Senin, 29 April 2013

Yasmin Amira Hanan, Bangga Menjadi Penulis dan Pemusik Muda


Banyak yang istimewa dari acara Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 powered by Acer di Gedung F lantai 6, Kemendiknas, Jakarta (28/4). Salah satunya adalah penampilan remaja berbakat, Yasmin Amira Hanan. Yasmin menunjukkan kemampuannya menyanyikan lagu Price Tag (Jessie J) dan Baby (Justin Bieber) sambil bermain gitar. Suaranya merdu. Petikan gitarnya cantik! Yang belum melihat penampilan Yasmin, videonya ada di sini


Yasmin Amira Hanan (foto Dian Kelana)
Selain bersuara merdu dan jago memetik gitar, Yasmin juga senang menulis. Mau tahu profil Yasmin selengkapnya? 

Ada yang sedikit berbeda dari sosok penulis remaja kelahiran Jakarta, 23 Juni 1998 ini. Gaya bicaranya ceplas-ceplos dan keinggris-inggrisan. Ayah dan ibu Yasmin memang asli orang Medan, tapi mereka sekeluarga sempat tinggal di Amerika, tepatnya di Orchard Down, Urbana Champaign, Illinois. Pasalnya, ayah Yasmin melanjutkan pendidikan S2 di sana. Setelah studi ayahnya selesai, mereka menetap di Bekasi. Setiap Lebaran tiba, barulah mereka mudik bertemu kakek nenek dan keluarga besar di Medan.

“Suatu saat, aku ingin menulis novel berbahasa Inggris. Kalau sekarang, aku ingin berusaha memperbaiki grammar-ku dulu dan memupuk rasa percaya diri juga,” kata Yasmin sambil memperlihatkan buku-bukunya. Buku-buku Yasmin yang sudah terbit memang masih berbahasa Indonesia semua, yakni Supermanda - Liburanku, Biola, dan Kurcaci (2010), Doughnut Boy - Happy Birthday, Indonesia! (2011), dan baru-baru ini novel Unforgettable Moment (2012). Semuanya di bawah naungan penerbit DAR! Mizan. 


          Selama tinggal di Amerika, Yasmin enjoy banget dengan kehidupan bersama teman-teman multikultur dan sekolahnya. Lambat laun, Yasmin jatuh cinta kepada bahasa Inggris, bahasa yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari. Yasmin mengakui, kemampuan bahasa asingnya berperan dalam sejumlah prestasi yang berhasil diraihnya, seperti Young Author Nomination untuk tulisan berjudul The Poor Sam di Martin Luther King, Jr. Elementary School (2008), Juara Harapan Lomba Story Telling di BBC (2009), dan Juara Harapan Lomba Spelling-bee di Al-Azhar Kemang Pratama (2009). Selain prestasi tadi, Yasmin juga meraih Runner-up Lomba Menulis Cerpen Anak Indonesian Muslim Sisters (IMSIS) di Amerika (2008). Salah satu cerpennya menjadi cerpen terpilih pada Hari Anak Nasional (2011).

“Aku suka menulis karena bisa mengungkapkan perasaan, menyampaikan pendapat, bahkan berargumen melalui tulisan. Namun, aku tidak ingin menulis hal-hal yang menyakiti hati orang lain,” kata putri sulung Indra Gunawan dan Wylvera Windayana ini. Adik tunggal Yasmin, Darryl Khalid Aulia (11 tahun), pula mengikuti jejak kakaknya sebagai penulis. Asyiknya, kakak beradik sama-sama penulis, ya!

Sekarang Yasmin sedang menulis naskah novel keduanya yang berjudul Unforgettable Moment 2.0. Naskah ini bukan sambungan dari novel yang pertama, Unforgettable Moment. Ceritanya sangat berbeda. Tokoh-tokohnya juga berbeda. 


          Dengan menulis, Yasmin ingin menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama anak muda. Ya, kenapa tidak? Zaman sekarang bukan hanya model, penyanyi, dan bintang film yang menjadi inspirasi. Penulis juga, lho! Tulisan kita bisa memotivasi orang menjadi lebih baik. Ketika kita road show ke berbagai daerah dan bertemu bermacam karakter orang, kita bisa sekalian menularkan pengaruh positif. Insya Allah, kita tidak akan berhenti menjadi inspirasi walau kita telah tiada karena karya kita akan terus ‘hidup’ dan dikenang pembaca, demikian menurut Yasmin. Wow, pemikiran yang keren, ya?

Soal musik? Ya, itu tadi. Selain jago bermain gitar, Yasmin juga piawai main biola. Yang lebih disukai, sih, bermain gitar. Si penyuka Italian food dan milkshake chocolate ini mulai belajar kira-kira dua tahun yang lalu. Awalnya, dia tertarik melihat Kakek yang suka bermain gitar. Ketika adiknya, Khalid, ikut kursus gitar, dan dibelikan gitar, Yasmin semakin tertarik. Mungkin tidak ada yang menyangka -dengan petikan gitar secantik itu- Yasmin belajar secara autodidak! Dia belajar nada dari buku, kemudian baru belajar memetik senar. Kadang-kadang jari Yasmin lecet. Namun, usahanya tidak sia-sia. Dalam hitungan bulan, Yasmin sudah mahir. Salut!

Yasmin dan adiknya, Khalid

       “Menulis dan bermusik sama-sama menyenangkan. Aku tidak pernah melakukannya karena terpaksa. Bagiku, berkesenian itu untuk having fun, bukan menyusahkan. Awalnya sih, seperti kata orangtuaku, have a little taste of everything. Coba saja semuanya. Kalau kita sudah ketemu hal yang kita minati, kita tinggal fokus di situ,” jelas Yasmin yang sekarang bersekolah di SMPN 1, Bekasi.

Lalu, bagaimana Yasmin mengatur waktu?

“Nah, sebenarnya aku juga sedang mencari siasat mengatur waktu yang baik. Soalnya, aku sendiri masih sering kewalahan mengatur waktu!” jawab Yasmin tertawa. Untuk urusan jadwal, Yasmin memerlukan bantuan Ibu. Kalau Ibu bilang belajar ya, belajar. Kalau Ibu bilang lanjut menulis atau main musik, ya, Yasmin ikuti. Ibu memang suporter terbaik! 

Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Dua jam berbincang-bincang dengan Yasmin, sungguh tidak terasa. Sebelum melanjutkan aktivitas, Yasmin berpesan, “Sebaiknya kegiatan menulis dan bermusik jangan cuma dilakukan untuk mencari fame (ketenaran). Lakukan semuanya dari hati. Nanti hasilnya juga bakal ‘klik’ di hati. Jujur, aku bangga menjadi penulis dan pemusik remaja. Anak muda juga dihargai pendapat dan kemampuannya,” pungkas pengagum quotes William Shakespeare ini, tersenyum. 

Teman-teman yang mau kenalan dengan Yasmin, silakan follow akun Twitter @yasmin_hanan. Atau, mau membaca celotehan-celotehan serunya mungkin? Sila main ke blog http://rauhling-a-glass-door.tumblr.com dan http://the-little-parts.blogspot.com. [] Haya Aliya Zaki




19 komentar:

  1. Mantep ah.. :D
    mau belajar main gitar sama Yasmin dlu mak, *belajar main keyboard aja kagak bisa-bisa *
    masih kecil dah keren yah prestasinya mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mak. Aku ga bisa-bisa belajar nada. Ga hafal-hafal qiqiqi.

      Hapus
  2. pingin juga belajar musik ama yasmin mak, musik dan menulis memang dua bakat yang romatis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iiish iya, bener banget ya, Mak. Apalagi pas suasananya gerimis gitu. Amboiii ....

      Hapus
  3. Keren dan inspiratif ya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mak. Multitalenta. :D

      Hapus
  4. Wow, sungguh beruntung Indonesia memiliki mutiara secantik Yasmin, tinggal diasah secara kontinue, maka kilauannya akan membahana ke seantero negeri. Kereeen, sukses untuk Yasmin, dan trims liputannya, Mak Haya. :)

    BalasHapus
  5. Yap, semoga ada Yasmin-Yasmin lain ya, Mak. Kembali kasih. :)

    BalasHapus
  6. Hah?
    Kelahiran 98? Masih muda banget ya, Mba.
    Foto yang pertama tampak dewasa. ... .

    Salut dengan bakat2nya. .
    Semoga novelnya cepat rilis dan sukses utnuk Yasmin. . . ^*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih, Tanteee ... *mewakili Yasmin* Qiqiqi ....

      Hapus
  7. Hebat, postingannya Mak satu ini selalu komplit banget :)

    BalasHapus
  8. Makasih, Mamaaakkk ... sering-sering mampir, ya. :D

    BalasHapus
  9. Wah, Ibunya Yasmin baru bisa kasi komen ini di postingan Haya, makasih ya, Hay. Btw, ada titipan salam dari Yasmin buat Tante-tante semua, terima kasih supportnya, katanya. Doakan Yasmin tetap konsisten menekuni minat dan hobinya ya, Aunties tapi tetap menomorsatukan study tentunya (ini sih tambahan dari ibunya...hehehe....). Sekali lagi, makasiiih.... ;)

    BalasHapus
  10. Waaa ... ibu Yasmin muncul. :D
    Siiip. Sukses buat Yasmin ya, Kak Wiek. :)

    BalasHapus
  11. Lebih banyak berlatih dengan hati :)

    BalasHapus
  12. Mantap liputannya mak, kereen Yasmin.... smg makin bnyk karyanya....

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan