Jumat, 17 Mei 2013

Bye Bye 'Tragedi Buah Apel' Berkat Parodontax!





Seingat saya, terakhir kali saya makan apel, kira-kira tiga bulan yang lalu. Kebetulan, saya membawa camilan apel merah saat sedang meeting dengan seorang teman editor. Dengan santainya, saya menggigit buah kesukaan saya itu di depan dia.

“Idih, kamu ini. Makan apel pakai berdarah segala! Jijay, ah!” cetus teman saya langsung.
Saya terdiam sesaat. Setelah melihat bekas gigitan di apel, barulah saya mengerti dan jadi malu sendiri. Bagaimana tidak, ada darah di sana! Waks, darah dari gusi saya! Semenjak itu, saya rada-rada mikir kalau mau makan apel di depan teman-teman. Nasiiib, mau makan apel saja harus ngintip dulu ....

Akhir bulan April, saya diundang ke Parodontax Bloggers Meet Up, sebuah acara diskusi tentang #GusiSehat. Saya teringat ‘tragedi buah apel’ dan langsung menyambut undangan dengan senang hati. Parodontax Bloggers Meet Up yang diadakan tanggal 27 April 2013 di Torino Osteria Italiana, Jakarta ini, ramai dihadiri oleh para blogger. Ketika acara dimulai bertanya, drg. Yudha Rismanto, SpPerio. bertanya kepada kami, “Manakah di antara kedua foto ini yang menggambarkan gusi sehat?”


Kiri atau kanan?

Langsung saja kami menjawab gambar kanan! Soalnya, gusi itu berwarna merah muda. Yap, jawaban para blogger benar. Menurut drg. Yudha, gusi yang sehat adalah gusi yang berwarna merah muda. Gusi juga stabil (jika disentuh tidak goyang-goyang) dan tidak ada pendarahan. Nah lho, saya jadi ingat lagi sama ‘tragedi buah apel’ ....

Berdasarkan data Synovate AsiaBus 2011, 5 dari 10 orang Indonesia pernah mengalami masalah gusi. Selama ini, kita hanya memikirkan perawatan gigi. Padahal, perawatan gusi juga tak kalah penting. Gusi berfungsi memberikan estetika (keindahan) dan proteksi gigi.  Gusi membatasi area steril dan tidak steril pada gigi. Ruang di dalam gusi harus steril dari kuman. Jika gusi bermasalah, berarti ruang steril di dalam gusi sudah dimasuki kuman.


Parodontax Bloggers Meet Up

Selain menyikat gigi kuat-kuat, penyebab gusi berdarah adalah plak. Saya baru tahu, sesungguhnya plak tidak pernah bisa dihilangkan karena berasal dari air ludah kita sendiri. Setelah selesai makan, plak pasti akan menempel di gigi (umumnya di pangkal gigi). 


drg. Yudha Rismanto, SpPerio

Plak menjadi incaran kuman. Jika kuman berdiam di sana 8-12 jam, kuman akan ‘matang’. Itulah sebabnya kita harus sikat gigi setiap 12 jam alias 2 kali sehari. Kuman yang ‘matang’ akan bermetabolisme dan mengandung ‘racun’. Gusi pun meradang.

Berikut ciri-ciri gusi bermasalah:
-       Gusi lunak
-       Gusi berdarah (sekali-sekali berdarah)
-       Gusi gendut
-       Gusi pendarahan

       Jika dibiarkan, infeksi ini akan menyebar. Beberapa penyakit diawali dari gusi bermasalah. Contoh, penyakit infeksi katup jantung. Kuman yang berasal dari gusi dibawa oleh aliran darah dan tersangkut di katup jantung. Jadi, betapa pun terlihat sehatnya penampilan kita dari luar, tapi kalau gusi bermasalah, kita berpotensi terkena penyakit serius. Saya juga pernah membaca tentang sebuah penelitian bahwa perempuan yang gusinya bermasalah memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar melahirkan secara prematur. Wah, sebagai seorang perempuan, saya wajib concern, dong. 
Untuk itulah Parodontax hadir. Yap, Parodontax adalah pasta gigi khusus kesehatan gusi yang pertama. Parodontax mengandung 70% garam mineral dan ekstrak herbal alami. 



Pertama kali mencoba pasta gigi Parodontax, saya mengernyit. Rasanya benar-benar unik! Agak asin, mungkin karena kandungan garam mineralnya. Saya paling suka dengan rasa dingin dan segaaarrrr dari Parodontax. Setelah sikat gigi, gigi terasa kesat banget! Warna pasta gigi Parodontax cokelat, tidak seperti pasta gigi biasa yang berwarna putih. 




       Cara yang paling sederhana untuk mengatasi masalah gusi adalah mengangkat penumpukan plak. Bahan aktif natrium bicarbonat di dalam Parodontax mampu mengusir plak dengan mudah. Terbukti 33% pendarahan di gusi berkurang setelah memakai Parodontax. 

Yuk, mari merawat gusi (foto dari sini

Oiya, drg. Yudha melarang membersihkan plak dengan tusuk gigi. Pola gusi bisa berubah jika terkena tusuk gigi. Gunakan dental floss untuk membersihkan plak di sela-sela gigi.

        Bentuk sediaan Parodontax yang beredar di pasaran ada dua, yakni pasta dan gel. Keduanya memiliki manfaat yang sama. Boleh pilih yang mana suka.

Parodontax gel

       Setelah dua minggu memakai Parodontax, saya sudah terbiasa dengan rasanya yang unik. Semakin pede setelah memakai pasta gigi ini. Selain mulut jadi segar, napas jadi harum, juga bye bye ‘tragedi buah apel’! Saya bebas makan camilan apel di depan teman-teman. Horeee! 
Lalu, kalau gusi sudah sehat, apakah boleh lanjut memakai Parodontax?

Boleh-boleh saja. Kandungan Parodontax diformulasikan untuk kesehatan gigi secara keseluruhan. Yang perlu diingat, sebaiknya Parodontax tidak dipakai untuk anak berusia di bawah 12 tahun karena khawatir ada indikasi tertelan. Jika tertelan terus-menerus, tentu akan mengganggu pencernaan. Teman-Teman yang mau bertanya atau share tentang masalah gusi, boleh main ke Facebook, Twitter, atau website Parodontax. 
Acara Parodontax Bloggers Meet Up diskusi #GusiSehat bukan cuma menambah wawasan, tapi juga menjadi semacam ajang silaturahmi yang menyenangkan dengan teman-teman di komunitas digital haha!

Ketemu Mbak @justsilly

Saya sangat setuju dengan kalimat Lody Lukmanto, Senior Brand Manager Oral Care GlaxoSmithKline, salah satu perusahaan farmasi terkemuka di dunia yang berbasis riset.

“Blogger adalah ‘the future teacher’. Zaman sekarang, orang-orang mencari informasi melalui Google (internet). Skripsi saya tidak akan selesai tanpa bantuan Google. Bahkan, di lembar ucapan Terima Kasih di skripsi saya, saya mencantumkan 'thanks to Google'!”


Lody Lukmanto

Ya, blogger mengemban tanggung jawab itu. Jadilah blogger yang menyampaikan informasi positif dan bermanfaat kepada masyarakat. Saya pun berharap informasi kesehatan gusi ini  bermanfaat buat pembaca blog saya. Yuk, ah, mulai sekarang aware dengan kesehatan gusi! ^^ [] Haya Aliya Zaki

Ini testimoni saya setelah 2 minggu memakai pasta gigi Parodontax

 

36 komentar:

  1. kadang kita suka mengabaikan urusan gigi, ya. Padahal kl udah bermasalah apalagi sakit gak enak bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Terutama masalah gusi. Kalau sakit, malah pengin ngomong lebih baik sakit hati daripada sakit gusi hiks.

      Hapus
  2. Huaaaa...aku semakin merasa bersalah terhadap kesehatan gigi dan gusiku *Mak Haya...tolooong, gigiku sudah diganti gigi yang baru *alias palsu...ohhg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, Mak, minimal kita terapkan pada anak-anak kita. :D

      Hapus
  3. Alinea terakhir mbak Haya....wacana baru buat sy...dan sadar ternyata di era 'ini' (Internet ada di siNI --rumah sy--) sering bahkan selalu bertanya sama mbah google ....:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mak. hari gini semua orang pada cari informasi di Google. So, yes, bloggers are 'the future teacher'. :)

      Hapus
  4. Baru tahu sekarang, bahwa ternyata plak itu gak bisa diilangin..

    Makasi buat mba/ibu. untuk artikel kesehatan giginya. berhubungan juga gigi saya juga sudah agak2 rusak akibat banyak konsumsi kopi.

    terima kasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali. Alhamdulillah kalau bermanfaat. Salam kenal. :)

      Hapus
  5. thanks artikelnya .. iya nih gusi kadang berdarah, nanti aku coba juga pasta giginya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Mas Chandra. Iya, silakan dicoba. Rasakan sensasi semriwingnya. :D

      Hapus
  6. ups, kadang klo ngantuk bgt saya suka males sikat gigi sbelum tdr :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Ternyata enggak boleh. Selama kita tidur, kuman di gigi keburu 'matang' kalau tidak disikat.

      Hapus
  7. baru tau tentang penyakit infeksi katup jantung itu, mak. semoga aja makin banyak orang yang sadar pentingnya kesehatan gusi. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Dulu aku pernah dengar, tapi sekilas. Sekarang baru tahu detailnya. :)

      Hapus
  8. Tips kesehatan gusi yang bermanfaat dalam mengarahkan masyarakat akan arti sebuah kesehatan gusi.

    Sukses selalu
    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih, Mas. Semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya. :)

      Hapus
  9. dulu waktu masih koas di rumah sakit, liza pernah mendapatkan pasien yang menderita abses ataupun nanah di bagian rahangnya gara-gara tusuk gigi. berawal dari kebiasaannya membersihkan sela2 gigi dengan tusuk lidi, Akhirnya Jadi infeksi. so let's change our habbit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, absesnya gara-gara sering pakai tusuk gigi, ya? Seram. Hayuk, saya juga kapok, ah, pakai tusuk gigi hiks.

      Hapus
  10. haduuuh.. kalo ngomongi soal gigi damae suka malu sendiri. sdah rusak sejak kecil, :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak apa-apa, Mak. Yuk, kita ubah kebiasaan untuk kebaikan anak cucu kita nanti. :)

      Hapus
  11. Saya pernah menyikant gigi,ada darah, berarti mesti ganti ke parodontax nih... hehehe...

    BalasHapus
  12. Yang berdarah pasti gusi. Bisa coba Parodontax pasta gigi khusus kesehatan gusi, Mbak. ^_^

    BalasHapus
  13. Makasih untuk artikelnya Umi Haya. Aku baru tahu, ternyata gak boleh bersihin sela gigi pake tusuk gigi. :) BTW jadi pengen nyoba Parodontax setelah membaca artikel ini berikut menonton testimoninya. Beli ah. ^_^

    BalasHapus
  14. Iya, sebaiknya pakai dental floss, Mbak Nelfi. Kalau gusi berdarah, paling cocok memang pakai Parodontax. ^_^

    BalasHapus
  15. Ah iya bener banget itu mba soal kesehatan gigi dan gusi yang juga bisa menimbulkan efek terhadap jantung :( Selama ini padahal suka nyepelein. Baru tau ada pasta gigi yang "ramah" sama gusi yang meradang. Thanks infonya mba :)

    BalasHapus
  16. Iya, Mom Nieke, aku juga baru tahu tentang pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi ini dari acara Parodontax Bloggers Meet Up. :)

    BalasHapus
  17. horeeeeeeeeeeeee...... menang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha semoga info tentang kesehatan gusinya bermanfaat, ya. ^_^

      Hapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Komenku sblmnya kuhapus. Udah ada jawabannya di tulisanmu di atas. Jadi pengen tau rasanya pakai Parodontax...

    BalasHapus
  20. Jadi pingin coba pasta gigi ini Mak, pernah ngerasain gusi berdarah, gak enak banget :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat mencoba, Mak. Semoga gusinya cepat semubuh, ya.

      Hapus
  21. Hiii.. baru tau soal kuman yang mateng itu. weeekkss..

    BalasHapus
  22. tulisannya sangat bermanfaat sekali,,thanks

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan