Selasa, 16 April 2013

Pengenalan Profesi Penulis di SD Gemala Ananda


Pertengahan bulan Maret 2013, seorang teman trainer penulisan Galeri Kelas Ajaib, Fita Chakra, menghubungi saya. Dia meminta tolong kepada saya untuk menggantikannya menjadi sukarelawan di SD Gemala Ananda, Lebak Bulus, Jakarta, pada tanggal 4 April 2013. Pasalnya, Fita harus berangkat ke acara pameran buku di Bangkok bertepatan dengan tanggal itu.
Saya bukan diminta mengajar teknik penulisan kepada anak-anak SD kelas III tersebut, melainkan pengenalan profesi penulis. Tawaran menarik ini langsung saya terima dengan sukacita. Kebetulan, saya pernah memberikan materi bertema sama di beberapa SD.
  Kamis pagi, sebelum pukul 10.00 wib, saya tiba di SD Gemala Ananda. Tidak sulit menemukan lokasi sekolah. Sebelumnya, saya sudah mencari informasi lokasi melalui internet. Dari sebagian tulisan para orangtua, saya mengetahui bahwa SD Gemala Ananda disukai karena sistem belajarnya yang menyenangkan. Wah, saya jadi tambah tertarik mengunjungi sekolah ini.

Sebelum kelas dimulai

Berdasarkan keterangan Bu Zaitun, wali kelas SD kelas III,  salah satu kurikulum SD kelas III adalah Pengenalan Profesi. Kemarin pengenalan profesi chef. Dan, sekarang, pengenalan profesi penulis buku cerita anak.
“Aku senang, tuh, profesi chef kemarin!” celetuk Ryan, salah seorang murid.
“Nah, kamu juga pasti suka sama profesi Ibu Haya,” sahut Bu Sulis, guru bahasa Indonesia.    
 Pukul 10.00 pagi teng, saya mengajak anak-anak yang berjumlah 24 orang itu untuk melakukan macam-macam gerakan senam otak. Senang sekali mereka. Gerakan senam otak yang unik membuat mereka tertawa-tawa. 

Senam otak bersama anak-anak
Kemudian, saya lanjut dengan membacakan dongeng yang saya tulis sendiri. Judulnya Kado untuk Putri Zaza

Membacakan dongeng

Rencananya, setelah selesai membacakan dongeng, saya akan meminta anak-anak menebak profesi saya. Namun, belum juga selesai, anak-anak sudah sibuk mengacungkan tangan.
“Penulis!”
“Pustakawan!”
“Wartawan!”
Demikian tebak mereka semangat. Saya tersenyum geli. Beberapa anak menjawab benar. Saya memberikan hadiah buku karya saya Hilangnya Berlian Pink (DAR! Mizan) kepada satu orang anak yang menjawab benar.   
Penyampaian materi Profesi Penulis saya selingi dengan mengajukan pertanyaan kepada anak-anak, melempar games, dan memutar film animasi singkat. Selama saya menyampaikan materi, Bu Zaitun dan Bu Sulis tetap berada di dalam kelas. Jujur, bukan hal yang mudah mengajar anak-anak. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Perhatian anak-anak gampang sekali teralih. Kita harus pandai-pandai menarik perhatian mereka supaya mereka mau fokus pada materi yang sedang disampaikan. Jumlah anak di dalam kelas juga jangan terlalu banyak, sebaiknya tidak lebih dari 40 orang. 


Alhamdulillah, anak-anak tampak excited sekali. Mereka mendengarkan dengan saksama, terkadang bertanya, atau ikutan menjawab games. Pukul 12.00 siang, di akhir sesi materi, Bu Zaitun bertanya, “Siapa yang ingin menjadi penulis cerita anak?”
“Saya! Saya!”
“Aku! Aku!”
Semua menjawab sambil mengacungkan tangan. Waaa ... senangnya saya! :D
Sebelum pulang, saya mengobrol sebentar dengan Bu Sulis. Ternyata, anak-anak kelas III SD Gemala Ananda sudah menerbitkan buku kumpulan puisi, lho, meskipun masih untuk kalangan sendiri. Kalau terus dipupuk semangat mereka dan diarahkan dengan baik, insya Allah, mereka akan menghasilkan karya tulis yang lebih banyak dan lebih bagus lagi.

Pada ngantre minta tanda tangan haha!

Menerima sertifikat dari Najla

Berfoto bersama

SMS dari Bu Zaitun
Bahagianya bisa berbagi. Semoga saya mendapatkan kesempatan memberikan pelatihan untuk anak-anak lagi. [] Haya Aliya Zaki

11 komentar:

  1. semoga sukses selalu ya mbak haya. suka sekali lihat foto2 mbak haya dan para siswanya, terutama foto saat senam otak bersama.

    BalasHapus
  2. Mbak Hana pandai sekali menarik hati anak2. Semoga sukses dengan kegiatan belajar mengajar dan menulisnya.

    BalasHapus
  3. Eeehh maaf salah ketik nama... Mbak Haya maksudnya. Hehehe...

    BalasHapus
  4. Waktu ngisi di sekolah Keisya, alhamdulillah anak-anak juga senang. Pas diminta menulis, ceritanya lucu-lucu hihihi. Makasih Haya, sudah menggantikanku :)

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Mak Lisa:

    Makasih, Mak Lisa. Seneng liat anak-anak yang lucu dan banyak polahnya. :)

    BalasHapus
  7. Mak Leyla:

    Biasanya kalo habis ngajar anak-anak, saya lansung minta dipijit, Mak. :))))

    BalasHapus
  8. Mak Niken:

    Alhamdulillah, semoga anak-anak merasa senang saat belajar ya, Mak. Sukses juga buat Mak Niken. :)

    BalasHapus
  9. Fita:

    Makasih juga ya, Fita. :)

    BalasHapus
  10. senang banget ya, gayanya sama kayak anak-anak di SDITku, penuh semangat:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan