sharing yang penuh manfaat ini, Hahay. Keren ih tulisannya, as always! :) *Keren kan panggilan sayang darikuh? Hihi

    BalasHapus
  19. huwa asyik nih kak, ilmunya kepengen juga jadi buzzer, yeah mulai dengan ngetweet yang berbobot hihi :)

    BalasHapus
  20. Kok saya belum bisa merasakan nikmatnya ngetwit, ya, Haya. Masih belum familiar rasanya cuit-cuitan :-(

    BalasHapus
  21. Followerku agak banyak mba, kapan ya ada yang nawarin jadi buzzer 😀

    BalasHapus
  22. Baru baca tulisan ini. Seruu ya jadi Buzzer. Memang harus banyak2 gaul :)

    BalasHapus
  23. Karel Anderson! kocak banget nih makhluk ya mak. AKu selalu yang terperangah setiap nyimak celetukan doi.
    Waaah, walopun udah di-share 2013, ternyata ilmunya tetep manfaat sampe sekarang mak. Cihuy...!

    BalasHapus
  24. Susyah nahan untuk nggak curhat galau di twitter. >.<

    BalasHapus
  25. Aku baru mulai belajar jadi buzzer Mba.. Kalo yg twit-nya secara otomatis di Twitter kita dai si agen apa itu bisa disebut buzzer jg Mba?

    BalasHapus
  26. Wah, lika liku buzzer saya nyimak dulu Mak :)

    BalasHapus
  27. ooooo... baru tau buzzer.... twitter dengan tujuan mempromosikan sesuatu dan memiliki manfaat bagi beberapa pihak...saya ikutan nyimak aja :)

    BalasHapus
  28. Aku pengen banget deh cikgu jd buzzer tapi kalo ngetweet ko jarang2 ada yg retweet...follower udah lumayan byk tapi adem ayem aja gtu. Hiks...sedih :(

    BalasHapus
  29. Wah, tulisan 2013 tapi masih asyik disimak sekarang. Emang bermanfaat banget nih, Mbak Haya. Hemm... Kapan yaa saya bisa jadi buzzer? :)

    BalasHapus
  30. Wiiihh sponsornya kerenn nian ....kebayang asyiknya acara
    Tipnya oke, Mbak .... saya pernah mencoba melakukan, mengirimkan laporan walau gak diminta, lengkap dengan link tweetnya. Bisa jadi kan catatan agen kurang padahal kita sudah kasih bonus :)

    BalasHapus
  31. Terima kasih sudah menulis ini, Mba. Makin bertambah wawasan saya. Sukses selalu, Mbak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan