Sabtu, 30 Maret 2013

Gigi Ngilu? Just Say It!



 Beberapa waktu lalu saya membaca status Facebook seorang teman.

“Gara-gara selalu nyikat gigi kuat-kuat, sekarang gigiku jadi sering ngilu, nih. Apalagi kalau minum dingin. Minta ampun, deh. Sensitif banget!”

Kening saya mengerut. Benar enggak, sih, menyikat gigi kuat-kuat bisa bikin gigi sensitif? Kalau benar, lama-lama gigi saya bakal jadi gigi sensitif juga, dong? Alamak! Soalnya, saya selalu menyikat gigi kuat-kuat supaya gigi saya putih cemerlang seperti gigi Paramitha Rusady. *tuh, ketahuan angkatannya* *uhuk*

Thank God, seminggu kemudian, saya mendapat undangan keren. Saya diminta menghadiri acara Sensodyne Just Say It Blogger Meet Up di Turkuaz Restaurant, Jakarta, 10 Maret 2013. Siapa tahu rasa penasaran tentang gigi sensitif bisa terjawab di acara ini, pikir saya. 


Tidak sulit mencari Turkuaz Restaurant karena letaknya di tengah kota, tepatnya di Jalan Gunawarman No. 32, Kebayoran Baru, Jakarta. Begitu masuk, saya langsung merasakan suasana ala Turki. 


Saya memesan teh turki dingin. Mumpung lagi di sini, kesempatan nyicipin, dong, hihihi. Hm, ternyata, rasa teh turki lebih kelat daripada teh lokal. Warnanya juga lebih hitam. 


Selanjutnya, sembari menikmati camilan Turkuaz Restaurant yang uenak-uenak, saya khusyuk menyimak materi yang dipresentasikan Bambang Nursasongko drg. SpKG(K), Founder and President of Jakarta Dental Spesialist Study Club and Training Center. 

Kumpulan Emak Blogger duduk paling depan

Pemirsaaa ... tahu enggak, 45% masyarakat Indonesia merasakan ngilu karena gigi sensitif saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, manis, ataupun asam. Nah, lho, apakah kamu salah satunya? Tercatat 52%  dari mereka tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif (Ipsos Indonesia, 2011). Sebagian mengabaikan rasa ngilu karena menganggapnya sebagai hal remeh. Sebagian lagi, pada malas dan takut periksa ke dokter gigi. 

Apa yang dimaksud dengan gigi sensitif?
Gigi sensitif adalah istilah umum yang dipakai untuk menyatakan rasa nyeri yang tajam dan pendek akibat terbukanya dentin yang berada di bawah lapisan email gigi. Email gigi ibarat helm pelindung, nih. Kebayang, kan, kalau kamu naik motor enggak pakai helm? Enggak aman pastinya. Dentin memiliki saluran yang menghubungkan ruang syaraf gigi. Kalau dentin terbuka, rangsangan makanan dingin, panas, asam, dan manis, akan menyebabkan terjadinya nyeri tadi. 

Bambang Nursasongko drg. SpKG(K)

Bagaimana cara mengetes gigi sensitif? Simak video di bawah ini.


Yap, drg. Bambang meminta kami untuk kumur-kumur dengan air dingin. 



Kalau terasa ngilu, nyeri tajam dan pendek, berarti gigi kamu termasuk sensitif. Alhamdulillah, gigi saya tidak ngilu sama sekali. Amaaan. 

Nah, berikut beberapa poin penting penyebab gigi sensitif yang saya catat:

Sikatlah gigi dua kali sehari. Sikat gigi secara teratur dapat mencegah perkembangan bakteri sehingga terhindar dari masalah radang gusi dan gigi sensitif. Waktu sikat gigi yang paling baik adalah saat bangun tidur pagi hari (bukan setelah sarapan) dan akan tidur malam. Oiya, fyi, sebaiknya, tidak langsung sikat gigi setelah makan. Kenapa? Setelah makan, mulut sedang dalam suasana asam. Jika kita langsung sikat gigi, bukan hanya makanan yang rontok, tapi partikel gigi juga. Aih, seram. Tunggu kira-kira setengah jam dulu, ya, baru boleh sikat gigi.

Jangan gara-gara terobsesi ingin gigi putih (halah), kamu malah sikat gigi enggak ketulungan kuatnya. *ngaca* Hati-hati dengan tooth paste abuse, misalnya pemakaian sikat gigi untuk perokok. Pasta giginya terdiri atas serbuk kasar. Semakin kasar serbuk, rasanya gigi seperti semakin diamplas. Alih-alih putih, justru email gigi yang terkikis. 

Hindari penggunaan sikat gigi yang sudah mekar (istilah drg. Bambang: sikat gigi jeber). Pakai sikat gigi yang lembut. Ganti sikat gigi secara berkala.  

Ada yang baru tahu istilah bruxism? Sama! Saya juga baru tahu, nih. Bruxism adalah istilah untuk orang yang suka menggeratakkan gigi (terutama waktu tidur malam hari). Kalau terus-menerus dilakukan, gigi bisa sensitif.

Perawatan gigi sensitif
Gigi sensitif membutuhkan dua zat aktif, yakni Potassium Nitrat dan Strontium Chlorida. Potassium Nitrat berfungsi menghambat rangsang gigi, sementara Strontium Chlorida berfungsi menutup pori-pori dentin. Kedua zat aktif ini terdapat di dalam Sensodyne yang memang ahlinya perawatan gigi sensitif selama lebih dari 50 tahun. Berdasarkan keterangan drg. Ariandes Veddytarro (Dental Detailing Manager GlaxoSmithKline), kini Sensodyne hadir dalam 8 varian. Yang terbaru adalah Sensodyne® Rapid Relief. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan kamu.  
 
drg. Ariandes Veddytarro (Dental Detailing Manager GlaxoSmithKline)
 
 
Sensodyne® Original
Sensodyne® Original mengandung Strontium Chloride yang terbukti secara klinis memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif dengan pemakaian dua kali sehari secara teratur.
 
Sensodyne® Total Care
Sensodyne® Total Care memberikan perlindungan serta perawatan menyeluruh untuk gigi sensitif, membersihkan plak pada gigi, dan memberikan perlindungan dari gigi berlubang. 


Sensodyne® Fresh Mint
Sensodyne® Fresh Mint memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan perawatan untuk mencegah gigi berlubang. Rasa mint-nya segar banget.
 
Sensodyne® Cool Gel
Sensodyne® Cool Gel memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan kesegaran pada mulut. Bentuknya berupa gel.
 
Sensodyne® Gentle Whitening 
Sensodyne® Gentle Whitening memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus mengembalikan warna putih alami pada gigi. Pasta gigi ini berbeda dengan pasta gigi pemutih lainnya yang bersifat mengikis email gigi.
 
 Sensodyne® Gum Care
Sensodyne® Gum Care memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif dan menjaga kesehatan gusi.

 
 Sensodyne® Repair & Protect

Dengan teknologi Novamin®, Sensodyne® Repair & Protect dapat mengembalikan lapisan mineral gigi alami untuk melindungi gigi sensitif.
 
Sensodyne® Rapid Relief
Sensodyne® Rapid Relief memberikan perlindungan dari rasa ngilu dengan cepat, dengan cara dioleskan langsung di area yang ngilu pada gigi sensitif. Pasta gigi ini memiliki formulasi khusus yang dapat membantu sumbatan di dalam dentin gigi yang terbuka.
 
Menurut Amanda Parikesit (Brand Manager GlaxoSmithKline), melalui program Sensodyne Just Say It, Sensodyne ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gigi ngilu adalah indikasi gigi sensitif. Masyarakat juga perlu tahu faktor-faktor yang menyebabkan gigi sensitif. Jangan abaikan gigi sensitif karena nanti bisa bertambah parah. Selain melalui media sosial, program ini juga digaungkan melalui road show di berbagai lokasi. 

Amanda Parikesit (Brand Manager GlaxoSmithKline)
  
Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat video ini.


 Acara yang dipandu oleh Ernest Prakasa ini dimeriahkan dengan games food challenge. Alhamdulillah, saya memenangi games food challenge! Hahay! Ceritanya, masing-masing peserta disuguhi makanan serta minuman asam, dingin, dan panas. Berkat bebas gigi ngilu, saya embat semuanya dengan cara saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya (apa, seh). Kenyaaang ....


Oiya, saya juga menang live tweet terbaik, lho! Asyiiik ... jadi, selain bawa ilmu, perut kenyang, saya juga mengantongi voucher MAP 500 ribu pula. Siap-siap belanjaaa. *kibas-kibas voucher


Terima kasih ya, Sensodyne! Sekarang saya sudah tahu definisi gigi sensitif dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Berarti benar status Facebook teman saya, ya hehehe. Saya jadi lebih aware dengan kesehatan gigi. Buruknya kesehatan gigi berpengaruh pada kesehatan organ tubuh lainnya, seperti jantung. Dengan menjaga kesehatan gigi, kita dapat menambah harapan hidup sebanyak 6,4 tahun.

Teman-Teman, yuk, berpartisipasi dalam program Sensodyne Just Say It! Sharing secara singkat tentang makanan atau minuman yang membuat gigi kamu ngilu di website Sensodyne. 


 Atau, melalui Facebook Sensodyne Indonesia.


 Atau, bisa juga melalui Twitter @GigiNgilu. Formatnya: Takut gigi ngilu kalau makan/minum ____ mention @GigiNgilu hashtag #Sensodyne #JustSayIt. 


 Rebut hadiah 5 Iphone5, 50 Samsung Galaxy SIII Mini, dan 500 paket premium Sensodyne! Mudah caranya dan hadiahnya oke banget, kan? Nah, tunggu apa lagi! Mari sama-sama sukseskan program Sensodyne Just Say It! [] Haya Aliya Zaki

32 komentar:

  1. Aku pake sensodyne dong selama ini. CUma masalahnya, dia belum dikhususkan untuk coffeelover ya? *apaseh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaa ... pakai Sensodyne Gentle Whitening, Mak. Biar gigi putih kayak gigi Paramitha Rusady hihi.

      Hapus
  2. Maak, I'm Sensodyne user and love it ^_^

    Dulu pake yang Gum Care, enak banget rasanya. Tapi selama hamil ini ganti yang rapid relief karena suka ngilu n lebih sensitif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, gitu ya, Mak. Sip, sip. Pantas giginya sehat dan makin cling! :D

      Hapus
  3. Aku kudu pake sensodyne pas abis kemo..g ngilu xixixixi

    Met blanja mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepat sembuh, Mak. Untung ada Sensodyne, ya. Makan atau minum jadi bebas ngilu. :)

      Hapus
  4. Awalnya aku nggak yakin dengan Sensodyne ini, karena pernah coba pakai kok busanya tuh cuma sedikit, rasanya nggak klop banget ya kalau nyikat gigi tanpa busa yang banyak, seperti ada yang kurang :)

    Nah, karena pernah ke dokter gigi dan dibilang kalau gigiku sensitif, dan disarankan untuk pakai Sensodyne ini, mau nggak mau dicoba, dan lama-lama terbiasa dengan busanya yang memang sedikit, yang ternyata busa sedikit itu karena Sensodyne nggak pakai zat yang biasa dipakai untuk sabun cuci itu.

    Alhamdulillah, gigiku nggak bermasalah lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, maksudnya mengandung deterjen ya, Kak? Ngeri ya kalau pasta gigi kita ternyata bahannya bisa buat cuci baju. :(

      Hapus
    2. Eh,, iya to,, masa' ada kandungan detergent nya :( ,,ihikihik, kalo gitu langsung buka Sensodyne yang sudah ada di lemari penyimpanan, dan segera mengganti tuh pasta gigi sebelumnya,, makasih infonya mak Aliya ,, ^_^

      Hapus
  5. Emang emak yg satu ini gak ada matinya,...terus hadiri acara2 kerennya dan sebarkan ilmunya disini ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Kalau ada acara, undang-undang aku lagi ya, Makmin cantiiik. :D

      Hapus
  6. sensodyne emang okeeee :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamak cakep ini dah pake juga rupanya. :D

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Waktu di KL kemarin ada es krim Turki yg diputer-puter nggak jatoh. Disitu ada nggak mak? Aku nyicip sedikit aja sih krn ngilu gigiku minum yg dingin2 gitu. Mak Haya nyicip apa itu, kayaknya enak deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ada, Mak. AKu juga pernah lihat es krim itu di TV. Yang aku makan di sini, es krim biasa. :D Kalau gigi ngilu, boleh coba pakai Sensodyne-nya, Mak. :)

      Hapus
  9. Wih banyak banget variannya, ya. Kirain cuma satu atau dua aja jenisnya. Mau ah coba-coba yang lainnya. Soalnya kalau udah harus urusan ke dokter gigi, males banget. Udah sakit, bayar mahal pula. Mendingan kan dicegah sejak dini pakai Sensodyne!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Dyah. Kalau sudah parah, harus bolak-balik ke dokter gigi, deh. :)

      Hapus
  10. mupeng sama hadiahnya :D

    kumur2 ake air dingin? Hadeeeuuhh enggak, deh. Ngilu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Mak, ikutan program Sensodyne Just Say It, ya. :)

      Hapus
  11. Baru tau klo bruxiasm bikin gigi jd sensitif. Secra Hikmal klo tidur suka gitu. :( Tapi untung udah pake sensodine original. Makasih sharenya ya Umi Haya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Nelfi. Shafiyya juga begitu. Kata dokter, ada hal yang dipikirkan oleh anak, makanya saat tidur dia suka bruxiasm. Mungkin bisa dipantau juga apa penyebabnya.

      Hapus
  12. Aha..ha ... langsung keinget ama videonya games food challenge. Nggak nyangka lho bisa nyusul yg ndut itu. Aku sampe ikut deg deg an tuh liat videonya, detik2 terakhir. Hore, menang. Selamat ya Bun. O ya aku sendiri sdh hampir 4 th pake Sensodyne, aku suka yg warna biru, yg cool. Emang beneran deh, ngilu jadi ilang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha lengkap pula divideoin, ya. :))
      Wah, Mak Lianny pakai yang cool gel? Bentuknya kayak gel pasti nyaman banget di mulut ya, Mak. :)

      Hapus
  13. Baca tulisan Haya ini jadi tergiur pengen pindah ke lain hati, eh ke Sensodyne maksudnya. Sebab, gigiku tergolong sensitif juga, gak kuat sama yang dingin-dingin dan asem-asem. Thanks, ya Haya. ;)

    BalasHapus
  14. Kalau ngilu makan makanan yang dingin-dingin dan asem-asem, cocoknya memang pakai Sensodyne, Kak. ::)

    BalasHapus
  15. smoga menaaang ..tulisannya kereen :)

    BalasHapus
  16. Hehehe. Yuk, ikutan program Sensodyne Just Say It, Mbak. :)

    BalasHapus
  17. Aku juga pakai Sensodyne. Ngilu hilang, deh. :) Btw, teh Turki kayak apa tuh penampakannya? *penasaran mode on :p

    BalasHapus
  18. Udah kuposting foto teh turkinya, Fit hehehe. Sip, dah, atasi gigi sensitif sejak dini, ya. :)

    BalasHapus
  19. Gigi q juga sangat sensitif luar biasa, dan ini ilmu yang keren mak :)

    Ngemeng-ngemeng voucher lempar 1 kesini :P

    BalasHapus
  20. Iya, alhamdulillah banget diundang ke acara ini. Aku juga baru tahu ini-itu ttg gigi sensitif. :)
    Voucher? Eaaa tukar sama Samsung S3 Mini-mu ya, Maaak. :))

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan