Jumat, 26 April 2013

Narid Sulthan Maulana, Pelajar Aceh yang Mengukir Prestasi Nasional


Berwajah tampan dan bertutur kata santun, demikian sosok profil cilik ini. Dia adalah Narid Sulthan Maulana, pelajar kelas 6 SD 16, Banda Aceh. Sulthan, begitu panggilan akrabnya, tentu masih memiliki nilai 'plus' lain, yakni prestasinya yang gemilang di berbagai bidang. Hm, cerita apa saja Sulthan seputar aktivitasnya?

Narid Sulthan Maulana

Ditemui di acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2012 (29/11) di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Sulthan bercerita bahwa beberapa waktu belakangan, dia sedang berusaha menyelesaikan cerpen duet bersama sahabatnya dan sebuah novel tentang naga. Wow, hebat!

“Sulthan mulai menulis sejak dua tahun lalu. Awalnya karena senang melihat Mama menulis. Suatu hari, Mama membelikan diari untuk Sulthan. Sulthan pun menuliskan pengalaman sehari-hari Sulthan di situ. Sebentar saja, diari sudah terisi penuh. Lalu, Sulthan minta dibelikan diari lagi. Begitu terus sampai terkumpul empat diari. Cerita-cerita dari keempat diari itulah yang akhirnya dibukukan dalam Diari Kocak Sulthan (DAR! Mizan),” kata Sulthan. Mama Sulthan, yakni Beby Haryanti Dewi, memang penulis dan editor yang sudah malang melintang di dunia literasi. Mamalah tempat Sulthan bertanya dan berdiskusi. Mama yang sering mengantar Sulthan mengikuti acara lomba menulis. Sedangkan papa Sulthan, Ilham Maulana, seorang dosen, juga mendukung kegiatan Sulthan. Omong-omong, Sulthan mendapat undangan menghadiri KPCI 2012 karena cerpen yang ditulisnya lolos pada babak awal. Hasil finalnya, cerpen karya Sulthan berhasil meraih juara II di acara yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan  Mizan ini. 

Sulthan sedang ikut lomba menulis cerpen di KPCI 2012

“Senang sekali diundang ke Jakarta. Sulthan bisa kenalan sama kawan-kawan baru dari seluruh penjuru Indonesia,” komentar Sulthan bersemangat. Ini kali kedua Sulthan diundang ke acara KPCI. Pastinya menjadi pengalaman berharga dan tak terlupakan bagi Sulthan, ya.   

Selain menulis cerpen berbahasa Indonesia, Sulthan juga jago menulis cerpen berbahasa Inggris. Dia pernah meraih juara II Lomba Menulis Cerpen Nasional Tingkat SD Kategori Bahasa Inggris dalam rangka Hari Anak Nasional 2011. “Setiap menang lomba, Sulthan merasa senang. Soalnya, pasti diumumkan pas upacara sekolah dan Sulthan diminta maju oleh Bu Guru,” kata Sulthan polos.

Sulthan paling suka menulis cerita bertema petualangan, persahabatan, dan kendaraan. Pokoknya yang konfliknya seru dan sulit! Penggemar novel karya Cressida Cowell ini, biasanya mendapatkan inspirasi dari kegiatan membaca buku, menonton film, bermain, atau dari melihat tingkah unik teman-teman serta adik-adiknya, Neubrina Fathin Lagoina Maulana (8 tahun) dan Navid Geunta Maulana (4 tahun).

Tidak  hanya keranjingan mengeksplorasi imajinasi, lalu menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, Sulthan pula mengukir aneka prestasi lain, yakni juara I Story Telling antar-SD Se-Banda Aceh dan Aceh Besar 2010, juara III Lomba Cerdas Cermat Islami TPA Tgk. Chik Dilamnyong Banda Aceh 2011, juara III Lomba Pidato TPA Tgk. Chik Dilamnyong Banda Aceh 2011, juara II Lomba Mendongeng Aceh Book Fair 2012, juara II Story Telling Maulid Nabi KBRI Canberra, Australia. 

Eit, tunggu dulu. Australia?

Ya, ternyata, Sulthan pernah tinggal di Jerman dan Australia karena mengikut papanya yang melanjutkan studi. Di sana, Sulthan punya banyak sahabat dari berbagai negara. Ada Quoc Anh dari Vietnam, Spencer dari Australia, dan Kasuni dari India. “Sedih juga, sekarang Sulthan tidak bisa main sama mereka lagi,” gumam Sulthan. Asyiknya, tinggal sekian lama di luar negeri membuat Sulthan mudah menguasai bahasa asing. Namun, Sulthan mengaku, sekarang dia cuma bisa berbahasa Inggris. Kalau bahasa Jerman, yang diingat tinggal beberapa kata saja hehehe. 

Sehari-harinya kegiatan Sulthan adalah sekolah, mengaji, dan menulis. Orangtua Sulthan tidak mau membebani Sulthan dengan les ini itu atau menetapkan target macam-macam. Kalau sedang ada waktu luang, Sulthan berkreasi dengan barang-barang bekas di rumah. Sulthan juga suka merangkai alat listrik sampai-sampai pernah kesetrum! “Selain menjadi penulis, Sulthan ingin menjadi fisikawan!” sahut Sulthan tertawa. 

        Sebelum berpisah, Sulthan berpesan agar Teman-Teman rajin-rajin menulis. Bergabung dengan komunitas, merupakan ide yang oke. Kini Sulthan terdaftar sebagai anggota KPCI. Biar bisa berbagi dan saling menyemangati. Menulis buku pun dapat dilakukan sama-sama dengan teman seorganisasi. Lebih ringan dikerjakan dan lebih cepat selesai.  

Sulthan (kiri) berbagi cerita tentang pengalaman menulis

Teman-Teman yang ingin kenalan dengan Sulthan, silakan add Facebook Sulthan Maulana atau kirim e-mail ke: naridsulthan@gmail.com. Tapi, maaf kalau nanti balasnya agak lama, ya. Soalnya, Sulthan tidak begitu sering buka internet hehehe. Salam kreatif! [] Haya Aliya Zaki



12 komentar:

  1. Wah, hebat ya masih kecil sudah berprestasi, salut deh buat Sulthan :) dan gak mau kalah juga ah, sama semangat nulisnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, jangan mau kalah dengan Sulthan, Mak Helda. Keep writing. :)

      Hapus
  2. Saya Ibu dua anak, jadi pengen bisa mendidik mereka menulis, wlpn sy tdk lihai menulis....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, Mak, insya Allah. Modal awalnya harus gemar membaca dulu. Kalau sudah gemar membaca, pelan-pelan diajarkan menulis cerita. :)

      Hapus
  3. Senang sekali ya...anakku masih tiga tahun, sekarang umminya suka nulis, meskipun belum ada yang pecah telor, semogaaa, aamiin.

    Mba Haya, semakin memberiku semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pecah telur gimana maksudnya, Mak? Dimuat di media cetak, ya? Menulis di blog itu keren banget, enggak harus di media cetak. Ayo, pasti ananda bisa mengikuti jejak umminya. Semangat, Mak! :)

      Hapus
  4. Sulthan kereeen. Semoga anak-anak Indonesia lebih banyak lagi yang berprestasi kayak Sulthan, ya.. emaknya (mbak Beby) hebat euy.

    BalasHapus
  5. Aamiin, harapan kita semua ya, Mak. Iya, Kak Beby hebat euy. Peran ibu sangat besar dalam melejitkan potensi anak-anaknya. :)

    BalasHapus
  6. selamat ya sulthan, selamat juga untuk kak beby

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih dah mampir ya, Mak Lisa. :)

      Hapus
  7. wah, putra Aceh, proud of you Sulthan. Terus berkarya ya nak! Trims sharingnya, Mak Haya!

    BalasHapus
  8. kak Sulthan hebat bangeeet... pengen deh kaya kak Sulthan... Oh iya, aku udah kenal sama kak Sulthan lho, kak...

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan